
"Halo sayang! Kau dimana? " Tanya Siska
"Aku dirumah honey, kenapa? "Tanya Erwin menjawab telpon dari Siska
" Aku rindu, apa kau tidak merindukan ku? "Tanya Siska
" Tentu saja honey. Apa kau ingin bertemu. "Jawab Erwin
" Oh tentu. Aku akan bersiap siap, "ucap Siska mematikam sambungan telponnya dan segera bersiap untuk bertemu Erwin
" Jadi gimana pembahasan kita soal membuat sekolah gratis? "Tanya bulan
"Oh jelas jadi dong! Gue tuh pengen banget buat sekolah gratis dari dulu tauk. Cuma nggak kesampaian aja karna sibuk, nah sekarang adalah kesempatan nya gue nggak bakal sia siakan kesempatan yang ada" Ucap Gita
"Kamu serius? " Tanya bulan
Gita mengangguk, "yang dibilang sayang Gita bener lan. Gita dari dulu banget pengen bangun sekolah gratis untuk anak anak yang kurang mampu, cuma ya gitu yang pertama alasan sekolah dan yang kedua orang tuanya, " Ucap stefani mengelus pundak Gita
"Orang tua? Memangnya kenapa? " Tanya bulan tak paham
"Huft! Orang tua gue nggak izinin buat melakukan yang menurut nya nggak berguna sama sekali. Mereka nggak suka kalo gue punya rasa kasihan terhadap orang lain" Ucap Gita memberi tau
"Ya allah kok gitu banget sih. Tapi kamu tenang saja aku akan bantu kok. Soal biaya jangan dipikirkan kita semua ada untuk kamu, " Ucap bulan tersenyum
"Bener apa yang di bilang bulan git, kita semua akan selalu ada bersama lo. Kita semua akan berjuang sama sama dan kita akan membangun sekolah gratis bersama, " Ucap bunga memeluk stefani diikuti oleh bulan dan juga Gita kemudian berlanjut ke tujuh pria yang berada disana
"Thanks ya guys. Gue bersyukur banget punya teman pengertian kaya kalian" Ucap Gita terharu
"Sama sama, " Jawab mereka kompak
"Huaa kita terharu! " Ucap seorang pelayan
Mereka semua dikejutkan oleh suara tersebut, dan Melelerai pelukan masing masing.
"Ah ngagetin aja si mas, " Ucap galang
"Sroot! Hooh bener, ngagetin aja, " Ucap gilang menarik hingus nya
"Iiuuwww. Jorok banget sih lo lang" Ucap bunga pada Gilang
"Biasa aja kali. Kalian berdua kenapa berdiri aje? Kagak mau narok tu pesanan kita dah lapar banget ni" Ucap Gilang pada kedua pelayan caffe tersebut
"Hehe maaf mas. Kita terharu karna percakapan kalian semua" Ucap pelayan satu
"Iya. Jaman gue sekolah dulu gue nggak ada nemu pertemanan kaya kalian semua gini" Ucap sipelayan dua
"Ulululu kasian. Sekarang cepatlah letakan makanan itu kami semua udah lapar" Ucap galang
"Hehe maaf maaf! " Silahkan dinikmati ucap sipelayan satu diikuti oleh sipelayan dua
"Dari tadi kek, " Ucap galang sedangkan sipelayan hanya cengegesan kemudian pergi dari sana
"Dah guys, kita makan aja yok laper banget gue" Ucap galang. Mereka semua pun akhirnya memilih untuk memakan makanan mereka
****
"Sudah lama nunggu sayang? " Tanya Siska cipika cipiki pada Erwin
"Nggak kok, baru juga sampai" Ucap Erwin melirik jam tangannya
"Udah pesen belum? " Tanya Siska
"Belum, kan aku nunggu kamu" Jawab Erwin membelai pipi Siska
"Yaudah biar aku pesenin ya, emh pelayan" Panggil Siska mengangkat tangan nya
"Ia mbak, silahkan mau pesen apa" Tanya sipelayan ramah
"Pesen yang best seller nya aja mbak. Minuman juga sama ya, " Ucap siska pada pelayan tersebut. Sang pelayan mengangguk dan segera pergi untuk membuatkan pesanan mereka
"Mah, bagi duit dong" Ucap bintang pada Ririn
"Duit? Buat apa? " Ucap Ririn
"Ya buat shopinglah mah, bintang mau ke mall trus shoping, belanja yang banyak. Baju bintang tu udah pada jelek semua trus juga make up bintang udah tinggal dikit" Ucap nya mengadahkan sebelah tangannya
"Nggak ada. Mama nggak ada duit minta sama bapak kamu sama, " Jawab Ririn ketus
"Ih mama. Papa dimana? " Tanyanya
"Kamar, " Jawab Ririn
"Yaudah deh. " Ucap bintang kemudian pergi menuju lantai atas
"Enak banget minta duit ke aku. Aku itu bukan ibu kandung kamu" Ucap Ririn saat bintang sudah jauh darinnya
Tok!
