
"Ma-maksud kamu apa van? Kenapa kamu bilang kalo mama aku itu, bukan mama kandung aku! " Tanya bulan menatap lekat devano
"Lo jangan bercanda deh van, " Ucap bintang yang juga ikut syok mendengarnya
Sedangkan para inti black diamond hanya diam dan merapatkan duduk mereka untuk mendengar kan cerita dari devano. Devano terlihat menatap mereka semua satu persatu dan menarik nafasnya dengan pelan
"Jawab aku van. Apa maksud kamu, " Ucap bulan mendesak devano agar berbicara
"Huft! Jadi gini, " Ucap devano menceritakan semua kejadian yang ia dengar dari ridho dan juga kiki
Flashback on
Mas perut ku sakit. Sepertinya aku akan segera melahirkan" Ucap riana membangun kan willy
Willy yang tidurnya terusik pun dengan segera membuka matanya, kemudian melirik jam yang menunjukkan pukul 3 dini hari.
"Aakhh!! Mas sakit" Teriak riana
Willy panik. Akibat teriakan sang istri dengan mata yang masih sedikit mengantuk. ia pun bergegas menggendong riana dan dengan langkah lebarnya ia dengan cepat telah sampai kemobil. Dengan penuh hati hati willy mendudukkan istrinya.
"Sabar ya sayang, kita akan kerumah sakit sekarang" Ucap willy
"Mas cepetan. Aku udah gak tahan lagi" Ucap riana
Willy pun melaju dengan cepat. Tak lupa sebelum itu ia telah menyuruh bi minah dan para pelayan yang lain agar mempersiapkan semua kebutuhan riana ketika bersalin
"Sabar ya sayang! Sebentar lagi kita akan sampai" Ucap willy mengelus puncak kepala sang istri
"Mang asep. Tolong dicepatin lagi bawa mobilnya" Ucap willy pada supir pribadi nya itu
"Baik Pak. Ini juga udah yang paling kenceng" Jawab mang asep juga ikutan gugup. Pasalnya nyonya nya akan melahirkan. Jika terlambat saja maka akibatnya akan fatal
"Mas! Aku gak tahan lagi. Seperti nya air ketuban ku pecah" Ucap riana saat merasakan bajunya basah
Willy semakin panik dibuatnya "sabar ya sayang. Tahan sebentar lagi" Ucap willy menggenggam erat tangan riana
Perjalanan yang seharusnya mereka tempuh 30 menit sekarang hanya perlu 20 menit saja. Dengan sigap mang asep memanggil para dokter dan suster agar, agar membawakan brangkat. Willy masih setia memegangi tangan sang istri sambil terus menerus memberi semangat
"Maaf Pak. Bapak dilarang masuk ada baiknya bapak menunggu disini saja" Ucap suster tersebut
"Tapi Sus istri saya akan melahirkan. Bagaimana mungkin saya harus menunggu diluar" Ucap willy
"Tapi ini darurat pak. Keadaan pasien sudah tidak sadarkan diri akibat pendarahan dan juga ketuban yang pecah. " Ucap suster tersebut langsung menutup pintu
Willy hanya bisa memandangi dari arah luar. Tak berselang lama kedua orang tua willy pun tiba
"Teruslah berdoa nak. Agar istri dan juga anak mu selamat" Ucap dewi mama willy
"Percayakan semua pada Tuhan. Papa yakin istri dan anak mu akan selamat" Ucap Ali papa willy
"Iya pah mah. Aku akan terus berdoa " Ucap willy
Flashback off
__ADS_1
"Dari situ kalian semua udah bisa ngambil kesimpulan, dari mana datangnya Ririn menggantikan posisi ibu kandungnya bulan. " Ucap devano pada mereka semua
"Jadi maksud lo. Ibu kandung bulan punya kembaran gitu kah? " Tanya reza yang ikut menyimpulkan
"Yup! Selebihnya lo tau sendiri, " Jawab devano
"Berarti kalo mang benar gitu, kita semua satu pemikiran dong, " Ucap gita. Yang lain mengangguk membenarkan mereka memang setuju apa yang diucapkan oleh Gita bahwa pemikiran mereka kali ini benar benar sama.
"Ja-jadi kalo memang begitu kesimpulan nya dimana mama kandung kita, van apa kamu tau? " Ucap bulan menatap devano
"ya,aku tau mama kamu ada di'' kalimat devano terputus saat willy tiba tiba saja datang
''sepertinya pembahasan kalian terlihat asik.''ucap willy
''ini pah, kami lagi bahas soal mam.''
ting!
tong!
lagi lagi kalimat bulan terhenti saat tiba tiba saja ada seseorang yang mengetuk pintu rumahnya.
"biar bulan aja yang buka pintunya pah,"ucap bulan dan langsung membukakan pintu
ceklek!
