Kembar Yang Tidak Dianggap

Kembar Yang Tidak Dianggap
CHAPTER 49 (TAMAT)


__ADS_3

"kau memang bukan berselingkuh saudariku."


deg!


"karna kedua pria yang kau temui itu adalah orang suruhan kedua menantuku. kau terjebak dalam satu malam. dan ka mengakui seluruh perbuatanmu." ucap riana datang bersama kedua putra angkatnya dan juga menantunya.


ya. merry dan riska bersekongkol untuk membantu riana agar bisa bergerak cepat dan membongkar habis seluruh kebusukan ririn dan juga lana. mereka benar benar sudah merasa begitu greget karna riana sangat lamban. sebenarnya riana akan menunjukan dirinya saat kelulusan bulan dan bintang, namun ternyata merry dan riska sudah bergerak lebih cepat.


"ka-kau! kau masih hidup? bukankah kau."


"bukankah seharusnya aku sudah mati bukan? hahaha sayangnya itu tidak terjadi, seperti apa yang kau inginkan." ucap riana memotong kalimat ririn


"tunggu dulu! kenapa ada dua riana disini?" tanya willy.


ia dibuat bingung dengan apa yang ia lihat didepannya. entah apa yang sdah terjadi, begitulah pikirnya


"aku adalah istri sah mu mas. dan kau selama bertahun tahun ini sudah ditipu olehnya. apa kau ingat, waktu itu aku  pernah bercerita. bahwa aku memiliki seorang  kembaran, tapi dia mengalami kecelakaan bersama suaminya." ujar si riana, memang semasa mereka pacaran dulu riana pernah bercerita pada willy jika ia memiliki seorang kakak, tapi sudah meninggal akibat kecelakaan dijalan. akan tetapi itu semua hanya rekayasa biasa


willy terlihat berpikir, mencoba mengingat ingat kejadian dimasa lalu. " ya aku mengingat nya. jadi selama ini aku hidup dengan kebohongan? tapi bagaimana bisa ini semua terjadi."


willy masih bingung dengan keadaan yang ada. bagaimana bisa ia dibodoh bodohi selama puluhan tahun


" dia berbohong mas! akulah riana asli, dan dia adalah ririn. dia mencoba untuk menipu mu mas. jangan percaya." ucap ririn. ia benar benar tidak terima dengan kenyataan yang ada, jika sudah begini maka habislah sudah riwayat nya


"DIAM! apa kau masih kurang puas merasakan hidup mewah, dari harta milik suamu ku ha! kau memanfaatkan keadaan dimana aku koma. dan menculik ku disaat semuanya lengah. kau keterlaluan! aku kira kau adalah kakak yang baik, tapi ternya aku salah besar." sarkas riana


"kau lah yang pembohong. kau bahkan tidak memiliki bukti apapun, bagaimana bisa kami percaya. cih!" cibir ririn, ia yakin kali ini riana tak akan mampu menjawab kalimatnya


"bukti? kau menginginkan bukti? tentu saja aku memilikinya, jangan kau pikir omongan ku hanya sekedar gurauan belaka.  ridho tolong tunjukan semua bukti yang sudah kita kumpulkan selama ini." ucap riana kepada ridho


"baik ibu. dan kalian semua tolong lihat ini baik baik." ucap ridho agar mereka semua memfokuskan pandangan mereka pada layar laptop yang sudah ridho bawa sedari tadi.


ridho mulai meyambungkan flasdisk kelaptop miliknya, dan memutarkan sebuah video. dan muncullah semua video dan beberapa foto ririn, yang memperlihatkan dimana ririn sering bertemu dengan lana. dimulai dari bertemu ditaman. mall. resto. diskotik, dan terakhir adalah video skandal ririn, dimana video itu juga mendengarkan seluruh percakapan ririn bersama pria asing tersebut.


