
"Apa kau sudah mengambil gambar yang tepat. " Tanya pria itu
"Sudah. " Ucap wanita tersebut memberikan gambar yang telah ia ambil
Pria itu tersenyum puas dengan hasil yang ia lihat. "Kerja bagus, ini bayaranmu. Dan segera lah pergi"
Wanita tersebut menerima uang itu dengan senang hati, lalu ia pergi meninggalkan pria tersebut seorang diri
"Aku harus memberikan foto ini dengan bos. " Gumam pria tersebut. Kemudian ia pun mengirim kan pesan kebos nya agar, ia segera mendapatakan bayaran nya
Ting!
Ting!
Ting!
Tiga notifikasi pesan masuk, wanita yang juluki sebagai bos itu mengambil ponselnya, dan tersenyum miring melihat gambar yang dikirimkan oleh orang suruhannya.
"Uang mu sudah aku transfer, " Ucap wanita tersebut dan langsung memutuskan sambungan telepon tersebut secara sepihak.
Ting!
"Baiklah meeting kita, cukup sampai disini saja. " Ucap willy yang baru saja selesai dengan meeting nya.
Seluruh rekan kerja yang berada di ruang meeting pun, saling berjabat tangan atas kesepakatan kerja sama mereka. Ditambah dengan pembawaan willy dalam memimpin rapat kali ini, semua senang dengan cara willy karna dapat dengan mudah dipahami oleh mereka.
Willy pun kembali keruangannya, dan memeriksa ponsel miliknya. Karna saat diruang meeting tadi ponselnya terus saja bergetar menandakan bahwa banyak sekali pesan masuk. Willy pun dengan segera memeriksa ponselnya, dan melihat siapa pengirim pesan tersebut. Saat dilihat ternyata pesan tersebut dari bulan. Ya bulan mengirimkan banyak sekali foto dan juga video tentang bintang, yang ngambek karna tidak diperbolehkan makan ice cream lebih dari satu. Dan ada juga video bintang yang tengah belajar naik motor sport milik bulan tersebut
"Ada ada saja tingkah anak ini, " Ucap willy geleng geleng melihat tingkah putrinya itu. Ia pun meletakan kembali ponsel miliknya dan melanjutkan lagi dengan pekerjaan yang sudah menantinya.
"Gilang! aku titip bintang ya. Liatin dia jangan sampe jatuh dari motornya. " Ucap bulan kepada gilang
__ADS_1
Saat ini mereka memiliki jamkos dikelasnya. Hanya kelas mereka sedangkan yang lain tidak. Itu sebabnya mereka dapat dengan leluasa kesana kemari bahkan sampai bintang pun bisa belajar membawa motor.
"Lo mau kemana emang? Tanya Gilang
" Aku mau ke toilet. Dah ya titip udah nggak tahan! "Teriak bintang berlari
Sedangkan gilang? Tentu saja dia semangat menjaga bintang. Karna ia lebih Leluasa agar bisa dekat dengan bintang. Sedangkan para inti, sedang berteduh dibawah pohon yang tak jauh dari bintang belajar motor. Masing masing dari mereka memilih untuk bermain game. Begitupun dengan tirta yang juga nyempil dengen mereka main game. Sedangkan Siska? Jangan ditanya, semenjak kejadian bintang diculik tempo lalu. Siska dikeluarkan dari sekolah. Tentu saja atas perintah dari willy, dan sudah disetujui juga oleh Abraham ayah devano sipemilik sekolah. Apalagi selama ini biaya hidup Siska bintang yang menanggung nya. Oleh karna itu Siska dikeluarkan dan tidak akan pernah diterima disekolah mana pun lagi.
(Orang kaya beda ya. Mainnya langsung skak dimana mana hihihi)
"Gilang lo yang benar dong ngajarin nya, " Ucap bintang. Ia sedikit kesal karena Gilang banyak diamnya. Bulan menitipkan dirinya ke Gilang, agar Gilang mengajarkannya dengan benar. Tapi Gilang justru hanya diam dan terus memperhatikan bintang
"Duh ni anak. Nggak tau kali ya, gue itu deg deg'an kalo dekat banget begini. " Batin gilang
Ia begitu nerves, berada begitu dekat dengan bintang seperti ini.
