
"HAPPY BIRTHDAY! " teriak bulan dan yang lainnya nyaring, hingga membuat willy harus menutup kedua kupingnya.
"selamat ulang tahun papa. semoga panjang umur,sehat selalu dan diberikan umur panjang, dan satu lagi, selalu diberi fisik yang sehat dan kuat." ucapan pertama dari bulan
"amin. terma kasih atas doa dan juga kejetutan nya nak! apakah ini kalian semua yang menyiapkannya."tanya willy
"jelas dong om. kalo urusan beginian mah, hanya kecil bagi kita."jawab gilang nyengir
"hebat hebat. sangat bagus,om suka. sekali lagi terima kasih buat kalian semua, sudah mau repot repot untuk membuat kejutan seperti ini. om sangat menghargai ini semua." ujar willy. ia benar benar merasa bahagia dengan kejutan ulangg tahunnya kali ini.
"sekarang, mending tiup lilinnya dulu.setelahnya baru kita makam." ucap bintang
"wah banyak sekali makanannya. guehnya juga besar banget." ucap willy takjub dengan beberapa hidangan makanan yang ada di atas meja
bagaima tidak takjub. jika makanan yang bulan sajikan, seperti orang yang lagi ada acara pernikahan saja.
"ini kita para perempuan yang memasaknya pah. pokoknya dijamin ennnnaaaakkk,banget." ucap bintang sambil mengacungkan kedua jempolnya
"pasti enak. papa jadi laper, tapi makan malamnya papa tunda sebentar. papa ingin mandi udah lengket banget." ucap willy,
karna memang posisinya willy baru saja pulang bekerja, dan langsung disuguhkan dengan kejutan seperti ini.
"oke pah, jangan lama lama ya. kita semua udah laper. apalagi reza tuh, coba papa lihat. matanya ngelirik muluk." canda bulan
mereka semuapun beralih menatap reza yang memang, tengah memandangi makanan yang sudah tersaji rapi diatas meja. bunga benar benar merasa malu dengan sikap kekasihnya itu. bunga pun langsung saja meyenggol reza agar tersadar dari tingkahnya
" eh ya, kenapa?" ucap reza menatap bunga
"jangan bikin malu rezaa. ampun deh gue sama tingkah lo." bisik bunga pelan
reza seolah tersadar dengan apa yang sudah dia lakukan, ia pun hanya bisa nyengir tanpa beban seolah tak terjadi apa apa.
"maafkan reza om, anaknya emang agak senglek!" ucap bunga merasa malu dengan cowo disebalahnya ini, yang sialnya adalah kekasihnya.
ia juga bingung kenapa kenapa bisa jatuh cinta pada reza, yang jelas jelas memiliki otak geratisan. tapi disisi lain ia juga bersyukur karna telah menjadi kekasih reza. yang dimana memiliki sifat penyayang dan juga baik hati.
"nggak papa, kalo gitu om keatas dulu." pamit willy pergi meninggalkan mereka semua.
"syukurlah. ternyata acara kita lancar kali ini, senang banget aku."ucap bulan merasa senang
__ADS_1
" iya dan ini juga berkat kerja keras kita semua. seru banget pokoknya." ucap gita
"iya, walaupun nggak mengundang banyak orang, tapi hanya dengan kita aja udah berasa rame banget." pungkas naumi
****
"laki laki berengsek. aarggh! gara dia gue dipermalukan. awas aja ntar kalo ketemu, aku bejek bejek kamu." ucap ririn
ia benar benar merasakan frustasi. hanya karna uang palsu yang diberikan pria asing itu membuatnya jadi kepikiran, dan hampir gila. ririn meminta mang asep agar menurunkannya ditepi taman. ririn butuh meyendiri agar bisa menghilangkan kejadian tadi siang saat di mall. keadaannya benar benar sudah seperti orang gilak. yang semula rapih, dan sekarang begitu amburadul.
"orang gilaa.. orang gia..."
"jiahahah ada orang gila."
tiba tiba saja ada beberapa anak kecil yang mendekat padanya, dan langsung saja mengatainya orang gila
"diaam! apa yang kalian katakan. aku nggak gila, kalia semua yang gila.
"
"kabur kabur.. orang gilanya ngamuk." ucap salah satu anak kecil itu dan lari bersama yang lainnya.
