Kembar Yang Tidak Dianggap

Kembar Yang Tidak Dianggap
chapter 27


__ADS_3

" wah kenyang juga nih perut, yuk langsung ke mall aja." Ajak Galang


Semua mengangguk. Kemudian devano mengangkat tangannya guna memanggil pelayan restoran tersebut


Sang pelayan mendekat "iya kak, ada yang bisa dibantu? "


"Hitung, " Ucap devano pada pelayan tersebut


"Oh, semua makanan yang kakak pesan free kak. Kebetulan resto kami hari ini lagi mengadakan makanan gratis untuk pelanggan, karna atasan kami sedang berulang tahun, " Bohong sipelayan tersebut


"Seriusan ini mbak? Ini semua gratis. " Tanya reza memastikan


"Iya. Ntar cuma prank lagi, mana nih kamera nya. " Ucap gilang celingak celinguk


"Tidak kakak, ini semua memang free" Ucap sipelayan ramah


"Tau gini. Mending tadi pesen banyak" Ucap reza


"Hust otak lo isinya yang gratisan aja" Ucap Rifki menggeplak kepala reza


"Sakit ege! Lo juga sama, kita berdua sama. Jadi nggak usah bacot lo" Ucap reza mengusap bagian belakang kepalanya


"Udah udah jangan ribut. Nggak malu apa diliatin sama mbak nya" Ucap bulan menatap sipelayan


"Kalo gitu, makasi banyak ya mbak"


"Iya kak. Sama sama" Jawab sipelayan kemudian berlalu dari sana


"Yaudah yuk sekarang kita ke mall. Van nanti pulangnya mampir ketempat papa ya, aku udah lama nggak pulang" Ucap bulan pada devano


"Oh yaudah kalo gitu. " Ucap devano kemudian mereka semua pun berlalu dari sana


Mereka semuapun menggunakan motor masing masing, tidak ada diantara mereka yang berboncengan. Mereka sudah terlihat seperti sedang sunmori bersama, banyak para pengguna jalan yang melihat mereka semua, dan masing masing diantara memvideokan hal tersebut. Bagi mereka hal seperti ini wajib diabadikan, karna sangat jarang sekali mereka melihat anak anak muda mengendarai motor keren seeprti mereka. Hal yang paling menarik tentu saja para wanita-wanita nya, yang terlihat begitu keren dengan motor gede.


Sekitar 30menit perjalanan, mereka semua tiba dipusat perbelanjaan, banyak sekali pengunjung yang melirik ke mereka semua sama halnya saat diperjalanan banyak diantara mereka yang memfoto dan juga memvideokan mereka. Namun hal tersebut tidaklah mempengaruhi para anggota black diamond, mereka semua cuek dengan sekitar dan masing masing memasang wajah datar.


"Kalian mau beli apa guys? " Tanya Stefani pada para wanita


"Gue lagi butuh hoodie sama buku, " Jawab bunga


"Gue kayanya nggak butuh apa apa. Tapi gue pengen beli novel, akhir akhir ini gue liat kayanya ada novel yang lagi trending banget, " Ucap gita


"Gue pengen beli apa yang gue lihat hehe, " Ucap naumi


"Aku kayanya, beli buku sama baju aja untuk papa, " Ucap bulan


"Gimana kalo kita semua beli kembaran, trus baru beli buku atau novel yang pingin kalian cari! Gimana? " Usul Stefani


"Boleh juga, ide lo. Kalian para cowo cowo, silahkan pergi kemanapun kalian mau. Satu jam kedepan kita ketemu disini lagi, soalnya kita para wanita mau beli keperluan pribadi, " Ucap Gita


"Baiklah honey, gunakan ini untuk membeli kebutuhan mu, " Ucap Alex lembut pada Gita


Hal yang serupa pun dilakukan oleh reza, Rifki dan juga devano.


"Beli apapun yang kamu mau. " Ucap devano


"Tapi van. Uang ku ada kok, nggak perlu pake uang kamu" Tolak bulan


"Terima aja kali. Uang lo simpan buat keperluan yang lainnya" Ucap naumi pada bulan


Bulan pun menurut, ia pun menerima kartu pemberian dari devano.


