Kembar Yang Tidak Dianggap

Kembar Yang Tidak Dianggap
chapter 28


__ADS_3

Jedeeer!


Duaarr!


"Astagfirullahalazim, gede bener tu petir" Ucap Gilang terlonjak kaget


"Kayanya bakal ada badai hujan" Ucap reza


"Hujan badai, bukan badai hujan, " Koreksi bunga pada kekasihnya


"Sama aja sayang. Tinggal dibalik aja" Ucap reza, sedangkan bunga hanya memutar bola matanya dengan malas


"Jadi apa kegiatan kalian sekarang? " Tanya willy pada mereka semua


"Seperti biasa aja om. Sekolah, pulang main. Gitu gitu aja tiap harinya, " Ucap reza


"Paling kalo ada balapan. Kita ikut balapan, kalo menang hadiahnya kita selalu bagi bagi ke anak anak panti dan orang orang yang membutuhkan om" Sambung galang


"Balapan? Wau hebat. Lain kali kalo kalian balapan lagi om ikutan ya" Ucap willy antusias


"Papa, " Ucap bulan, yang lain melongo dengan ucapan willy


"Saya nggak salah denger om? " Ucap galang mengorek kuping nya


"Iya om. Apa kita semua nggak salah denger, om mau ikut balapan? " Tanya reza memastikan


"Hahaa, tentu saja tidak kalian ini! Maksud saya itu, kalo kalian menang balapan, om mau ikut bagi bagiin makanan untuk orang orang yang kurang mampu" Ucap willy yang langsung terdengat helaan nafas lega dari para anggota black diamond


"Kirain kita semua om nya yang mau ikutan balapan, boleh boleh aja si om. Kebetulan besok pulang sekolah kita mau ke panti asuhan. " Ucap galang memberi taukan


"Wah gitu ya. Bagus bagus, saya suka dengan kalian semua yang memiliki hati yang begitu baik, dan perduli terhadap sekitar. Tapi sepertinya besok saya tidak ikut karna ada pekerjaan yang harus saya tangani! Hmm gimana ya" Ucap willy berpikir


"Ah, gimana kalo saya memberikan uang saja, pada kalian biar kalian menggunakan uang itu untuk membeli kebutuhan anak anak panti, tunggu disini" Lanjut willy kemudian ia pun pergi menuju lantai atas


"Baik banget sih bokap lo" Ucap Gita


"Iya lan. Jarang jarang ada orang tua Kaya bokap lo, " Ucap reza


"Papa emang selalu begitu. " Ucap bulan yang juga bangga


"Maaf lama, ini maaf ya nggak bisa ngasih banyak banyak" Ucap willy memberikan sebuah cek


Alex menerima cek tersebut, dan memandang willy dengan tatapan yang sulit untuk diartikan


"Nggak sedikit. Ini jauh lebih dari kata cukup, " Ucap Alex dengan wajah datarnya


Reza dan yang lainnya pun kepo dengan isi cek tersebut. Kemudian reza mengambil cek tersebut dan berapa terkejut nya mereka semua dengan nominal yang mereka lihat. Bagaimana tidak terkejut jika nominal yang willy berikan melebihi hadiah balapan mereka


"Om, ini nggak sedikit ini mah dua kali lipat dari hadiah balapan yang biasa kita Terima om" Ucap Gilang


"Benarkah? Tapi saya rasa itu masih kurang" Ucap willy


"Udah om cukup! Dengan uang ini bisa kami gunakan untuk beberapa bulan kedepan, " Ucap Rifki


"Kita semua ngucapin terimakasih banyak om, sebenarnya kami melakukan ini hanya untuk mengisi waktu luang saja. Karna kita semua bingung mau diapakan hadiah tersebut makanya kita ingin membantu orang orang yang sangat membutuhkan" Ucap reza


"Sama sama. Gunakan lah uang ini sebaik mungkin yah, saya benar benar salut dengan kalian semua. " Ucao willy


"Kita bakal gunakan uang ini sebaik mungkin om" Ucap Rifki


"Oh ya pah, tadi bulan singgah ke mall sebentar bulan beliin ini untuk papa" Ucap bulan memberikan paper bag


