
"apa aku boleh memasukannya" tanya pria tersebut. karna puasakanya sudah berdiri kokoh dan sedari tadi terus meminta agar dimasukan kedalam sangkarnya
"tentu! tentu! cepat lah masukan. aku sudah tidak ditahan"
ucap ririn.
pria itu pun langsung saja mengarahkan pusakanya ke lubang goa milik ririn. dengan pelan ia sedikit bermain dilluar bibir goa itu. dan langsung saja mengarahkannya
bluusshhh!
"aahhhhk!" desah mereka berdua saat pusaka milik pria itu sudah masuk sepenuhnya kedalam goa milik ririn
dengan gerak pelan pelan, dan semakin cepat pria itu menggoyangkan pinggulnya dengan gerakan maju mundur.
"apa ini enak!" tanya pria itu sambil terus menggoyangkan pinggulnya
"ya ya. ini sungguh enak enak. ini adalah rasa yang paling enak yang aku rasakan. ahhh! nikmat sekali! "
"sungguh, apa kau tidak pernah merasakan sensasi yang seperti ini dengan suamimu." pancing pria itu, namun ia terus saja melakukan aksinya semakin brutal
"aaahhhkk.. ahhh... tidak.. ak...ku.. punya dua suami.. tapi tak ada satupun diantara mereka yang ahhhh... mem..berikan...aku kenik.....matan....yang....ahhhhh. seper...ti....ini...ahhhh ahhhh..rasanya..."
"kau punya suami dua. tapi tak ada satupun yang bisa memberikan mu kenikmatan, sungguh sangat disayangkan sekali."
"kenapa kau bisa memiliki dua suami."
"ahhhh... tidak. tidak... suamiku hanya satu.. suami kedua ku itu,adalah suami dari kakak ku.... aaahhh.. aahhhhh... aku sengaja menculik...ahhhh... kakakku.. agar aku bisa.... meenguasi hartan.... suaminya.. ahhhh.... tapi belum sempat....ahhhh... ak...ku... mengambil alih.... kakakku... sudah hil...ang... entah kemana... tapi sampai sekarang ini...ia sama sekali belum menunjukan... dirinya.. aku...yakin...dia sudah mati dimakan oleh binatang buas dihutan sana..." ucap ririn membongkar semuanya tanpa sadar.
sedangkan pria tersebut tersenyum, ia tak mengira bahwa ririn akan membongkar kebusukannya dengan segampang ini..
"begitukah, hmm! lupakan saja masalah itu sekarang ayo nikmati goyangan ku ini" ucap pria tersebut menambah ritme goyangannya
sedangkan ririn sudah merem melek dibuatnya. sungguh nikmat yang luar biasa yang ia akan rasakan. malam panas nan panjang itu mereka lalui dengan mandi keringat yang membuat kasur mereka menjadi basah..
"ini kunci rumahnya. silahkan beristirahat."ucap seorang wanita paruh baya
"terima kasih" jawab wahyu menerima kunci rumah tersebut, sedangkan sipemilik kontrakan itu pergi setelah menira uang dari wahyu.
ya, wahyu dan juga livina sudah menemukan kontrakan kecil yang harganya sesuai dengan uang yang mereka miliki.
"pah, yakin mau tinggal dirumah kecil seperti ini? rumah itu ukurannya sama kaya kamar pembantu dirumah lama kita."ucap livina
"sudah lah jangan brisik. uang kita hanya cukup untuk meyewa rumah kecil ini. mau bagaimana lagi, syukuri aja apa yang ada."jawab wahyu dan langsung memasuki rumah tersebut.
ceklek!
__ADS_1
"aaakhhhh!" teriak livina saat ada seekor kecoa melintas dibawah kakinya, saat pintu rumah tersebut dibuka
"hei..hei.. kau kenapa, apa yang membuat mu teriak seperti itu livina!" ucap wahyu merasa heran dengan tingkah istrinya itu
"itu...itu... kecoa. ada kecoa, mama geli pah. iiiiiih, mama nggak bisa tinggal dirumah ini"ucap livina
"terus, kalo nggak tinggal dirumah ini. lalu kita mau kemana? apa kau mau tinggal dan tidur dijalanan" ucap wahyu. livina menggeleng, mana mungkin ia bisa tidur dijalanan seperti gembel
"nggak mau kan! makanya jangan cerewet, sudah lah papa ngantuk dan lelah. seharian ini sudah kesana kemari dengn berjalan kaki. sekarang diam dan tidurlah" ucap wahyu dan langsung saja merebahkan tubuhnya dikasur kecil dan keras itu
livina mau tak mau pun harus diam dan mengikuti suaminya untuk tidur. walaupun tidak bisa tapi ia berusaha untuk memejamkan matanya.
"sudah tengah malam seperti ini, kenapa raina belum pulang juga. kemana dia sebenarnya" ucap willy. ia sudah sedari tadi mencoba untuk menghubungi raina namun tak ada jawaban satupun.
willy tidak tau saja, jika saat ini ririn tengah menghabiskan malam yang beitu panjang dengan pria asing yang sama sekali tak ia kenal sekali pun.