"Ayo girls kita shoping, " Ucap Stefani


"Let's go!!! " Teriak mereka semua


Para lelaki yang melihat perempuan mereka begitu bahagia pun juga turut merasakan bahagia.


"Nongkrong sana yok, sambil main game. Nunggu para cewe belanja pasti lama, " Ucap galang


"Yaudah ayuk. " Ajak reza mereka semua pun menuju caffe yang tak jauh dari tempat mereka berada. Sementara para wanita saat ini tengah sibuk memilih pakaian mana yang akan mereka beli


"Mi, kayanya hoodie ini bagus nggak sih? Bahannya tebel nggak panas juga" Ucap Stefani


"Iya bener. Ini ada banyak pilihan warnanya. Bagus bagus lagi" Jawab naumi


"Gue ambil yang warna putih deh" Ucap bunga


"Gue udah pasti warna coklat dong, kesukaan gue" Ucap Gita


"Aku ambil yang biru laut sama warna pink! " Ucap bulan mengambil dia hoodie yang sama namun beda warna


"Kok lo ambil dua? Buat siapa satunya? " Tanya Gita heran


"Untuk adik aku. Namanya bintang dia suka banget sama warna pink, " Jawab bulan


"Oh, lo punya adik! Ya ampun kita nggak tau maaf ya" Ucap Gita


"Udah nggak papa. Kita juga baru kenal hari ini kan, wajarlah nggak tau! Oh iya beli apa lagi nih? " Tanya bulan


"Bentar dulu, gue sama Stefani belum pilih warna. Pilihin dong warna yang bagus, yang mana" Ucap naumi


"Oh iya kita lupa hehe" Ucap bunga menepuk jidatnya


"Kayanya warna ini cocok untuk kalian berdua" Ucap bulan memberikan hoodie berwarna peace dan coklat susu


"Wah gue mau yang warna peace, " Ucap naumi menerima hoodie yang bulan pegang


"Berarti gue ambil yang ini, " Ucap Stefani mengambil hoodie yang berwarna coklat susu


"Sekarang kita bayar, trus ke toko sebelah! Gue tadi liat aksesoris disitu cantik cantik tau! " Ucap bunga


"Okee! " Jawab mereka kompak


Mereka pun menuju kasir dan membayar belanjaan mereka semua. Dan menuju toko sebelah


"Wah tempat ini bagus sekali" Ucap bulan antusias melihat perlengkapan aksesoris yang begitu cantik dan berkilau


"Lo sebelum nya belum pernah kesini? " Tanya Gita


Bulan menggeleng "belum, selama ini waktu ku cuma untuk kerja dan sekolah. Apalagi aku juga ngga punya temen jadi nggak ada yang mengajak ku untuk jalan jalan"


"Jangan sedih gitu dong. Sekarang udah ada kita, kita semua bakal jadi temen lo" Ucap bunga pada bulan


"Yang dibilang bunga bener, kita semua akan jadi temen lo selamanya" Ucap naumi


"Huaaa gue jadi sedih. Sini peluk gue" Ucap Stefani


Mereka semua pun berpelukan bersama. "Udah kalo gitu kita lanjut lagi, milih milihnya. Kalo kelamaan berpelukan ntar kita dikira teletubbies lagi" Ucap Gita


"Hahaha, ya ya ya. Ayo masuk! " Ajak bunga mereka pun masuk dan berpencar mencari aksesoris yang mereka minati


"Kayanya kalung dan gelang ini bagus untuk bintang. Aku ambil aja deh, semoga dia suka" Ucap bulan


"Eh fan, gelang ini cocok nggak di gue" Ucap naumi


"Nggak cocok, warnanya ngejreng banget. Yang bener aja lo mau beli gelang warna ungu tua begitu" Ucap Stefani


"Tapi ini bagus tau" Jawab naumi mengerucut kan mulutnya


"Sini ikut gue. Nah yang ini baru cocok, model sama tapi warna nya masuk ke kulit lo" Ucap Stefani pada naumi


"Eh iya. Thanks ya tadi gue nggak liat liat lagi hehe" Ucap naumi


"Gimana? Udah dapat semua? " Tanya Gita

__ADS_1


"Gue udah, "ucap Stefani


"Gue juga, "


"Kalo semua udah. Yuk langsung bayar aja" Ucap Gita. Mereka semua pun menuju kasir dan membayar barang belanjaan mereka. Setelah selesai mereka semuapun keluar


