Kembar Yang Tidak Dianggap

Kembar Yang Tidak Dianggap
chapter 25


__ADS_3

"Eh apa ini? Pak daren  ngelove postingan gue? Nggak salah, " Ucap retha heran.


Pasalnya selama ini daren adalah tipikal orang yang cuek, terhadap sekitar. Lalu kenapa sekarang ia malah menyukai postingannya!! Daren yang retha kenal, cukup dingin terhadap orang orang disekitarnya, ia hanya berbicara jika sesuatu tersebut penting.


"Apa pak daren, suka sama gue lagi! Eh retha pikiran lo aneh aneh aja. Mana mungkin pak daren suka sama lo, secara lo itu nggak selevel sama dia, " Ucap retha memukul kepala nya pelan


"Kamu sehat retha? " Tanya bulan yang baru selesai mandi.


"Ha, ya. Gue sehat kenapa emang? "Tanyanya


" Kirain nggak sehat hehe, habisnya kamu mukulin kepala gitu. Lagi mikirin apaan sih,"tanya bulan imut duduk disebelah nya


"Bukan apa apa, dah ah gue ngantuk, " Ucapnya yang langsung menarik selimut.


Sedangkan bulan, hanya menghedikkan bahu acuh, lalu ia lebih memilih memainkan ponselnya


***


"Udah siap belum? " Tanya reza


"Kita semua udah, jom berangkat"  Ucap Rifki dan para anggota BD lainnya, dan mulai menaiki motor mereka masing masing, sebelum itu mereka tak lupa membaca doa agar selamat sampai tujuan, dan menang dengan lomba yang akan dimulai


Brum! Brum! Brum!


Motor mereka, semua melaju dengan kecepatan sedang! Dengan alex yang memimpin didepan, putra dan devano berada disisi kanan dan juga kiri


"Satu, dua, lima, enam, kenapa kita hanya ber enam? Bukankah, seharusnya bertujuh! " Ucap reza yang berada dibagian paling belakang.


"Lo kenapa? " Teriak Rifki dari balik hlem full face nya


"Coba lo lihat, dan hitung. Kenapa motor kita semua cuma ada enam? "Jawab reza


Rifki pun memperhatikan motor semua temannya satu persatu, saat ia menghitung ia baru sadar jika mereka kekurangan satu temen lagi.


" Lah iya, siapa ya yang nggak ada"tanya Rifki


"Nah kan, gue juga mikirnya begitu, "jawab reza. Sepanjang perjalanan mereka hanya sibuk memikirkan, siapa yang tidak ada diantara mereka semua.


" Nah kan, kalo gini lega rasanya, "ucap gilang yang baru saja tiba


"Buset, kok sepi? Gue ditinggal nih ceritanya" Ucap gilang lagi


"Heuh! Nasib nasib gini amat, ditinggal ke toilet bentar, dah pada ngilang semua.!"gerutu gilang, ia pun langsung saja memakai glem nya dan bergegas menuju arena balap


Sirkuit balapan malam ini begitu ramai, dikelilingi anak anak remaja, baik pria ataupun wanita, semua bergabung jadi satu, hanya untuk menonton penggemar nya, siapa lagi jika bukan alex yang dijuluki sebagai raja racing .


"Kebetulan lo disini, ni gue bawa temen baru gue. Malam ini posisi alex dia yang gantiin, " Ucap reza pada tobi


Tobi adalah, si pemilik kawasan balap. Jadi jika ada yang ingin ikut, balapan, maka wajib laporan padanya terlebih dahulu.


(Hayoo, para pembaca aku. Ada yang mau ikutann balap nggak, sapa tau entar lawan nya si devano, hehe) 


"Alex kenapa? Sakit? " Tanya tobi


"Nggak, dia sehat walafiat malah. Noh orangnya, malam ini Alex lagi nggak mood katanya, jdi dia nyuruh devano buat gantiin, " Sahut reza


"Ohh, gitu. Oke nggak masalah, udah taukan kalo menang hadiahnya apa? " Ucap tobi


"Udah dong, thanks ya, " Jawab reza kemudian pergi dari sana.


