Kembar Yang Tidak Dianggap

Kembar Yang Tidak Dianggap
chapter 36


__ADS_3

Setelah keluar dari hutan tersebut mereka semua pun akhirnya tiba dijalanan raya, mereka semua menuju kediaman jhonson karna bulan sudah menghubungi willy agar menunggunya dirumah saja. Karna bulan sudah memberi taukan bahwa bintang sudah ketemu dan akan membawanya pulang dengan selamat


"Dimana bintang! Dimana dia nak, " Ucap willy pada bulan


"Bintang disini pah, " Jawab bintang yang langsung turun dari motor dibantu dengan Gilang


Willy menoleh, dan langsung saja menghamburkan pelukan nya pada sangat putri


"Syukurlah kamu selamat sayang. Papa khawatir sama kamu, " Ucap willy pada bintang


"Bintang nggak papa pah. Ini cuma luka kecil, syukur lah ada kak bulan dan mereka semua yang menolong bintang pah, kalo nggak ada mereka semua mungkin bin, "


"Ssttt, jangan bicara gitu sayang! Papa nggak suka kamu bicara seperti itu sayang, " Ucap willy memotong kalimat bintang


"Pah lebih baik sekarang kita masuk dulu. Obati luka yang ada diwajah bintang, " Ucap bulan memberi tau


"Ah maaf kan papa sayang. Karna papa terlalu khawatir papa jadi lupa., " Ucap willy


"Mang asep! " Teriak willy keras


"Iya tuan saya, " Jawab mang asep menghadap


"Tolong bawa dia kegudang, aku akan memberinya pelajaran nanti, " Ucap willy memerintah asep agar membawa Erwin masuk kedalam gudang


Mang asep mengangguk patuh dan dengan segera menjalankan tugas dari bos nya tersebut.


Mereka semua pun masuk kedalam rumah keluarga jhonson. Willy pun memerintahkan bibi untuk membawakan kotak P3K untuk mengobati bintang


"Sini bi, biar bulan aja yang ngobatin bintang. Bibi tolong siapin minuman dan beberapa cemilan aja untuk mereka bi, " Ucap bulan


"Baik non bulan, " Ucap bibi patuh kemudian ia pun menuju dapur untuk mengerjakan tugas yang diperintahkan oleh bulan tadi.


"Sshh! pelan pelan, " Ucap bintang pada bulan


"Iya ini juga udah pelan kok. Dikit lagi beres, " Ucap bulan mengobati luka bintang dengan penuh hati hati.

__ADS_1


"Nah selesai. Sekarang gantian Gilang sini biar aku obatin juga, " Ucap bulan pada Gilang


Devano yang mendengar kalimat bulan pun mendelik dan menatap Gilang dengan tajam.  Sementara Gilang hanya tersenyum kaku


"Jangan! Dia bisa ngobatin lukanya sendiri, " Ucap devano tak suka pada gilang


"Ya bulan. Apa yang dikatakan sama devano benar. Gue bisa kok ngobatin luka gue sendiri, " Ucap Gilang langsung mengambil kotak P3K tersebut


" Ya sudah kalo gitu. Jadi pah, apa yang bakal papa lakuin pada Erwin, " Tanya bulan memulai percakapan mereka


"Papa akan memberikan nya sedikit pelajaran kecil, lihatlah gara gara tangan kotornya itu wajah putri ku yang cantik ini jadi lecet, " Ucap willy mencubit pelan pipi putri keduanya itu


"Kalo itu sih semua terserah papa aja, cuma saran bulan jangan terlalu ya pah. Trus juga papa hubungi polisi agar Erwin diurus sama pihak yang berwajib, " Ucap bulan pada willy


"Oh ya pah. Kemana mama? Kenapa dari bintang nggak liat ya, " Ucap bintang celingak celinguk


"Eee itu nak, mama mu baru saja pamit sama papa katanya dia ingin berbelanja dengan temannya temannya, " Ucap willy sedangkan bintang hanya mangguk mangguk saja, karna baginya hal seperti ini sudah biasa


Berbeda dengan bulan dan juga para inti black diamond yang berpikir aneh pada mama nya bulan.


"Tapi om, kenapa nyonya jhonson malah pergi shopping ketimbang melihat keadaan anaknya yang jelas jelas baru saja pulang dari penculikan? " Tanya Stefani


"Malah apa nga?, " Ucap naumi


"Kenapa malah pergi shopping dan happy happy sama temannya, kaya bukan ibu kandung nya mereka. " Ucap bunga yang langsung dapat sentilan pada lengannya


Deg!