"Apa ini? " Tanyanya


"Buka aja pah, "ucap bulan


Willy pun dengan segera membuka pemberian dari bulan. Dan berapa terkejutnya ia, saat melihat hadiah yang bulan berikan


" Nak. Dari mana kamu tau kalo papa sangat suka dengan baju dan dasi ini? Papa udah lama banget pengen beli tapi selalu nggak sempet "ucap willy


" Bulan menebak aja pah, alhamdulillah kalo papa suka. Itu bulan beli dari uang hasil kerja bulan selama ini pah, maafin bulan ya selama ini bulan nggak pernah ngasih apa apa buat papah, cuma ini yang bisa bulan kasih, "ucap bulan


" Nggak papa nak. Ini sudah lebih dari kata cukup untuk papa, makasi ya "ucap willy memeluk bulan


Semua yang berada disana merasakan haru. Mereka terharu dengan adegan hangat seperti ini, untuk pertama kalinya bagi mereka melihat keluarga yang begitu harmonis seperti ini.


" Oh iya pah, ini ada satu lagi untuk bintang. Tolong papa kasihin buat dia ya, kalo dia pulang nanti"ucap bulan memberikan paper bag yang satunya


"Kenapa nggak kamu sendiri yang kasih nak? " Tanya willy


Bulan menggeleng, "papa aja yang kasih. Tapi bulan mohon banget sama papa, jangan bilang ini dari bulan bilang aja papa yang beli" Mohonya


"Loh kenapa? " Heran willy


"Nggak kenapa napa pah, pokoknya bilang aja ntar begitu"


"Yasudah, kalo maksa nanti kalo bintang pulang papa kasihin kedia" Jawab willy


"Makasi pah. Hmm kayanya hujan udah reda, bulan dan teman teman pamit pulang ya pah" Pamit bulan


"Kenapa kamu nggak tinggal disini lagi nak? Inikan juga rumah kamu"


"Nanti bulan bakal tinggal disini lagi pah, tapi bukan sekarang" Ucap bulan


"Aku nggak akan tinggal disini, sebelum aku nemuin bukti tentang mama dan pria yang kemarin aku lihat, " Sambung bulan dalam hati


Ngomongin pasal pria yang waktu itu bulan lihat ia pun jadi ingat dan menanyakannya pada willy.


"Pah, apa papa tau kalo mama punya temen pria? " Tanya bulan pada willy


"Nggak ada, mama mu nggak pernah punya teman pria nak. Kamu kan tau sendiri temen dia ibu ibu arisan yang biasa itu, " Jawab willy


"Berarti papa nggak tau menau soal pria itu, aku harus cari tau semuanya, "


"Kenapa? " Tanya willy saat melihat bulan melamun


"Ah nggak kok pah. Bulan cuma nanya, kalo gitu bulan pamit dulu ya pah" Ucapnya

__ADS_1


"Yasudah, kalian semua hati hati ya. Biasanya jalanan licin kalo habis hujan gini" Peringat willy pada lainnya


"Oke om. Kita bakal ingat dengan peringat om" Jawab reza


"Iya iya bagus, devano om titip bulan sama kamu ya. Om percayakan bulan sama kamu" Ucap willy memegang pundak devano


"Saya akan jaga bulan sebisa saya om" Jawab devano mantap


"Yaudah kita semua pamit ya pah. Assalamu'alaikum" Ucap bulan menyalami tangan willy diikuti oleh yang lainnya


"Waalaikumsalam, hati hati" Ucap willy


"Semoga bulan baik baik aja bersama mereka semua," Gumam willy melihat putri sulungnya itu


Mereka semua pun menaiki motornya masing-masing, dan mengendarai nya dengan kecepatan sedang. Sekitar 30meter perjalanan tiba tiba Stefani berteriak dan membuat mereka semua berhenti


Tin!


Tin!


