Kembar Yang Tidak Dianggap

Kembar Yang Tidak Dianggap
chapter 35


__ADS_3

Brum!


Brum!


"Duh ya ampun kalian lama banget sih, gue udah panik banget tau nggak, " Ucap tirta saat melihat anak inti black diamond datang


"Iya iya maaf, kita semua juga panik kok, sekarang gimana? Udah ada kabar belum dari bintang, " Ucap bulan


"Udah udah. Gue baru aja dapet pesen dari bintang, kaya lokasi dimana dia sekarang tapi gue nggak ini dimana lokasinya, " Ucap tirta


"Coba siniin hp lo. Biar gue liat, " Ucap galang meminta hp milik tirta, tirta pun memberikan ponsel miliknya pada galang dan dengan segera memeriksa nya


"Gue tau nih lokasinya dimana, ini ada dibagian utara sana," Ucap galang


"Yaudah, tunggu apalagi buruan kita kesana. Aku takut bintang kenapa kenapa, " Ucap bulan


"Yaudah ayo, " Jawab galang


"Lo bareng gue aja buru naik, " Lanjut galang pada tirta


Tirta pun menurut dan dengan segera naik ke motor galang. Para inti black diamond pun dengan segera melajukan motornya dengan kecepatan yang lumayan tinggi.


Sementara disisi Erwin saat ini, mereka telah tiba Di sebuah rumah yang terbilang kecil dan juga kumuh. Ia membawa bintang kerumah tersebut dan mengikat bintang disatu kursi. Dengan posisi tangan yang diikat menggunakan rantai begitupun juga dengan kaki.


"Kalo gini lo nggak bakal bisa lepas dari sini haha, " Ucap Erwin tertawa jahat


"Sial, gue harap tirta bisa nemuin gue disini! Awas aja lo win, gue bakal balas ini semua ke lo kalo gue udah bebas dari sini nanti, " Batin bintang memandang tak suka pada Erwin


"Ngapain lo ngeliatin gue kaya gitu, kenapa lo nggak Terima gue perlakukan kaya gini, " Ucap Erwin mengcengkram kuat pipi bintang


Hmppt!


Hmppt!


Bintang tak dapat berbicara karna mulutnya yang masih tersimpan "oh iya gue lupa, gue belum buka sumpalan mulut lo, " Ucap Erwin yang langsung membuka penutup mulut bintang


"Erwin sialan! Lepasin gue. " Ucap bintang pada Erwin


"Apa lepasin lo? Nggak semudah itu honey, " Ucap Erwin yang langsung membelai pipi bintang


"Cuih! Jangan sentuh gue, gue nggak sudi disentuh sama laki laki brengsek kaya lo, " Ucap bintang meludah tepat diwajah Erwin


Plakkkk!


Satu tamparan mendarat di pipi bintang, hingga menimbulkan bekas luka disudut bibit bintang.


"Berani banget lo sama gue. Ini semua juga gara gara lo yang mau batalin pertunangan ini. " Ucap Erwin


"Kenapa jadi gara gara gue. Ini semua kesalahan lo sendiri, gue kira lo tulus tapi  ternyata lo cuma manfaatin gue dan cuma mau ngambil  harta milik keluarga gue aja kan, dasar laki laki sampah" Ucap bintang pada Erwin


Plakkk!


Plakkk!


Seketika Erwin naik pitam oleh kalimat yang dilontarkan bintang, ia pun menampar bintang bolak balik hingga membuat bintang tidak sadarkan diri

__ADS_1


"Rasain tuh, makanya jangan berani berani nya sama gue. Sekarang gue jamin orang orang pada sibuk nyariin lo, dengan keadaan kaya gini gue bakal ambil kesempatan buat minta tebusan sama bokap lo itu, " Ucap Erwin dan hendak menelpon willy,


****


Dilain sisi saat ini para anggota black diamond sudah tiba ditempat tujuan mereka. Motor mereka semua sudah mulai memasuki jalanan setapak menuju hutan lebih dalam lagi. Sekitar satu jam mereka memasuki kawasan tersebut mereka semua pun dapat melihat satu buah rumah yang terpencil dan hanya satu rumah saja yang masih berdiri kokoh ditengah hutan seperti ini.


"Guys. Kayanya kita nggak mungkin kesana pake motor, gue yakin bintang disekap didalam rumah sana. Kalo kita terusin pake motor yang ada ntar ketauan, " Ucap reza


"Bener. Kita harus jalan kaki kerumah itu trus kita semua juga harus mengendap-endap biar nggak ketahuan," Jawab galang


Mereka semua pun mengangguk patuh, dan dengan perlahan turun dari motor. Mereka semua jalan dengan pelan menuju rumah tersebut.


"Dasar bodoh. Mau culik anak orang kok nggak ada punya anak buah nya, ah nggak seru kalo kaya gini mah. " Ucap Rifki


Memang Erwin tidak memiliki anak buah satupun. Itu sebabnya rumah yang ia gunakan untuk menyekap bintang tidak ada penjaganya sama sekali,


"Iya, kalo kaya gini nggak kaya diflim flim dong! Seharusnya kan biar bisa kelahi yang lawannya banyak, " Ucap reza


"Kalo gini mah apa boleh buat, terpaksa kita kita cuma bisa jadi penonton aja, " Ucap galang


"Ssttt diem kalian semua! Jangan kebanyakan bicara nanti kita ketahuan, " Ucap Gilang


Mereka semua pun akhirnya memilih untuk diam dan kembali melanjutkan jalan mereka dengan perlahan


"Kenapa sinyal disini susah sekali, " Ucap Erwin menggoyang kan ponsel miliknya.


