
"jeng! maafkan aku. karna ku kalian semua jadi lama menunggu."
"nggak masalah jeng! kita juga sebenarnya baru saja sampai." jawab lena
"baiklah kalo begitu. ayo kita berangkat, aku akan mentraktir kalian semua." ucap ririn semangat
para temen temennya pun mengangguk setuju dan langsung saja menarik pedal gasnya dengan kecepatan yang tinggi. tujuan mereka sudah jelas ingin bersenang senang. mereka ingin menghabiskan malam ini dengan menikmati alunan musik dan juga segelas bir yang memabukan.
sementara kepergian ririn. bulan dan juga bintang mulai menjalankan rencana mereka, yaitu memasuki kamar willy secara diam diam dan juga hati hati. berhubung willy yang tengah sibuk berada diruang kerjanya maka kesempatan bagi mereka memasuki kamar orang tua nya.
"lo masuk, biar gue yang jaga jaga disini. siapa tau ntar papa tiba tiba aja dateng." ucap bintang menyuruh bulan masuk.
bulan mengangguk dan dengan perlahan masuk kemar willy. "okee.."
cikiiiet!
terdengar suara pintu yang terbuka dengan perlahan, bulan pun dengan hati hati masuk kedalam dan mulai mencari apa saja yang akan menjadi bukti tersebut.
"pssstt! buruan." ucap pelan dari arah luar
"iya sebentar. " jawab bulan juga berbisik dari arah dalam
"duh, kok dimeja rias nggak ada sama sekali sih. dimana mama naruh benda itu." gumam bulan pelan sambil terus mencari
setelah mencari terus dibagian meja rias. bulan pun menemukan laci paling bawah. ia pun dengan segera membuka laci tersebut. dan akhirnya bulan menemukan benda kecil dengan memikili dua lubang disebelah kiri dan juga kanan. bukan hanya satu tapi bulan menemukan beberapa barang kecil tersebut.
"kayanya ini deh. bentuknya sama kaya punya aku yang dikasih oleh retha. coba buka ah" ucap bulan dan membuka tempat tersebut. satu persatu bulan buka dan benar saja dari banyaknya tempat tersebut semua isinya sama, dengan warna yang sama juga.
"nggak salah lagi aku harus bawa ini semua" ucap bulan dan langsung saja ia menutup laci tersebut dan kembali keluar menghampiri bintang
"gimana? ketemu?" tanya bintang saat melihat bulan sudah keluar.
bulan mengangguk. "sudah, ayo kita kekamar sebelum ketahuan sama papa."
"bagus yasudah ayo" ucap bintang. mereka pun langsung saja kembali kekamar mereka.
"bulan, bintang!" panggil seseorang
bulan dan bintang pun berhenti ditempat, dan sempat saling lirik beberapa detik kemudian mereka berdua menoleh kebelakang dengan perlahan
"iy-ya pah, kenapa."ucap bintang berusaha agar tak terlihat gugup
ternyata yang memanggil mereka adalah willy.
"nggak papa, papa kira kalian berdua sudah tidur ternyata belum. kalian sedang apa? terus itu apa yang ada dibelakang kamu bulan." tanya willy saat melihat bulan seperti meyembunyikan sesuatu dibalik punggungnya.
"ngg-gak ada kok pah. tuh, tuh," jawab bulan menunjukkan tangannya satu persatu
sementara willy tak menaruh curiga sedikitpun. ia pun hanya ber oh ria saja sambil berlalu dari sana
"ingat! jangan begadang besok sekolah. "peringat willy sebelum masuk kekamar nya.
"huft! untung aja papa nggak curiga," ucap bulan mengusap dadanya
__ADS_1
"iyaa. sekarang ayo kita kekamar." ajak bulan
mereka berdua pun menuju kamar bintang, untuk memeriiksa isi kotak yang bulan temukan tadi
****
"hei... kau tolong tambah minuman ku," ucap ririn
sang barista yang dipanggilpun mendekat langsung saja menghampiri, namun saat ia hendak melakah tiba tiba saja seoranng pria mendekatinya dan memberikan satu kertas yang berisi bubuk, yang tak diketahui bubuk apa. awalnya sang barista menolaknya namun setelah diberikan beberapa lembar uang, sang barista pun menuruti permintaan pria tersebut.