Perkataan yang diucapkan bunga seolah memang benar adanya, ada rasa yang begitu menyelekit dihati willy, bintang dan juga bulan. Mereka bertiga membenarkan apa yang dikatakan oleh bunga. Seharusnya sebagai ibu ia bisa mengkhawatirkan anaknya tapi ini justru malah sebaliknya


"Apa yang dikatakan bunga benar. Apa jangan jangan kecurigaan ku selama ini memang benar kalo mama itu bukan mama kandung ku? Tapi kalo memang benar lalu siapa mama kandung ku, " Batin bulan berpikir


"Apa yang dikatakan oleh anak ini memang benar, seharusnya riana menunggu putrinya kembali. Tapi kenapa ia seolah tak peduli dengan anaknya? Apa aku saja yang baru sadar kalo selama ini sikap dan sifat riana sedikit berbeda, " Batin willy


"Kok gue ngerasa kaya nggak dianggap gini ya sebagai anak! Anaknya hilang bukannya bantu nyariin atau nggak kaya gimana kek gitu. Gue berasa kaya nggak disayang dah, " Batin bintang

__ADS_1


"Maaf ya om, bunga kalo ngomong nggak pernah mikirin perasaan orang lain, " Ucap reza merasa tak enak dengan kalimat yang dilontarkan oleh kekasihnya itu


"Ah tidak apa apa nak. Nggak papa kok mungkin ibunya kembar memang butuh menghibur diri agar tak terlalu memikirkan masalah yang ada, kalo gitu kalian semua lanjutkan saja pembicaraan nya. Om mau ngeliat Erwin dulu, " Ucap willy berpamitan pada mereka semua


"Pah Ingat berhati-hati, " Ucap bulan memperingati


"Tenang sayang! Sebentar lagi polisi juga bakal dateng kesini, " Jawab willy kemudian pergi dari sana


"Lan, maafkan gue ya mungkin omongan gue kali ini sedikit menyinggung lo. Tapi gue satu pemikiran sih sama bunga, kok nyokap lo tega sih anak lagi kesusahan dia malah enak enaknya shopping sama temen temennya. " Ucap Gita


"Yang dikatakan bunga memang benar, kalo riana atau Ririn bukanlah ibu kandung mereka, " Ucap devano yang hanya diam sedari tadi. Ia berpikir mungkin ini sudah waktunya untuk bulan dan juga bintang tau bahwa kecurigaan bulan selama ini memang benar adanya. Ia juga tidak tega jika harus melihat bulan yang terus menerus mencari tau kebenaran yang ada, namun hasil yang ia dapatkan justru nihil


Byuuurrr!


Uhuuk! Uhuuk! Uhuuk!


"Gimana tidurnya, apakah nyenyak? " Tanya willy setelah meyiram Erwin dengan seembar air yang sudah disiapkan oleh mang asep


Erwin menggeleng kecil, dan dengan perlahan membuka matanya ia merasakan sedikit perih pada bagian wajahnya yang terkena siraman air oleh willy


"Lepasin gue bajingan. " Ucap Erwin memberontak


Saat ini kedua tangan dan juga kakinya diikat oleh willy seperti Erwin mengikat putri keduanya


"Saya akan lepasin kamu, tapi nanti setelah saya membalaskan apa yang sudah kamu lakukan pada putri saya! Tangan mana yang kamu gunakan untuk memukul putri ku ha! Apakah tangan ini, " Ucap willy yang langsung saja memukul lengan kanan Erwin menggunakan tongkat baseball


Bugh!


Bugh!


"Aaaarrrggghhhh, " Teriak Erwin kesakitan


"Sakit? Hanya dengan satu pukulan saja kau sudah merasakan sakit? Dasar pria lemah, ck ck ck ck. " Ucap willy berdecih


"Ini akibatnya karna kamu sudah dengan beraninya memanfaatkan anak saya, bahkan kamu dengan beraninya menculik anak saya. Untung saja kejadian seperti ini sebelum kamu menjadi menantu saya. Dan semua nya terbongkar dengan sendirinya, saya benar benar tidak menyangka kalo kalian mampu berprilaku rendahan seperti ini! Polisi akan menangkap mu dan juga kedua orang tua mu. Ternyata setelah diselidiki lebih dalam lagi, orang tua mu bukan hanya ingin memanfaatkan ku tapi juga telah banyak yang menjadi korbannya, "sambung willy yang lansung pergi dari sana

__ADS_1


Sementara Erwin ia hanya bisa meratapi nasibnya, ia juga merutuki kebodohan nya dengan atas berbuatanya yang seharusnya ia menerima uang tebusan dengan jumlah yang begitu besar, justru malah berbanding terbalik padanya, belum sempat menikmati uang yang ia inginkan justru ia harus menerima semua kekalahan nya


Ya, willy memang mengetahui siasat buruk Erwin dan juga orang tuanya. Karena semua itu bulan sudah menceritakan semuanya pada willy maksud dari Erwin menculik bintang.


__ADS_2