Tok!
Tok!
"Apa papa didalam? " Tanya bintang mengetuk pintu
"Ya papa didalam masuklah nak. " Jawab willy dari dalam
Ceklek!
"Papa sibuk? " Tanya bintang saat memasuki kamar willy
"Nggak! Ada apa? " Tanya willy seraya menggeleng
"Hehe bagi duit! Bintang mau belanja pah, " Ucap bintang nyengir
__ADS_1
"Kamu ini. Nih pake sepuasnya, " Ucap willy memberikan sebuah kartu
"Papa memang yang terbaik, makasi papa ku yang tampan nya nggak ada duanya, " Ucap bintang memeluk dan mencium pipi willy
"Kamu ini, kalo ada maunya aja selalu muji muji, " Ucap willy menoel hidung mancung milik putri keduanya itu
"Hehe, makasi pah bye papa bintang pergi dulu, " Ucapnya langsung ngacir
"Dasar anak itu, " Ucap willy geleng geleng. Kemudian ia pun pergi menuju ruang kerjanya
"La la la la, " Ucap bintang bersenandung senang
"Eh eh eh, mau kemana? " Tanya Ririn
"Ya shoping lah, " Jawab bintang
"Mama titip dong. Beliin martabak disimpang komplek rumah kita, " Ucap Ririn
"Duit? " Ucap bintang mengadahkan tangan
"Duit kamu dong. Martabak juga nggak sampe lima puluh harganya gitu aja kok perhitungan kamu ini, "ucao Ririn
" Ck! Iya iya, "ucap bintang langsung pergi dari sana, dan menaiki mobil sport warna biru miliknya
Kemudian ia pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, seraya menjemput tirta untuk shoping bareng
" Siap siap. Gue jemput lo sekarang "ucap Siska menelpon tirta
" Oke, "Jawab tirta dari sebrang sana dan langsung mematikan sambungan telpon tersebut.
Beberapa menit perjalanan bintang pun tiba dirumah tirta.
" Ayo jalan, "ucap tirta saat memasuki mobil bintang
" Oke let's go! "Jawab Siska dan langsung melajukan mobilnya
Mereka hari ini memang hanya janjian berdua tanpa Siska, karna sebelum nya bintang sudah menghubungi Siska namun jawaban yang bintang dapat adalah Siska tidak bisa ikut bersama mereka karna ada urusan lain yang begitu penting katanya!
