
"gimana? udah pada kenyang semuakan!" tanya willy pada anak anak
"tentu sudah om, enak banget ya udah beberapa hari ini ditraktir terus!" jawab reza sambil mengusap usap perutnya
"ya enaklah, namanya juga gratisan." sahut tirta
"kali ini om yang traktir kalian. tapi nanti om bakal minta traktiran juga dari kalian semua." sahut willy
"Aelah om! om kan duitnya banyak masak mau minta traktiran juga, sama kita kita yang masih pada sekolah ini." ucap gilang
"hahaha! om bercanda jangan terlalu serius menanggapi ucapan om. ternyata ngobrol dengan kalian semua asik juga ya, om jadi serasa muda lagi." ucap willy
"emang kalo sama kita kita bawaannya santai dan selalu gembira om. beda kalo sama si kulkas bertiga ini!" tunjuk reza pada devano, alex, dan juga putra.
"iya, mereka mah bawaannya mukanya datar muluk, kayak kagak ada bahagia bahagianya. kita semua pada ketawa mereka bertiga nggak. apa lagi kalo diajak becanda ya, berasa lagi ngecandain patung om." ucap rifki
"biar mereka kaya patung gitu, tapi mereka juga bisa ya romantis. cuma khusus berdua doang, yang jarang ada orangnya." ucap stefani melirik putra
"iya! asal kalian tau ya, orang yang begini ni romantisnya tu beda dari yang lain. sekalinya udah tinggal berdua doang, beuh! bucinnya bukan main" ucap gita melihat alex, yang terlihat sedang tersenyum tipis
"emang iya?" tanya bulan ikutan.
semua beralih menatap bulan, yang telihat sedangg memasang wajah polosnya.
"emang devano nggak gitu?" tanya stefani
bulan terlihat diam sambil berpikir dan mengingat apakah devano pernah romantisan padanya atau tidak.
"romantis gue, nanti aja gue tunjukin pas udah nikah." ucap devano santai
"ciee ciee ciee! gue ngebayangin malam pertamanya nanti gimana tuh? bakal ada bunga mawar yang berserakan diatas kasur. trus ada handuk dua biji yang dibentuk kaya angsa, trus apa lagi ya!" ucap gilang membayangkan
"hayo loh! otak lo pasti kotor kan. ngaku deh lo, pasti lo lagi mikirin yang nggak nggak kan," tuduh galang pada sang adik
" sembarangan! enak aja lo. gue itu lagi ngebayangin hiasan kamar nya. otak lo kali yang mikir jorok" ucap gilang sambil melemparkan tissu bekas kewajah galang
"aduh! tissu bekas apaan nih yang lo lempar ke wajah gue yang tampannya luar biasa ini." ucap galang
"songong amat lo, tu muka luar binasa bukan luar biasa."ucap gilang
"kalo muka gue luar binasa, berarti muka lo juga kan kita kembar ege!" sahut galang
"gue nggak berasa tuh punya wajah yang mirip sama lo. buktinya gue udah punya pacar. yakan bintang" ucap gilang dengan pedenya.
bintang yang tengah asik menyeruput sup buah pun akhirnya tersedak akibat, ulah gilang
"uhuk! uhuk! apa tadi kata lo," ucap bintang
"hehehe! bukan apa apa."jawab gilang
"ekhem! sepertinya kalian semua lupa kalo disini ada orang tua," ucap willy terlihat santai
"Astaga kita semua sampe lupa kalo om ada disini hehe" Cengir Gilang
"Sudah sudah. Tidak apa apa, sekarang lebih baik kita semua pulang. Ini juga sudah mau sore, " Ucap willy melirik jam dipergelangan tangannya
__ADS_1
"Yaudah yuk kita balik. " Ucap bulan
Mereka semua pun akhirnya bergegas pulang, sedangkan willy menuju kasir untuk membayar.
"Ayo oma, kejal ayu. Ayo ayo kejal, " Ucap seorang anak kecil dengan bahasa nya yang cadel
"Sayang. Jangan lari lari, oma nggak kuat ngejar kamu, "ucap seorang wanita paruh baya
Namun bukannya berhenti. Bocah tersebut terus saja berlari tanpa memperhatikan kesekitarnya
Bruuk!
" Aduuh! "
"Hei... Gadis kecil kenapa kau berlari.. Dimana orang tua mu hmm, " Ucap willy membantu bocah tersebut berdiri
"Maaf paman. Ayu tidak sengaja menablak paman, " Ucap ayu meminta maaf.
"Tidak apa apa. Kenapa kau disini sendirian, dimana orang tuamu? " Tanya willy
"Mama, lagi jemput papa. Ayu disini sama oma, " Jawab bocah tersebut
"Oh ya ampun ayu. Dari tadi oma bilang jangan lari larian. Kan jadi nabrak orang, " Ucap riana
"Maaf kan cucu saya ya tuan. Dia masih Jadi belum ngerti apa apa. " Ucap perempuan tersebut memandang wajah willy
Deg!
"Mas willy, " Batin riana
Ya perempuan tersebut adalah riana. Ia tengah menjadi cucu pertamanya, dikarenakan merry sedang pergi menjemput suaminya. Dan merry menitipkan anaknya pada riana, karna ayu yang tidak ingin ikut bersama merry.
