
"Kita semua pamit balik yak! Besok kita ketemu disini lagi" Ucap galang berpamitan
"Eh kita juga deh, " Ucap gita
Mereka semua telah selesai makan dan reza pun juga menepati janjinya untuk membayar seluruh makanan yang mereka pesan.
"Iyaa, kalian semua hati hati ya." Ucap bulan
"Siap, oh iya gue minta nomor ponsel lo dong, biar gue masukin ke grup kita, " Jawab Gita
"Boleh banget, " Ucap bulan menyodorkan ponselnya dan membiarkan Gita mencatat nomor miliknya
"Oke makasih, kalo gitu semua pamit ya bye bye" Ucap Gita pada bulan
"Bye bye"
"Kita balik bro" Ucap Alex
"Ya hati hati. " Jawab devano
Mereka semua pun pulang dengan mengendarai motornya masing masing
Tin!
Tin!
Tinggalah devano dan bulan saat ini. "Ayuk balik" Ajak devano
"Iyaa," Jawab bulan.
Tiga menit berlalu mereka pun tiba diapart devano
"Duduk dulu van, aku mau kekamar sebentar"ucap bulan
" Kamu mau kemana? "Tanyanya
"Mau mandi. Udah lengket banget ini"jawab bulan
"Ikut." Ucap devano menaik turunkan alisnya
"Dasar mesum. Nggak ih belum muhrim. " Ucap bulan hendak pergi dari sana, namun dicegah oleh devano
"Jadi mau di muhrimin nggak, " Ucap devano menarik lengan bulan
Aaaaaaaaaa
Namun karna terlalu kuat, dan bulan tidak siap al hasil bulan oun terjatuh diatas tubuh devano. Mereka berdua saling tatap tatapan
"Devano lepasin! " Ucap bulan
"Nggak, biarin gini dulu sebentar" Jawabnya devano yang merasa nyaman dengan posisi tersebut
"Ntar kalo ada yang liat gimana devano, kan malu" Ucapnya
"Nggak ada yang berani liat kita, kan disini cuma kita berdua"Jawab devano memeluk bulan begitu erat
"Iya tau, tapi nanti kalo retha tiba tiba pulang gimana devano, " Ucapnya
"Kalo dia liat gampang. Tinggal pecat aja" Ucap devano santai
"Eh nggak boleh gitu vano. " Ucap bulan
__ADS_1
"Udah sekarang diem. Aku betah seperti ini" Ucap devano
Posisi mereka saat ini begitu ambigu. Bagaimana tidak posisi mereka saat ini dengan devano dibawah dan bulan tepat di atas nya.
"Tapi aku nggak enak kalo harus kaya gini" Ucap bulan gerak gerak
Bulan tidak saja jika perbuatannya tersebut membangunkan sesuatu yang susah payah devano tahan
"Tolong jangan bergerak sayang" Ucap devano dengan suara serak dan mata terpejam
"Kenapa? Aku tuh gerak biar kamu lepasin aku vano" Ucap bulan terus bergerak
"Aku bilang jangan bergerak sayaaang! Kalo kamu terus terusan bergerak aku nggak jamin kamu lepas dari aku, " Ucap devano masih berusaha menahan
"Kenapa? " Tanya bulan tak paham
"Nggak kenapa kenapa, tapi kalo kamu terus terusan seperti ini kamu akan aku bikin kenyang selama 9bulan lamanya" Ucap devano
Bulan yang seakan paham dengan kalimat yang baru saja devano ucapkan pun dengan segera menghentikan tingkahnya. Namun siapa sangka kalimat terakhir devano tadi didengar jelas oleh retha dan juga Daren
"Uhukk!"
"Ekhem ekhem"ucap mereka berdua berbarengan
Devano dan bulan terkejut. Kemudian mereka berdiri dan membenarkan pakaian mereka masing-masing
"Kirain dicari kemana mana, ternyata disini" Ucap Daren berjalan menuju sofa
"Apaan so loh. Ngapain lo kesini" Ucap devano tak suka
"Kebetulan aja. Karna hari hujan jadi gue nganterin retha balik. Eh tau taunya malah kesini" Jawabnya santai
"A-aku ke belakang dulu. Pak Daren mau minum apa" Ucap bulan
"Ngapain lo senyum senyum ke cewe gue" Ucap devano
Bulan hanya geleng geleng melihat devano yang begitu posesif terhadapnya. Kemudian ia pun menuju dapur membuatkan minum
"Bulan tungguin gue" Ucap retha menyusul bulan
"Gilak ya lan, mentang mentang cuaca gerimis begini lo malah enak enaknya tidur berduaan sama pak devano. Nggak bisa apa dikamar gitu biar lebih lagi dari itu" Ucap retha pada bulan..