"Beda ya rasanya kalo cuma berdua doang, " Ucap tirta
"Iya, tapi ya mau gimana lagi mungkin Siska memang ada urusan lain" Jawab bintang
"Bentar lagi kita akan kelulusan sekolah ni, nggak terasa ya kita semua bakal tamat bareng. " Ucap reza
"Iya ya. Nggak kerasa kita semua bakal tamat" Ucap galang
"Emang lo yakin bakal tamat? Lo aja blo'on" Ucap Gilang
"Eh sekate Kate lo ye. Walaupun gue kaya gini, tapi belum pernah tuh gue dapet telur busuk kaya lo, " Jawab galang
"Gaya gayaan lo, " Ucap Gilang
"Ape lo? Sirik! Emang itu faktanya lo kan sering dihukum sama ibu gara gara lo dapet nilai telur busuk, trus terakhir waktu SMP lo sampe ngumpet dikolong kasur karna takut kenak sendok penggorengan ibu kan" Ucap galang membuka coki sang adik
"Hahahaa, parah ya lo lang. Gue kira lo itu sama kaya galang eh tau taunya malah hahaha, " Ucap Rifki dan reza tertawa sangat kencang
"Diem lo berisik, " Ucap Gilang kesal
Sementara reza dan juga Rifki tak henti hentinya tertawa sambil memegang perut masing masing
"Sehabis lulusan sekolah nanti, kalian ada rencana apa? " Ucap bulan bertanya
"Gue, bunga sama naumi sepakat untuk tunangan dulu, dan nanti juga rencananya bakal bikin acara barengan gitu, " Ucap stefani
"Oh gitu, kalo kamu git?" Tanya bulan pada Gita
"Gue sama Alex mutusin sepakat untuk nikah muda lan. Setelahnya baru kita masuk kuliah bareng" Ucap gita
"Wah asik. Jangan lupa undang ya" Ucap bulan pada mereka semua
"Pasti dong! Kitakan my best friend kita pasti bakal undang lo kok. Btw kalo lo sendiri lulus nanti ada rencana apa? Nikah muda? Tunangan atau apa? " Tanya Gita
"Kerja/ nikah."Ucap bulan dan devano bersamaan
"Yang mana nih yang bener, " Ucap stefani memandang bulan dan juga devano bersamaan
"Gue/aku." Ucap mereka kompakan lagi.
Devano dan bulan saling lirik satu sama lain, ntah kenapa pikiran mereka berbeda kali ini, dimana devano yang hendak melamar bulan secepat mungkin sedangkan bulan sendiri ia belum memikirkan soal menikah, bulan justru memikirkan soal kuliah dan juga pekerjaan apa yang pantas untuknya. Entah itu bekerja dengan orang lain atau bahkan bekerja dengan sang papa
"Satu satu dong. " Ucap Gita pada mereka berdua
Bulan terlihat menarik nafasnya secara perlahan "sebenarnya kita belum ada bahas soal ini sih. Lagian masih lama juga kan kelulusan nya" Ucap bulan memandang devano
Sedangkan devano hanya bisa diam dan juga berpikir, mereka memang belum ada membahas soal ini terlebih dahulu. Devano hanya reflek menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Gita dan juga stefani
"Rencana dulu deh rencana" Ucap bunga
"Emm! Aku sih pengenya kerja sambil kuliah, karna papa pernah bilang kalo aku dengan adikku sudah lusus sekolah kita berdua bakal dapet separu dari kantor papa, dan papa yang mengajarkan kita langsung diperusahaan nya, " Ucap bulan memberi tau
"Kalo lo van? " Tanya galang pada devano
"Gue ngikut gimana bulannya aja, " Ucap devano tersenyum manis.
Karna mau bagaimanapun, ia tidak boleh egois hanya untuk memiliki bulan seutuhnya, ia juga harus memahami apa yang bulan inginkan dan menghargai setiap keputusan yang bulan ambil.
"Jangan nikah dulu lah, kesian kita berdua belum nemu jodoh yang pas ni" Ucap galang
"Iya, masa lo semua pada nikah lah kita berdua kagak kan nggak adil namanya" Sahut Gilang
"Makanya cepetan, lama banget si kalian dapat cewenya" Ucap reza
"Jodoh gue masih dijaga orang lain" Sahut galang dan Gilang berbarengan
__ADS_1
"Akhirnya sampe juga, " Ucap tirta mereka saat Ini sudah tiba di mall untuk berbelanja kebutuhan mereka masing masing
Mereka pun turun dari mobil, dan langsung saja menuju toko baju dilantai tiga atas menggunakan lift yang tersedia di mall tersebut
"Kita ke toko baju yang disebelah sana dulu yuk" Ajak tirta
"Gass, " Jawab Siska mereka pun menuju toko yang ditunjuk oleh tirta tadi, mereka pun memilih beberapa lembar pakaian yang mereka sukai.
