Kembar Yang Tidak Dianggap

Kembar Yang Tidak Dianggap
chapter 45


__ADS_3

"males banget, kalo pulang harus naik taksi." ucap ririn, baginya uang yang dia dapatkan, ada bagusnya digunakan untuk berbelanja memberi barang barang mahal, dari pada harus digunakan untuk membayar taksi


"halo mang. tolong jemput saya dijalan x."ucap ririn dan langsung saja mematikan sambungan telponnya secara sepihak


brum!


brum!


brum!


motor bulan memasuki kawasan sekolah, dan berbarengan dengan para inti black diamond. minusnya hanya devano saja yang tidak ada. dan bulan sudah mengetahui hal tersebut, karna devano sudah memberi taunya  kemarin melalui aplikasi hijau yang ada gampar ponsel ditengahnya.


para murid murid yang sudah datang terlebih dahulu, dan semua pada memperhatikan bulan dan juga bintang. mereka semua bertanya tanya, keapa bintang berangkat bersama pada bulan. apakah mereka sudah baikan? bukankah bintang malu mengakui jika bulan adalah kakaknya, lalu sekarang kenapa malah datang bersama. begitulah yang saat ini tengah berada dipikiran mereka. ingin bertanya tapi meraka tak ingin jika harus terkena semprotan oleh mulutnya judes itu.


"pagi bintang. baru sampai juga? kok bisa barengan ya, apa jangan jangan kita jodoh." ucap gilang dengan pedenya


"heh buta mata lo. disini yang baru dateng bukan kita berdua doang. noh lo liat, masih banyak juga yang baru dateng!"


nahkan sudah dikata, bintang ini selain memiliki wajah yang cantik, ia juga memiliki mulut yang pedas. itu sebabnya para murid tak ada yang berani membuka suara walaupun hanya sekedar berbisik.


"jangan judes judes dong! nanti jadi cinta baru tau rasa." ucap gilang


kalo kalian berpikir gilang suka dengan bintang, yap. tebakan kalian benar. gilang sudah menyukai bintang sejak duduk dibangku 2 SMA. hanya saja gilang tidak berani untuk mengungkap perasaannya, apalagi saat itu sifat bintang tidak seperti sekarang.


"ntar jadi cinta beneran baru tau rasa. nggak boleh tau, judes judes gitu." ucap bulan memberi tau bintang


"dih najis! udah ah ke kelas." jawab bintang meninggalkan parkiran


"hahaa kesian." tawa rifki dan juga reza


terutama galang sang kakak yang juga ikut menertawakan sang adiknya. para inti black diamond memang mengetahui sejak lama jika gilang menyukai bintang. jadi mereka sudah terbiasa menjadikan gilang sebagai bahan olok olokkan mereka


"maafin sikap bintang ya lang. dia emang kaya gitu." ucap bulan tak enak hati pada gilang


"nggak papa kok lan. santai aja kali."jawab gilang


"iya.. santai aja! gilang udah biasa kali kalo masalah kaya gini mah. udah resiko nya dia. namannya juga cinta, ya nggak." ucap rifki menyenggol lengan reza yang dibalas anggukan oleh reza.

__ADS_1


"oh iya, kok devano belum keliatan? nggak bareng sama dia lan?"tanya galang, yang memang tak melihat devano


"ada urusan katanya. mungkin nanti pas jam istirahat dia udah dateng." jawab bulan pada kalimat galang


"enak beut yak, jadi anak pemilik sekolah. boleh masuk sesuka hati."ucap reza


"ya, begitulah." timpal gilang


"udah ah, jangan bahas lagi mending kita semua masuk kelas."ucap bulan


" ya udah kalo gitu. kita kan hari ini jamnya pak dodit, bisa kacau ntar kalo bell bunyi kita belum masuk kelas."


"ho'oh. padahal belum waktunya belajar, eh dia udah nongol aja, kan nggak seru! Mana pelajarannya bikin ngantuk lagi. Kalo kita ketiduran dijam pelajaran nya, eh dia malah ngamuk!"sahut gilang sambil mengorek lubang hidungnya.


dengan posisi duduk diatas motor, mata terpejam dan kaki yang naik satu keatas


"ekhem! saya dengar ya, apa yang kalian katakan."ucap pak dodit


GUBRAAK!


"Aww!" aduh gilang saat ia terjatuh dari atas motornya


Gilang berdiri dari jatuhnya, dan mengusap bokongnya yang terasa sakit. "Hehe bapak, nggak masuk kelas pak? Bentar lagi kan bell bunyi, "


"Saya tau. Saya berada disini karna saya barusan mendengar. Kalo kamu sedang mengata ngatain saya. " Ucap pak dodit


"Nggak kok pak. Saya nggak ada ngomong apa apa tentang bapak. Bapak salah denger kali, " Elak gilang


"Mana mungkin saya dengar. Sudah jelas disini hanya kita berdua. Jika bukan kamu yang bicara, lalu siapa? Hantu. Begitukah, " Ucap pak dodit, yang langsung saja dapat gelak tawa dari gilang


"Hahaha! Bapaak.. Bapak.. Sudah memiliki empat mata masih saja tidak bisa lihat dengan jelas. Mana mungkin saya disini sendirian. Saya sama teman teman saya kok. " Ucap gilang tertawa sambil menggeleng kan kepalanya.