para intin black diamond juga dapat melihat video tersebut, namun tidak dengan mereka yang memiliki kekasih. masing masing dari mereka menutup mata dan juga telinga kekasihnya agr tak dapat melihat dan juga mendengarkan ******* demi ******* yang ririn keluarkan. bukti tersebut cukup kuat menyatakan jika ririnlah yang bersalah. wil,y benar benar tidak habis pikir dengan ini semua. sementara ririn? ia sudah terdiam dengan keringat dingin yang bercucuran. apakah ia sebodoh itu hingga bisa membongkar rahasia yang sudah ia lakukan selama bertahun tahun ini. ia benar benar terjebak dengan permainan ini semua. andai waktu dapat ia putar, maka ia tidak akan mau minum hingga mbuk parah seperti itu, yang membuatnya harus membongkar rahasianya


"tidak! itu pasti hanya editan. aku yakin itu hanya editan. kau pasti sengaja ingin menjebak ku kan." ucap ririn menggeleng gelengkan kepalanya


"kau masih kurang percaya. baiklah kalo begitu, aku rasa setelah kau melihat ini kau pasti akan percaya jika ini memang faktanya." ucap riana,


prok!


prok!


masuklah beberapa anggota polisi beserta lana, sebelum mereka pergi ke rumah jhonson. para anak buah ridho dan kiki sudah menjebak lana,dan berhasil. lana mereka ringkus lalu kiki menghubungi kepolisian agar lana ditahan. dengan kasus peculikan berencana, penyiksaan fisik dan mental, yang ririn lakukan.


"kita sudah kalah rin." ucap lana saat sudah memasuki rumah


"apa? mas lana." ucap ririn kaget melihat suaminya


"hei.. apa yang kalian lakukan, lepaskan aku! ucap ririn memborontak saat polisi memborgol kedua tangannya


"lana, jadi kau dalang dibalik ini semua. apa kurang cukup kau sudah menggelapkan dana diperusahan ku." ucap willy, yang baru mengetahui jika lana mantan karyawannya ternyata adalah suami dari ririn


"yah willy. aku melakakun ini karna aku memiliki dendam padamu. karna aku kau pecat hanya karna aku melakukan kehilafan atas menggelapkan dana perusahaan mu. semasa itu aku memang tak memberitaumu jika aku adalah suami ririn, kakak iparmu. sekarang aku menyesal telah melakukan hal demikian. ini semua karna ulahnya, jika saja dia tidak terus terusan merengek meminta uang yang banyak, mungkin ini tidak akan terjadi." ucap lana tulus, ia benar benar menyesal elakukan ini semua. dan karna ririnlah ia menjadi gelap mata dan brujung menjadi seperti ini


"kenapa kau malah meyalahkan aku. itu semua karna kau yang tidak becus menjadi suami." ucap ririn tak terima jika dia yang disalahkkan.


"sudah puas? dengan ini semua hmm! sekarang pak polisi, tolong bawa mereka dari sini." usir riana, ia sudah jengah dengan adegan yang ada dihadapannya itu.


"baiklah kalo begitu, kita semua pamit." ucap polisi tersebut mengundurkan diri


"tidak. lepaskan aku, jangan bawa aku. aku tidak bersalah sama sekali.."ucap ririn yang terus saja memberontak meminta agar dilepaskan, sayang aksinya itu tak membuat polisi gentar


"ma-mama."panggil bulan, yang hanya diam sedari tadi. ia bingung harus bereaksi seperti apa. antara sedih atau bahagia.


disisi lain ia begitu senang bisa bertemu dengan ibu yang sudah melahirkannya, sedangkan disisi lain ia sedih jika ririn harus ditangkap polisi. karna mau bagaimanapun selama ini yang membesarkannya adalah ririn, walapun ririn selalu memperlakukannya secara tidak adil, ditambah dengan kekerasan fisik yang bulan dapatkan dari ririn. tapi tetap saja ia merasa kasihan terhadap ririn


"iya sayang! ini mama nak, kemarilah." ujar riana merentangkan kedua tangannya lebar lebar,agar bulan memeluknya


Tes!