Willy memang tidak mengetahui, bahwa yang berada dihadapan nya saat ini adalah riana asli. Riana memang sengaja selama ini menggunakan pakaian tertutup, bahkan riana juga menggunakan cadar agar tak seorangpun dapat mengenalinya. Itulah kenapa willy sama sekali tak dapat mengenali riana walaupun sudah berada tepat didepan matanya.
"Hei.. Nyonya? Kenapa kau malah diam saja? " Tanya willy melambaikan tangannya
"Ah iya. Ma-maafkan aku. Tadi kau bilang apa? " Tanya riana kembali
"Tidak. Aku hanya bertanya, apakah dia anak mu, " Ucap willy
"Oh itu. Bu-bukan dia adalah cucuku. Bukan anak ku, anak kandungku kan ada bersama mu, " Jawab riana pelan diakhir kalimatnya.
"Apa kau berbicara sesuatu nyonya? " Tanya willy tak mendengar jelas perkataan riana
"Bukan apa apa tuan. Saya harus segera kembali, karna masih ada beberapa kerjaan yang harus aku urus. Ayo sayang kita keruangan oma, " Ucap riana pada bocah tersebut
"Okee oma! " Jawab bocah tersebut. Riana dan ayu pun pergi dari sana namun langkahnya terhenti saat willy memanggilnya
"Tunggu! Apakah Ini restoran milikmu? " Tanya willy
"Iya. Ini restoran milikku kenapa? " Tanya riana
"Oh bukan apa apa. Aku hanya ingin mengatakan bahwa masakan mu disini sangat enak. Wajar saja selalu ramai setiap harinya. Dan rasa masakan mu juga sama persis seperti masakan istriku dirumah, " Jawab willy
Riana bergeming ditempatnya. "Terimakasih! " Ucap riana singkat dan langsung mempercepat langkahnya tanpa menoleh kebelakang lagi.
__ADS_1
Sedangkan willy hanya melihat punggung riana yang kian menjauh. Ada sedikit rasa tidak rela ketika melihat perempuan yang baru saja ia temui tersebut meninggalkan nya seorang diri.
"Ada apa dengan ku? Kenapa aku seolah olah memiliki hubungan yang begitu kuat dengan wanita itu. Tapi apa? " Ucap willy bertanya pada dirinya sendiri
"Maaf tuan. Apa ada yang masih belum dibayar? " Tanya kasir
"Ah iya kenapa? " Tanya willy
"Apakah masih ada yang belum dibayar tuan? Lihatlah di belakang masih ada yang mengantri ingin segera membayar. " Ucap kasir tersebut
Willy pun menoleh kebelakang nya, dan melihat memang banyak yang antri untuk membayar semua pesanan mereka.
"Oh sorry! Maafkan aku. " Ucap willy meminta maaf pada kasir dan juga beberapa orang yang berada dibelakang nya
"Tidak apa tuan. Jika pembayaran mu telah selesai, mohon kembali ketempat mu tuan, " Ucap kasir dengan ramah.
"Iya iya. Sekali lagi maafkan, " Ucap willy dan langsung saja pergi dari sana.
****
Ting!
Tong!
"Ya sebentar, " Ucap seseorang dari dalam
Ceklek!
"Ya, maaf mau nyari siapa? " Ucap livina melihat dia orang pria dengan pakaian yang begitu rapih
"Kami dari Petugas bank. Ingin menyita rumah dan seluruh harta benda dirumah ini nyonya, " Ucap orang tersebut
"Ap-apaa! Kalian ma-mau menyita rumah ini? " Tanya livina kaget
"Siapa yang datang mah, siapa kalian? " Tanya wahyu saat melihat dua orang pria dengan pakaian yang begitu rapih
"Kami adalah petugas bank. Dan kedatangan kami kemari, kami ingin menyita rumah dan seluruh harta bendanya, " Jawab pria satu
Wahyu kaget dan juga syok. Ia tak menyangka hal seperti ini akan terjadi begitu cepat. Ia justru Memperkirakan nya sekitar satu atau dua minggu lagi. Namun ternyata lebih cepat dari perkiraannya
"Tapi pak. Bisakah kalian memberikan kami waktu beberapa hari lagi, " Ucap wahyu
"Maaf Pak tidak bisa. Kami akan memberikan kalian waktu kurang lebih setengah jam, untuk mengemasi Pakaian kalian, " Ucap pria dua
"Apaaa! Kalian gila. Nggak. Nggak mau saya nggak mau ninggalin rumah saya, " Ucap livina teriak begitu histeris
"Tapi ini sudah menjadi keputusan yang bulat. Ini semua karna suami anda terlilit hutang dan tidak sanggup untuk membayarnya. Itu sebabnya kami harus menarik semua yang ada dirumah ini. " Jawab si pria satu
"Kalian tidak memiliki waktu yang banyak. Cepat kemasukan seluruh pakaian kalian, sebelum kami bertindak dengan kasar, " Ucap si pria dua
"Tidak pah. Mama tidak mau jika harus meninggalkan rumah ini, " Ucap livina
"Mama, tenang lah. Kita harus segera pergi dari sini mah. " Ucap wahyu menenangkan livina
"Tapi pah,! "
__ADS_1
"Ssstttt! Sudah mah. Sekarang ayo kita bereskan semua Pakaian kita. " Ucap wahyu memotong kalimat livina
Livina pun mau tak mau, harus mengikuti suaminya kekamar untuk membereskan seluruh pakaian mereka.