
Pagi hari tiba sinar cahaya pagi masuk melalui ventilasi mengenai wajah cantik wanita yang tengah tertidur pulas.
Tring!
Tring!
Tring!
Suara alarm begitu nyaring, mengusik tidur seorang gadis yang terlihat nyaman dibawah selimut hangat miliknya.
"Hoaaamm! Jam berapa ini" Ucap wanita tersebut.
Ia pun melihat jam dihp nya kemudian membulatkan mata dengan sempurna.
"Astaga, sudah jam 6:30 lagi. Kenapa aku bisa terlambat begini. " Ucapnya sambil berlari menuju kamar mandi.
Setelah beberapa menit, ia pun selesai dengan aktivitas mandinya dan dengan gerakan cepat, ia memakai seragam sekolah miliknya. Tak lupa ia juga memoleskan sedikit bedak, dan liptint chery kebibirnya yang mungil itu.
Tap!
Tap!
Tap!
Suara langkah kaki menuruni anak tangga, dengan tergesa-gesa
"Retha, kenapa kamu nggak bangunin aku, " Tanya bulan pada retha
Ya perempuan yang hampir terlambat pagi ini adalah bulan, selama ia bersekolah baru hari ini ia terlambat. Itu semua akibat tadi malam ia begadang, menonton aplikasi toktok.
"Lo tidurnya nyenyak banget, jadi gue nggak tega bangunin lo" Ucap retha yang tengah menikmati sarapan paginya
"Duh, mana hari ini aku ada piket. Aku pamit dulu ya, " Ucap bulan hendak pergi
"Eh sarapan dulu, ntar lo bisa maag, " Ucap retha mencegah bulan pergi
Bulan pun berbalik, dan dengan segera menyantap satu buah roti, dan menenggak segelas susu coklat hangat yang disediakan oleh retha.
"Aku pergi dulu bye bye" Ucap bulan sambil berlari
"Ya hati hati," Jawab retha sedikit berteriak agar bulan mendengarnya
"Duh, kalo udah siang begini mana ada angkot lagi. " Ucap bulan menepuk jidatnya.
Ia terlihat berpikir sambil melirik kesekitarnya, tatapan mata indah berwarna coklat tersebut mengarah pada garasi yang berada diapart milik devano. Bulan pun dengan segera menuju garasi tersebut dan membukanya. Siapa tau ia bisa menemukan sesuatu yang bisa ia gunakan untuk menuju kesekolah
Krieeet!
Mata bulan membulat sempurna, begitu ia melihat beberapa jenis mobil dan motor gede tersusun rapi. Dibagian tembok terdapat beberapa kunci tergantung, bulan mengelilingi motor dan juga mobil tersebut. Terlihat bersih tak ada debu yang menempel sedikitpun. Mungkin saja devano menyewa seseorang agar membersihkan barang mahalnya itu.
Tatapan bulan tertuju tertuju pada motor sport berwarna putih bersih, dan ia tertarik dengan motor tersebut
"Kayanya, motor ini cocok untuk aku, " Ucap bulan mengambil satu buah kunci, dengan mainan yang sesuai dengan warna motor tersebut.
Brum!
Brum!
Brum!
Bulan pun dengan segera melajukan motor tersebut, dengan kecepatan yang lumayan tinggi. Karna jam sudah menunjukkan pukul 6:50. Beberapa menit diperjalanan bulan pun tiba disekolah
Tin!
Tin!
Bulan membunyikan klakson motornya, karna pak security hendak menutup pagar sekolah. Tentu hal tersebut membuat pak security terkejut dan mengusap dadanya sambil menggelengkan kepalanya.
Kejadian tersebut disaksikan seluruh pasang mata yang berada disekolah. Termasuk para anggota black diamond. Tentunya juga ada devano. Ia menatap intens motor dan juga orang yang membawanya. Ia bisa mengenali motor tersebut adalah miliknya, namun hal yang membuatnya tak percaya adalah yang mengendarai motor tersebut. Ia tak mengira jika bulan ternyata bisa membawa motor gede.
Berbeda dengan devano. Para murid dan anggota black diamond yang lainnya justru sedang menebak nebak, siapakah perempuan dibalik hlem full face tersebut. Sungguh mereka dibuat kagum oleh sipengendara karna bisa menaiki motor gede.
"Pak maaf, saya buru buru ada jadwal piket soalnya, " Teriak bulan meminta maaf pada pak security tersebut
"Iya neng nggak papa, udah biasa kalo soal begini mah, " Ucap pak djarot security sekolah.