"jeng ririn. sepertinya aku harus pulang duluan. karna suamiku sebentar lagi akan pulang. aku nggak mau saat dia pulang aku nggak brada dirumah, bisa bisa jatah bulanan ku tidak diberi." ucap marlina teman ririn
"aku ikut kalo begitu. aku juga sudah janji sama suami ku pulang dari sini ingin enak enak."ucap ella
"ah. kalian ini selalu begitu. hus hus sana, aku bisa pulang naik taksi" usir ririn pada temen temen nya itu
"yasudah kalo begitu. maafkan kita kita ya jeng!"ucap marlina mereka pun langsung saja pergi meninggalkan ririn seorang diri
"yayayaa." ucap ririn.
melihat semua teman teman ririn, pria yang sedari tadi terus memperhatikannya pun memiliki kesempatan dan langsung saja menjalankan tugasnya.
"hai cantik. sedang apa kau berada disini."ucap pria tersebut
"apa kau buta. kau tidak lihat aku disini sedang apa." jawab ririn
"hahaha! tentu aku melihatnya. maksud ku kenapa kau disini seorang diri, dimana teman teman mu" tanyanya
"mereka pulang dan meninggalkan ku disini sendiri. tapi nggak papa aku sudah terbiasa." jawab ririn meneguk habis air yang diantar oleh barista tadi, sementara pria yang berada disampingnya tersenyum sinis melihat itu
"ya aku disini sendiri. tujuan ku untuk melampiaskan rasa sakit hati ku." jawab pria tersebut
"sakit hati? pria tua seperti kau bisa sakit hati. hahaha lucu sekali, memangnya kenapa kau bisa sakit hati." tanya ririn yang terus saja menambah air kedalam gelasnya
"kekasih ku selingkuh, padahal aku cukup kaya raya tapi dia malah lebih mmilih dengan lelaki miskin. aku kesepian dan aku butuh seorang wanita. aku tidak tau dimana kurangnya aku. padahal aku bisa saja memberi apapun yang dia inginkan"jawab pria tersebut
"wanita bodoh, jika aku jadinya tentu aku akan memilihmu."
"apa kau ingin menemaniku? aku akan memberikan apapun yang kau inginkan"
"sungguh? apapun yang aku inginkan"
"yaa, APAPUN!" ucap pria tersebut dan dengan perlahan menyentuh ririn.
ririn yang memang sudah dipengaruhi oleh alkoholpun, ditambah dengan minuman yang sudah bercampur dengan bubuk, mulai berreaksi
"ahhhh. tanganmu sunggu besar, dan ini juga ototmu lumayan kekar. kata orang jika seperti itu maka barangnya sudah pasti besar dan panjang."ucap ririn sambil menggigit bibir bawahnya
"apa kau ingin mencobanya."tanya pria tersebut
"tentu! aku sudah lama tidak disentuh." jawab ririn sedikit mendesah saat tangan pria yang baru saja ia kenal tersebut mulai kemana mana
"kalo gitu. ayo ikuti aku, aku akan membuat mu merasakan sensasi nikmat yang luar biasa." ucap pria itu dan langsung saja membawa ririn menuju lantai 3 paling atas, yang memang menyediakan tempat khusus. ririn tentu saja menuruti keinginan pria tersebut.
__ADS_1
karna memang sedari tadi ia sudah menahan hasrat yang ingin sekali disentuh.