Sekitar 20 menit berada ditoko tersebut, merekapun dengan segera membayar dan keluar dari toko tersebut, namun tirta tak sengaja melihat Siska yang sedang berbincang dengan seorang pria.
"Eh ntang, itu bukannya Siska ya? Kok bareng cowo? Apa jangan jangan itu pacarnya! Tapi kok dia nggak cerita sama kita ya, " Ucap tirta pada Siska
"Iya ya. Eh tapi kok gue ngerasa kenal ya sama cowo itu? Kaya nggak asing gitu bagi gue" Jawab bintang
"Masa sih? Kita samperin aja kalo gitu" Ucap tirta yang langsung Diangguki oleh bintang. Mereka pun secara perlahan mendekati Siska dan juga pria tersebut!
Namun belum saja sampai tiba tiba tirta menarik lengan bintang dan berkata "eh bin, kayanya barang yang aku beli tadi ketinggalan satu deh. "
"Masa sih? Trus gimana dong? " Tanya bintang
"Ya kita harus balik lagi, temenin gue dong" Ajaknya
"Ta-tapi kan itu" Tunjuk bintang kearah Siska
"Itu nanti dulu, sekarang temenin gue buat ambil belanjaan gue" Ucap tirta kekeuh dan menarik lengan bintang dengan paksa
"Iya iya ih, " Ucap bintang terpaksa ikut ajakan tirta dan menuju toko dimana mereka belanja tadi.
"Mbak permisi, saya mau ambil barang belanjaan saya yang ketinggalan, " Ucap tirta pada kasir toko tersebut
"Oh apakah yang ini mbak? " Tanya sang kasir memberikan paper bag
"Iya mbak bener, makasih ya" Ucap tirta setelah memerikaa isi dari paper bag tersebut
"Sama sama mbak, " Jawab sang kasir. Tirta dan bintang keluar kembali dari toko tersebut
"Ada lagi yang ketinggalan? " Tanya bintang
"Udah nggak ada lagi. Semua udah cukup yuk balik tempat Siska tadi. Gue mau ngasih perhitungan kedia masa dia punya cowo nggak bilang bilang dulu kita. " Ucap tirta
"Iya lo bener. Kan kita sahabat nya" Jawab bintang
Tirta mengangguk, kemudian mereka pun menuju resto tempat saji dimana Siska dan Erwin berada.
"Enak ya sayang! Makanannya, " Ucap Siska pada Erwin
"Iya. Coba deh kamu cobain yang punya aku, " Ucap Erwin menyuapi Siska
Siska pun membuka mulutnya dan menerima suapan dari Erwin. "Punya kamu justru lebih enak dari pada punya aku. Cuma sedikit pedes aja" Jawab Siska
"Sayang! " Panggil Siska
"Hmm, " Gumam Erwin
"Kalian udah nentuin tanggal berapa tunangan nya? " Tanya Siska
"Belum sih, soalnya papa masih sibuk sama urusan kantornya. Karna om willy baru aja menyetujui ajakan kerja sama papa dengan perusahaan nya" Jawab Erwin
"Oh gitu, tapi kok aku nggak sabar ya, biar kamu cepet tunangan dengan bintang trus kita bisa rebut harta miliknya. Aku tuh capek harus hidup miskin terus yang, " Ucap Siska manja pada Erwin
"Sabar ya sayang, secepatnya kok. Aku bakal manfaatkan bintang setelah dia udah resmi jadi milik aku seutuhnya, " Jawab Erwin membelai pipi siska dengan lembut
Deg!
