
“ekhem bulan!”ucap bintang memulai percakapan
“iya,bintang ada apa?”tanya bulan memandang bintang
“em itu, ee anu”ucap bintang tidak jelas iya bingung harus berkata seperti apa pada bulan. ntah kenpa hanya untuk mengucapkan satu kalimat saja ia tidak mampu
“apa bintang. bicara yang jelas! kenapa kamu seperti susah sekali ingin berbicara,”ucap bulan duduk dan mendekati bulan
“tau ni, kalo mau ngomong mah. ngomong aja kali nggak usah kaku gitu, sama kita mah santai aja”ucap naumi
bintang terlihat berdehem sebentar guna menetralkan diri, ia menatap mereka semua satu persatu sambil berpikir apa yang akan ia katakan. jika ia mengatakannya sekarang apakah bulan dan yang lainnya mau memaafkannya atas sikapnya selama ini
“gue mau minta maaf sama lo, gue sadar dengan kesalahan gue selama ini! seharusnya sebagai adik, gue nggak berprilaku buruk dan kasar sama lo. gue baru sadar sekarang pentingnya arti saudara pada hidup gue, kalo nggak ada lo mungkin gue nggak ada disini sekarang. gue jahat sama lo tapi lo nggak pernah sama sekali ngebales perbuatan gue.”ucap bintang tertunduk menahan tangis
“ssstt! bintang jangan ngomong kaya gitu ya. ini udah menjadi tugas seorang kakak buat ngejaga adiknya, hal seperti ini udah biasa terjadi, jadi apapun itu jangan dipikirin lagi ya. jadikan hal yang sebelumnya itu sebagai pelajaran untuk kedepannya. sekarang berubahlah menjadi lebih baik lagi, mulailah segalanya dari nol oke.”
“aku sayang sama kamu karna kamu adalah adik aku, aku akan menjaga kamu semampuku karna itu sudah menjadi tugas ku sebagai kakak bukan. dn sekarang hal harus kitta pikirkan adalah mencari dimana mama, agar kita bisa berkumpul seperti dulu lagi” ucap bulan pada bintang
“lo serus maafin gue? dengan semua kesalahan yang udah gue lakuin?”tanya bintang menatap tak percaya pada bulan
bulan mengangguk dan tersenyum pada bintang
“aku udah maafin kamu sebelum kamu minta maaf.”ucap bulan memeluk bintang dan langsung dibalas pelukan juga oleh bintang
“makasih, nggak ada kata lain yang bisa gue ucapkan selain kata maaf”ucap bintang pada bulan
“udah, jangan nangis lagi dong! nanti cantiknya hilang,”canda bulan memegang gemas pipi bintang
“ekhem! bulan gue juga mau minta maaf sama lo atas sikap dan prilaku gue selama ini”ucap tirta
“udah aku maafin kok,”jawab bulan tersenyum yang membuat tirta ikut tersenyum juga..
****
“sial! kenapa willy menarik kembali dana yang sudah ia berikan. kalo begini bisa bisa saham ku kembali anjlok dan aku akan kembali miskin”ucap wahyu memukul meja kerjanya
drrt!
drrt!
drrt!