air mata mengalir deras saat pelukan hangat yang selama ini bula inginkan terpenuhi. ia sama sekali tidak pernah merasakan pelukan seorang ibu, ternyata beginilah rasanya dipeluk oleh ibu kandung. ternyata begitu hangat dan juga nyaman. rasanya bulan sama  sekali tak ingin melepaskan pelukan hangat dan juga nyaman tersebut. benar benar begitu damai rasanya


pun hal yang serupa dapat dirasakan oleh para inti black diamond. mata mereka memerah dan menanas akibat menahan air mata yang mereka bendung. devano sendiri berusaha agar tidak menitihkan air mata, ia memang tidak mengalaminya namun, devano dapat merasakan bagaimana rasanya terpisah oleh ibu kandung kita selama bertahun tahun lamanya.

__ADS_1


"jangan menangis sayang. mama ada disini, mam nggak akan pergi meninggalkan kalian semua. mama janji itu." ucap riana, mengelus lembut puncak kepala bulan


sedangkan bulan sudah menangis tergugu gugu.


"mama janji hiks. nggak akan ninggalin kita lagi hiks hiks." tangis bulan pecah


"iya sayang mama janji."


"bintang, apa kau tak ingin memeluk mama nak." ucap riana pada bintang tanpa melepaskan pelukannya pada bulan


bintang yang hanya diam sedari tadi, akhirnya tersentak oleh suara riana yang begitu lembut ditelinganya. perlahan ia tersadar dan mencerna semua yang telah terjadi. ia masih tak habis pikir dengan ini semua, ternyata ia dibesarkan oleh saudara ibu nya, dan bukan  ibu kandungnya sendiri. bintang mengakui kebodohannya selama ini. ternyata selama ini ia sudah termakan hasutan demi hasutan dari ririn, yang membuatnya menjadi anak yang keras kepala dan juga jahat.


"kemarilah, apa kau tak ingin memeluk ibumu nak." ujar riana lagi, karna bintang sama sekali tak bergerak dari tempatnya


bintang tersadar, lalu ia menoleh pada willy. willy menganggukan kepalanya seolah berkata " mendekatlah, dia ibu kandung mu."


"hiks mamaaa!" ucap bintang berlari medekati mamanya


tangisnya pecah setelah memeluk erat riana. "Sudah sudah. Masa udah gede gini masih nangis aja. Nggak malu apa tuh banyak ngeliatin, " Ucap riana menenangkan kedua putrinya itu. Sejujurnya ia juga ingin menitipkan air mata, namun ia mencoba menahan nya agar tidak keluar. Ia harus berusaha kuat didepan kedua putri yang selama ini sudah sangat ia rindukan sekali.


Bulan dan bintang pun melerai pelukan mereka. Dan menatap riana dengan penuh kelembutan.


"Ekhem riana. Maafkan aku, aku telah bodoh selama ini hingga bisa ditipu olehnya. Bahkan aku sama sekali tidak bisa membedakan mana kamu dan mana yang bukan kamu. Kalian berdua benar benar mirip. Jadi aku tidak bisa membedakan nya. " Sesal willy


"Jelas papa nggak bisa membedakan mama, dan kakaknya. Itu karna dia selama ini menggunakan soflens pah. " Jawab bulan. Setelah mengingatnya


"Soflens? " Ucap willy dan riana kompak


"Iya, sebenarnya kita kemarin sempat diam diam masuk kekamar papa, untuk mencari bukti. Dan aku nemuin kotak yang isinya tuh soflens semua, dan warna nya juga sama."


"Dan itulah kenapa papa, selama ini nggak bisa membedakan mama dan wanita itu. " Sambung bintang melanjutkan kalimat bulan


"Jadi selama ini kalian sudah curiga, jika dia bukanlah mama kalian? " Tanya willy


"Iya pah." Jawab kembar berbarengan


"Tadinya kita berdua ingin mencari tau lebih lanjut lagi. Tapi ternyata mama sudah dateng terlebih dahulu. Dan kita berdua senang akhirnya mama sudah berkumpul dengan kita lagi. " Ucap bulan tersenyum manis pada riana


