Kembar Yang Tidak Dianggap

Kembar Yang Tidak Dianggap
chapter 12


__ADS_3

"Van, kamu kok nolak air dari bintang " Ucap bulan


"Gak papa, dari lo atau dia sama aja" Jawab devano


"Lo duluan aja ke kelas. Gue mau ganti baju dulu" Lanjutnya. Bulan mengangguk patuh, dan pergi menuju kelas.


Sebenarnya itu tidak sama. Dikarenakan devano lebih tertarik dengan bulan itu sebabnya devano lebih memilih pemberian dari bulan ketimbang bintang. Saat ini jam olahraga maupun jam sekolah telah usai, setelah latihan tadi seluruh murid berbondong menuju kelas dan merapikan seluruh alat tulisnya agar segera pulang.  Begitupun dengan devano yang kini sudah berada diparkiran menunggu bulan. Saat dirinya tengah sibuk bermain ponsel tiba tiba seseorang datang dan merampas ponsel milik devano.


Devano yang tidak siap tentu terkejut dengan tingkah tiba tiba orang tersebut, saat melihat siapa pelaku yang telah berani dengan lancang merampas ponsel miliknya devano hanya menatap datar orang tersebut dengan tangan yang terkepal erat


"Nih, gue udah masukin nomor HP gue ke kontak lo! Udah gue kasih nama juga" Ucap orang tersebut menyodorkan kembali HP milik devano


Devano sendiri hanya diam, dan menatap HP miliknya dengan tatapan datar.


"Kok gak lo ambil? Ini gue udah pegel" Ucap orang tersebut karna HP nya tak kunjung diambil


"Yuk van balik. Maaf lama tadi aku ke toilet bentar" Ucap bulan yang baru tiba


Devano menatap bulan "gak papa. Yuk balik" Ajak devano


Kemudian tatapan bulan beralih pada bintang. Yang kini juga tengah menatap tak suka ke arah nya " Loh kamu belum  pulang dek " Tanya bulan lembut


Ya. Pelaku yang telah berani dan amat sangat lancang tadi adalah bintang. Bintang ingin sekali akrab dengan devano dan kebetulan ia melihat devano sendirian, sebab itu bintang merampas ponsel milik devano dan menyimpan nomornya sendiri.


"Adek.. Adek.. Gue gak sudi ya lo panggil adek" Cetus bintang


Bulan hanya mehela nafas lelah " Jangan diladenin. Sekarang balik" Ucap devano menarik lengan bulan


"Van HP lo" Ucap bintang mencekal lengan devano


Devano menatap tangan nya, kemudian menghempaskan dengan kasar agar pegangan bintang terlepas, begitu terlepas devano langsung mengambil air didalam mobilnya dan dengan segera mencuci tangan yang dipegang oleh bintang tadi.


Bintang dan bulan melongo melihat itu, terutama bintang yang syok dengan perbuatan devano apakah dirinya semenjijikan itu hingga devano harus mencuci tangan nya


"Gue gak bisa bersentuhan dengan orang licik kaya lo. Dan untuk HP gue, sorry gue udah gak butuh" Ucap devano kemudian masuk kemobilnya diikuti bulan


Brum.. Brum.. Brum.. Mobil devano pun melaju dengan cepat meninggalkan bintang sendirian yang menatap kepergian mobil devano


"Arrrghh!! Kenapa si gapai lo susah banget. Udah jelas cantikan gue kemana mana ketimbang sigentong itu" Ucap bintang kesal kemudian ia pun melirik HP devano dan mulai ngecek apakah ada sesuatu atau tidak. Ternyata setelah diperiksa HP tersebut kosong hanya berisi dengan musik dan hal yang tak penting lain nya.


"Ini lagi. HP doang yang mahal tapi isinya gak ada" Ucap bintang melempar ponsel tersebut ke tong sampah


Saat Ini devano tengah sibuk mengemudi dengan bulan yang sesekali melirik kearahnya, ingin berbicara tapi bulan takut dikarenakan wajah devano yang tidak bersahabat

__ADS_1


"Kita mau kemana van. " Tanya bulan memberanikan diri bertanya sebab jalan yang mereka lalui bukan lah jalan menuju resto tempat bulan bekerja


"Suatu tempat. " Jawab devano singkat mood devano hari ini benar benar begitu hancur karna ulah bintang. Dulu saja waktu devano berpenampilan culun ia justru malah menghinanya sekarang? Terlihat ingin mendekati devano. Sungguh manusia yang tamak sekali bukan,


"Tapi van. Aku kan harus bekerja" Ucap bulan


"Gue tau. Tapi kan gue bos lo, jadi bebas bebas aja" Jawab devano yang masih fokus dengan kemudinya


"Tapi. Aku gak enak dengan yang lain, karna aku berteman dengan kamu takut nya mereka malah nyangka aku jadi sesuka hati untuk tidak bekerja" Ucap bulan


"Gak usah lo pikirin. Itu biar jadi urusan gue, kalo ada sempat dengar ditelinga gue ngomongin lo! Gue bakal langsung pecat" Ucap devano


