Kembar Yang Tidak Dianggap

Kembar Yang Tidak Dianggap
chapter 31


__ADS_3

"Silahkan dinikmati anak anak, " Ucap bu ayu


"Iya bu, makasi sudah merepotkan, " Ucap Gita


"Nggak repot sama sekali kok. " Jawab bu ayu


Yang lain tak menjawab lagi, mereka semua pun akhirnya meminum dan memakan makanan yang telah disajikan oleh bu ayu. Bu ayu adalah seorang sebatang kara, yang memiliki hati begitu baik. Ia bukanlah tergolong orang berada, namun ia dengan berani membuka panti seorang diri. Dan merawat anak anak yang terlantar dijalanan, terkadang ada juga sepasang suami istri yang tidak menginginkan anak dan memilih untuk menitipkan nya ke panti milik bu ayu. Ada sekitar lima puluh lebih anak anak yang berada dipanti ashuna tersebut, dari yang masih bayi, berumur tiga tahun, dan yang paling besar sekitar SMP kelas satu. Anak anak disini tak ada yang bersekolah layaknya anak anak pada umumnya, namun mereka tetep bisa belajar dan yang mengajarkan nya langsung adalah bu ayu, dan ada juga seorang guru yang memang sengaja dibayar oleh para inti black diamond untuk membantu bu ayu, dari seluruh alat tulis dan keperluan yang lainnya tentu saja mereka dapatkan dari inti black diamond agar anak anak bisa merasakan belajar yang nyaman. Panti asuhan ini sudah berdiri sejak bu ayu masih muda. Ia sengaja menabung uang hasil kerja kerasnya hanya untuk membangun sebuah panti asuhan, dan menolong anak anak jalanan yang memang tidak memiliki keluarga maupun tempat tinggal yang layak..


"Oh iya bu, kenalin ini namanya bulan dan itu devano. Mereka baru bergabung dengan kita" Ucap Gita memperkenalkan bulan,


"Oh iyakah. Duh maafin ibu nak, ibu tidak melihat kalian sejak tadi" Ucap bu ayu yang baru sadar jika disana ada orang baru yaitu bulan dan juga devano


"Iya bu nggak papa kok. Kalo boleh tau ibu disini tinggal sendiri? " Tanya bulan


"Iya nak. Sejak masih remaja, saya tinggal disini seorang diri. Ya hanya anak anak inilah yang menemani masa muda hingga sudah tua seperti ini, " Ucap bu ayu


"Maaf bu sebelumnya, apa ibu tidak pernah menikah atau bagaimana, " Tanya bulan lagi


Bu ayu menggeleng, "saya tidak berminat untuk menikah nak. Karna dulu saya punya penyakit yang mengakibatkan saya harus mengangkat rahim saya. Saya hanya takut jika saya menikah dan suami menuntut ingin memiliki keturunan" Ucap bu ayu tertunduk


"Oh maafkan saya bu. Seharusnya tidak menanyakan hal seperti ini" Ucap bulan merasa bersalah


"Nggak papa nak. Namanya juga tidak tau, " Ucap bu ayu


"Udah udah jangan sedih sedihan lagi. Bu ini kita semua ada sedikit rezeki untuk membeli kebutuhan debay sama anak anak yang lainnya mohon ditrima ya bu, " Ucap Gita menyenggol lengan alex. Alex yang paham pun memberikan uang tersebut pada bu ayu


" Ya allah nak. Alhamdulillah semoga kalian diberikan rezeki yang berlimpah, sehat lahir batin ya"ucap bu ayu menerima uang tersebut


"Amiin makasi ibu doanya, Kalo gitu kita semua pamit dulu ya bu, soalnya masih ada beberapa kerjaan yang lain" Pamit Alex seraya berdiri diikuti oleh yang lainnya


"Oh begitu, yaudah sekali lagi Terima kasih nak" Ucap bu ayu


"Iya bu sama sama. adik adik kakak semua pamit pulang dulu ya, " Ucap Alex


"Kenapa cepat sekali kak. Emang nggak bisa lebih lama lagi disini kak" Ucap langit