Dirinya memang terbiasa akan hal tersebut, dikarenakan ini bukanlah hal yang pertama baginya. Tapi sudah berkali kali ia mengalami hal seperti ini, siapa lagi jika bukan para most wanted disekolah tersebut.
Bulan pun dengan perlahan, namun pasti membuka hlemnya dengan gaya slow motion, angin berhembus kencang menerpa rambut lurus panjang, nan hitam legam tersebut.
Untuk kedua kalinya para murid dibuat terkejut oleh bulan. Pertama dengan perubahan Bulan, dan sekarang bulan membawa motor sport gede dengan kisaran harga ratusan juta. Mereka semua menatap tak percaya dan menganga ditempatnya. Riuh bisik bisik yang membicarakan bulan, kemarin dihebohkan dengan perubahan nya dan kali ini dengan gayanya yang terbilang cool dan okee. Begitupun dengan tirta juga Siska. Mereka merasakan hal yang sama, namun berbeda dengan bintang yang begitu tidak suka dengan bulan.
"Sial, lagi lagi dia jadi sorotan para murid disini, " Batin bintang kesal. Ia pun memilih pergi dan diikuti oleh kedua temannya
"Van, itu bulan. Cewe lo? " Tanya reza
Devano yang semula melongo, dibuat terkejut oleh suara reza. Ia pun berdehem guna menetralkan keterkejutannya
"Iya, cewe gue. " Ucap devano
"Tumben lo nggak jemput, " Sahut Rifki
"Dia nggak mau. " Jawab devano seadanya
"Btw cakep si bulan pake motor gede begitu, " Ucap galang yang tak henti hentinya memandang kagum kearah bulan
Devano menoleh, dan menatap tajam si pelaku yang dengan beraninya berkata seperti itu. Putra yang sadar akan tatapan devano, dengan segera menyenggol lengan galang
"Apaan sih lo, ngerusak pemandangan aja, sayang tau kaya beginian kagak diliat. Kata emak gue mubazir" Ucap galang
Putra tak menyahut, ia mengkode galang dengan matanya, agar galang menatap devano! Galang yang paham pun menoleh ke kanan dan melirik devano yang tengah menatap nya tajam.
Galang meneguk salivanya dengan kasar "hehe, peace bro. ma-maksud gue motornya keren. Iya motornya keren, keren banget malahan. Bisa kali kapan kapan sunmori pake motor masing masing, ajak juga cewe lo. Apalagi kalo bulan ikutan balap beuh, dijamin pasti lebih keren" Ucap galang memberikan dua jempolnya
"Ide bagus tu. Coba aja cewe lo ajak balapan juga van, sapa tau dia jago juga. Kan kalo dia menang cocok tuh raja racing sama queen racing" Ucap reza
Yang lain mengangguk membenarkan, devano tak menyahut ia lebih memilih menemui bulan.
"Kacaaaang mahaaaal, " Ucap rifki tertawa, kemudian menyusul devano diikuti oleh yang lainnya
"Sayang! Kenapa kamu bisa telat, bukannya hari ini ada piket? " Tanya devano pada bulan
"Hehe, iya aku malam tadi begadang keasikan liat toktok jadi kesiangan deh, kayanya juga piket aku ntaran aja, pulang sekolah aku kerjain, udah nanggung banget ini bentar lagi masuk" Jawab bulan cengengesan
"Lain kali jangan begadang ya, " Ucap devano mengusap lembut puncak kepala bulan.
"Btw maaf ya van, motor kamu aku asal bawa aja. Nggak izin dulu kekamu" Ucap bulan
__ADS_1
"Nggak papa. Barang aku berarti barang kamu juga, " Jawab devano mencubit gemas pipi bulan
"Nyamuk nyamuk,! " Ucap Gilang
"Iya ya, padahal udah mau siang tapi masih aja banyak nyamuk" Sahut galang mengibaskan tangan nya seolah memang sedang ada nyamuk.
"Iri bilang boss, " Ucap Rifki dan reza bersamaan
"Makanya punya pacar, jangan jomblo " Ucap reza lagi
"Mentang mentang lo pada udah punya cewe, kita berdua belum jadi sok sokan gitu gaya lo. Liat aja ntar kalo kita udah ada cewe" Ucap galang kesal
Ya diantara mereka berenam hanya galang dan gilang lah yang tidak memiliki kekasih. Yang lainnya seperti alex, putra, reza, Rifki, sudah memiliki kekasih. Namun pasangan mereka bersekolah di SMA lain, itu sebabnya mereka tak pernah terlihat
Kring!