Bulan hanya bisa diam, ia tak tau lagi harus berkata apa walaupun devano sudah berkata demikian tapi tetap saja ia merasa tak tenang dan gelisah. Ingin menghubungi retha tapi bulan tidak memiliki HP. Itu semua karena ulah mama nya. Sedari dulu mamanya selalu mengatur bulan agar tidak seperti ini dan itu, karena itulah bulan sudah terbiasa hidup dengan apa adanya, walaupun ia orang kaya dan memiliki harta yang melimpah tetap saja semua itu tidak membuat bulan menjadi orang yang iri hati dan juga sombong


"Turun, " Ucap devano saat mereka telah tiba di MALL


"Kita ngapain kesini van? " Tanya bulan bingung


"Udah turun. Temenin gue" Jawabnya


Bulan pun turun dan mengikuti devano yang sudah jalan terlebih dahulu


"Tolong keluarkan ponsel terbaru dan terbaik yang kalian punya" Ucap devano yang telah tiba di penjual HP dan acc


"Ini adalah, HP pengeluaran terbaru dan terbaik yang kami punya tuan" Ucap sang penjaga toko menyodorkan HP boba 3 dan memiliki 3pilihan warna yaitu gold, silver, dan juga rose


Pilihan devano jatuh, dengan HP yang berwarna silver dan juga rose " Tolong bungkus kedua benda ini, dan sekalian Sim card nya" Ucap devano


Sang penjaga toko pun dengan segera membungkusnya tak lupa ia juga memberikan 2 buah SIM card, sesuai perintah devano tadi. Setelah selesai devano pun mengeluarkan blackcard miliknya untuk membayar semua yang telah ia beli.


"Terimakasih. Datang kembali tuan" Ucap penjaga toko ramah


"Hmm, " Gumam devano kemudian ia berjalan menuju tempat makanan siap saji


Bulan sendiri hanya diam sedari tadi memperhatikan devano dan mengikuti kemana pun devano pergi


"Duduk " Ucap devano saat tiba diresto cepat saji


Bulan mengangguk dengan patuh, tak lupa ia juga memperlihatkan wajah polos nya yang membuat devano ingin tertawa namun ia tahan


"Permisi kakak, ini menunya silahkan dipesan " Ucap pelayan ramah dengan devano tapi sinis memandang bulan


"Satu steak dan lemon squash. Juga kasih makanan diet bagi pemula" Ucap Devano datar

__ADS_1


Sang pelayan terlihat tidak begitu menyukai bulan. Menurutnya tidak pantas sekali pria tampan seperti devano berjalan berduaan dengan bulan yang memiliki tubuh gempal


"Kenapa masih disini? Cepat kerjakan tugas mu" Sentak devano


Sipelayan terkejut kaget mendengar bentakan devano. Ia pun dengan segera berlalu dan mulai mengerjakan pekerjaan nya


"Kenapa muka lo" Ucap siti teman kerja nya rita


"Itu loh. Lo liat gak si perempuan gendut yang duduk berdua dengan cowo yang tampan itu" Ucap rita menunjuk kearah devano dan bulan


Ya pelayan yang dibentak oleh devano tadi bernama rita "liat kok, emang kenapa? " Ucap siti bertanya pada rita


"Gak pantes banget tau. Kok cowo tampan kaya dia mau aja jalan berdua dengan sigendut itu, apa jangan jangan dia pake pelet ya" Ucap rita


"Husst.. Sembarangan gak baik tau ngomongin orang kaya gitu, positif thinking aja mungkin cowo itu beneran tulus dan menerima cewenya apa adanya" Ucap siti


"Dih. Gak asik ngobrol sama lo" Ucap rita kemudian melanjutkan kerjaan nya


Sedangkan siti hanya menghedikan bahu acuh dan melanjutkan pekerjaan yang sempat terhenti sebab ia berbicara


****


"Retha, " Panggil Daren


"Ya, saya pak" Jawab retha mendekat pada Daren


"Itu temen kamu mana? Si bulan. Inikan udah jam pulang sekolah kok dia belum dateng dateng juga" Ucap Daren


Retha melirik jam dipergelangan tangan nya " Duh iya ya pak. Seharus dia sudah tiba stengah jam yang lalu" Ucap retha


"Kamu semalem tidur dikontrakan nya bukan? Apa kamu tau dia dimana sekarang? " Tanya Daren


"Iya Pak bener. Tapi saya gak tau dimana bulan sekarang. Saya mau nelpon tapi bulan gak punya HP pak" Ucap retha


"Apa jangan jangan bulan gak masuk, trus terjadi sesuatu lagi. Eh tapi kan mana mungkin terjadi sesuatu, secara pagi tadi dia kan berangkat nya bareng pak Devano" Gumam retha pelan namun masih bisa didengar dengan jelas oleh Daren


"Jadi pagi tadi devano berangkat bersama bulan" Tanya Daren


Retha terkejut "ah i-iya pak, pagi tadi saat saya berangkat gak sengaja ketemu pak devano" Jawab retha


"Ya udah, kalo gitu saya lanjutin kerjaan saya dulu pak" Pamit retha pada Daren


Daren mengangguk, kemudian ia tersenyum " Cerdik juga ternyata " Ucap Daren kemudian pergi dari sana

__ADS_1


__ADS_2