ponsel wahyu berdering, dan membuat lamunannya terhenti. ia pun dengan segera memeriksa siapa penelpon tersebut
“willy? pasti dia ingin mengatakan sesuatu”ucapnya dan langsung mengangkat panggilan
“halo, selamat siang teman ku”ucap wahyu berbasa basi
“ya siang juga, bagaimana? apa kau sudah melihat apa yang terjadi pada perusahaan mu,”tanya willy dengan nada yang begitu datar
“ya. ak-aku baru saja melihatnya maksudku, kenapa kau tiba tiba menariknya ada masalah apa kawan!”ucap wahyu mencoba untuk berbicara baik
“hal itu memang sengaja aku lakukan.”ucap willy
“apa? sengaja apa maksudmu willy aku tidak paham dengan yang kau katakan”ucap wahyu bingung
“seharusnya hal seperti ini aku lakukan sejak awal, aku menyesal telah mempercayaimu dan menjodohkan putri ku pada anak mu yang brengsek itu”ucap willy sinis
“jaga omongan mu willy, apa yang kau katakan”ucap wahyu mulai tersulut emosi
“aku sudah tau semua siasat licik mu itu wahyu, kau sengaja ingin menjodohkan anak mu dengan putriku agar kau bisa merampas seluruh harta ku bukan. tapi sayangnya semua itu terlambat. dan semua rencana busuk mu itu sudah terbongkar oleh putramu sendiri. sekarang lebih baik susul putra kesayangan muu itu dipenjara” ucap willy yang langsung mematikan sambungan ponselnya secara sepihak
__ADS_1
“halo! halooo! willy apa yang kau katakan,”ucap wahyu
“sial! ternyata sudh terputus. bagaimana mungkin willy bisa tau dengan semua ini” ucap wahyu berpikir
“tunggu, apa tadi katanya. putra ku dipenjara apa maksud dari ini semua”ucap wahyu yang terlihat tak paham…
tok!
tok!
tok!
“masuk,”ucap wahyu dari dalam
ceklek!
“katakan”ucap wahyu tanpa memandang orang tersebut
“maaf pak. kita semua mau mengundurkan diri dari perusahan bapak” ucap salah seorang karyawan
wahyu mendongak dan menatap mereka semua satu persatu kemudian tatapan nya beralih pada sebuah amlop yang berisikan surat pengunduran diri
“kenapa kalian ingin mengundurkan diri” ucap wahyu bertanya
“kita sudah nggak tahan bekerja disini pak, apa lagi kondisi perusahan saat ini sedang bangkrut. sementara kami butuh uang untuk memberi makan anak istri kami” jawab karyawan tersebut
wahyu tak bisa berbuat apa apa lagi, yang dikatakan mereka memang benar dan ia tak dapat untuk mengelaknya
“baiklah kalo mmang itu keputusan kalian, silahkan keluar dari ruangan saya”ucap wahyu
namun para karyawan tersebut bukannya keluar mereka malah masih berdiri ditempat nya sambil melirik satu sama lainnya
“kenapa kalian masih disini? bukannya kalian bilang ingin resign bukan. lalu untuk apa kalian masih disini”ucap wahyu
“apa kalian bilang gajih? dengan keadaan sepert inii kalian malah meminta gajih. nggak ada gajih gajih, sekarang kalian semua keluar dari ruangan saya sekarang” ucap wahyu pada mereka semua
“tapi pak kam”
“saya bilang keluar ya keluar, atau kalian mau saya bunuh disini!” teriak wahyu memotong ucapan karyawan tersebut dan langsung mengeluarkan pistol
para karyawan pun langsung saja berlari keluar dari ruangan tersebut dengan terbirit birit. mereka lebih sayang dengan nyawa dari pada harus mengharapkan gajih yang tak seberapa itu.
“aarrggh!” teriak wahyu frustasi.
ia menghemburkan seluruh buku yang ada diatas meja kerjanya, dan membanting apa saja benda yang ada disekitarnya..