Riana juga tersenyum membalas senyuman putri sulungnya itu. "Mama juga bahagia bisa kumpul bersama kalian lagi. Dan ini juga berkat pacar kamu, dan saudara nya yang membantu mama. Jika bukan karna bantuin mereka mungkin sampai detik ini mama belum bisa muncul dihadapan kalian. "


"Iya sayang! Devano dan daren juga ikut membantu mama. Dan separuh dari bukti ini mama dapatkan dari mereka. " Jawab riana


"Beneran van? " Tanya bulan pada devano


Devano mengangguk "iya.. Aku lakuin itu karna aku nggak mau ngeliat kamu kelelahan hanya untuk mencari kebenarannya, kamu udah lama nyari tau semuanya tapi nihil. Kamu nggak nemuin satu bukti pun. Karna itu aku dan kak daren membantu untuk mencari tau seluruh buktinya. "


Bulan semakin terharu dengan sikap devano, ia tak mengira devano akan membantu di belakangnya


"Makasi ya van. Kalo nggak karna bantuan kamu juga, mungkin aku belum ketemu dengan mama, " Ucap bulan tulus


"Apapun itu demi kamu honey, " Jawab devano tersenyum tulus


"Mama senang banget rasanya. Dan untuk kamu mas, aku udah maafin kamu. Karna disini posisinya kamu nggak salah, tapi ririnlah yang bersalah atas semua ini. " Ucap riana


Willy tersenyum. Hatinya mendadak menghangat mendengar penuturan dari riana. "Terima kasih. Karna kamu sudah mau memaafkan aku, lalu apa selama ini kamu menikah lagi? Dan tadi kamu sempat mengatakan bahwa kamu menyebut kata menantu."


"Oh. Aku sampai lupa, kenalin mereka adalah anak angkat ku. Ridho dan kiki. Jadi beberapa tahun lalu mereka berdua lah yang menolong ku, dan juga membantu ku untuk keluar dari dalam hutan. Dan aku mengangkat mereka sebagai anak ku. Dan itu mereka adalah istri dari ridho dan juga kiki. " Ucap riana memperkenalkan mereka


"Benarkah! Terima kasih, karna kalian sudah menolong istri saya. Jika kalian tidak ada waktu itu, mungkin saya dan anak saya tidak akan pernah bertemu dengan nya lagi. " Ucap willy dengan tulus


"Tidak perlu berterima kasih om. Sesama manusia sudah kewajiban nya untuk saling tolong menolong. Justru kita berdua lah yang seharusnya berterima kasih. Karna ibu sudah merawat kami hingga sekarang. Kami tidak tau harus membalasnya seperti apa, dan hanya inilah yang dapat kami bantu, " Jawab ridho


"Jangan panggil saya om. Bukankah kalian adalah anak riana. Itu berarti kalian juga anak ku. Kalian bisa memanggil ku papa atau ayah, senyaman kalian saja. " Jawab willy


Ridho dan kiki tersenyum mendengar nya. Awalnya mereka mengira, willy tidal akan menerima mereka. Justru malah sebaliknya willy dengan senang hati mau menerima mereka berdua.


"Berarti sekarang kita punya opa, yeaay. " Sorak ayu dan juga putra bersamaan.


"Tunggu dulu! Bukankah anak Ini yang waktu itu menabrak ku? " Tanya willy ketika ia baru menyadari ada ayu disana


"Benar mas. Dia ayu cucuku. Dan resto yang sering kalian kunjungi itu adalah milik ku. Karna aku sudah tidak aktif dikantor lagi. Kantor ku sekarang yang mengurus nya ridho dan juga kiki. Aku memberikan mereka tanggung jawab penuh, untuk mengurusi perusahaan. " Jawab riana. Sedangkan ridho dan kiki hanya tersenyum saja


"Tunggu, tunggu. Ini maksudnya resto yang sering kami kunjungi punya tante? " Tanya stefani. Mewakili yang lainnya juga


"Iya kamu benar, itu sebabnya saya  selalu memberikan harga murah pada kalian. Karna kalian adalah teman baik anak anak ku, " Jawab riana sambil melirik putrinya