" benar dugaan ku. ternyata mama memang memakai soflens." ucap bintang saat melilhat semua isi dari kotak yang bulan curi dari kamar ortunya
"berarti dugaan ku cukup kuat selama ini. tapi apa tujuannya? jika ia ingin mengambil harta papa, kenapa nggak dia lakuin. bukankah uang bulanan yang papa kasih itu lumayan besar jumlahnya. lalu apa lagi?" tanya bulan
"lo lupa. papa pernah bilang, jika salah satu diantara kita ada yang nikah terlebih dahulu, papa bakal ngasih separuh sahamnya buat kita bukan."ucap bintang
bulanpun langsung membuat mulutnya berbentuk O sambil mangguk mangguk
"jadi itu jawaban kenapa mama selalu jahat sama aku, dan memperlakukan ku dengan tidak adil, karna pada saat itu kamu yang akan segera nikah. sedagkan aku belum. jadi maksud dari ini semua adalah. mama ingin memiliki seluruh harta keluarga kita dengan memanfaatkan salah satu dari kita, agar ia dengan mudahnya menguasi saham kantor papa." ucap bulan memberi tau dengan pikiran yang ia pikirkan
"dan jika itu terjadi, gue bisa jamin mama akan menukar map dengan yang palsu. bisa aja kan? soalnya waktu mama pernah bilang, kalo aku dengan erwin jadi menikah. mama mau nyimpen map yang berisi nama aku agar dia yang meyimpannya, dengan alasan agar nggak hilang" ucap bintang
"kamu benar. semua itu bisa terjadi, tapi sayangnya semua batal. pokoknya ini nggak boleh dibiarin, kita harus segera menyelesaikan ini."
"sekarang gue yakin, harapan mama itu ada di diri lo. secara kan lo pacar devano, dia pasti akan memanfaatin lo bulan. saran gue ni ya, kalo suatu saat nanti lo nikah atau tunangan, jangan pernah lo kasih map itu kalo mama minta, apapun itu alasan nya"ucap bintang
"iya iya. pokoknya aku nggak bakal berikan itu kemama." jawab bulan
mereka harus berhati hati dengan riin mulai saat ini. teruma bintang. ia akan berusaha agar tak terpengaruh lagi oleh ririn.
kembali dengan ririnn dan juga pria yang tidak diketahui siapa.
"silahkan masuk beby"ucap pria tersebut membukakan pintu
ririn masuk kekamar tersebut. "sayang! sepertinya aku harus kekamar mandi terlebih dahulu."
"kamar mandi? oh iya baiklah aku akan menunggumu disini." jawab pria tersebut.
ririn pun langsung saja ke toilet untuk membuang hajatnya yang sudah ia tahan sedari tadi. sepeninggalan ririn ketoilet, pria tersebut langsung saja mengeluarkan kamera kecil yang sudah ia siapkan sedari tadi yanng sudah ia siapkan sejak awal,
ia pun langsung saja menaruh kamera kecil itu ditempat yang tersembunyi, yang pastinya akan menghadap ranjang tempa mereka bermain nanti
"beres. dengan ini aku harap semuanya akan terbongkar." gumam pria tersebut
"apa kau menunggu lama"tanya ririn
"tidak terlalu lama. ayo mendekatlah"
ririn pun mendekat dan langsung saja mecium pria tersebut dengan rakus.
"kau benar benar begitu agresif. aku suka wanita yang kasar"
ririn berhenti dengan aksinya, ia dengan ganas merobek pakaiannya dan melemparnya kesembarang arah. begitu pun dengan pia tersebut, mereka saat ini sudah tak menggunakan sehelai benangpun.
mereka terus bercumbu dengan ganas. perlahan lahan pria tersebut menciumi seluruh tubuh ririn tak lupa ia juga meninggalkan jejak disana.
setelah puas bermain diatas, pria itu pun mulai turun kebawah, dan melebarkan kedua kaki ririn. ia mulai menyesapnya dengan pelan terus bemain, dan menjilati goa milik ririn.
"aahhhh. ini nikmat sekali. sebelumnya aku belum pernah merasakan ini. ayo jilat lebih dalam lagi ini nikmat." racau ririn
ia begitu merasakan nikmat yang luar biasa, walaupun ia sudah memiliki suami, tapi lana sama sekali tak pernah melakukan hal tersebut.
__ADS_1
"teruslah mendesah sayang!" ucap pria tersebut.
" ahhhhh.... ini... en.....akk... ahhh... yaaaa..." ucap ririn terus meracau karma mikmat