
"Maaf nona, uang yang Anda gunakan untuk membayar seluruh belanjaan anda adalah uang palsu. " Ucap penjaga kasir memberi tau Ririn jika uang yang ia gunakan adalah palsu
"Apaaa! Kamu jangan main mainnya. Mana mungkin uang saya palsu, coba dicek yang lagi bener, " Jawab Ririn.
Ia tak terima jika uang yang ia gunakan dibilang palsu. Mana mungkin kan pria asing itu berani menipunya. Sang pelayan kasir sudah memeriksa berulang kali, dan hasilnya tetap sama bahwa uang tersebut adalah palsu
"Benar nona, uang anda memang palsu! Apakah anda memiliki kartu atau yang lainnya. " Ucap kasir itu masih dengan ramah. barang kali ririn memiliki kartu credit yang bisa digunakan atau yang lainnya seperti scan QR misalnya
"kalian itu bisa kerja nggak sih! coba lihat dengan teliti lagi. uang asli malah dibilang palsu."ucap ririn masih bersikeukeh mengatakan jika uangnya tersebut asli
"mbak! tolong dengar ya. kami itu disini sudah bekerja cukup lama, dan kami juga bisa memahami mana uang palsu dan juga asli. kenapa mbak nya ngotot banget sih, saya udah berusaha memberi tau dengan baik. tapi mbaknya malah ngegas!!" jawab kasir itu dengan sedikit menaikan satu oktaf suaranya
"wajar dong saya ngegas. orang saya yang punya uangnya dan kalian malah bilang uang saja palsu. ya saya nggak terima lah." ucap ririn juga meninggikan suaranya.
melihat ada keributan ditokonya, sang manager pun mendekati untuk melihat apa yang sudah terjadi
"ada apa ini? saya dengar dari kejauhan ada keributan. ada masalah apa,"tanya manager itu
"oh jadi kamu manager nya. lain kali kalo nyari karyawan itu yang bener. masa saya dituduh belanja pake uang palsu, ya saya nggak terima lah." ucap ririn pada manager.
sang manager pun melirik kearah karyawannya guna meminta penjelasan.
"benar apa yang dikatakan nyonya ini liem?"
"memang benar pak. tapi yang saya katakan juga benar, bapak boleh periksa uangnya." jawab pria yang bernama liem itu, dan langsung saja memberikan satu lembar uang berwarna merah
si manager menerima uang itu, dan memeriksanya. lalu ia melirik kembali karyawannya dan menggelengkan kepala.
"udah deh pak, kamu pasti mau bilang kalo saya bennar kan. udah saya bilang, uang saya itu sli asli mana mungkin palsu."ucap ririn dengan gaya angkuhnya
sementara kondisi mall saat ini sangatlah ramai, dan mereka semua memperhatikan ririn sedari tadi. dan mereka juga dapt dengan jelas mendengar percakapan antara ririn dan juga manager tersebut.
"maaf nyonya. apa yang dikatakan oleh karyawan saya memang benar, kalo uang nyonya palsu. dan mohon maaf kita tiidak bisa memberikan barang ini kepada nyonya, jika nyoya tidak membayarnya dengan uang asli.! "jawab manager itu.
ririn yang semula brsikap angguh langsung merubah mimik wajahnya setelah,setelah mendengar penuturan dari si manager. ia tak mengira jika yang dikatakan oleh karyawan ti memang benar. sementara para pengunjung mulai tedengar berbisik bisik tentang dirinya
"gayanya belanja barang, eh nggak taunya pake uang palsu."
"iya ya. padahal dilihat dari gayanya kaya orang kaya."
"jangan jangan, selama ini dia memang belanja menggunakan uang palsu lagi."
"gaya doang elit. tapi ekonomi syuliiiiiittt." bisik bisik ibu arisan
__ADS_1
"DIAAAAMMM! saya itu orang kaya ya. mana mungkin saya orang miskin. kalian nggak tau saya siapa hah! saya itu dari keluarga jhonson, orang terkaya nomor dua dinegeri ini. dan asal kalian tau calon menantu saya itu juga berasal dari keluarga harchie, jadi jangan pernah kalian mengatakan saya itu orang miskin!" teriak ririn bak orang yang sedang kesurupan.