Kring!
Kring!
Bell sekolah berbunyi menandakan jam pelajaran akan dimulai. Seluruh murid mulai memasuki kelas masing masing..
"Udah bunyi bell, ayo masuk kelas. " Ajak bulan pada yang lainnya, mereka semua pun menuju kelas dan mulai belajar dengan tenang.
****
"Kamu mau kemana? " Tanya willy melihat Ririn yang sudah rapi dengan pakaian nya
"Aku mau ke spa mas, bolehkan" Jawabnya
"Oh, yasudah. Mau mas anterin? " Tawar willy. Memang hari ini willy tidak kekantor, ia lebih mempercayakan semuanya pada asistennya,
"Jangan mas, ntar aku disana lama nanti kamu bosen nunggu. Lagian aku sekalian ketemu sama ibu ibu arisan, " Tolak Ririn, jika ia diantar oleh willy maka bisa bisa gagal rencana nya untuk bertemu dengan suami sahnya yaitu lana
"Kamu yakin? " Tanya willy sekali lagi
"Ya mas, nggak enak kalo sendiri pria disana, " Jawab Ririn
"Yasudah, kalo gitu. Hati hati ya" Ucap willy pada Ririn
"Iya mas, aku pamit dulu, " Jawab Ririn mencium punggung tangan willy, Ririn pun pergi dan membawa mobilnya dengan kecepatan sedang.
Sementara willy, lebih memilih untuk duduk diruang tamu ditemani koran dan secangkir kopi susu panas.
Drrt!
Drrt!
Drrt!
"Ya halo mas, " Ucap Ririn menerima telpon
"Kamu dimana rin? Kenapa lama sekali? " Tanya lana dari sebrang telpon
"Sabar mas, aku masih dijalan. Jalanan begitu padat dan macet sekarang, " Ucap Ririn
"Yasudah kalo begitu, " Ucap lana mematikan telpon ya secara sepihak
Tut!
Tut!
Tut!
"Mas, " Panggil Ririn pada lana
Lana yang mendengar namanya disebut pun menoleh. Ririn pun dengan segera menuju ke meja lana.
"Kamu kenapa nelpon aku mas? " Tanya Ririn
"Nanti aja bahas itu. Lebih baik sekarang pesen makan, aku lapar banget ini" Ucap lana
"Yasudah kalo gitu. Pelayan" Panggil Ririn mengangkat tangannya
Sang pelayan mendekat, ketika dirinya dipanggil
"Silahkan nyonya, " Ucap pelayan tersebut memberikan daftar menu
"Dua cumi saos tiram, satu jus alpukat dan orange juice" Ucap Ririn
"Baik apa ada tambahan? " Tanya pelayan
"Sudah cukup, " Jawab Ririn
"Baiklah, mohon ditunggu sebentar tuan dan nyonya" Ucap pelayan ramah dan pergi dari sana.
"Kita kemana ni? Mumpung masih siang" Tanya Rifki pada anggota black diamond
Mereka hari ini hanya mempelajari, satu mata pelajaran saja. Dikarenakan para guru sedang ada rapat, dan para murid diberikan kebebasan seperti jamkos. Mereka diperbolehkan untuk pulang, ataupun berdiam diri dikelas, dan bermain disekolah.
"Gimana kalo ke mall? " Tanya reza
"Tapi gue laper, pagi tadi gue nggak sempet sarapan. Gimana kalo kita keresto yang dekat dengan sekolah kita. Selepas makan kita bisa ke mall" Ucap galang memberi usulan
"Dimall kan juga banyak yang jual makanan, nggak musti keresto juga, hemat waktu nggak bolak balik" Ucap bulan menimpali
"Gue bosen makan dimall, hehe. " Ucap galang cengengesan
"Gimana lex? " Tanya reza meminta usul
"Terserah! " Jawab alex singkat
"Lo gimana vano? " Tanya reza
"Ngikut" Jawabnya
Reza beralih menatap putra. Putra yang tengah asik dengan ponselnya merasa jika dirinya tengah dipandangi pun mendongak dan menaikan sebelah alis nya seolah sedang berkata "apaa"
"Lo gimana? Mau ke mall atau resto aja" Tanya reza
"Selagi keduanya bisa, kenapa harus pilih salah satunya" Jawab putra dengan wajah santai nya
"Yasudah kalo gitu, kita semua ke resto dulu. Ntar baru ke mall gimana setuju nggak? " Ucap galang
Mereka semua mengangguk tanda setuju.
