Kembali Ke Masalalu

Kembali Ke Masalalu
Jiang Ming Terkejut Seratus Ribu Mudah Didapatkan


__ADS_3

Qi Aifen sekarang sedang memegang uang di tangannya, dengan hati yang lebih tenang.


Bukankah punya uang berarti punya kekuasaan?


Kaki suaminya bisa diselamatkan!


“Suamiku, kita bisa ke kebupaten provinsi untuk mengobati kakimu setelah menunggu Jiang Ming pulang, kamu tenang saja."


kata Qi Aifen


Jiang Fuguo tidak berkata apa-apa.


Jiang Ming pergi dengan Jiang Zhou.


Tadi Jiang Fuguo telah berpesan pada Jiang ming agar mengikuti Jiangzhou untuk melihat apakah cara menghasilkan uang seperti yang dikatakan Jiang zhou itu benar atau tidak..


Andai saja...


jika Jiang zhou berbohong dan uang ini datang dari cara yang sesat...


Kaki ini.


Jiang Foguo lebih memilih menjadi lumpuh daripada disembuhkan!


………………


Uang di saku Jiangzhou sisa Rp.40.000!


Jiang zhou tidak memberikan semua uangnya pada Qi Aifen karena uang itu untuk membeli ampas minyak.


Jiang Zhou menyuruh Liu Mengli, Chloe dan Zoe untuk duduk di kereta keledai.


Dia berpikir sejenak, Jiang zhou langzung sendiri naik ke atas


“Kak, terimalah ini."


Jiang Zhou juga tidak segan-segan.


Dia melemparkan cambuk kecil yang digunakan untuk menggerakkan keledai.


“Keterampilanku kurang baik"


Jiang zhou mengatakan yang sebenarnya.


Butuh teknik yang baik untuk mengemudikan keledai.


Ada cambuk kecil yang diikatkan pada tongkat kayu.


Arah jalan keledai tergantung arahan cambuk pendek ini.


Meskipun Jiang Zhou terlahir kembali, dia bukan orang yang serba bisa.


Hal yang tak dapat dilakukannya di kehidupan lampau, juga tidak bisa di lakukan di kehidupan saat ini.


Jiang Ming terdiam.


Dia melirik sekilah ke arah Jiang Zhou, lalu mengambil cambuk dari tangan Jiang zhou, dan dengan ahli mengemudikan keledai.


pada masa ini.


Daerah kabupaten hanya ada jalan tanah.


Setidaknya jalan akan di tutup dengan pecahan batu agar jalan lebih rata.


Kereta keledai bergoyang-goyang, membuat Chloe dan Zoe mengantuk.


Jiang Zhou duduk di kereta kayu, dan melihat sebuah kios yang menjual kue wijen, Dia melompat turun dan membeli sepuluh kue wijen.


Kebetulan harga kue wijen Rp.2000.


Wajah Jiang Ming tampak muram ketika melihat Jiang zhou membeli kue wijen.


"Kondisi sekarang sudah sesulit ini, kenapa kamu masih bisa membeli kue wijen? Apa kamu tahu betapa susahnya mencari uang?"


Jiang Ming berkata: " berhematlah untuk mengobati kaki ayah!"


Jiang Zhou tidak marah.


Dia membagikan kue wijen pada Liu mengli Chloe dan Zoe.


Masing-masing mendapatkan satu kue wijen.


Jiang zhou juga makan satu.


Sisanya Jiang zhou berikan kepada Jiang Ming.


"Kak makan dulu untuk mengisi perut. Sisanya kamu bawa pulang untuk Jiang Haoming dan kakak ipar."


Jiang Zhou berkata: “Tubuh adalah modal yang terpenting. Bukankah setelah makan kenyang dan bertenaga? Kita baru bisa menghasilkan uang, kak, hanya kue wijen saja, tidak akan menghabiskan banyak uang. Cepatlah kamu makan."

__ADS_1


Jiang Ming memegang kue wijen yang masih panas di tangannya.


Aromanya harum.


Berat badannya turun banyak dalam beberapa hari terakhir.


Dia tidak rela untuk makan dan mengeluarkan uang.


Seluruh pikirannya di penuhi dengan biaya pengobatan Jiang Fuguo.


sekarang, ada kue wijen panas dan lezat di hadapannya, Lalu Jiang ming menatap ke arah Jiang Zhou.


Jiang Zhou tidak marah padahal Jiang ming telah bicara kasar padanya.


Sebaliknya, dia meminta dirinya untuk membawa kue wijen itu pulang untuk Yao Juan dan Minghao.


Jiang Ming tertegun, dan memakan kue wijen dalam keheningan.


Kue itu diisi dengan lobak parut.


Rasanya lezat.


"Kak, ayo pergi ke pabrik minyak."


Jiang Zhou yang sudah kenyang berkata kepada Jiang Ming.


setelah lahiran kembali.


Jiang Zhou sangat memahami.


Ada kalanya jika ingin menarik perhatian keluarganya tidak perlu bicara dengan nada kasar.


Di kehidupan sebelumnya, Jiang zhou selalu bertengkar dengan Jiang ming.


Di antara mereka berdua tidak ada yang mau mengalah.


Sampai akhirnya, Jiang zhou mencapai puncak keberhasilan dan memiliki banyak harta.


Namun.


Dia tetap merasa kesepian.


Istri, anak perempuan, saudara laki-laki, orang tua.


Tidak ada seorang pun yang berdiri di sampingnya.


Dan kali ini.


Jiang Ming juga mendapatkan kekuatan setelah memakan Kue wijen.


Meskipun dia tidak tahu mengapa Jiang Zhou pergi ke pabrik pengepresan minyak, kali ini dia mengikutinya keluar hanya untuk melihat apakah cara Jiang Zhou menghasilkan uang itu benar atau salah.