"Mana nih, lawan kita. Kok belum dateng juga"ucap reza yang sudah kembali, dan bergabung dengan yang lainnya


Brum! Brum! Suara deru motor mengalihkan seluruh pasang mata.


" Nah tu dia, orang nya, "ucap reza


" Hooh, panjang umur. "Jawab galang


Cikiet!


"Gue kira lo nggak bakal dateng bro! " Cibir reza.


"Sorry, tapi gue tipe orang yang selalu penuhin janji, " Ucap rayhan angkuh


"Yaya, kenalin. Dia devano, kali ini lo bakal lawan dia, " Ucap Rifki menepuk pundak devano


Rayhan memandang devano, dari atas hingga bawah. Kemudian berlanjut mengelilingi devano, seakan sedang menilai


"Ck ck ck! Kenapa harus anak curut ini yang lawan gue? Lo kenapa, udah nggak mampu lawan gue lagi he, " Ucap rayhan sedikit mendorong pundak alex


Para anggota BD hendak melawan dan mendorong kembali, si rayhan. namun dicegah oleh alex


"Jangan sok! Ngalahin gue aja, lo nggak pernah. " Ucap alex tajam


"Anggap saja, waktu itu kau sedang beruntung. Tapi lihatlah, malam ini gue bakal ngalahin lo. Tapi sayang, gue malah disuruh lawan curut ini, " Jawab rayhan mengejek devano


"Cuih, sombong banget lo ya. Mana ada keberuntungan itu datang nya berkali-kali, bahkan setiap balapan. Kalo emang udah dasarnya cupu mah, ya cupu aja kali. " Ucap galang

__ADS_1


"Betul!! Nyali kaya kerupuk aja, malah sok sokan, " Cibir reza


"Melempem, " Sambung galang dan Rifki bersamaan


Rayhan terlihat mengepalkan kedua tangannya. Ia merasa tak trima diremehkan seperti ini, dirinya memang mengakui jika ia adalah cepu. Tapi tidak harus dikatakan didepan umum kan.


"Jaga ya, omongan lo, " Ucap gibran, yang hanya diam sedari tadi. Ia merasa tak Terima jika boss nya di hina


"Apa lo, nggak trima? Mau pukul? Nih, nih, silahkan. Mau yang kanan, kiri, hidung, jidat atau apa" Ucap reza mendekatkan wajah nya ke arah gibran


"Sudah sudah, jangan cari masalah. Sebentar lagi pertandingan akan segera dimulai, " Lerai galang


Mereka semua pun memilih diam, dan menjauhkan diri masing masing. Namun sebelum itu, rayhan berbalik dan berkata


"Heh curut, gimana kalo kita taruhan,! " Tawar nya


Devano menaikan sebelah alisnya, sambil menyilangkan kedua tangannya didepan dada. Begitupun para anggota black diamond mereka juga melakukan hal yang sama


"Oke, apa yang gue dapat kalo gue menang, " Ucap devano


Rayhan tertawa sinis, dan memandang rendah ke arah devano


"Kalo lo menang, hadiah pertandingan gue tambahin. Plus motor gue, dan yang kalah! Akan jadi babu selama satu bulan, begitupun sebaliknya. Kalo gue menang, maka kalian semua harus siap jadi babu gue, " Ucap rayhan tersenyum smirk


"Apa apaan, maksud lo. Bikin peraturan kaya gitu, " Ucap reza tak trima, tentu saja ia tak Terima bagaimana, jika devano kalah? Otomatis mereka semua harus menyerahkan motor mereka, dan harus menjadi babu nya selama satu bulan


"Tenang, gue yakin devano bakal nolak, " Bisik Rifki


Devano terlihat berpikir, ia memandang alex dan putra bergantian. Yang dipandang hanya mengangguk kepala pertanda setuju


"Oke deal! " Putus devano


"Deal!" Ucap rayhan membalas uluran tangan devano, kemudian pergi dari dan kembali bergabung bersama gengnya


"Lo gila van, " Ucap reza tak habis pikir


"Kenapa lo trima? Kalo lo kalah kita semua harus jadi babu nya men, itu merusak nama baik kita semua" Ucap galang


"Tau lo. Kalo tau gini mending lo nggak udah ikut balap tadi, kita semua nggak tau kemampuan balap lo kaya gimana, " Ucap Rifki


"Kalian tenang, " Jawab devano santai


"Tenang? Lo nyu. "


"Diam! " Ucap kompak putra dan juga alex. Karna mau bagaimana pun persetujuan itu juga dari diri mereka. Mereka yakin jika devano pasti akan menang dilomba kali ini.


