Kembar Yang Tidak Dianggap

Kembar Yang Tidak Dianggap
chapter 21


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat tak terasa 3bulan sudah bulan menjalani hidup sehat dan rutin olahraga kini tubuhnya sudah menjadi langsing dan semakin cantik, hanya saja badan yang langsing tapi tidak dengan pipi, pipi bulan begitu chubby menambah kesan imut didalam dirinya


"Wah lihat lo semakin cantik aja lan, "ucap retha kagum dengan perubahan bulan.


"Semua wanita itu cantik retha, " Jawabnya


"Gue tau, tapi lo beda! Pipi lo gumush banget" Jawab retha Mengunyel unyel pipi bulan


"Aww, retha sakit" Jawab bulan karena retha terlalu kuat memainkan pipinya


"Iiih gumush banget kaya squishy"


"Sakit retha! Hentikan, aku ingin pergi sekolah" Jawab bulan


"Sekolah? Lo mau sekolah pakai baju lo yang gede itu? Lo yakin" Tanya retha setelah berhenti dengan aktivitas nya


"Emang salah ya? Masih layak dipake kok ini" Jawab bulan


Ting! Tong!


"Lo tunggu disini, gue buka pintu dulu" Ucap retha, bulan hanya mengangguk sebagai jawabannya


Ceklek


"Nyari sia- eh pak devano, gak sekolah pak? " Tanya retha


"Tolong berikan ini ke bulan, gue tunggu 5menit dari sekarang" Ucapnya datar


"Ini apa pak? " Tanya retha bingung


"Sisa 4menit" Jawab devano datar


"Eh i-iya pak" Ucap retha yang langsung ngacir


"Bulan, pak devano ngasih ini kegue. Sekarang buruan pake dia nunggu lo diluar" Ucap retha buru buru


"Ini apa? Kok kamu terlihat buru buru gitu, "


"Udah gak usah banyak tanya, waktu lo tinggal 3menit, buruan sebelum dia ngamuk, " Ucap retha mendorong tubuh bulan kekamarnya


Bulan pun dengan patuh, menuju kamarnya dan dengan segera memeriksa bingkisan yang dibawa kan oleh devano.


"Baju? Kok devano tau aku belum seragam baru" Ucap bulan heran


"Udah ah pake aja, dari pada ntar telat"


"Lumayan gak terlalu ngepas body, aku suka, " Ucap


Bulan


"Thank aku berangkat dulu ya, " Pamit bulan pada retha


"Iya, eh tunggu lo itu udah cantik baju lo juga dah oke, satu yang kurang" Ucap retha memegang dagunya dengan satu jari telunjuk


"Apa? "

__ADS_1


"Sini lo ikut gue" Ucap retha menarik tangan bulan


"Sini lo duduk. Kacamata lo ngalangin, dan ini lagi rambut lo harusnya jangan dikepang dua lagi. Sini biar gue bantu dandanin" Ucao retha


Retha pun dengan segera membuka ikatan rambut bulan, dan ia juga mencatoknya, setelah selesai ia juga memberikan sedikit polesan tipis, dan memberikan liptint berwarna pink cherry miliknya


"Tunggu! Ini apa" Tanya bulan saat melihat benda kecil berbentuk bulat dan memiliki warna hitam pekat


"Ini tuh, namanya soflen gue baru beli kemarin tapi belum gue pake kok! Jadi lo tenang aja, oh iya lo kan minus matanya jadi ini soflen bisa ngurangin minus mata lo, dan lo gak perlu lagi pake kacamata" Jawab retha menjelaskan


"Cara pakainya gimana? Apa itu perih"


"Gak perih, sini gue pakein, buka mata lo dan fokuskan dengan satu pandangan, "


Bulan menurut, dan retha pun dengan segera memakaikan soflen tersebut.


"Nah gimana? Perih gak?


" Gak kok, ini enak aku juga bisa ngeliat dengan jelas, "


"Nah kalo gitu, kita pakein yang satunya lagi"ucap retha mulai memasang kan yang satunya


"Nah beres, udah sana buruan pak devano udah nungguin lo"


"Makasi ya tha, tapi ini cara lepasinnya gimana? " Tanya bulan bingung


"Itu gak perlu lo pikirin, ntar pulang sekolah gue ajarin, dan sono! Buruan" Dorong retha pada bulan


"Iya iya, " Jawab bulan


"Lumayan, kenapa lama sih kan gue nyuruh nya lim-" Kalimat devano terhenti saat ia memandang bulan


"Maaf ya van gara gara aku kamu jadi lama nunggu nya" Ucap bulan tak enak


"Ngak papa kok, btw ini beneran lo? " Tanya devano memandang bulan dari atas sampai bawah