__ADS_1


"Wah pantesan! " Ucap stefani merasa beruntung. Karna menurutnya jarang sekali ada restoran yang menaruh harga murah pada makanan yang enaknya tidak bisa terjabarkan. Ternyata itu adalah milik mamanya bulan


"Jika ridho dan kiki adalah anak mu. Maka kedua wanita itu adalah istrinya. Wah, ternyata aku sudah tua saja. Memiliki dua menantu dan juga cucu yang imut imut, "


"Dan kita berdua jadi aunty, " Jawab kompak bulan dan juga bintang.  Mereka benar benar merasakan bahagia sekali. Ini adalah momen langka bagi mereka. Bukan langka tapi adalah keajaiban yang Tuhan berikan untuk mereka.


"Sekarang karna kita sudah berkumpul. Waktunya kita melanjutkan acara ini, " Teriak naumi semangat.


Yang lain tertawa dengan tingkah naumi yang begitu semangat. Mereka pun akhirnya menuju meja makan dan mulai makan bersama. Tak lupa riana juga telah menyiapkan kado spesial untuk suami nya tersebut.


"Alhamdulillah, terimakasih ya allah. Karna mu akhirnya keluarga ku berkumpul kembali. Sekarang sudah tidak ada lagi pengganggu diantara kami. Semoga kebahagiaan ini terus berlangsung hingga kami semua tiada. " Batin bulan. Bulan tak henti hentinya mengucapkan syukur dengan apa yang telah terjadi selama ini.


Ingat kata pepatah yang mengakatan habis hujan terbitlah pelangi. Dan itulah yang saat ini bulan rasakan. Setelah bertahun tahun derita yang ia jalani, akhirnya berbuah manis. Semua berganti dengan keceriaan yang mengiringinya. Tak pernah lelah ia mengucapkan kata syukur setiap harinya.


****


"Saya nikahkan dan kawinkan engkau ananda Adelar Devano Harchie bin Abraham Reynand Harchie dengan anak saya Bulan Dwi Jhonson dengan mahar berupa tiga buah mansion atas nama Bulan Dwi Jhonson.  Tiga buah villa dipuncak atas nama Bulan Dwi Jhonson. Tiga buah mobil Ferrari atas nama Bulan Dwi jhonson. Tiga buah motor sport atas nama Bulan Dwi jhonson. 200 gram berlian putih, Dan 300 ribu dolar US TUNAI. "


"Saya Terima nikah dan kawinnya Bulan Dwi jhonson  Bin Willy jhonson dengan mas kawin tersebut TUNAI. " Ucap devano dengan satu tarikan nafas dan mantap


"Bagaimana saksi? Apakah sah, "


"Sahhhhhhh, "Ucap para sakti serempak


" Alhamdulillah. Sekarang saya nyatakan kalian sudah resmi menjadi sepasang suami istri. "Ucap willy, merasa terharu. Untuk pertama kalinya ia melepaskan tanggung jawabnya sebagai seorang ayah. Karna bulan sudah menikah dan akan menjadi tanggung jawab devano seutuhnya


" Gilaa benar benar crazy rich. Maharnya anjoy gede beut, itumah uang jajan sampe tujuh turunan. "Ucap Gilang


" Hooh. Orang kaya mah bebas" Sahut reza


"Jelaslah. Secara kan devano orang terkaya nomor satu. " Sambung Rifki


"Akhirnya kita jadi besan juga ya sist! " Ucap Elena


"Iya. Jadi ke inget jaman kita muda dulu ya. Punya andai andai untuk nikahin anak kita, eh akhirnya kesampaian juga. " Jawab riana


"Ngga nyangka ya kita jadi besan. Semoga dengan ini bisnis kita berdua berkembang dengan pesat. " Ucap Abraham


"Oh tentu, pokonya bisnis kita harus berkembang lebih pesat lagi dari sebelumnya. Kita adalah keluarga mulai sekarang, tapi untuk urusan bisnis itu beda cerita. " Jawab willy tertawa bersama Abraham