"Iya kak. Kan kakak baru aja dateng" Sambung nada


"Nggak bisa sayang, kakak masih ada kerjaan yang lain lagi. Janji deh minggu depan kakak bakal kesini lagi, trus nanti kakak bawain jajan yang banyak," Ucap Gita


"Janji ya kak? " Ucap langit


"Kita Semua janji, tapi ada syaratnya" Ucap Gita memberikan jari kelingkingnya


"Apa kak syaratnya? " Ucap langit


"Kamu harus belajar yang rajin. Bukan kamu aja tapi kalian semua" Ucap  Gita


"Itu aja? Oke kita semua janji akan belajar lebih giat lagi dan rajin juga, yang penting kakak semua dateng kesini lagi" Ucap langit


"Nah pinter, kalo gitu kakak pamit pulang dulu yaa" Ucap Gita


"Iya kak hati hati" Ucap langit


"Bu kita pamit yah" Ucap Gita menyalami tangan bu ayu diikuti oleh yang lainnya juga.


"Iya nak hati hati. " Ucap bu ayu mengantarkan mereka hingga depan pintu


"Bye kakak cantik" Ucap anak anak melambaikan tangannya


Para inti black diamond juga membalas dengan lambaian tangan.


Tin!


Tin!


Brum!


Brum!


Mereka semua pun melajukan motornya dengan kecepatan sedang,

__ADS_1


"Seru ya van. Ini pengalaman pertama aku bisa berbagi secara langsung, " Ucap bulan dibalik hlem full face nya


"Sama aku juga. Seru juga ternyata, " Jawab devano sambil menarik lengan bulan agar memeluknya


"Ish, vano nggak enak diliatin orang, " Ucap bulan hendak menarik tangan nya namun dicegah oleh devano


"Cuekin aja, liat Alex dan yang lainnya mereka juga pada pelukan gitu, " Ucap devano


Bulan pun melihat kesekitarnya, memang gita, naumi, bungan dan juga stefani berpelukan. Bulan yang tak terbiasa pun mau tak mau harus membiasakan diri,  bulan pun akhirnya memilih diam dan membiarkan tangannya berada dipinggang devano. Devano sendiri hanya senyum senyum tidak jelas dibalik hlem full face milik nya itu. Sekitar beberapa menit perjalanan mereka semua pun tiba di bawah jembatan jalan x. Dan mereka memang melihat kesekitarnya bahwa tempat itu justru jauh lebih kotor dibandingkan yang ada difoto. Mereka tidak mengira jika mereka mampu bertahan dengan lingkungan tersebut.


"Eh guys, ini tuh kotor banget tau. Kok mereka bisa sanggup ya tinggal ditempat kaya gini, " Ucap stefani


"Iya ya, padahal menurut aku ini tuh, nggak layak banget tau" Ucap bunga


"Lo yakin disini tempat nya git? " Tanya naumi ke Gita, pasalnya hanya ia lah yang tau tempat tersebut


"Gue liat di medsos bener kok. Tapi kok sepi ya kaya nggak ada orang gitu, bahkan rumah rumahnya juga belum keliatan" Ucap Gita


"Eh itu disana ada orang, " Tunjuk bulan disudut ujung, yang terlihat seorang bapak bapak dengan kisaran umur 30an


"Iya bener. Kita samperin yuk" Ajak galang


Mereka semua pun akhirnya menuju tempat bapak tersebut, "permisi pak. Apa bapak warga yang tinggal disekitaran sini? Tanya reza


" Iya den. Saya warga yang tinggal disini. Maaf sebelumnya ada apa ya den? "Tanya bapak tersebut karna melihat mereka yang begitu ramai


" Gini pak, kedatangan kita kemari cuma mau ngecek lokasi dan memberikan sedikit rezeki "ucap reza


" Oh gitu, boleh den. Mari ikut saya karna rumah yang kami tempati sedikit masuk kedalam"ucap bapak tersebut