"Woi! stop woi, " Teriak Stefani dari balik hlem full facenya


Mereka semua pun berhenti. Dan menatap Stefani dengan heran


"Kenapa sih yang?" Tanya Rifki


"Aku laper yang hehe, " Ucap Stefani


"Ya ampun. Kirain ada apa, jadi mau makan dulu? " Tanya Rifki


"Yaiyalah, nggak mungkin laper ditahan, " Ucap Stefani


"Gimana guys? Pada mau makan juga nggak? " Tanya Rifki ke yang lainnya


"Boleh tapi traktir ya. Hujan hujan gini bakso enak kayanya" Ucap galang


"Nah bener, kayanya bakso enak yang" Ucap Stefani


"Lo kalo soal traktiran cepet ya lo. Yaudah iya kita cari warung bakso dimana yang paling enak? " Tanya Rifki


"Deket apart devano, ada yang jual bakso itu dijamin enak banget" Ucap bulan


"Yaudah kita semua kesana aja" Ucap devano


Mereka semua pun menuju apartemen devano, mencari tukang bakso yang bulan sebut tadi.


****


"Makasi ya, udah temenin aku belanja. Mau mampir dulu? " Tanya bintang


"Apapun untuk kamu honey! Kayanya aku nggak bisa mampir aku masih ada urusan yang lain. Salam aja untuk papa dan mama kamu ya" Ucap Erwin


"Oh yaudah, kalo gitu hati hati ya" Ucap bintang, Erwin tak menyahut ia hanya membalas dengan senyuman kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang


"Bintang pulang. " Ucap bintang


"Baru pulang nak? Gimana jalan sama Erwin? Seneng nggak? " Tanya willy


"Bagus lah kalo kamu suka. Nggak jadi kan batalin pertunangan nya? " Tanyanya


"Nggak pah, yaudah kalo gitu bintang naik dulu yah pah" Ucap bintang kemudian pergi menuju lantai atas


Willy sudah mengetahui tentang bintang yang akan membatalkan pertunangan nya dengan Erwin, tentu saja willy mengetahui hal tersebut dari Ririn. Karna terlihat jelas Ririn yang berusaha keras untuk willy membujuk bintang.


Flashback on


"Assalamu'alaikum" Ucap willy yang baru pulang


"Waalaikumsalam, pah sini deh! Ada yang mau mama bicarain dengan papah" Ucap Ririn menarik willy dan membawanya menuju sofa


"Mau bicarain apa sih mah? Kayanya serius banget" Ucap willy


"Jadi gini loh pah, si bintang itu mau ngebatalin pertunangan nya" Ucap Ririn menjelaskan


"Loh kenapa mah? Masalah nya apa? Mereka ada masalah" Tanya willy tak paham


"Mama juga nggak tau pah, tapi kayanya bintang itu cemburu sama bulan pah, karna bulan punya pacar yang lebih kaya dari Erwin" Ucap Ririn


"Bulan punya pacar? Kok papah nggak tau sama sekali. Mama tau dari mana? " Tanya willy


"Bulan punya pacar? Kenapa aku tidak mengetahui nya. Siapa lelaki yang sudah dengan beraninya mendekati putri ku tanpa izin dari ku" Batin willy


"Mama tau tadi pah, bintang itu ngambek dan nggak mau sekolah, mama tanya alasan nya apa trus dia jawabnya gituh. Pokoknya mama nggak mau tau papa harus bujuk bintang agar nggak ngebatalin pertunangan ini pah, mama malu mau ditaruh dimana muka mama kalo pertunangan ini batal pah. Bisa jelek nama keluarga kita" Ucap Ririn membujuk


"Pah, papah! Kok papa malah diem aja sih, mama ini lagi cerita loh pah" Ucap ririn kesal karna diabaikan oleh willy


"Ah, iya maaf mah maaf, nanti papa bicarakan hal ini dengan bintang, sekarang papa mau keruang kerja dulu" Ucap willy ingin pergi


"Bukannya papa baru pulang kerja? Kenapa harus kerja lagi? " Tanya Ririn


"Mama tau kan, kalo usaha nya wahyu itu lagi diambang kebangkrutan? Jadi dia nawarin untuk bekerja sama dengan papa, jadi papa harus cek beberapa berkasnya. " Ucap willy


"Oh yasudah kalo begitu. " Jawab Ririn. Willy pun beranjak dari sana dan menuju lantai atas dimana ruang kerjanya berada


"Bagus. Semoga berhasil dan bintang nggak bakal batalin pertunangan ini. Dan aku akan dengan cepat mengusai hartanya ahahahah, " Batin Ririn tertawa jahat sambil terus melihat kepergian willy yang kian menjauh


"Halo! Tolong cari tau tentang pria yang sedang dekat dengan putri sulung saya. Saya ingin semua datanya sekarang juga. " Ucap willy menelpon seseorang


"Siap tuan, " Jawab orang tersebut


Tut!