Setelah kejadian beberapa tahun lalu yang mereka alami. Kini bulan dan devano akhirnya menikah. Setelah lulus sekolah, mereka langsung menikah tanpa adanya pertunangan. Sedangkan yang lain seperti alex, putra, reza, Rifki sudah menikah terlebih dahulu dan masing masing diantara mereka sudah memiliki anak. Bintang? Jangan ditanya, ia justru termakan omongan nya sendiri. Yang dulunya benci sekarang malah menjadi bucin akut pada Gilang. Retha dan daren juga sudah menikah, dan sekarang retha tengah mengandung anak pertama nya. Galang? Jangan ditanya sempat ingin mendekati tirta, namun sayangnya tirta lebih memilih pria lain. Mau tak mau galang sampai detik ini masih menyendiri.


Dan untuk urusan pembangunan sekolah gratis, semua telah usai sebelum mereka memutuskan untuk menikah. Masing masing dari mereka sudah membangun rumah tangga dan begitu bahagia.


" Sekarang kalian sudah resmi. Satu saran papa. Tolong kamu jaga putri kecil papa Ini dengan baik, jangan sesekali kau buat anak papa menangis. Jika suatu saat nanti kau bosan dengan putri papa, maka pulangkan dia kembali dengan papa. Pintu rumah ini akan selalu terbuka untuknya. Jangan sesekali kau selingkuhi dia. Ingat itu devano "pesan terakhir willy menahan tangis. Sebelum melepaskan putrinya


" Devano janji pah. Devano akan menjaga bulan sebaik mungkin. Dan devano juga berjanji tidak akan membuatnya menangis, terkecuali tangisan bahagia, "jawab devano. Willy mengangguk pelan, kemudian ia memeluk putrinya dan juga devano secara bergantian.


Setelah acara selesai devano dan juga yang lainnya pamit pulang. Semua begitu berat melepaskan bulan, namun apa boleh buat. Itu sudah menjadi tugas seorang istri yang harus ikut bersama suaminya.


"Selamat karna sudah menjadi seorang istri nak. Jadilah istri yang baik, dan jangan pernah melalaikan tugasmu sebagai istri. " Ucap riana


"Pasti mah. Bulan akan belajar menjadi istri yang baik untuk devano, " Jawabnya


"Jaga diri lo ya. Do'ain gue cepet nyusul kaya lo. " Ucap bintang


"Tuh udah dikode tunggu apa lagi. " Ucap Rifki menyenggol Gilang. Sedangkan Gilang hanya senyum senyum saja. Bukannya tak ingin menikahi bintang, hanya saja orang tua bintang menyuruh bintang agar melanjutkan kuliah nya terlebih dahulu, setelah selesai barulah ia diizinkan untuk menikah


"Selesai kan pendidikan dulu. Baru nikah. Bilangnya juga nggak papa nunggu, iyakan. " Ucap willy


"Hehe iya om. Lagian masih sama sama ingin melanjutkan pendidikan dulu, ya hitung hitung sambil nunggu galang dapat jodohnya, " Jawab Gilang sambil nyengir


Sedangkan bintang hanya memasang wajah cemberut.


"Aunty! Jangan lupa kasih putra dan ayu adik ya. " Ucap putra pada bulan


"Tentu. Nanti uncle kasih adik yang banyak oke, " Ucap devano, yang membuat mereka semua tertawa, sedangkan bulan pipinya sudah memerah akibat menahan malu karna kalimat devano


"Sudah sudah. Bercandanya lain waktu saja. Sekarang pergilah ke rumah baru mu nak. Dan ingat sering sering berkunjung, " Ucap riana


"Pasti! Kalo gitu bulan pamit ya mah pah, " Ucap bulan mencium kedua pipi orangnya tua, hal yang serupa juga dilakukan oleh devano


"Assalamu'alaikum."


"Waalaikum salam. " Jawab mereka semua. Sambil melambaikan tangan

__ADS_1


__ADS_2