"halah. orang kaya kok belanja pake uang palsu. keliatan banget ingin nipunya."
"halu dia itu sist, berandai andai pengen jadi orang kaya,eh nggak kesampaian."
"beneer. mana pake uang palsu lagi, jangan jangan barang yang dia pake hasil curian."
dan masih banyak lagi cibiran cibiran jelek tentang ririn. ririn yang merasa kupingnya sudah panas,dan tak tahan dengan tuduhan tuduhan mereka semua. akhirnya ia memilih pergi dari sana, diiringi sorakan sorakan para pengunjung mall.
dirinya kesal dan memilih pergi dari sana. setibanya di parkiran ririn langsung saja membuka pintu dengan kasar dan menutupnya pula dengan membanting.
BRAAK!
"eh ayam ayam ayam." latah mang asep
dirinya yang lagi enak tidur dikejutkan oleh ririn yang datang dengan kondisi marah.
"nggak usah banyak tanya. buruan jalan!" perintah ririn.
mang asep hanya menurut saja, walaupun sedikit kesal pada nyonya nya ni. tapi boleh dikata dia adalah istri dari bos
memang dasar ririn saja yang tidak memiliki etika dan sopan santun pada mang asep. sudah ejlas jauh lebih tua mang asep ketimbang ririn, ttapi dia sama sekali tidak bisa menghargai dirinya. berbeda dengan bulan dan bintang, apalagi willy. mereka saja tidak pernah membentak,jangan kan membentak berbicara kasar saja tidak pernah sama sekali.
ia benar benar merasa murka saat ini. niat hati ingin bersenang senang, dan menghambur hamburkan uang. malah berakhir seperti ini. jika sudah seperti ini ia ingin menuntut kesiapa? ke pria itu? sayangnya pada malam itu ririn dalam kondisi yang gelap dan juga dalam pengaruh alkohol yang membuat ririn tidak dapat melihat dengan jelas seperti apa wajah pria tersebut.
****
"Lo ngapain manjat dipohon. Udah kaya monyet aja lo! Mana asik banget lagi diem diatas sana, " Ucap bintang merasa heran dengan tingkah bulan.
Sudah banyak yang berubah dari bulan. Dari mulai diri. Bisa membawa motor gede, dan sekarang mampu memanjat pohon mangga. Entah bintang nya saja yang tidak memperhatikan bulan atau bagaimana, ia juga tidak tau pasti
"Ya habisnya, buah nya lebat banget. Ini aku ada petikin buat kalian, " Ucap bulan memberikan buah mangga dengan wajah yang tak merasa bersalah
Mereka semua yang ditawari tentu saja mengambil buah itu dengan senang hati.
"Sejak kapan pinter manjat hmm. " Ucap devano sambil membersihkan pakaian bulan. Dan juga beberapa daun kering diatas kepalanya
"Udah dari dulu kok. Cuma karna waktu itu aku gendut aja, jadi nggak kuat kalo harus manjat dan ngelakuin hal yang lainnya. " Jawab bulan
Devano hanya mengangguk saja mendengar penuturan dari bulan.
"Gila! Ini benar benar gila! Buah nya manis banget si. Gue selama ini kurang suka sama yang namanya mangga. Karna nyokap gue kalo beli selalu yang masih mudah itu tuh, rasanya masem banget. " Ucap tirta menikmati buah itu dengan lahap
__ADS_1
"Lan. Pulang dari sini kita harus ke mall dulu ya. Beliin papa kado" Ucap bintang.
Ia baru ingat bahwa hari ini adalah hari ulang tahun papanya. Dan dia ingin sekali membelikan willy hadiah.
Karna tempo lalu bintang pernah dengar jika papanya menginginkan sesuatu yang pengen banget dia miliki. Namun belum kecapain hingga saat ini, bukan karna tidak mampu membeli tapi karna memang jadwal meeting nya selalu padat, hingga membuat dirinya tak sempat meluangkan waktu hanya untuk sekedar berbelanja. Sebenarnya bisa saja ia berbelanja melalui aplikasi online yang banyak sekali menjual wlbarang yang dia inginkan. Namun willy tidak ingin sama sekali, takut takut jika barang yang dia beli tidaklah ori. Kan dia dia saja sudah membelinya dengan mahal tapi malah dapatnya yang KW.