Tut!


Tut!


Willy memutuskan sambungan teleponnya secara sepihak kemudian ia duduk di kursi kebesaran miliknya

__ADS_1


Ting!


Tak butuh waktu lama, karang suruhan willy mengirim kan pesan yang berisi kan data data lengkap tentang pria yang saat ini tengah dekat dengan anaknya


"Oh ternyata namanya adalah devano. Dan dia adalah anak Abraham dan Elena, syukur lah kalo gitu aku nggak perlu khawatir dengan putriku" Ucap willy


Abraham dan Elena adalah temen semasa SMP nya. Ia tidak menyangka ternyata Hubungan mereka langgeng hingga saat ini.  Kemudian willy pun kembali dengan pekerjaan nya. Ia dengan teliti memeriksa berkas berkas tersebut. Jika dilihat memang willy tidak menemukan hal yang janggal pada berkas berkas tersebut dan karna itulah willy pun menyetujui kerja samanya dengan wahyu! Setelah satu jam berkutat dengan berkas yang menumpuk akhirnya semua telah selesai dan willy pun memilih untuk segera mandi


Tap!


Tap!


Tap!


Suara anak kaki menuruni anak tangga


"malam mah pah, " Sapa bintang


"Malam juga nak, ayo makan malam dulu" Ucap ririn


"Kamu mau makan apa sayang. Mama ada masak capcay sama udang saus tiram" Ucap ririn


"Keduanya boleh deh mah. Capcaynya dikit aja trus udangnya banyakin" Jawab bintang. Ririn pun mengambilkan sepiring nasi dan beberapa potong udang.


Mereka semuapun makan dengan tenang dan khidmat hanya dentingan piring dan sendoklah yang memenuhi ruang makan tersebut. 15menit berlalu acara makan malam pun selesai


"Bintang, ada yang ingin papa bicarakan dengan mu nak" Ucap willy serius


"Yah pah. Papa mau bicara apa? " Tanya bintang


Saat ini mereka bertiga tengah berada dirumah keluarga, seperti biasa kegiatan seperti itu selalu mereka lakukan setiap hari setelah makan malam selesai


"Kamu benar mau batalin pertunangan mu dengan Erwin? " Tanya willy


Deg!


"Pa-papa tau dari mana? Mamah yah yang bilang ke papa" Tuduh bintang


"Iyalah, siapa lagi kalo bukan mama siapa lagi. Mama itu cuma mau ngasih aja biar keluarga kita nggak malu bintang" Jawab ririn


"Jawab papa bintang. Apa alasan kamu mau batalin pertunangan ini? Apa hanya karna kamu iri dengan kakak kamu nak? Benar begitu" Tanya willy lagi


Bintang hanya tertunduk sambil mengangguk "i-iya pah bintang iri kenapa bulan harus dapet cowo yang lebih kaya dari erwin pah"


"Bintang papa kasih tau ya. Cinta itu nggak memandang harta. Semua itu hanyalah titipan dari Tuhan, kalo kita meninggal harta nggak dibawa bintang, tapi amallah yang dipertanyakan diakhirat nanti. Kamu tau sendiri bukan, keluarga Erwin sekarang ini lagi masa krisis perusahaan nya lagi diambang kebangkrutan, papa yakin cepat atau lambat semua bakal kembali lagi seperti semula. Paham kamu bintang" Ucap willy


"Iya pah, bintang paham" Jawabnya patuh


"Bagus ini baru putri papa. Belajarlah menerima seseorang itu dari niat baik dan tulusnya, bukan karna hartanya nak" Ucap willy