"Kalian pergilah terlebih dahulu. Aku nanti nyusul, " Ucap bulan
__ADS_1
"Loh kenapa sayang! " Tanya devano
"Aku harus selesaikan tugas ku dulu. Setelah selesai baru aku nyusul. " Ucap bulan
"Tap! "Kalimat devano terputus
"Vano. Nggak ada tapi tapian, kesian galang pasti udah laper banget. Takutnya kalo nunggu aku malah semakin lama, jadi lebih baik kalian pergi duluan nanti aku menyusul" Ucap bulan memberitahu
"Tenang. Nggak lama kok" Sambungnya
"Huft! yasudah, jangan lama lama ya" Ucap devano mengusap lembut pipi bulan. Bulan mengangguk, kemudian mereka semua pun pergi dari kelas meninggalkan bulan seorang diri.
Disaat semuanya telah keluar, bulan menutup pintu tak lupa ia juga menguncinya. Agar saat ia melakukan tugasnya tak ada seorang pun yang masuk kedalam kelas, dan memperlambat pekerjaan nya
Sekitar 15 menit, pekerjaan bulan pun telah selesai. Ia bergegas menuju dimana devano dan yang lainnya berada. Sebab devano sedari tadi sibuk menelpon dirinya agar segera datang
"Huft! Akhirnya selesai juga, " Ucap bulan menyeka keringat didahinya
Bulan merapikan seluruh alat tulisnya, dan memasukannya kedalam tas. Kemudian ia keluar dari kelas dan berjalan menuju parkiran dimana letak motornya berada
Brum!
Brum!
Brum!
Bulan mengendarai motornya dengan kecepatan sedang, karna memang resto yang dimaksud oleh galang tadi. Letaknya tidak lah terlalu jauh. Hanya perlu waktu kurang dari 10menit, bulan telah sampai diresto tersebut. Namun dikarenakan bulan yang tidak hati hati ia pun menabrak seseorang
Bruuk!
"Ah maaf maaf, saya tidak sengaja nyonya. Mari saya bantu " Ucap bulan pada wanita paruh baya tersebut
"Tidak apa apa nak. Saya juga salah tadi, jalan sambil bermain ponsel" Ucap wanita tersebut melihat kearah bulan. Kemudian ia membeku ditempatnya saat melihat bulan berhadapan langsung didepan dengan nya
Deg!
"Bu-bulan" Batin wanita tersebut
"Saya juga salah. Jadi sekali lagi maafkan saya nyonya, " Ucap bulan membantu wanita tersebut berdiri.
Bulan juga tidak mengenali wanita tersebut, sebab wanita itu memakai masker dan menutupi sebagian wajahnya, hanya terlihat bagian matanya saja
"Yasudah tidak apa apa. Kalo begitu saya permisi" Ucap wanita tersebut buru buru
Bulan terus menerus memandangi kepergian wanita tersebut yang semakin jauh, ia merasa heran kenapa ia seperti mengenali mata tersebut, ia merasa tidak asing dengan si pemilik mata itu
"Kenapa matanya sangat tidak asing. Dimana aku pernah melihat mata itu, " Batin bulan
Seseorang datang dan menepuk pundak bulan secara tiba tiba, dan mengagetkan bulan. Bulan tersentak dari lamunannya kemudian menoleh melihat siapa yang telah menyentuhnya
"Devano! Kamu tuh Ngagetin aja tau nggak sih, " Ucap bulan kesal
"Lagian kenapa kamu melamun disini? Ngeliatin apa? " Tanya devano melihat kesekitar
"Oh itu, bukan apa apa kok. Tadi aku nggak sengaja nabrak ibu Ibu, itu aja nggak ada yang lain. Tapii" Kalimat bulan tergantung.
"Tapi apa? " Tanya devano
"Aku kaya nggak asing dengan mata ibu yang tadi aku tabrak van, aku kaya pernah liat, tapi nggak tau dimana "ucap bulan berusaha mengingat
" Jangan terlalu dipikirkan, sekarang ayo masuk yang lain udah pada nunggu. "Ucap devano menarik lengan bulan, dan membawanya menuju VIP
Sementara dari kejauhan, wanita yang ditabrak oleh bulan tadi meneteskan air matanya. Untuk pertama kalinya ia melihat anaknya dari jarak yang dekat, bahkan sangat dekat sekali. Selama ini ia hanya melihat kedua putrinya dari kejauhan. Ia merasa bersyukur telah dipertemukan dengan putrinya diresto miliknya sendiri
Ya wanita yang ditabrak oleh bulan tadi adalah ibu kandungnya, siapa lagi jika bukan Riana. Hanya saja bulan tidak mengenali wanita tersebut, dikarenakan wanita tersebut memakai masker.