"Sstttt, ngomong apa sih kamu itu. Tadi itu cuma kecelakaan aja, " Ucap bulan malu malu
"Kecelakaan apa kecelakaan" Goda retha menyenggol lengan bulan
Pipi bulan memerah bak udang rebus. Ia malu mengingat kejadian beberapa menit lalu, apalagi dengan posisi yang begitu ambigu
"Udah jangan dibahas lagi. Mending sekarang bantuin bikin minum sama cemilan. Hujan hujan gini enak nih makan yang anget anget" Ucap bulan mengalihkan pembicaraan
"Oke deh. Cireng kayanya enak" Jawab retha mulai mengadon
"Gimana resto? " Tanya devano
"Lancar, cuma kasino gue aja yang sedikit bermasalah" Jawab Daren
"Kenapa kasino lo? " Tanya devano
"Biasalah, ada penghianat. Dia ngejual beberapa kunci rahasia ke kasino lain, tapi udah gue atasi"jawabnya
Devano hanya menanggapi dengan anggukan kepala
__ADS_1
" Gimana? "Tanya Daren
Devano menoleh menaikan sebelah alisnya " Paan?"ucapnya tak paham
"Bulan" Ucap Daren singkat
"Oh. Masih diurus semuanya, lo ada kabar terbaru? " Ucap devano
"Ada, nih anak buah gue ngirim beberapa hari yang lalu" Ucap Daren memberikan flashdisk pada devano
Devano menerimanya, "apa ini? " Tanyanya tak paham
"Itu tentang Riana palsu dan suaminya. Mereka keresto kita trus membahas masalah harta dan meminta agar adik bulan segera menikah, agar mereka bisa dengan cepat menguasai harta keluarga jhonson. Gue juga waktu itu nggak sengaja mergokin Erwin lagi main bareng cewe lain, gue rasa itu temen nya bintang. Gue juga ada bukti rekaman suara mereka" Ucap Daren panjang lebar
Daren memang mengetahui permasalahan bulan, karna devano sudah menceritakan semuanya kepada Daren. Dan Daren pun juga ikut membantu dengan menyebarkan beberapa anak buah yang dia punya.
"Bagus. Kalo udah gini nggak perlu repot repot lagi, Kita tinggal nunggu waktu yang tepat aja untuk bongkar sekuanya. Kemarin gue pernah ketemu sama ridho dan kiki anak angkat dari ibu kandung bulan. Katanya sih gitu tunggu konfirmasi dari ibu kandungnya" Ucap devano
"Yaudah kalo memang itu keputusan nya, yang jelas kita cukup membantu aja" Sahut Daren
"Wah pada ngobrolin apa nih. Kayanya seru banget" Ucap bulan yang baru saja tiba bersama retha. Membawa beberapa cemilan dan juga minuman
"Ah nggak ada kok. Wah apa ini? " Tanya devano saat melihat cireng
"Ini namanya cireng, masih anget cobain deh enak pokonya" Ucap bulan memberikan cireng beserta kuahnya
"Cireng? " Ucap Daren dan devano bersamaan
"Kalian nggak tau cireng? " Tanya retha dan bulan
Devano dan juga Daren menggeleng
"Kita nggak tau. Bahkan ini adalah kali pertama kita ngeliat cireng" Jawab devano
"Astaga! Ini nih, cobain enak banget. Dikit aja dulu nggak papa" Ucap bulan
"Gue nggak mau. Itu terlalu berminyak" Tolak Daren
"Pak cobain dulu. Ini emang berminyak, tapi kalo bapak makan ini pasti lupa kalo ini tuh banyak minyak nya" Ucap retha
Devano dan Daren saling lirik. Kemudian devano memberanikan diri mencoba makanan tersebut. Bentuknya sedikit aneh tapi ia cukup penasaran dengan rasanya
"Ayo cobain! " Paksa bulan
Devano pun perlahan namun pasti membuka mulutnya dan memakan cireng tersebut. Suapan pertama ia sedikit jijik karna tekstur nya yang kenyal kenyal, namun semakin lama mengunyah ia pun mulai merasakan nikmat
"Gimana enak? " Tanya bulan yang lain hanya melihat bagaimana reaksi dari devano
"Enak. Enak banget, kok aku baru tau ya ada makanan seenak ini" Ucap devano, bulan dan retha tersenyum mendengar tanggapan devano. Sedangkan Daren yang melihat devano begitu menikmati makanan tersebut
"Apa iya seenak itu? " Tanya Daren
"Iya, lo harus coba ini tuh enak banget" Ucap devano
Retha pun dengan semangat Mengambilkan satu mangkuk cireng untuk Daren
"Nih pak. Cobain" Ucap retha
Daren pun mengambil mangkuk tersebut dan menciumnya, tidak ada yang aneh dengan aromanya dengan pelan Daren membuka mulutnya dan memakan makanan tersebut
"Wah ini enak. Kayanya resto kita harus ada menu ini van" Ucap Daren pada devano
__ADS_1
"Tuh kan, ayok kita makan juga tha" Ajak bulan ke retha, retha mengangguk kemudian mereka makan bersama-sama