"mungkin nanti ia akan pulang, lebih baik aku tidur saja" gumam willy, ia pun langsung saja merebahkan tubuhnya karna sudah begitu mengantuk. namun sebelum itu, tak lupa willy membuka kunci kamarnya agar jika ririn pulang, ia hanya tinggal masuk tanpa harus mengetuk pintu terlebih dahulu.
****
malam telah berganti menjadi pagi yang begitu cerah. bulan dan juga bintang telah siap dengan pakaian nya rapihnya. mereka sudah siap untuk berangkat sekolah hari ini.
"pagi papa."
"morning pah." ucap bulandan bintang kompak
"hehehe! bintang nolongin kak bulan masak. lihatlah, ini semua kak bulan yang masak. bintang juga bantu tapi sedikit."cengirnya
"wah benar kah, suatu kemajuan yang bagus. sering seringlah belajar masak ya." ucap willy
"baiklah baik papa."ucap bintang tersenyum
"hmm pah, apa mama belum pulang?" tanya bulan karna tak melihat ririn sedari tadi
willy menarik nafasnya degan pelan dan mengeluarkannya dengan perlahan.
"belum! dia belum ada pulang sama sekali."jawab willy menunduk
bintang dan bulan saling pandang satu sama lainnya, dan sama sama menggelengkan kepalanya
"biarkan aja pah, sekarang lebiih baik kita sarapan, keburu dingin ntar nggak enak lagi."ucap bulan
willy mengangguk, ia pun langsung saja memakan makanan yang sudah disajikan oleh sang putri. beberapa menit mereka makan, akhirnya selesai dan mereka pun memutuskan untuk bersiap siap berangkat
"pah. bintang berangkat sama kakbulan aja ya, lagi malas bawa mobil soalnya."ucap bintang meminta izin
__ADS_1
"loh kok gitu. bulan kamu berangkat pake apa nak? tanya willy
"motor pah, tadi mang asep ngasih tau kalo ada orag yang nganterin motornya kesini. mungkin orang suruhan devano."jawab bulan
"oh gituh, yasudah tapi ingin hati hati dan janga ngebut."
"ngomongin soal motor. siapa yang ngajarin kamu bawa motor? bukankah selama ini papa nggak ada belikan kamu motor nak."ucap willy yang baru sadar jika putrinya itu bisa membawa motor
"hmm! bulan juga nggak tau sih pah, waktu itu kepepet aja dan cuma ada motor yaudah bulan bawa aja, dari pada harus ketinggalan jam pelajaran." jawab bulan seadanya
"yasudah kalo gitu. yang penting selalu hati hati okee." peringat willy
"oke papa"jawab kompak mereka berdua.
"yasudah. kalo gitu papa berangkat,"pamitnya dan langsung saja menaiki mobilnya
"ayo berangkat."ucap bintang pada bulan, bulan mengangguk dan langsung saja memberikan hlem full facenya pada bintang agar ia memakainya. begitupun ia juga melakukan hal yang sama.
Bruum!
Bruum!
motor bulan melaju dengan kecepatan sedang menuju sekolahnya.
devano sengaja memberikan dua hlem untuk digunakan mereka berdua. (sungguh pacar yang begitu pengertia kan. othor jadi pengen juga rasanya punya pacar kaya devano hihihi)
"sshh, pusing sekali kepala ku" ucap ririn yang baru saja bangun dari tidur nyenyaknya.
"kenapa ban ku rasanya begitu remuk. dan dimana aku." ucapnya berusaha mengingat kejadian malam tadi
ia pun melihat lihat seketitarnya. kamar yang ia tempati saat ini begitu berantakan sekali, baju berserakan dimana mana. tatapan ririn terhenti pada satu buah paper bag. ia pun dengan segera mengambilnya dan membuka paper bag tersebut. dan menemukan satu buah surat yang berisikan. "terima kasih untuk malam tadi. ini baju dan uang gunakan lah untuk kebutuhan mu." begitulah isi dari surat tersebut
"aku sampai lupa, manis sekali."ucap ririn setelah sadar dan ingat semuanya. ia pun langsung saja membersihkan dirinya ketoilet dan bergegas untuk pulang.
"apa kau sudah melakukan tugas mu dengan benar!" tanya seorang wanita paruh baya
"sudah. semua berjalan sesuai dengan keinginan kita boss. dan ini adalah bukti rekamannya," ucap pria itu sambil memberikan flasdisk
wanita tersebut mengambilnya, dan memasangnya ke laptop miliknya. ia pun melihat isi video tersebut dan mendengarkan semua isi percakapan didalam video tersebut. ia pun tertawa sinis
"kerja bagus. ini bayaran untuk mu. dan pergilah sejauh mungkin dari sini."ucap wanita tersebut sambil melemparkan segepok uang kearah pria tersebut
sang pria mengambil dan memeriksa isi dari amplop tersebut, "ini lebih dari yang kau janjikan boss. tapi tidak papa terima kasih. jika nanti kau butuh sesuatu lagi silahkan hubungi akuu." ucapnya sambil mencium amplop tersebut lalu pergi dari sana
"hmm!" gumam wanita tersebut
__ADS_1
"tunggu tanggal mainnya nona" ucapnya tersenyum sangat tipis