Jam sudah menunjukan, pukul dua belas malam. Itu tanda pertandingan akan segera dimulai. Devano sudah berjalan dimana motornya berada, hal yang serupa pun dilakukan oleh rayhan.


Mereka saling lirik, dibalik glem full face nya, kemudian perempuan memakai baju sexy datang membawa bendara, berdiri ditengah jalan seraya mengangkat benderanya


Satu! 


Dua! 


Tigaa!


Bendera sudah dijatuhkan, motor rayhan melaju begitu kencang meninggalkan garis start, sementara  disisi devano ia masih tenang ditempatnya. Para penonton dan anggota black diamond merasa heran dengan tingkah devano. Bukankah ia akan balapan lalu kenapa ia memilih untuk berdiam diri


"Woi, vano. Lo kok diam aja, itu rayhan udah jauh, " Teriak reza


Devano mendengar nya, akan tetapi ia tak menggubrisnya sama sekali, ia lebih tertarik melirik kearah jam tangannya


"Gilak ya tu orang, kalo diem kaya gitu doang, kita bakal kalah, " Ucap galang


Kembali ke sisi devano. Sudah lumayan ia berdiam diri ditempatnya, dan ini adalah waktunya. Motor devano melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi. Yang tadinya biasa ketingalan cukup jauh kini posisinya sudah sama, mereka berdua terlihat saling memacu satu sama lain. Para penonton dibuat kagum, hanya hitungan menit saja devano sudah bisa menyaingi rayhan.


Devano terus melajukan motornya, hingga ialah yang memimpin didepan, semakin laju hingga rayhan pun tak mampu mengejarnya


"Anjir, devano keren" Ucap galang


"Iya njir. Kalo gini fixs kita menang, " Sahut reza


Semua yang menyaksikan aksi devano pun terus menerus, meneriaki namanya. Namun suasana kembali hening, mereka merasa heran kenapa devano malah berhenti tak jauh dari garis finish, mereka semua bertanya-tanya kenapa dengannya


"Tu bocah, kenapa stop garis finish kan udah deket " Ucap Rifki


"Gimana sih tu, woi devano maju. Kenapa lo diem aja disitu, " Teriak galang


Devano sendiri hanya santai ditempatnya, ia terus menerus memandang kearah kaca spion, guna melihat rayhan.


"Masih jauh, " Ucap devano dari balik hlem full face nya


Sekitar 5menit berdiam diri, rayhan pun muncul dengan kecepatan yang lumayan tinggi, suasana semakin tegang, para anggota black diamond menggigit kuku mereka. Rayhan sudah dekat tapi devano tidak bergerak sama sekali


Saat rayhan semakin dekat, devano dengan cepat mendorong motornya ke garis finish, dan disusul oleh rayhan, suasana ya g tadi tegang, tergantikan dengan perasaan lega setelah melihat devano menang


Suara ricuh tepuk tangan terdengar, sudah dipastikan devano yang menang.

__ADS_1


"Asik kita menang, " Ucap reza semangat


"Yes! Yes!, nggak jadi babu. Nggak jadi babu, " Ucap Rifki joget joget


Rayhan tak Terima dengan kekalahan ini, bagaimana mungkin ia bisa kalah dengan orang yang baru saja ia kenal.