"Kemana lagi nih? " Tanya bunga


"Apa lagi ya. Baju udah aksesoris udah, kayanya tinggal buku aja lagi yang belum" Ucap naumi


"Sebelum beli buku, temanin aku beli baju untuk papa ku dulu ya, takutnya ntar kelupaan hehe" Cengir bulan


"Oh iya, yaudah kita ke toko pakaian pria" Ucap Stefani


Mereka semuapun menuju toko pakaian pria, dipertengahan jalan mereka. Bulan berhenti saat melihat seseorang yang begitu ia kenali


"Kenapa bulan? Kan tokonya ada di ujung sana" Ucap Gita


"Iya, tapi disana ada bintang, aku mau kasih barang yang tadi aku beli" Ucap bulan


"Oh gitu. Yaudah yuk kita samperin mereka" Jawab Gita


Bulan mengangguk, kemudian mereka semua menyusul bintang ditoko jam, untuk memberikan barang yang tadi bulan beli


"Jam ini cocok nggak sih? " Tanya Erwin


"Cocok aja. Tapi kayanya bagusan yang item" Jawab bintang


"Bintang, " Panggil bulan


Bintang dan Erwin yang asik memilih jam tangan pun menoleh kebelakang, dan melihat bulan dan juga yang lainnya


"Ngapain lo? Punya duit juga ternyata datang kesini. Atau jangan jangan lo minta sama temen temen lo ini lagi" Ucap bintang memandang rendah mereka semua


Stefani dan yang lainnya saling pandang, mereka tak mengira jika bintang mampu berkata demikian, pada bulan.


"Bintang jangan bicara gitu, " Ucap bulan


"Terserah lo deh, ada keperluan apa lo manggil gue" Tanya bintang


"Tadi aku beli aksesoris dan hoodie. Karna kamu belum punya hoodie jadi aku beliin satu " Ucap bulan memberikan paper bag


Bintang menerimanya, dan melihat apa yang dibelikan oleh bulan. Namun bukannya menerima ia justru malah membuang barang tersebut


"Gue nggak butuh, barang pemberian dari lo" Ucap bintang melemparkan paper bag tersebut


Yang lain terkejut dengan apa yang dilakukan oleh bintang, mereka tak mengira bintang akan berprilaku kasar pada bulan


"Lo kasar banget sih! Bulan udah dengan senang hati beliin lo barang, tapi dengan seenak jidat lo buang ini semua" Ucap Stefani kesal


Prok!


Prok!


Prok!


"Wau, hebat. Hebat sekali! Lo siapa ha. berani beraninya nasehatin gue, dia kakak gue, jadi suka suka gue dong" Ucap bintang


"Apa salahnya? Yang dikatakan oleh Stefani benar. Lo nggak bisa seenaknya kaya gini, kalo lo nggak mau ya nggak harus lo buang juga kan. Belajarlah menghargai pemberian orang lain,"Ucap Gita


"Udah udah. Jangan ribut disini nggak enak diliatin sama orang orang, " Ucap bulan, Ya sadari tadi mereka menjadi tontonan para pengunjung.


"Tapi lan. Dia udah kurang ajar banget sama lo, udah untung lo berbaik hati buat beliin dia, tapi liat. Dengan seenaknya hatinya main buang aja, nggak ngehargain banget jadi orang heran gue, kenapa ada manusia kaya gini didunia" Ucap Gita memandang sinis bintang


"Kenapa mata lo ngeliatin gue gitu ha! Gue tanya ya sama kalian semua. Emangnya gue ada minta sama dia buat beliin gue ni baju, nggak ada kan? Jadi suka suka gue dong" Ucap bintang


"Memang nggak ada, tapi seenganya hargai pemberian orang lain. Yang dilihat itu bukan dari barang nya tapi ketulusannya" Ucap Gita geram pada bintang


"Cukup! Cukup aku bilang cukup, lebih baik kita pergi sekarang" Ucap bulan


"Tapi lan, gue cuma mau ngasih tau kalo, "


"Itu tadi bulan? " Tanya Erwin pada bintang, pasalnya terakhir mereka bertemu bulan masih memiliki badan yang besar. Lalu sekarang berubah menjadi lebih cantik