"Yaudah, lain kali coba ajak Erwin ketemu dan cobalah untuk mendekatkan diri lagi. Agar kalian berdua saling memahami, sekarang kamu tidur udah. Besok sekolah kan"


Bintang mengangguk "iya pah, kalo gitu bintang keatas dulu" Pamitnya kemudian bintang pun beranjak dari sana


"Akhir nya anak itu paham juga mas, " Ucap ririn


"Iya mah, semoga aja mereka lebih deket lagi. Hari pertunangan mereka kan sebentar lagi mah, nggak enak juga kalo sempet batal mana undangan udah kesebar semua kan" Ucap willy


Ririn mengangguk kemudian melanjutkan menonton televisi kesukaan nya bersama willy


Karna itu lah saat willy bertemu dengan devano. Ia tak begitu kaget saat bulan memperkenalkan devano sebagai kekasihnya, karna willy sudah mengetahui semunya. Dan saat bulan memberi taukannya willy hanya berpura-pura tidak mengetahui nya


Flashback off


"Pesenin gue dong, " Ucap Stefani


Mereka semua telah sampai di kang bakso yang letaknya tidak jauh dari apartemen devano.


"Oke, semuanya aja deh kalo gitu. Kalian mau apa? " Tanya galang


"Gue pengen bakso aja. " Ucap gilang


"Gue sama dengan gilang."


"Gue mau mie ayam pake bakso jumbo" Ucap naumi


"Kita semua sama" Ucap Gita


"Oke kalo gitu" Jawab galang kemudian ia pun pergi menuju si akang bakso


"Kang pesen bakso sama mie ayam bakso nya ya. Dua belas mangkuk masing-masing enam enam ya, trus mie ayamnya pake bakso yang jumbo" Ucap galang


"Oh siap den. Ditunggu ya" Jawab si kang bakso


Galang pun kembali dan bergabung dengan yang lainnya.


"Guys, kita kira uang dari papanya bulan kita beliin apa ya" Ucap Gita


"Kayanya keperluan anak anak panti sih, soalnya banyak juga diantara mereka yang nggak punya alat tulis dan buku buat belajar, " Jawab Rifki


"Gue setuju, kalo gitu berarti kita beli perlengkapan alat tulis dulu, terus beberapa pakaian dan perlengkapan bayi juga. Soalnya gue denger denger, dipanti yang biasa kita datangin itu ada beberapa bayi yang baru dateng juga, " Sahut  bunga


"Boleh deh kalo gitu. Ntar kalo udah kelar urusan panti, kita bisa berbagi ke yang lainnya juga. Gue ada liat di medsos katanya, dibawah jembatan yang ada dijalan x ada beberapa warga yang tinggal disana" Ucap Gita


"Seriusan lo? Itu kan kumuh banget tempat nya masa iya ada yang tinggal disana, " Ucap Stefani


"Iya bener, nih lo liat aja sendiri, " Jawab Gita menyodorkan HP miliknya


Mereka semua pun ikut mendekat dan melihat gambar tersebut,      “lah iya, beneran kesian banget sih. Yaudah nanti kita semua cek kesana setelah makan ini, ” ucap reza


"Jangan sekarang, gimana kalo besok aja! Sekarang tu udah sore banget bentar lagi juga magrib, takutnya ntar mepet waktu, lagian cuaca juga gerimis begini" Ucap bulan memberi usul


"Kayanya bener deh, apa yang dibilang bulan, mending besok aja pas pulang sekolah, kita ketemu disini lagi. Apartment lo nggak jauhkan dari sini? " Ucap galang pada Devano


"Nggak, cuma 5 menit jalan kaki" Jawabnya


"Nah yaudah, gue setuju kalo gitu, kan kalo siang lebih leluasa lagi, " Ucap galang

__ADS_1


"Permisi aden aden non non. Ini bakso dan mie ayam nya monggo dinikmati, " Ucap kang bakso tersebut


"Wah asik, makan juga akhirnya" Ucap Stefani mereka semua pun akhirnya memakan makanan mereka.


__ADS_2