
Brum! Brum!
" gue udah di basecamp," ucap Devano menelpon
seseorang
" Oh ya, gue keluar sekarang! Lu tunggu di situ." Jawab Reza dari seberang telepon, kemudian Ia pun segera keluar dan menghampiri Devano yang sudah menunggunya!!
" weh Bro, udah lama loh?" Ucap Reza bersalaman ala pria!
" enggak, gue baru aja sampai." Ujar Devano
" Oh ya udah, Mari masuk!" Ajak Reza
Devano dan Reza pun masuk ke dalam basecamp. Sesuai dengan yang sudah dikatakan oleh Alex, jika mereka hari ini akan berkumpul di basecamp guna membahas balapan motor!!
" wah, datang juga lu bro! Gue kira lo nggak bakal dateng, ke basecamp kita yang, ya Lo tau sendiri lah." Ucap Galang
" ya gue pasti datanglah, secara kan kalian semua udah jadi teman gue." Jawab Devano
" nah, berhubung lo udah datang ke basecamp kita. Lu mau nggak ikut balap malam ini!" Ucap Rifki
" balap?" Beo Devano
" iya, kalau lu mau sih! Nggak, ya juga nggak papa kali." Ujar Reza
Devano terlihat berpikir Apakah ia harus ikut balapan atau tidak. Sementara selama ini ia tidak pernah ikut yang namanya balapan liar. Pernah tapi itu bukanlah balapan liar melainkan balapan yang resmi.
" nggak usah lo pikirin sampai segitunya. Ikut ya ayo, nggak ya nggak usah! nonton aja sama kita-kita" ucap gilang yang melihat raut wajah Devano, yang lain juga mengangguk membenarkan!
"Gue ikut! " Putus devano
"Lo serius? " Tanya Rifki
"Iyaa! "
Yang lainnya terlihat, saling lirik kemudian, bersamaan menatap alex dan juga putra.
"Bebas, " Jawab putra, alex mengangguk tanda setuju dengan keputusan putra
"Maksudnya? " Tanya reza tak paham
"Maksud putra itu, bebas aja kalo devano mau ikut balapan juga. Justru bagus dong, kali ini kita turun sekali berdua, kan lawan kita juga nggak tau sama devano. " Ucap galang
"Bener juga ya, " Jawab reza mengangguk anggukan kepala nya
"Sendiri! " Cetus alex, yang membuat mereka semua kembali menatap nya
"Apanya yang sendiri? " Tanya Rifki
"Devano! " Ucap alex
"Yang jelas, woilah. Lo ngomong apaan si" Ucap reza kesal dengan alex yang berbicara pendek
Alex terlihat menarik nafasnya pelan, kemudian berucap. "Cukup devano yang turun, gue nggak"
"Oh, maksud lo. Biar devano sendiri yang ikut balapan, dan ngelawan geng sebelah, gitu? " Ucap galang
Alex mengangguk membenarkan. "Kenapa harus sendiri? " Tanya Gilang
"Biar sekalian kita liat skill nya devano, gitu maksud nya alex " Ucap galang memperjelas nya
"Ooohhh, " Ucap mereka semua mengangguk anggukan kepala nya. Terkecuali alex, putra dan juga devano.
****
"Kenyang, yuk balik. " Ajak retha
__ADS_1
"Iya, yaudah. Pak ini uang nya yah, " Ucap bulan meletakkan uang diatas meja
"Iya neng, makasi ya. Datang lagi, " Ucap dipenjual
Bulan pun pergi dari sana, bersama retha
Sekitar 5menit berjalan, mereka pun tiba di apartemen
"Lo mau mandi? " Tanya retha
"Nggak! Kayanya nanti, soalnya aku mau ngerjain tugas sekolah dulu, " Sahut bulan
"Oh gitu, kalo gitu gue aja deh yang mandi duluan, " Ucap retha
Bulan mengangguk kemudian fokus kembali dengan buku buku, yang berserakan dimeja.
Ting!
Terdengar bunyi notif pesan dari ponsel bulan. Ia pun dengan segera memeriksanya.
Devano❤
"Udah makan? "
Me
"Udah tadi, sekarang lagi ngerjain tugas sekolah, "
Devano❤
"Belajar yang rajin! Aku hari ini nggak dirumah"
Me
"Dimana?
Devano❤
Me
"Kamu ikut? "
Devano❤
"Iyaa, "
Me
"Untungnya apa? Kalo kamu kenapa napa gimana? "
Devano❤
"Nggak, aku bakal hati hati kok. Kata anak anak kalo menang hadiahnya, dibagiin ke anak anak panti asuhan, "
Me
"Oh gitu, yaudah intinya hati hati ya, aku nggak mau kamu kenapa napa, "
Devano❤
"Iya bawel, gih lanjut belajar lagi, " Pesan devano mengirimkan pesan menggunakan emot senyum dan juga cium
Bulan hanya tersenyum membaca pesan tersebut, kemudian ia pun melanjutkan kembali belajarnya. Hampir satu jam ia berkutat dengan bukunya, akhirnya selesai dan mulai meregangkan otot ototnya.