"Oh jadi kita harus masuk lagi biar bisa liat perumahan nya gitu pak? " Tanya reza


"Iya bener den, " Jawab bapak tersenyum


"Oh pantesan, kita awal dateng kesini belum ada liat rumah rumah warga! Ternyata harus masuk kedalam lagi ya pak." Ucap Rifki


"Iya den. Karna bagian dalam lingkungan nya sedikit bersih ketimbang disini. Kalo disini kan cenderung kotor dan bau, tapi kalo didalam agak kurang dari yang ada disini den" Jawab bapak tersebut


"Kalo boleh tau, nama bapak siapa? Dan kira kira ada berapa kepala keluarga disini pak" Tanya reza


"Nama saya yanto den. Kalo kepala keluarga mungkin sekitaran tiga lima atau empat puluhan, dan untuk anak anak nya ya kisaran? Duh susah jelasinnya, banyak den nggak terhitung karna kan satu keluarga itu ada yang punya dua sampai empat orang anak den, " Jawab bapak tersebut yang ternyata bernama yanto


Para inti black diamond terlihat menganggukan kepala mereka tanda paham!


"Banyak juga pak. Bapak sendiri udah berapa lama tinggal disini? Dan ini juga kenapa bapak berada disini! " Tanya galang


"Ya betulah den. Saya tinggal disini sudah lima tahunan lah, saya juga ada tiga anak. Dan kenapa saya disini karna saya kerja den. Nyari botol bekas buat dijual ntar uangnya dipake untuk kebutuhan sehari sehari" Ucap pak yanto menjelaskan


Begitulah kehidupan sehari sehari pak yanto ataupun yang lainnya, mereka harus mencari botol dan beberapa barang bekas yang sekiranya laku untuk dijual.


"Yaudah, kalo gitu bisa bapak antar kita kedalam pak, buat ngeliat kesekitarnya, " Ucap reza


"Boleh den. Mari saya antar" Jawab pak yanto ramah


Mereka semua pun memasuki kawasan tersebut lebih dalam lagi, guna melihat melihat suasana. Cukup berjalan kaki sekitar 12 menit mereka pun sampai dilokasi tersebut


"Ini den, tempatnya" Ucap pak yanto


"Oh iya ya pak, disini lumayan bersih ketimbang dari tempat awal kita masuk tadi, " Ucap galang


"Iya den," Jawabnya


"Boleh dikumpulin aja semuanya pak. Biar enak membahas kedatangan kita disini" Ucap reza


"Oh iya den, tunggu sebentar ya" Jawab pak yanto


Yang lain mengangguk kemudian pak yanto pun pergi untuk memanggil warga sekitar.


"Agak lumayan ya disini ketimbang awal kita masuk tadi, " Ucap bulan


"Iyaa. Disini keliatan bersih karna kan ada warga yang tinggal, kalo nggak ada gue rasa sama ni tempat kaya awal kita masuk" Sahut Gita

__ADS_1


"Jadi gimana. Gue rasa anak anak disini pada nggak ada sekolah, apa kita bangun sekolah gratis aja ya untuk anak anak disini?" Kata bunga memberi usul


"Kayanya boleh deh, ntar kita aja tanya ke pak yanto nya, " Ucap reza


Yang lain mengangguk membenarkan, setelah beberapa menit menunggu pak yanto pun tiba dengan beberapa warga setempat dan juga para anak anak.


"Apa semuanya sudah berkumpul pak? " Tanya reza


"Sudah den, semua sudah saya kumpulin" Jawab pak yanto


"Yaudah kalo gitu kita mulai saja, maksud dan tujuan kami datang kemari. Assalamu'alaikum bapak bapak dan ibuk ibuk yang ada disini. "


"Waalaikumsalam." Jawab para warga


"Baik, saya galang selaku tangan kanan bos kita Alex mewakili berbicara, kedatangan kita kemari kita ingin membagikan beberapa sembako dan juga sedikit rezeki untuk bapak ibu yang ada disini, semuanya. Dan maaf sebelumnya apakah anak anak disini ada yang bersekolah? " Tanya galang