Jiang Ming segera mengiyakan.


Lalu mengangkat cambuk ke udara dengan terampil.


"Hiatt..."


Terdengar suara keras dari cambuk.


Jiang Zhou memuji tanpa sadar


“Cambukan bagus!”


Kereta keledai segera membawa sekelompok orang itu menuju ke pabrik pengepresan minyak.


Penjaga di pintu tersenyum saat melihat Jiang Zhou datang.


Jiangzhou juga menyalami.


Dia berjalan mendekat dan menyerahkan sebatang rokok.


Si penjaga pintu itu dengan cepat membukakan pintu untuk Jiang Zhou.


"Kamu sedikit terlambat hari ini! Akuntan Zhang sudah lama menunggumu! "


kata penjaga itu sambil tersenyum.


Jiang Zhou berkata: "Paman, ada sesuatu yang terjadi di rumah, jadi aku sedikit terlambat!"


Keduanya mengobrol dengan akrab.


Jiang Ming juga melihatnya.


Jiang Zhou pasti akrab dengan penjaga pintu itu,mungkin karena sudah datang berkali-kali.


"Oh! Hari ini juga kamu membawa keledai, kamu semakin hebat ya! Memang seharusnya sejak awal mengumpulkan uang untuk membeli keledai. Kamu memang masih muda, tapi bolak-balik membawa beban 150 kilogram untuk waktu yang lama, mana mungkin tubuhmu bisa bertahan. Semakin lama tubuhmu akan tidak kuat, kamu percaya tidak?"


Penjaga itu tidak tahu kisah tentang dua bersaudara itu.

__ADS_1


Lalu, dia melihat kearah kereta keledai dan melihat Jiang Ming.


"Apakah itu kakakmu? Mirip sekali denganmu!"


Si penjaga melihatnya selama beberapa saat, lalu menggelengkan kepala.


"Dia tidak seaktif kau, sifatnya terlihat agak keras dan tipe orang yang jujur."


Jiang Zhou hanya tertawa.


Jiang zhou menyuruh Jiang ming untuk membawa kereta keledai sambil mengisi barang setelah dia selesai berbincang dengan paman penjaga pintu itu.


Jiang Ming mendengar tanpa berkata sepatah kata pun.


Setelah mengendarai gerobak keledai sampai ke pintu masuk gudang penyimpanan, setelah mencium aroma minyak kacang tanah, sudah dapat di pastikan didalamnya ada ampas minyak kacang tanah.


Dia menggerakkan bibirnya dan berkata, “Apakah kamu akan mengambil ampas minyak dan menjualnya kembali?”


Jiang Zhou mengangguk: “Iya, sebelumnya aku hanya bisa membawa 150 kilogram dengan kereta kayu. Aku membelinya seharga Rp.80 dan menjualnya lagi seharaga Rp.280. Sekali jalan aku bisa mendapat untung sekitar Rp.60.000an."


“Sekarang sudah membeli keledai, jadi bisa membawa sekitar 500 kilogram. Kali ini aku bisa mendapatkan untung sekitar Rp.100.000an."


Meskipun menghabiskan banyak uang untuk membeli keledai ini.


Namun.


Harganya bagus untuk jangka waktu panjang.


Jiang Ming tertegun sejenak.


tatapannya penuh keterkajutan.


Uang senilai Rp.100.000!


Dengan begitu saja sudah mendapatkan Rp.100.000!


"Kenapa pabrik minyak mau menjual ampas minyanya padamu? Bukankah dulu ada orang desa yang bertanya, tapi mereka tidak bersedia menjualnya?"


Jiang Ming bertanya dengan bingung.


Jiang Zhou seketi tertawa.


“Kak, dalam dunia bisnis yang terpenting adalah niat."


Jaiang zhou berbicara sambil mengeluarkan sebungkus malioboro dari dalam saku, lalu menunjukan ujungnya untuk di liat oleh Jiang ming.


“Ini, rokok adalah modal berbisnis!”


Jiang Ming terdiam dan bergumam dalam hatinya. Anak ini.


bocah ini tidak pernah bisa bertindak benar!


“Aku pergi memindahkan barang dulu,”


Jiang ming tidak bisa berpikir flexsibel.


Dia tidak mengerti trik dan intrik dalam berbisnis.


Lebih baik pergi memindahkan ampas minyak kacang.


Tenaganya masih ada meskipun belum kenyang hanya dengan sebuah kue wijen.


Jiang Ming telah terbiasa dengan pekerjaan bertani.


Memindahkan barang puluhan kilogram dalam sekali angkut sama sekali bukan masalah.


Setengah jam kemudian.


kereta keledai penuh dengan ampas minyak.


Totalnya 500 kilogram.


Jiang Zhou mengeluarkan dua karung terakhir, lalu menyerahkannya pada Jiang ming


Lalu, dia mengisi sebotol air penuh dari keran di pabrik minyak.


Jiang Ming sangat lelah hingga seluruh tubuhnya berkeringat.


Jiang ming melepaskan baju, lalu meletakanya begitu saja di atas kereta keledai, setelah itu dia membersihkan diri dengan air dari keran.


Kemudian Jiang ming mencuci mika dan meminum air sampai kenyang.


Di zaman itu, dapat minum air dengan praktis saja sudah cukup.


Tidak terlalu memperdulikan kondisi air itu sendiri.


Terutama bagi seorang petani seperti Jiang Ming.


Bahkan tidak jarang ada orang disawah yang langsung minum air dari sungai kecil disekitar sawah.

__ADS_1


Banyak petani yang sakit kepala karena kebanyakan minum air mentah.


__ADS_2