"Erwin Siska, " Panggil bintang yang mendengar semua percakapan mereka
Erwin dan Siska menoleh karna merasa namanya dipanggil, dan betapa terkejut nya mereka saat melihat bintang sudah berada di hadapan mereka. Tubuh mereka membeku ditempat dan lidah mereka terasa begitu kelu untuk sekedar berbicara
"Ja-jadi selama ini ka-kamu cuma mau harta aku aja? Kamu nggak serius sama aku! " Ucap bintang terbata bata dan air mata yang mengalir begitu deras
"Nggak kok, kamu salah paham aku bisa jelasin semuanya kekamu, " Ucap Erwin mencoba membujuk
"Apa yang mau kamu jelasin lagi win? Aku udah denger semua pembicaraan kalian. Dan lo sis, " Tunjuk bintang pada Siska
"Lo tega, lo tega sama gue. Selama ini gue nganggap lo udah kaya saudara gue sendiri! Semua kebutuhan lo gue yang tanggung tapi apa? Ini cara lo buat ngebalas apa yang udah gue kasih ke lo ha. Manusia licik ternyata kalian berdua sekongkol untuk ngerebut harta gue iya ha! Buat lo win gue mau kita putus, dan lo Siska jangan pernah temuin gue lagi dan mulai detik ini juga persahabatan kita selesai, "ucap bintang dengan air mata yang terus mengalir kemudian pergi meninggalkan mereka semua, diikuti oleh Erwin yang mengejar bintang
" Bintang, gue bisa jelasin semuanya, "ucap Siska berusaha mengejar bintang namun ditahan oleh tirta
"Apa yang mau lo jelasin, tega ya lo sama temen sendiri lo malah Khianati pertemanan kita yang udah bertahun tahun, dasar penghianat" Ucap tirta mendorong tubuh Siska dan pergi dari sana
Tirta tak menyangka jika Siska mampu berbuat seperti ini pada bintang, padahal selama ini bintang selalu baik padanya. Bintang selalu menanggung biaya hidup Siska dari biaya ekonomi bahkan sekolahnya pun bintang ikut membantu tapi inikah balasan yang bintang Terima dengan semua kebaikan yang udah bintang lakukan
"Tur, tungguin gue, " Ucap Siska mengejar tirta yang sudah tak terlihat lagi
Sementara saat ini Erwin masih berusaha mengejar bintang untuk menjelaskan semuanya, agar ia tak jadi putus dan membatalkan rencana pertunangan mereka
"Bintang tunggu. Aku bisa jelaskan semuanya. Ini nggak seperti yang kamu lihat" Ucap Erwin mencegah bintang
"Nggak ada yang perlu lo jelasin lagi win. Gue kecewa sama lo, ternyata lo selama ini cuma pura pura baik biar lo bisa dapetin harta keluarga gue, tapi untung nya itu semua nggak terjadi. Sekarang lepasin tangan gue" Ucap bintang
"Nggak gue nggak bakal lepasin tangan lo, pokoknya lo harus jadi milik gue dan lo nggak boleh batalin semua nya dengan sia sia " Ucap Erwin mencengkram keras lengan bintang dan membawanya pergi kenuju mobilnya
"Lepasin tangan gue. Sakit Erwin, " Ucap bintang memberontak
Erwin tak menjawab ia terus saja membawa bintang menuju mobilnya, kemudian ia mendudukan bintang dikursi belakang tak lupa ia juga mengikat tangan dan juga kaki bintang, mulutnya pun tak lupa ia juga menyumpal dengan kain yang sudah ada dari dalam mobil miliknua tersebut. Kemudian Erwin pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi
Tirta yang melihat bintang diseret oleh Erwin pun berusaha untuk mengejarnya namun terlambat, mau tak mau tirta harus menaiki taksi dan menyuruh supir tersebut untuk untuk mengikuti kemana mobil Erwin pergi
(Kalo kalian nanya kenapa nggak pake mobil milik bintang, jawaban nya adalah. Kunci mobilnya ada didalam tas milik bintang, dan tas itu dibawanya)
"Pak cepet kejar mobil yang didepan sana, " Ucap tirta pada sang sopir. Sang sopir mengangguk dan menambah kecepatannya
Sementara Siska saat ini sudah berada diparkiran mall, ia sudah kehilangan jejak dimana bintang maupun yang lainnya berada
__ADS_1
"Ah sial! Kemana lagi tu orang ngilangnya, " Ucap Siska melihat kesekitarnya