"Nggak ada nak. Semua anak anak yang ada disini, nggak ada yang sekolah. Karna biaya sekolah mahal kita semua nggak untuk membayarnya nak" Ucap seorang ibu paruh baya


"Apakah tidak ada pemerintah yang berkunjung kemari buk? " Tanya bunga


Para menggeleng secara kompak. "Kami sudah bertahun-tahun disini dan belum pernah ada pemerintah yang kesini untuk melihat keadaan kami semua. Dulu ada para anak muda seperti kalian juga yang datang kemari. Tujuan mereka juga ingin berbagi tapi itu semua cuma untuk konten, setelah konten selesai sembako dan uang yang mereka berikan diambil kembali. " Ucap seorang pria


Para inti anggota black diamond terkejut dengan apa yang mereka dengar, mereka semua saling lirik dan kompak menggeleng kan kepala.


"Ya ampun, kenapa masih ada orang yang begitu ya, " Ucap stefani


"Iya jahat banget sih mereka. Bukannya sesuatu yang sudah diberi itu nggak boleh diambil lagi ya" Jawab bulan


"Iya lo bener seharusnya emang begitu" Ucap stefani


"Tenang bapak bapak ibu ibu. Kita semua tulus dan ikhlas membagikan rezeki pada kalian. InsyaAllah kita nggak akan mengambil kembali apa yang telah kita beri bu. " Ucap galang


"Benar pak bu. Bahkan kita semua sepakat untuk membangun sekolah gratis untuk anak anak yang ada disini. Dan semua itu kita semua yang nanggung, dan kita semua akan datang kemari setiap bulan sekali pak buk" Ucap Gita menjelaskan


Para warga terlihat begitu antusias dan merasa begitu senang


"Alhamdulillah Terima kasih den, semoga Tuhan memberikan rezeki yang berlimpah dan diberikan umur yang panjang" Ucap pak yanto para inti black diamond meng amiin kan yang diucapkan oleh  pak yanto


"Yaudah kalo bapak bapak, tolongin kita untuk mengambil beberapa barang yang ada dimobil didepan sana" Ucap galang.


"Siap den" Jawab pak yanto. Kemudian mereka pun menuju luar dan mengambil semua sembako yang akan dibagikan ke mereka semua. Hampir setengah jam lamanya semua nya pun selesai.


Dan para inti black diamond membagikan sembako secara merata dan juga sedikit uang yang dibungkus menggunakan amplop.


"Huft, selesai juga semuanya ya, " Ucap ucap bulan


"Iya lan. Hari ini cukup melelahkan. Tapi nggak papa gue senang banget bisa berbagi lebih seperti ini" Ucap gita


"Yaudah yuk. Karena semuanya udah beres mending kita semua balik, udah mau magrib juga ini" Ucap reza


"Iya kalo gitu kita balik aja yuk. Pak buk kita semua balik dulu ya, kita bakal dateng lagi kesini untuk membahas soal pembangunan sekolah gratis untuk anak anak disini" Ucap Rifki


"Iya den. Sekali lagi terimakasih ya" Ucap pak yanto


"Iya pak sama sama. Kalo gitu kita semua izin pamit pak bu" Ucap Rifki berpamitan


Para warga mengangguk, kemudian mereka semua mengantarkan para inti anggota black diamond kedepan dimana motor mereka berada.


Brum!


Brum!


Brum!


Mereka semua menyala kan motor dan hendak menjalankan nya.


Tin!


Tin!


Pamit mereka semua, anggota black diamond pun melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Dan meninggalkan lokasi tersebut. Beberapa menit perjalanan mereka semua pun tiba di cafe untuk mengisi perut meraka yang memang sudah minta diisi sedari tadi. Ya memang mereka semua kelaparan karna sepulang sekolah mereka sama sekali belum mengisi perutnya karna mereka langsung saja menuju kepanti dan juga lokasi yang baru saja mereka datangi tersebut.

__ADS_1


__ADS_2