"dasar anak anak nggak berguna."'ucap ririn kesal
"kita disini udah dari sore tadi, tapi kenapa mama belum juga ya pah."ucap bintang
mereka saat ini tengah berkumpul diruang tamu, untuk melanjutkan pesta ulang tahun willy.
"ntahlah nak, papa juga tidak tau."
brum!
brum!
brum!
"sepertinya, itu mamah pah."ujar bintang dan langsng berdiri dari duduknya
"jangan! kau tak menyusulnya nak. duduk kembali biarkan dia masuk dengan sendirinya." cegah willy pada bintang agar tak membukakan pintu untuknya
__ADS_1
bintang terpaksa menuruti perintah sang ayah,
"wah! wah! wah! ada pesta dirumah, tapi kalian tidak mengabariku sama sekali." ucap ririn, saat telah masuk dan melihat jika sedang ada pesta kecil kecilan
"ternyata kau masih ingat pulang? hebat bagus sekali!" ucap willy dengan suara datar
bulan dan bintang merasa heran denga tingkah laku sang ayah. sejak kapan ayah mereka berbicara dengan suara datar miliknya
"oh jelas aku pulang. apakah aku salah pulang kerumah ku sendiri. aneh!" jawab ririn santai
"kau masih menganggap ini rumah mu, apkah kau menganggap aku adalah suami mu?" ucap willy
"kamu gila ya mas! udah jelas jelas kamu itu suami akuu. kamu kenapa sih." ucap ririn heran dengan willy
"jika kau menganggap ku suami mu, lalu ini apa."ucap willy memberikan ponsel miliknya pada ririn. dan ririn pun mengambil ponsel tersebut lalu terbelalak lebar melihat gambr tersebut.
"i-ini kamu da-dapatkan dari mana mas?" ucap ririn terbata bata
ia merasa syok karna gambar yang ia lihat. bagamana tidak syok, jika gambar yang ia lihat tersebut adalah foto dirinya yang tegah berpelukan di mall siang tadi. dan jangan lpakan foto skandal dirinya tanpa sehelai benang pun (catat ya guys. hanya foto bukan videonya)
"katakan dan jelaskan itu siapa. dan ada hubungan apa kau dengan pria itu ha!"
"apakah karna ini kau, jadi jarang berdiam diri dirumah. dan lebih memilih untuk bertemu dengan pria lain. jadi selama ini kau sudah selingkuh dari ku iya.!!" bentak willy dengan suara yang begitu keras.
dan membuat siapa saja, terkejut oleh suara baritonnya keras itu, nahkan membuat para pelayan dirumah itu ikut keluar dan melihat apa yang terjadi
FLASHBACK ON
"huft! akhirnya selesai juga pekerjaanku. hah ternyata sudah hampir tengah malam, dan aku bahkan melewatkan makan malam ku."gumam willy saat melirik jam dipergelangan tangan nya.
willy langsung saja membereskan beberapa berkas yang telah selesai ia gunaka, ia meyimpannya dengannya aman dan juga rapi. setelah selesai, willy pun bergegas hendak pulang, namun notif ponselnya membuat nya menghentikan niatnya untuknya. ia penasaran dengan isi pesan tersebut, siapa yang mengirimi ia pesan dijam sudah hampir larut ini.
takut takut jika yang mengiriminya pesan adalah rekan bisnisnya. namun saat dilihat justru nomor tidak dikenal. karna penasaran willypun membuka isi dari pesan tersebut. dan betapa terkejutnya ia saat foto tersebut adalah foto ririn yang tengah mendua. willy yang sudah naik pitam tentu saj mempercepat langkahnya agar segera sampai dirumah. niat hati ingin berbicara empat mata, akan tetapi gagal karna ririn tidak berada dirumah. dan willy pun mengurungkan niatnya untuk berbicara, pada ririn karna. dirmahnya ada semua teman bulan yang sudah membuatkannya kejutan.
namun ternyata ririn pulang sebelum acara selesai, dan willy yang memang sudah menahannya amarahnya sedari tadi. akhirnya terlepas dan sudah tidak perduli lagi jika orang luar mengetahuinya. termasuk kedua putrinya. karna bagi willy bertengkat didepan anak buknlah hal yag baik. tapi apa boleh dikata?
FLASHBACK OFF
"tidak mas. bukan itu maksud ku. aku sama sekali nggak selingkuh."
__ADS_1
"kau memang tidak berselingkuh saudari ku." ucap seseorang yang datang secara tiba tiba. mengalihkan atensi mereka semua yang berada disana
deg!