"Wah! Tu pohon mangga lebat banget buahnya. Kesana ah, " Ucap bulan. Dirinya setelah selesai dari toilet hendak kembali dimana teman temannya berkumpul. Namun ujung matanya tak sengaja melihat pohon mangga yang buah yang begitu lebat. Karna ia adalah tipe orang yang begitu menyukai semua jenis buah buahan. Tentu saja ia tak ingin melewatkan kesempatan ini. Ia pun dengan segera mempercepat langkah kakinya menuju pohon mangga, yang letaknya takjauh dan hanya beberapa meter dari toilet sekolah
Ia pun langsung saja melepaskan kedua sepatunya. Dan dengan lihainya bulan menaiki pohon mangga tersebut
Setelah sampai didahan yang kokoh. Bulan duduk dan memetik satu buah mangga yang terlihat sudah hampir matang. Tak kehabisan akal, bulan menggigit mangga tersebut menggunakan giginya agar kulit buah itu terlepas, tanpa ada rasa takut jika getah yang mengenai mulutnya akan membuat nya merasakan gatal
"Hmm! Enak banget. Mana buahnya manis lagi, " Ucap bulan memakan habis mangga tersebut.
Bulan yang tengah asik memakan buah mangga tersebut. Tanpa sadar jika kelakuan nya sudah diperhatikan oleh sepasang mata. Siapa lagi jika bukan devano. Devano yang baru datang kesekolah, langsung menuju ke toilet. Niat hati ingin membuang air kecil, justru ia malah dihadapkan dengan kelakuan bulan yang tengah memakan buah diatas pohonnya.
Devano tak sengaja melihat bulan saat hendak menuju toilet. Saat dirinya hendak memanggil namun ia urungkan saat melihat bulan berjalan menuju pohon mangga tersebut. Devano yang memang kepo justru membuntuti bulan, dan melihat semua tingkah laku bulan. Awalnya ia ingin menegurnya, namun saat melihat bulan yang begitu senang berada diatas pohon mangga tersebut, membuat devano mengurungkan niatnya dan lebih memilih untuk memperhatikan nya saja dari kejauhan.
"Bulan mana sih? Kok lama banget. " Ucap bintang
Mereka semua sudah berkumpul diparkiran dan bergabung dengan para inti black diamond
__ADS_1
"Tauk! Katanya sih tadi ke toilet, tapi kok nggak balik balik ya, " Ucap tirta menghedikkan bahu acuh
"Apa kita susulin aja kali ya? Devano juga tadi kan dia bilang mau ke toilet lama bener perasaan, " Ucap Rifki yang juga mencari keberadaan devano
"Udah ah. Dari pada pusing mending kita susulin aja mereka. " Ucap bintang
Dan yang lain pun menurut, dan mengikuti bintang menunu toilet. Toilet disekolah mereka memang satu arah, yang membuat membedakan nya adalah. Belokan nya saja. Jika yang toilet wanita disebelah kanan. Maka toilet pria disebelah kita. Hanya itu saja yang menjadi batas antara toilet mereka
"Tapi bentar woi! Itu devano bukan sih? Ngapain dia melamun disitu sendirian! Mana mandangin pohon mangga itu lagi. Jangan jangan devano ketempelan dedemit lagi. " Ucap Gilang parno'an
"Ngawur lo. Mana ada siang siang gini demit. Lo kali yang jadi demitnya. Mending kita susulin aja devanonya kesana, " Ucap galang
Mereka pun menyusul devano dan menyapanya
"Woi van! Lo ngapain disini? Bukannya tadi lo bilang mau ke toilet ya. " Heran reza
"Iyaa."
"Ck! Iya doang lagi jawaban nya. Terus kenapa lo disini? " Tanya reza lagi. Karna tidak puas dengan jawaban dari devano
Devano tak menjawab. Ia lebih memilih berjalan dan mendekati pohon mangga tersebut. Para inti black diamond, tirta dan juga bintang saling lirik karna tak paham dengan apa yang dimaksud oleh devano. Bukannya menjawab pertanyaan dari reza, ia justru malah pergi meninggalkan mereka begitu saja. Berbeda dengan putra dan juga alex yang memang sudah paham. Mereka juga sudah mengetahui bahwa dipohon tersebut adalah bulan yang tengah asik memakan buah mangga. Bagaimana bisa tau? Tentu saja dari pandangan devano yang terus menuju kepohon mangga tersebut, itulah kenapa alex dan putra juga mengikuti arah pandang devano. Biarpun mereka semua tidak paham apa yang dimaksud oleh devano. Akan tetapi mereka juga mengikuti devano menuju pohon yang berada di hadapan mereka saat ini
"Loh ini kan sepatunya bulan. Trus orangnya mana? " Ucap bintang celingak celinguk
"Atas." Jawab kompak alex, putra dan juga devano
Reza. Gilang. Galang. Rifki. Tirta dan juga bintang mendongak dan melihat bulan yang tengah asik sengan buah mangganya, hingga tak sadar jika mereka semua berada dibawahnya
"Sayang! " Panggil devano lembut
Bulan yang mendengar suara devano memanggilnya, langsung saja menunduk dan melihat semua teman temannya sudah berkumpul disana.
__ADS_1
"Eh kalian. Bentar aku turun dulu, " Ucap bulan. Namun sebelum ia turun, ia masih sempat mengantongi beberapa biji buah mangga kedalam sakunya.