"Iya van, ini aku kenapa? Apa gak cocok kaya gini" Tanya bulan ikut melihat dirinya sendiri


"Gak kok, cocok, cocok banget malah, lo juga terlihat cantik, " Cicit devano pelan dengan kalimat akhirnya


"Terlihat apa van? Terlihat gak pantes ya" Ucap bulan tak mendengar jelas perkataan devano


"Lupain, sekarang ayo berangkat keburu telat" Ucap devano mengalihkan pembicaraan


"Yaudah, retha aku pamit ya. Kalo kamu keluar ingat kunci pintu" Teriak bulan


"Iyaa, " Jawabnya juga ikut berteriak


****


"Gue yakin, seisi sekolah akan heboh ngeliat penampilan lo yang baru gini" Ucap devano fokus dengan kemudi stirnya


"Mana mungkin si van, perubahan aku tu gak kaya kamu. Kamu kan tampan sedangkan aku gak" Ucap bulan keceplosan


"Apa tadi. Lo bilang gue tampan" Ucap devano

__ADS_1


Bulan melotot kaget sambil menutup mulutnya "ngak kok. Aku gak bilang gitu, dasar ni mulut gak bisa diajak kompromi" Sambungnya dalam hati


"Gue dengar kok lo ngomong apaan, gue tau gue emang tampan sejak lahir,


" Narsis"gumam bulan pelan


Devano hanya tersenyum menanggapi nya


Brum! Brum! Mobil devano memasuki area parkir sekolah, seperti biasa seluruh murid murid  memperhatikan mobil tersebut. Semenjak devano berubah menjadi tampan siswi siswi SMA garuda menggangap devano adalah seorang most wanted. Sebenarnya sma garuda sudah memiliki most wanted yang terdiri dari 6 anggota. Yaitu adalah


Putra adiwiyata


Rifki syahreza


Reza rahardi


Alex maheswari


Galang ramadhan


Gilang ramadhan


Mereka adalah anak anggota motor yang bernama black Diamond, yang dipimpin oleh alex sebagai ketua. Putra dan alex dijuluki manusia kulkas, itu karena mereka memiliki wajah yang datar dan juga dingin. Berbeda dengan yang lain yang selalu koplak. Mereka semua adalah para manusia tampan minus nya hanya ada di galang, Gilang dan juga reza, akan tetapi itu tak menjadi masalah bagi para fans mereka, bagi mereka itulah bonus. Dan sekarang most wanted sekolah mereka bertambah satu, siapa lagi jika bukan Adelar devano harchie. Para kaum hawa begitu mendambakan seorang devano, pria tampan melebihi enam pria tersebut


"Kok aku jadi gugup gini ya van" Ucap bulan pada devano


"Santai aja! Cuekin aja anggap mereka gak ada, " Jawab Devano santai


"Gak bisa dianggap begitu, tapi kalo untuk cuekin kayanya bisa deh"


"Yaudah cuekin aja, yuk keluar!"


Bulan dan devano pun keluar dari mobil dengan gaya slowmonya entah angin dari mana yang menerpa bulan saat ia keluar dari mobil, dan mengakibatkan rambutnya beterbangan, yang membuat kecantikan bulan semakin bertambah, para penghuni sekolah dibuat menganga dengan kejadian yang mereka lihat. Apa Ini? Devano datang bersama seorang gadis? Makin bertambah lah saingan mereka, begitulah pikir mereka semua


"Siapa tuh? Devano bawa cewe lain, "


"Iya, biasanyakan dia selalu sama si gendut itu"


"Iya ya, apa jangan jangan si gendut itu udah dicampakkan oleh devani"


"Eh tapi liat baik baik, seperti itu si gendut"


"Masa si? Oh astaga benar itu si gendut, tapi kok bisa ya dia berubah drastis, "


"Iya, kok bisa ya. Apa jangan jangan selama ini kita gak pernah memperhatikan? "


"Tapi kalo dipikir pikir, mereka cocok ya"


"Cocok dari mana, kalo udah dasarnya gendut mah gak bakal bisa tampil cantik"


"Iri bilang aja lo, secara kan bulan sekarang jadi cantik dan gak gendut lagi"


Begitulah bisik bisik yang terdengar ditelinga bulan dan juga devano, namun mereka lebih memilih untuk diam dan melanjutkan langkah mereka menuju kelas.


Aksi bulan tadi saat diparkiran pun, langsung viral digrup lambe turah sma garuda, bulan saat ini menjadi topik hangat para siswa maupun siswi. Ada yang menyesal karna dulu pernah  membully bulan. Namun bagi yang tidak ikut membully nya justru merasa senang dengan perubahan bulan kali ini..

__ADS_1


__ADS_2