"Sesuai perjanjian, " Ucap alex datar


"Ck! Nih, " Jawab rayhan melempar kunci motornya. Kemudian pergi dari sana


"Eits! Mau kemana lo, lo mau kabur dengan perjanjian yang lo buat sendiri? Lo lupa lo bakal jadi babu kita semua selama satu bulan, " Ucap reza songong


"Iya iya, gue tau. Besok nggak musti sekarang juga kali. Uang nya udah gue transfer" Ucap rayhan kemudian pergi dari sana,


"Hahahaha, kebanyakan gaya sih, " Ucap Rifki


"Asik kita punya babu, " Sahut reza


"Yok balik, " Ajak devano


Mereka semua pun menuju motor masing-masing, dan kembali untuk beristirahat. Mereka semua sudah cukup lelah hari ini. Namun sebelum mereka balik mereka dikejutkan oleh kedatangan Gilang


"Woi! Maksud kalian ninggalin gue apaan. Trus ini kenapa sepi banget, kagak jadi balapan nya? " Tanya Gilang


"Lah lo dari mana, " Tanya reza


"Tadi gue ke toilet, trus balik balik kalian udah pada nggak ada. Pas gue mau kesini eh ban motor gue bocor, jadi kelamaan dibengkel gue. " Sahutnya


"Berarti yang tadi kurang, lo dong? " Tanya Rifki


"Iyaa kayanya, " Sahut reza saat sudah sadar dengan  apa yang terjadi, kemudian mereka pun tertawa bersama


"Kenapa? " Tanya galang tak paham


"Tadi tu kan. Pas kita semua berangkat kesini. Gue dan Rifki ngerasa kaya ada yang kurang, cuma kita berdua nggak tau apa. Makanya kita milih diem dan lanjutin jalan aja, " Ucap reza


"Hooh, eh tau taunya adik lo tuh, yang nggak ada" Sahut Rifki


"Ketawa aja trus lo pada, ini kenapa sepi? Mana penonton nya, " Tanya Gilang


"Lo telat, udah kelar kali" Ucap galang


"Yah, padahal gue belum liat, " Ucapnya lesu


"Kasian. Dah dah balik, besok lo bakal liat kejutan yang waw banget, " Ucap galang, menepuk pundak adiknya itu


"Paan emang? " Tanya nya penasaran


"Besok lo liat aja sendiri, sekarang balik" Sahut galang


Mereka semua pun akhirnya balik, dan melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Hari ini mereka semua memutuskan untuk menginap dibasecamp saja, karna malam yang sudah begitu larut membuat mereka semua malas untuk pulang kerumah masing masing.


****


"Oh beby, malam ini kamu begitu cantik sekali" Ucap Erwin


"Aku memang selalu cantik sayang! " Jawab Siska dengan nada manja


"Ya kau benar, " Ucap Erwin menciumi seluruh wajah Siska.


Saat ini mereka tengah berada di sebuah bar, untuk bersenang-senang, menghilangkan sejenak pikiran yang membuat mereka pusing.


"Sayang, kapan kau akan mengambil seluruh harta milik bintang, " Tanya Siska


"Segera baby! Aku harus mengatur segalanya agar pertunangan ku cepat dilaksanakan."


"Aku harap secepatnya, apa kau tau sayang, bintang berniat ingin membatalkan pertunangan nya dengan mu" Ucap Siska


"Kenapa? Tapi dia sama sekali nggak ada ngasih tau? " Tanya Erwin


"Bintang disekolah, saat ini tengah menyukai seseorang, dia anak pemilik sekolah dan jelas lebih kaya raya dari mu" Ucap Siska memberi tau


"Apaa! Jadi dia berniat membatalkan pertunangan ini, hanya karna pria lain" Ucap Erwin


"Iya sayang! Aku rasa kau harus lebih banyak meluangkan waktu mu untuk nya," Ucap Siska


Erwin terlihat berpikir, apa yang dikatakan oleh Siska ada benarnya, selama ini ia sama sekali tidak pernah memberikan waktu luang pada bintang, ia selalu saja menghabiskan waktunya bersama Siska ataupun wanita lain.


"Kamu benar sayang! Aku harus memberikan banyak waktu luang untuk nya. Tapi waktu ku untukmu akan berkurang beby" Ucap Erwin memelas pada Siska


"Nggak masalah! Aku rela jarang bertemu dengan mu, asalkan kamu dapat mengambil seluruh harta milik bintang, dan kita akan menikmati nya bersama" Ucap Siska


"Kamu serius? " Tanya Erwin


"Tentu sayang, " Jawab Siska yang langsung mencium bibir Erwin dengan ganas.


Erwin pun membalasnya dengan senang hati. Dan terjadilah hal yang seharusnya tidak mereka lakukan.

__ADS_1


__ADS_2