Pak dodit yang dikatan gilang sudah memiliki empat mata, ia tidak masalah karna sudah biasa baginya. Namun supaya memastikan jika ucapannya benar, bahwa hanya gilang seoranglah saat ini yang tengah berada dihadapannya. Ia pun dengan pelan membuka kacamata nya, dan membersihkan kacamata tersebut. Sedikit ditiup lalu dikenakan kembali


"Mata saya tidak salah. Apalagi kacamata saya. Justru kamu yang masih memiliki mata sehat, tidak dapat melihat dengan jelas jika disini hanya ada kita berdua. Saya ulangi, HANYA. KITA. BERDUAA." Ucap pak dodit sedikit menekan kalimat akhirnya


Gilang langsung tersadar dari tawanya. Dan melihat kesekitarnya. Memang benar hanya ada mereka dirinya dan juga pak dodit, yang saat ini berada diparkiran tersebut.

__ADS_1


Ia merutuki seluruh temannya yang pergi meninggalkan nya seorang diri


"Hehe iya ya pak. Perasaan tadi rame, " Ucap Gilang kikuk


"****** emang! Giliran kaya gini aja, gue ditinggal. " Gumam Gilang pelan yang hanya dapat didengar olehnya seorang.


"Jaman sekarang tidak main dengan perasaan. Tapi mainnya adalah KENYATAAN. ingat KENYATAAN! Oh tadi kamu bilang apa tentang saya?"


"Oh iya saya ingat. Kamu bilang jam pelajaran saya bikin ngantuk. Belum waktunya belajar terus saya udah nongol aja. Terus apa lagi ya? Ah iya. Membosankan bukan! Hmm seperti saya punya cara agar kamu tidak ikut jam pelajaran saya. Dan saya jamin kamu juga tidak akan mengantuk dibuatnya" Ucap pak dodit Gilang


"Wah, bapak tau aja apa yang saya suka. Boleh dong pak. Kasih tau itu," Jawab Gilang antusias


"Saya suka melihat kamu yang begitu semangat hari ini. Karna kamu tidak mau ikut dijam pelajaran saya. Maka kamu harus saya hukum. Lari lapangan 50 kali, lalu kamu bersihin toilet sampai jam pelajaran saya selesai. Ini keputusan dari saya dan mutlak! Tidak ada bantahan sama sekali. Saya pamit, " Ucap pak dodit dan langsung pergi dari sana meninggalkan Gilang yang sudah menganga ditempatnya


"Enak bae nyuruh lari sama bersihkan toilet. Tau gini mending belajar, " Ucap Gilang misuh misuh ditempatnya. Namun ia tetap melakukan hukuman nya, Gilang pun mulai mengitari lapangan sampai 50 kali, dan berlanjut membersihkan toilet


Sementara tak jauh dari sana. Para inti black diamond sedang cekikikan menahan tawa akibat Gilang yang terkena hukuman. Mereka memang sengaja meninggalkan Gilang seorang diri, agar mereka tak terkena hukuman dari pak dodit.


****


"Mang stop disini aja! Tunggu disini, saya mau belanja. " Ucap Ririn memberi perintah


Mang asep mengangguk "baik nyah! " Ia pun segera menepikan mobilnya Keparkiran mall tersebut.


Ya Ririn saat ini tengah berada di pusat perbelanjaan. Ia ingin belanja menghabiskan seluruh uang, yang ia dapatkan dari hasil bermainnya dengan pria asing kemarin. Ia membeli seluruh pakaian dan barang barang mahal yang bermerek menggunakan uang itu. Ririn benar benar kalap jika sudah urusan dengan belanja.


Bruuk!


Seorang pria menabrak Ririn yang tengah asik berbelanja. Awalnya Ririn ingin marah, namun saat melihat pria yang menabrak nya tampan, ia pun mengurungkan niatnya untuk memarahi pria tersebut.  Bahkan Ririn rasanya tak ingin lepas pelukan pria tersebut. Pria itu sengaja menabrak Ririn, dan membuat seolah olah dirinya tak sengaja menabraknya. Agar ia bisa memeluk Ririn.


"Maafkan saya. Saya buru buru, jadi saya tidak sengaja menabrak anda nona manis. " Ucap pria tersebut


Ririn yang tadinya melamun, langsung tersadar oleh suara bariton pria tersebut, yang mengalun begitu indah ditelinganya


"Ah iya. Nggak papa kok. Namanya juga nggak sengaja, " Jawab Ririn dengan nada yang dilembut lembutkan


"Yasudah. Kalo tidak kenapa kenapa, saya pamit dulu ya. "Ucap pria itu. Meninggalkan Ririn yang terbentang melihat pria itu yang kian menjauh dari pandangan.

__ADS_1


" Aku mimpi apa ya? Kok ditempelin pria ganteng terus. Kemarin aku dapat pria hot, lalu sekarang, pria tampan, "ucap Ririn


Ia merasa jiwa mudanya kembali. Dan merasakan masa puber lagi. Dimana sekarang ia menjadi lebih tertarik melihat pria pria muda dan juga tampan.


__ADS_2