"Kalo kaya gini, gimana caranya aku bisa hubungi situa bangka itu, " Sambungnya


Saat ia tengah asik mencari sinyal tiba tiba saja pintu depan didobrak oleh seseorang, siapa lagi jika bukan anggota black diamond


Pintu terbuka memperlihatkan para anggota black diamond yang berdiri gagah didepan pintu. Bulan dan tirta yang melihat kondisi bintang yang sudah babak belur dibagian wajahnya pun terkejut dan mereka langsung saja berlari kearah bintang.


"Bintang, ada apa dengan mu. Kenapa bisa jadi begini, " Ucap bulan menangis memeluk bintang.


Sementara tirta langsung saja membuka seluruh ikatan yang menempel pada tubuh bintang.


Erwin terkejut dan langsung saja menoleh kebelakang dengan cepat "siapa kalian, " Tanyanya dengan wajah yang panik. Bagaimana mungkin dihutan seperti ini bisa ada orang lain selain dirinya begitulah pikirnya


"Lo nggak perlu tau siapa kita, sekarang gue minta lepasin bintang, " Ucap galang


Erwin menoleh kesamping nya dan dapat ia lihat ada bulan dan juga sahabat bintang yang Erwin tak ketahui siapa namanya.


"Oh jadi lo yang bawa mereka semua kesini, " Ucap Erwin pada tirta. Tirta tak menjawab ia hanya diam sambil terus memeluk lengan bintang


"Gue nggak ada urusan ya sama kalian, jadi lebih baik sekarang kalian semua pergi, " Usir Erwin


"Kata siapa nggak ada urusan? Lo udah culik bintang dan lo bilang nggak ada urusan nya sama kita, tentu ada bro bintang itu adalah teman kita karena lo udah culik dia berarti itu juga adalah urusan kita" Jawab Gilang santai


"Bocah ingusan kaya kalian ini mana mungkin bisa ngebebasin cewe murahan kaya dia, " Tunjuk Erwin pada bintang


"Yakin kita semua bocah Ingusan? Ayo sini maju  lawan gue, " Ucap Gilang


Erwin hanya terkekeh kecil. Namun ia juga maju dan melawan Gilang dan terjadilah pertarungan satu lawan satu. Para inti black diamond hanya melihat dengan santai, mereka semua yakin jika Gilang mampu mengalahkan Erwin seorang diri.


Bught!

__ADS_1


Bught!


Kreek!


Perkelahian sengit antara Erwin dan juga Gilang kian memanas mereka sama sama kiat, tak ada satupun diantara mereka yang tumbang


"Masih mau lanjut? " Tanya Erwin dengan wajah songong nya


"Gue nggak bakal nyerah, " Jawab Gilang yang sudah ngos ngosan


Mereka berdua pun kembali maju dan kembali bertarung.


Bught!


Satu pukulan keras mendarat di pipi Gilang hingga membuat Gilang jatuh tersungkur ketanah


"Gilang! " Teriak para inti black diamond


"Udah gue bilang, kalian semua nggak akan mampu ngelawan gue, " Ucap Erwin


"Mungkin lo bisa ngalahin Gilang tapi tidak dengan gue, " Ucap devano maju. Ia sudah geram sedari tadi melihat kesombongan Erwin


Tanpa apa apa devano langsung saja menghajar Erwin membabi buta, devano tak memberi ampun bahkan jeda sedikit pun. Erwin yang memang belum siap dengan serangan mendadak dari devano pun tak dapat mengelak lagi. Ia jatuh tersungkur dengan wajah yang sudah tidak berbentuk lagi.


Bahkan para inti black diamond saja meringis melihat luka diwajah Erwin, mereka belum pernah melihat devano sebringas ini ketika berkelahi


"Devano stop! Kalo lo terus hajar dia bakal mati, " Ucap Alex menghentikan devano


Devano pun berhenti dengan aksinya kemudian ia pun merapikan pakaian nya yang kusut,


"Urus dia, " Perintah alex pada reza dan juga Rifki


Reza dan Rifki mengangguk kemudian mereka berdua pun membawa Erwin keluar dari rumah tersebut dan mengikat nya diatas motor mereka.


Sementara yang masih berada didalam rumah tersebut, terus menerus membangunkan bintang agar sadar dan membawa nya keluar dari hutan tersebut


"Bintang, bangun bin" Ucap bulan berusaha membangun kan Bintang


"Ada yang punya air nggak, cipratin dikit kewajahnya biar bangun, " Saran bunga


"Ini gue ada, " Jawab tirta mengeluarkan satu botol air mineral dari dalam tasnya


Bulan mengambil air tersebut dan menumpahkan nya sedikit ditangannya lalu ia sirami kewajah bintang


"Eungh, " Lenguh bintang dengan perlahan ia membuka matanya dan hal pertama yang ia lihat adalah wajah bulan. Ia pun langsung saja memeluk bulan dengan begitu kuat


"Shhh, " Ringis bintang


"Pelan pelan hati hati juga, kita semua ada disini, " Ucap bulan mengusap lembut punggung bintang


"Hiks hiks makasi udah nyelamatin gue hiks, kalo nggak ada lo mungkin gue nggak bakal selamat, " Tangis bintang memeluk bulan


"Bukan cuma aku yang nolong kamu. Tapi kita semua, sekarang lebih baik kita keluar dari sini papa pasti khawatir, " Ucap bulan


Bintang mengangguk kemudian melerai pelukan nya. Akhirnya ia bisa bernafas lega setelah diselamatkan oleh bulan dan juga teman teman yang lainnya. Ia merasa bersyukur karna bulan dan yang lainnya masih berbaik hati padanya dan mau menolong nya

__ADS_1


Mereka semuapun akhirnya keluar dari rumah tersebut dan menuju dimana motor mereka semua berada.


__ADS_2