"Belajar udah, trus sekarang apa lagi ya? " Ucap bulan sambil berpikir
"Apa aku harus nyari tau tentang mama ya? " Batin bulan melamun
__ADS_1
"Bulaaan" Teriak retha dari bilik baju
Bulan yang tengah melamun pun, dikejutkan oleh teriakan retha, dan buru buru menuju dimana retha berada
"Kenapa! Apa yang terjadi, " Ucap bulan panik
"Tolongin gue dong, bantu pilihin gue baju mana yang harus gue pake, gue udah satu jam berdiri disini tapi nggak nemu nemu baju yang pas, " Ucap retha pada bulan.
"Apaaaa! Jadi kami teriak cuma perkara nggak bisa milih baju doang, " Ucap bulan menepuk jidatny
"Hehe peace bro! Bajunya gemes keduanya, jadi gue bingung mau pake yang mana dulu, " Ucap retha memberikan dua jari nya
"Aku kirain tadi apaan. Perkara baju doang padahal, " Ucap bulan geleng-geleng Kepala
"Jangan ngomong aja dong! Cepetan, bantuin gue milih baju nya yang mana, " Ucap retha lagi
"Rethaa, ini itu cuma baju tidur. Nggak ada yang bakal liatin kamu make baju ini, selain aku. " Ucap bulan gemas
"Banyak kok ntar yang lihat, kan aku mau up story juga, " Ucap retha
"Pilih aja salah satunya, " Ucap bulan hendak pergi dari sana
"Eh nggak bisa gitu, kedua baju ini kiyowo banget, " Cegah retha menarik lengan bulan
Bulan terlihat mengusap wajahnya kasar "huff! Kamu bingung mau milih make yang mana dulu? " Tanyanya
Retha mengangguk, bulan terlihat berpikir sejenak guna memilih baju mana yang akan dipakai retha, untuk tidur malam ini. Namun dikarenakan retha bingung harus memakai yang mana terlebih dahulu, bulan pun memiliki sebuah ide, ia menarik retha menuju cermin kemudian kembali mengambil kedua baju tersebut
"Kamu mau ngapain? " Tanya Retha bingung akan tingkah bulan
"Ya pakaian, kamu baju lah. Memangnya mau ngapain lagi, " Ucap bulan
Kemudian ia menyuruh retha agar tutup mata, retha pun menurut, dan menutup kedua matanya. Bulan pun dengan segera memakaikan baju dan celana tersebut
"Nah sekarang buka matanya, " Ucap bulan
"Kok gue deg deg'an ya, " Ucap retha excited
Bulan hanya tersenyum saja melihat ke antusiasan retha. Ia tidak saja, apa yang telah bulan buat dengan pakaian nya
"Gue itung ya, satu, duaa, tiiiiigaa, " Ucap retha memandang dirinya didepan cermin. Wajah yang semula tersenyum mendadak berubah menjadi cemberut
"Loh, kok. Jadi gini sih lan, " Ucap retha memandangi bulan
"Yakan, kamu bilangnya tadi apa? Bingunkan, " Tanya bulan, retha mengangguk
"Nah, jadi ini tuh, solusinya." Ucap bulan santai
"Yah, tapikan. Nggak gini juga lan, masa gue kudu make baju setengah setengah gini, " Protes retha
"Biar kamu nggak bingung, mau pake baju yang mana. Makanya aku pakein setengah setengah gini, nah jadi kalo udah gini kan udah nggak bingung lagi mau pake baju apa, " Ucap bulan
"Iya sih, tapikan, " Kalimat retha terputus oleh bulan
"Nggak ada tapi tapian. Sekarang nggak ada masalah lagi kan? Kalo gitu aku mau pergi mandi, udah lengket banget ni bau, " Ucap bulan pergi sambil menutup hidung nya
"Punya temen gini amat yak, tapi bener sih kalo gini kan jadi nggak bingung mau make yang mana. Dari depan oke, tapi belakang nya nggak rapi banget, " Ucap Retha memandangi dirinya didepan cermin
"Udah deh, nggak papa yang penting sekarang nggak bingung lagi milih baju, foto dulu deh trus upload, " Ucap nya sambil mengambil ponsel miliknya,
Kemudian mosting gambar di sosial milik nya dengan caption
"Definisi bingung, mau milih yang mana. Al hasil pake keduanya, dan ini ide dari @bulan_dwi..
Tak lupa retha juga menambahkan emot love love yang banyak
Sementara disisi lain, daren tengah bermain ponsel namun tak sengaja, ia melihat postingan milik retha. Dan tanpa ia sadari ia tersenyum melihat kelucuan yang retha buat. Dan tanpa sengaja juga ia telah menyukai postingan tersebut
__ADS_1