"Iyaa. Kenapa? " Tanya bintang mendongakkan kepalanya keatas


"Nggak papa, yaudah jangan dipikirkan lagi kejadian tadi, sekarang ayo kita beli apapun yang kamu mau" Ucap Erwin


"Apapun? " Tanya bintang


"Iya apapun untuk mu honey" Jawab Erwin


"Yasudah ayo" Ucap bintang antusias


"Apapun untukmu, asalkan nanti setelah nikah dengan gue, lo harus ngasih semua harta lo buat gue" Batin Erwin


****


"Gilak ya tu orang, udah dikasih barang mahal bukannya bilang terimakasih ini malah main buang aja kan sayang, "dumel bunga


" Kok lo diem aja sih, digituin sama adik lo sendiri "tanya naumi heran


" Nggak papa kok, aku udah biasa. "Ucap bulan


" Udah biasa? Ucap gita, Stefani, naumi, dan bunga kompak


"Iyaa, " Ucap bulan, kemudian bulan pun menceritakan semua kisah hidupnya tanpa tertinggal sedikitpun pada keempat teman barunya


"Astaga. Bener bener gilak, hanya karna perkara berat badan lo digituin, ck ck ck" Ucap naumi geleng geleng kepala


"Udah lah, lagian udah lewat juga. Sekarang jadikan temenin aku beli baju? " Tanya bulan


"Jadi dong, untuk masalah tadi lebih baik kita lupakan. Sekarang waktunya kita bersenang-senang" Ucap Stefani


Mereka semua pun memasuki Pakaian pria, dan memilih beberapa baju yang mereka lihat. Namun tiba tiba bunga memiliki ide jail, kemudian ia pun membisikan idenya tersebut pada naumi dan naumi pun setuju


"Apa yang kalian bisikan? " Tanya Stefani melihat naumi dan bunga berbisik


"Sini sini kumpul" Ucap bunga


Stefani, naumi dan bulan pun mendekat dan mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh bunga


"Apa? " Tanya bulan


Bunga pun membisikan sesuatu pada mereka semua, dan mereka semua setuju dengan ide yang dimiliki oleh bunga


"Gimana? " Tanya bunga


"Gue setuju. Kan jarang jarang" Ucap Stefani


"Gue rasa nanti pasti seru. Ayo pilih apa yang akan kita beli" Ucap Gita


Mereka semuapun memilih satu satu barang yang mereka inginkan. Setelah selesai mereka semua pun membayar belanjaan mereka, dia rasa telah selesai mereka berlanjut menuju toko buku. Puas berkeliling mereka semuapun kembali ketempat dimana awal mereka berpisah tadi


"Dimana para kumpulan lelaki itu? " Tanya naumi saat tak melihat mereka


"Iya, bukan kah tadi kita bilang tunggu disini setelah satu jam" Ucap Stefani


"Coba telpon. Siapa tau mereka ada disekitar sini" Ucap bulan


"Biar aku yang telpon" Ucap bunga menelpon


Drrt!


Drrt!

__ADS_1


Drrt!


"Ya sayang, ada apa? " Tanya reza setelah mengangkat telpon nya


"Kalian dimana? Kenapa tidak ada ditempat tadi" Tanya bunga


"Kalian sudah selesai? Kita semua ada dicaffe nggak jauh kok dari tempat tadi" Jawab reza


"Yaudah. Kami menyusul kesana" Ucap bunga mematikan sambungan telponnya


Tut!


Tut!


Tut!


"Mereka dimana? " Tanya bulan


"Katanya sih dicaffe yang nggak jauh dari sini" Ucap bunga


"Oh yaudah, kita susul aja kesana" Ajak Stefani


Mereka semuapun menyusul dimana para anggota black diamond berada


"Siapa?" Tanya Rifki pada Reza


"Bunga. Mereka udah selesai belanja trus mau nyusul kita kesini" Jawab reza


"Tuh mereka, " Tunjuk galang pada para perempuan


"Udah selesai belanjanya? " Tanya devano pada bulan


"Udah. Kita semua udah selesai, sekarang balik yuk, keburu sore lagian mendung juga, " Ajak bulan


"Yaudah ayo! " Ucap devano sambil membawakan barang barang milik bulan


Mereka semua pun keluar dari mall tersebut


"Kalian langsung pulang aja, soalnya gue mau mampir ke rumah nya bulan" Ucap devano