"Kado buat apa? " Tanya bulan
"Astaga lo lupa. Hari ini tuh ulang tahun papa bulan. Masa lo lupa sih, keterlaluan lo. " Jawab bintang. Bagaimana mungkin bulan bisa lupa dengan hari lahir sang papa tercinta
"Oh astaga! Aku lupa. Yaudah kalo gitu, pulang dari sini kita langsung beliin kado buat papa. Sekalian kita rayain kecil kecilan. Kan papa nggak pernah rayain sama sekali., " Ucap bulan menepuk jidatnya. Sungguh entah anak yang seperti apa dia ini. Bagaimana bisa ulang tahun ayahnya sendiri ia bisa lupa
"Iya. Ntar kita beli aja semua untuk dekor dekornya. " Ucap bintang
"Wah asik tuh. Kita boleh ikutan nggak" Tanya reza
Tentu saja ia berharap ingin ikut. Karna sudah dipastikan jika nanti akan banyak sekali makanan yang lemak dan nikmat
"Boleh kok. Kalian juga kalo dateng juga nggak papa. Jangan lupa ajakin Gita dan yang lainnya, " Ucap bulan memberi tau pada yang lain.
Setengah jam berlalu dan jam pelajaran telah selesai. Bulan dan yang lainnya menuju pusat perbelanjaan, sesuai dengan perjanjian mereka tadi. Mereka semua akan berbelanja kebutuhan dekor dan lainnya lainnya.
Mereka membeli berbagai macam hadiah dan juga beberapa alat dekor. Pokoknya acara kali ini harus benar benar dibuat semeriah mungkin. Cukup memaksakan waktu yang lama mereka semua akhirnya selesai dengan urusan dan waktunya pulang. Mereka harus benar benar harus gerak cepat agar sesampainya dirumah, willy belum tiba.
Sebelum berbelanja tadi, para inti sempat menjemput pasangan mereka masing masing. Tentu saja untuk membantu untuk menyiapkan semuanya. Semakin ramai yang ikut makan akan semakin bagus bukan? Mereka semua berbagi tugas agar tidak terjadi bentrokan. Pihak laki laki mendapatkan tugas untuk mendekorasi, sedangkan para wanita sibuk membuat kue dan merasakan menu makanan lainya. Semua melakukan nya dengan hati senang, dan juga gembira. Walaupun terlihat melelahkan, tapi itu semua tidak menjadi masalah. Karna kekompakan mereka lah yang membuat pekerjaan berat menjadi ringan.
Siang berganti malam. Dan inilah waktu yang tepat. Jam sudah menunjukan pukul 20:30 mereka semua telah siap untuk memberikan kejutan pada willy
Brum! Brum!
Suara deru mobil memasuki halaman rumah mewah nanti besar tersebut. Suasana hening dan juga gelap, sa sekali tidak ada suara.
Willy merasa heran. Ada apa dengan rumahnya! Kenapa mendadak rumah nya menjadi gelap gulita seperti ini. Dan juga mang asep tidak ada didepan seperti biasanya, biasanya jika willy pulang dari kantor. Maka mang asep akan membukakan pagar untuknya tapi kenapa sekarang tidak.
"Apa ada orang didalam? " Ucap willy saat sudah memasuki rumahnya.
Hening! Itulah yang willy rasakan. Tak ada jawaban dari siapapun yang menyahut ucapan willy. Willy terus berjalan mencari letak saklar lampu, dengan bwrmodalkan senter hpnya. Tentu saja agar ia tidak menabrak benda benda yang ada disekitarnya. Senter menyala. Dan willy mulai berjalan kesetiap sudut guna mencari saklar.
"Apa ini? Siapa yang meletakkan balon disini, " Gumam willy saat kakinya menendang sesuatu.
Ceklek!
"HAPPY BIRTHDAY PAPA. "
__ADS_1