"maaf apa ini rumah keluarga jhonson?"tanya seorang polisi
"benar pak, ini rumah papa saya mari silahkan masuk pak," persilahkan bulan
"pak sundar, ternyata kau sudah datang."ucap willy yang melihat sahabatnya datang
"tentu aku datang will, aku dengar dari anak buah ku bahwa wahyu si pria bodoh itu lagi dalam masalah. dan anak buah ku mengatakan bahya permasalahannya kali ini adalah bersama keluarga mu, apa itu benar?"tanya sundar kepala polisi yang ternyata sahabat willy juga
"ayo duduk dulu, silahkan minum dan makan dulu cemilan yang ada ini."ucap willy santai
"kau ini sungguh tidak pernah berubah sama sekali willy,"ucap sundar terkekeh kecil
"ya begitulah, kenalin mereka berdua adalah anak ku. dan mereka semua ini adalaah teman teman nya."ucap willy memperkenalkan
"aku sudah tau, kedua putry mu sungguh cantik sekali. sekarang dimana anak itu?" tanya sundar pada willy
"dia ada digudang!"jawab willy seadanya
sundar hanya mengangguk saja, kemudian ia pun mengkode anak buahnya untuk pergi kegudang dan menangkap erwin. tentu tak sendiri ada mang asep yang mengantarkan mereka menuju gudang.
"aku mungkin nanti akan membawa salah satu putrimu dan juga saksi mata untuk meminta keterangan mengenai kasus ini."ucap sundar membuka topik
"yaya, tentu kau harus membawa mereka karna ini memang sudah seharusnya bukan."ucap willy
"lapor komandan, kita sudah membawa pelaku kedalam mobil"ucap bawahan sundar
"ah, ya baiklah! kalo gitu aku harus pamit, karna masih ada beberapa pekerjaan lain yang harus aku tangani."ucap sundar berpamitan
__ADS_1
"baiklah terima kasih atas kerja samanya."jawab willy menjabat tangan sundar
"sudah menjadi tugasku, dan untukmu datanglah kekantor sekitar satu jam lagi untuk dimintai keterangan"ucap sundar pada bintang.
bintang mengangguk patuh "iya om,"
"baiklah aku pergi dulu."ucap sundar kemudian ia pun dengan segera menuju mobilnya,diikuti oleh anak buahnya
"lanjutkan saja pembicaraan kalian semua, papa mau istirahat dulu! dan kamu bintang kali ini jaga diri kamu baik baik, papa nggak mau kejadian seperti ini terulang lagi."ucap willy pada bintang
"iya pah, kali ini bintang janji akan lebih hati hati lagi,"jawab nya
"yasudah kalo gitu."ucap willy mengusap lembut puncak kepala putri nya
sepeninggalan willy, bulan dan beberapa anak inti black diamond kembali menatap devano dengan serius.
"ngapain pada natap gue begitu?"ucap devano melihat melihat mereka semua.
"jangan pura pura lupa deh van, kita semua dari tadi nungguin lo buat ngasih tau kita yang sebenarnya"ucap reza
"iya van, tolong kamu kasih tau sama aku dimana mama kandung aku,"ucap bulan dengan mata yang sudah berair
ia bingung saat ini. entah harus berreaksi seperti apa! jika yang dikatakan devano memang benar adanya berarti kecurigaan dan kejanggalan yang selama ini bulan rasakan memang benar adanya..
"please honey, jangan menangis! iya aku bakal cerita tapi nanti bukan sekarang oke"ucap devano menangkup kedua pipi bulan. ia merasa tak tega jika harus melihat orang yang ia kasihi harus menangis
"tapi kenapa? kenapa bukan sekarang aja van, aku pengen tau dimana mama aku"ucap bulan dengan air mata yang sudah mengalir deras
"jadi selama ini aku hidup dengan kembaran nya mama? bukan mama kandung aku gitu"ucap bintang
"ya begitulah"jawab devano seadanya
"kalian berdua yang sabar ya. kita tau ini semua berat bagi kalian, karna hidup dengan kebohongan itu bukanlah suatu hal yang enak. tapi kita semua selalu ada untuk kalian berdua,kita akan bantu kalian untuk nertemu dengan orang tua kandung kalian."ucap gita
"yang dikatakan sama gita benar, kalian jangan khawatir apapun itu kita semua akan selalu ada"ucap naumi
"makasih ya. padahal kita baru kenal taoi kalian udah banget sama aku."ucap bulan
"sini sini berpelukan"ucap bunga
mereka semua pun akhirnya berpelukan, berbagi rasa kasih sayang satu sama lainnya
"gue ikutan dong!"ucap galang merentangkan tangannya
"ekhem!" dehem alex, putra, reza dan juga devano
"buset sekedar meluk doang nggak boleh, posesif amat lu pada"ucap galang cemberut
"yaiyalah posesif, mereka kan cewenya kita kita. yang seharusnya meluk itu ya kitalah bukan lo"cetus reza menatap galang sengit
"nyenyenye! selalu aja ngomong gitu, padahalkan namanya pelukan itu ada banyak. pelukan sahabat atau temen gitu,"jawab galang
"kalian ngapain sih malah ribut segala, cuma perkara pelukan doang"ucap naumi
__ADS_1
"tauk nih. kaya nggak ada yang lain aja"ucap bunga
mereka semua pun akhirnya memilih diam dan sibuk dengan kegiatan masing masing.