"Yah, nggak seru dong. Gue ikut deh kalo gitu" Ucap galang


"Gue juga deh" Ucap gilang


"Kalo gitu kita semua aja kerumah bulan, nggak papa kan lan? " Ucap reza


"Nggak papa kok, itung itung biar kalian tau juga sama rumah aku" Jawab bulan dengan senang hati


"Berarti kita semua kerumah bulan? " Tanya naumi


"Iyaa, biar sekalian" Ucap Stefani menarik turunkan alisnya


"Ah iya, yaudah deh gass" Jawab naumi


Mereka semua pun mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi, khawatir jika nanti mereka kehujanan dijalan.


Tin!


Tin!


"Mang asep, bukain pagar" Teriak bulan dari luar


Mang asep yang tengah meminum kopi pun terkejut saat mendengar suara bulan.


"Kebiasaan ni neng bulan selalu teriak teriak" Ucap mang asep yang langsung berlari dan membukakan pagar


Kriiett!


"Aduh non, kebiasaan selalu teriak teriak. " Ucap mang asep


"Hehe maaf mang, papa ada dirumah? " Jawab bulan


"Yaudah, nggak papa neng, ada neng didalam. Kebetulan tuan besar harini libur kekantor" Ucap mang asep


"Mari masuk neng, dan aden aden juga" Ucap mang asep pada semua teman bulan


Brum!


Brum!


"Motor siapa itu? Kenapa bunyinya ramai sekali" Ucap willy. Ia pun bergegas menuju keluar rumah


Ceklek!


"Papaaaa" Teriak bulan saat melihat papanya


"Bu-bulan. Apa ini kau nak? " Tanya willy


"Iya papa. Ini bulan " Jawab bulan memutar tubuhnya


"Papa sangat merindukan mu nak. Beberapa hari yang lalu papa coba mencari tau dimana kontrakan tapi tidak ketemu. Dimana kau tinggal selama ini? Lihatlah putri papa menjadi sangat cantik sekali" Ucap willy panjang lebar


"Nanti aja bahas itu pah, apa papa tidak mengizinkan kami semua masuk? " Tanya bulan


Willy pun melihat kesekelilingnya, ia baru menyadari jika putrinya pulang membawa teman temannya


"Ah, iya maaf kan papa nak. Mari masuk silahkan" Ucap willy mempersilahkan mereka semua masuk


"Makasi om" Ucap Stefani


"Ayo duduk! Silahkan. " Ucap willy mereka semuapun duduk bersamaan


"Bibi tolong siapkan minuman dan cemilan" Teriak willy


"Biar bulan aja pah, " Ucap bulan kemudian menuju dapur dan menyiapkan semuanya


"Kalian semua temannya bulan" Tanya willy


"Benar om, kita semua teman bulan, " Jawab reza


"Oh begitu. Iya iya, saya baru tau kalo anak saya punya teman sebanyak kalian. " Ucap willy


"Bulan juga baru temenan sama mereka pah, " Ucap bulan yang datang membawa beberapa cemilan dan minuman dibantu oleh bibi pelayan


"Dan ini devano, pacar bulan pah" Ucap bulan memperkenalkan devano


Devano pun menyalami tangan willy "saya devano om"


"Kamu pacar anak saya? Dari keluarga mana? " Tanya willy


"Saya dari keluarga harchie " Jawab devano


"Harchie? " Beo willy mengingat sesuatu. Kemudian ia membelalakan matanya dengan sempurna


"Apa kamu anaknya Abraham dan Elena? " Tanya willy


"Benar sekali om" Jawab devano


"Benarkah! Wah nggak nyangka ternyata,mereka berjodoh juga" Ucap willy tertawa


"Om kenal dengan orang tua saya? " Tanya devano heran


"Tentu tentu. Orang tua mu adalah rekan bisnis sekaligus sahabat ku waktu kami masih SMP" Ucap willy


"Papa, nanti lagi bahas itu. Sekarang biarkan mereka menikmati cemilan ini" Ucap bulan

__ADS_1


"Oh maaf, saya sampai lupa silahkan dinikmati" Ucap willy


Mereka semuapun berbincang dengan senang hati, tertawa bersama


__ADS_2