"Akhirnya mama bisa ngeliat kamu dengan jarak yang dekat nak. Mama senang sekali, walaupun hanya sebentar setidaknya mama sempat bersentuhan dengan mu. " Ucap Riana menghapus air matanya
"Mama janji nak, secepatnya mama akan datang dan berkumpul bersama kalian semua. Mama tau kamu selama ini tengah mencari tau semua kejanggalan yang ada, tapi kamu tidak perlu repot repot untuk itu semua, karna mama sendirilah yang akan datang menemui semuanya dan membongkar segalanya. " Sambungnya lagi
Riana merogoh dompet miliknya dan mulai mencari kontak disana, dan menekan nomor tersebut
"Tolong untuk tamu yang berada di ruang vip, lantai dua semua makanan dan minuman yang mereka pesan kalian free kan saja, " Perintah Riana pada orang yang ia telfon. Kemudian ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang
"Devano mereka siapa? Bukankah tadi kalian berangkat hanya bertujuh? Lalu kenapa sekarang begitu ramai" Ucap bulan melihat meja yang dipenuhi oleh para wanita juga
"Mereka semua pacar nya alex dan yang lainnya" Jawab devani membawa bulan duduk disebelahnya
"Hai semua maaf lambat. Tadi ada sedikit kendala dibawah" Ucap bulan setelah mendudukkan bokongnya
"Santai aja! Nggak masalah, berhubung lo udah dateng kenalin mereka berempat adalah pacaranya alex, putra, Rifki, dan gue" Ucap reza
"Salam kenal. Aku bulan, " Ucap bulan memperkenalkan diri
"Gue Gita, tunangan alex, " Ucap Gita membalas uluran tangan bulan
"Gue naumi , pacarnya kak putra" Ucap naumi
"Gue bunga, pacarnya reza" Ucap bunga
"Kalo gue Stefani lo bisa panggil gue fani, gue pacarnya Rifki" Ucap Stefani memperkenalkan diri
"Enak banget, semua pada kenalan. Lah kita kapan yak, " Ucap galang pada Gilang
"Nasib nasib" Sahut Gilang dramatis
"Kagak usah kebanyakan gaya. Mending sekarang pesen makan, gue udah laper banget ini, " Ucap Rifki
Mereka semua pun akhirnya memesan makanan minuman, dan beberapa cemilan. Makan siang mereka kali ini diiringi dengan canda tawa bersama. Yang pasti galang dan Gilang menjadi samsak bully mereka semua. Karna hanya merelah yang tidak memiliki kekasih.
****
"Sekarang apa yang mau mas katakan? " Tanya Ririn
"Biasa, bagi duit. Mas kalah main judi jadi uang yang waktu itu kamu kasih habis, " Ucap lana
"Apaaa! Uang sebanyak itu habis, karna kamu kalah main judi. Astaga mas kamu itu berapa kali harus aku kasih tau, stop main judi" Ucap Ririn emosi
"Mas nggak bisa stop selagi harta milik willy belum sepenuhnya berada ditangan kita, " Ucap lana pada Ririn
Ririn terlihat geleng geleng kepala melihat tingkah pria yang sayangnya ini adalah suami sah nya,
"Kamu bisa sabar sedikit nggak sih mas. Sebentar lagi seluruh harta milik willy bakal ditangan kita. Kalo kamu terus terusan main judi, aku nggak sanggup harus ngasih kamu uang terus terusan mas. " Ucap Ririn
"Trus aku harus gimana dong. " Tanya lana
"Nggak tau. Aku capek mas, ambil ini. Ini terakhir kalinya aku ngasih kamu uang untuk main judi. Aku bakal tetep ngasih kamu uang tapi tidak untuk judi. Dan untuk itu syarat nya kamu harus stop main judi. Kalo kamu masih main judi aku nggak akan pernah ngasih kamu uang sepeser pun "ucap Ririn melemparkan cek kemudian pergi dari sana
__ADS_1
Tanpa mereka ketahui, semua pembicaraan mereka terekam jelas oleh seseorang yang tidak jauh dari mereka