“rasakan itu semua wahyu, untung semua terjadi sebelum semuanya terlambat”ucap willy tertawa jahat diruang kerjanya
"Aku harus segera kembali, dan menanyakan ini semua pada livina, " Ucap wahyu dan langsung saja bergegas keluar dan pulang kerumahnya
"Sayang! Udah waktunya kita berangkat, " Ucap willy yang kini sudah berada diruang tamu
"Iya pah sebentar. Bintang ambil tas dulu, " Jawab bintang dan langsung saja menuju lantai atas dimana kamarnya berada
"Apa kita semua boleh ikut om? " Tanya Rifki pada willy
"Tentu, kalian semua boleh ikut, " Jawab willy dengan senang hati
"Asiik" Jawab mereka semua. Mereka pun berdiri dan bersiap untuk ikut
"Bintang udah siap pah, " Ucap bintang yang baru saja tiba
__ADS_1
"Yaudah kalo gitu kita berangkat sekarang" Jawab willy
"Loh? Kalian semua ikut? " Tanya bintang pada inti black diamond
"Iyalah jelas, kan kita juga perlu ngasih tau apa yang terjadi, " Ucap galang
"Yaudah kalo gitu. Yuk berangkat, " Ucap bulan
Mereka semua pun akhirnya berangkat dengan kendaraan masing masing. Yang menggunakan mobil hanyalah willy dan juga bintang, sedangkan yang lainnya tentu menggunakan motor mereka masing masing
"Kok sepi ni rumah? Pada kemana ya " Ucap Ririn yang baru pulang dari shopping nya
"Bi, ini kok kotor? Trus kenapa keliatan nya sepi banget ya, " Tanya Ririn pada bibi pelayan
"Oh ini tadi temen temennya neng bulan sama neng bintang dateng. Neng bintang juga udah ketemu nyah, " Jawab bibi tersebut
"Oh gitu. Trus pada kemana mereka? " Tanya Ririn lagi
"Sepertinya kekantor polisi nyah, untuk memberikan keterangan, " Jawab bibi
"Oh yaudah, " Ucap Ririn cuek dan langsung saja pergi ke lantai atas menuju kamarnya sambil menenteng beberapa tas belanjaanya
Sedangkan sang bibi yang melihat nyonya cuek seperti itu hanya bisa geleng geleng kepala "kok ada ya, anaknya baru pulang dari penculikan dia malah asik shopping sama temen temennya tanpa khawatir dengan keadaan anaknya, " Ucap bibi tersebut. Ia pun langsung saja kembali dengan tugas nya membersihkan meja yang kotor
Beberapa menit diperjalanan mereka semua pun akhirnya tiba dikantor polisi guna dimintai keterangan
"Silahkan duduk" Ucap polisi tersebut
Bintang dan tirta pun menurut dan mereka langsung saja duduk di kursi yang memang sudah disediakan
"Bisa tolong jelaskan kronologi nya seperti apa, " Tanya polisi tersebut
Tirta dan bintang oin menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan pada mereka dengan jujur. Mereka juga mengerikan semua kejadian saat di mall dan juga di hutan dimana tempat bintang disekap. Sang polisi mengangguk paham dan mencatat semua keterangan yang dilontarkan oleh bintang dan juga tirta.
Beberapa menit didalam, akhirnya selesai tirta dan juga bintang diperbolehkan untuk pulang. Sementara Erwin sudah menjadi tahan didalam sel karna ulahnya sendiri
"Udah selesai? " Tanya willy langsung berdiri saat melihat putrinya telah keluar
"Udah pah, Erwin terbukti salah dan dia juga akan menjadi tahanan, " Jawab bintang
"Syukurlah kalo gitu, dia memang pantas menerima ini semua. Sekarang lebih baik kita pergi makan dulu. Papa yang traktir, anggap aja ini adalah hari keberhasilan kita semua, " Ucap willy
"Om traktir? Yang bener om, " Tanya reza siotak gratisan
"Apakah wajah om terlihat sedang bercanda, " Tanya willy
"Hehe nggak si om. Yaudah kalo gitu mah kebetulan emang lagi laper, " Jawab reza
"Lo kan kerjaan nya emang makan mulu. " Ucap gilang pada reza
"Makan itu suatu kebutuhan men. Kagak makan ya koit lah, " Jawab reza
"Udah udah jangan ribut. Lebih baik kita makan diresto yang kemarin aja disana masakan nya enak enak banget, " Ucap bulan
"Oh resto yang baru itukan. Yang kemarin kita juga ditraktir, " Ucap Rifki
"Iya bener. Kesana aja yuk, " Ajak bulan pada willy
"Papa ngikut aja. Asalkan anak papa dan kalian semua senang, " Jawab willy menoel hidung bulan
"Hehe yaudah let's go, " Ucao bulan dan bintang semangat
__ADS_1
Mereka semuapun akhirnya kembali menaiki motor dan juga mobil menuju resto cepat saji, yang sudah mereka klaim menjadi tempat favorit mereka.