Kembar Yang Tidak Dianggap

Kembar Yang Tidak Dianggap
chapter 42


__ADS_3

Brum!


brum!


satu mobil mewah memasuki halamann kediaman milik  keluarga jhonson.


"sepertinya, itu mas willy udah pulang" ucap ririn dan segera keluar dari kamar


tap!


tap!


tap!


suara langkah kaki menuruni anak tangga, dengan tergesa gesa menuju pintu.


"biar saya aja bi yanng buka."ucap ririn mencegah bibi membukakan pintu


"baik nyonya."jawab sang bibi kemudian ia pun kembali kebelakang.


ceklek!


"baru pulang mas. bagi duit dong, uang bulanan yang kamu kasih udah habis."ucap ririn mengadahkan tangan


willy dan kedua putrinya, menatap tak percaya pada ririn. mereka baru saja pulang, ditambah dengan bintang yang baru saja pulang dari penculikan. ririn bukannya menanyakan kabar tentang putrinya ia malah meminta uang pada sang suami.


"apa maksud mama. bintang baru saja pulang, mama bukannya menanyakan kabar justru malah meminta uang. dimana letak rasa khawatir mama pada anak kita mah!"ucap willy tak habis pikir dengan kelakuan istrinya itu


"apaan sih pah.  nggak usah lebay deh! toh juga bintang udah balik kesini dengan selamat kan. sekarang mana uangnya buruan, mama malam ini ada acara sama temen temen mamah."ucap ririn


ia sama sekali tidak peduli dengan keadaan anaknya itu. ralat anaknya willy.  ririn sama sekali sudah tak memperdulikannya lagi, ia sudah lelah selama beberapa tahun ini berpura pura baik pada keluarga willy ini. baginya uang yang selama ini ia gunakan sudah lebih dari kata cukup. hanya tinggal selangkah lagi saat bulan menikah nanti ia akan memulai aksinya,


"mama keterlaluan!  bintang itu baru pulang loh mah, dan mama malah minta uang ke papa tanpa nanyain gimana keadaan aku? bener bener keterlaluan!" ucap bintang dan langsung pergi kekamarnya


"bintaang tungguuu!"ucap bulan mengejar bintang kekamarnya.


"lihat! karna ulah mu, ibu macam apa kau ini! lebih mementingkan uang ketimbang kondisi anak mu.. apa isi kepalamu itu hanya uang. uang. dan uang!" ucap willy


" yaiyalah, nggak ada uang ya bisa mati berdiri. kenapa sih, semua yang ada disini pada lebay semua. nggak usah terlalu berlebihan. dia kan juga udah pulang paling juga lecet dikit doang!" jawab ririn kelewat santai


"terserah! kamu benar benar nggak ada punya rasa simpati sedikit pun sama anak sendiri" ucap willy dan meninggalkan ririn seorang diri


"loh kok malah pergi! uang nya mana pah mama ada urusan nanti malam." ucap riirin teriak memanggil willy namun sama sekali tak digubris oleh willy. ia pun pergi menyusul sang suami kekamar..

__ADS_1


****


"hiks hiks. gue kira mama sayang dan peduli sama gue, nyatanya gue habis diculik aja dia sama sekali nggak peduli dengan gue hiks hiks!" tangis bintang pecah dikamarnya


"sabar bintang. dengan adanya kejadian ini aku jadi membenarkan ucapan devano! sepertinya apa yang dia katakan memang benar bin. aku harus segera nyari tau dimana mama kandung kita." ucap bulan bertekad


"maksud lo? jadi yang dikatakan devano memang benar, kalo dia bukan mama kandung kita! terus lo mau nyari mama dimana?" tanya bintang pada bulan


"entahlah. tapi yang jelas aku akan terus berusaha nyari mama dimana. karna firasatku bilang kalo mama itu ada disekitar kita, dan aku juga merasa kayanya mama selalu ngawasin kita dari jauh."jawab bulan menatap lurus kedepan


"kenapa lo begitu yakin? "tanya bintang


"firasat aja!" jawab bulan seadanya


"terus kalo memang lo yakin, kalo selama ini mama mantau kita dari jauh. kenapa dia nggak datengin kita dan bilang semuanya."ucap bintang


bulan menghedikan bahu acuh. "entahlah! mungkin ada sesuatu yang buat mama nggak mau menunjukan dirinya"


"cuma kemarin, aku ada nggak sengaja nabrak ibu ibu dia pake masker gitu. cuman aku ngerasa seperti memiliki hubungan sama ibu itu. aku juga nggak tau kenapa. tapi yang jelas pada saat aku ngelirik matanya, mata itu mirip seperti seseorang yang kita kenal tapi nggak tau siapa."ucap bulan mengingat kejadian beberapa waktu lalu saat ia tak sengaja menabrak seseorang


"warna bola mata nya apa?" tanya bintang


"coklat" jawab bulan


"apa?" tanya bulan tak paham


"lo sadar nggak sih kalo mata mama itu sedikit aneh? waktu itu gue pernah masuk kekamar papa, trus gue ngeliat kotak soflens gitu" ucap bintang


"jadi maksud kamu, mama make soflen yang warna coklat tua biar nggak ketauan gitu kah?"jawab bulan


"dam! lo bener, kita harus selidikin ini. "ucap bintang


"kenapa aku nggak kepikiran sama sekali. bukan kah tadi mama bilang kalo malam ini dia ada acara sama temen temennya. ini bisa jadi kesempatan buat kita untuk memeriksa kamar papa" jawab bulan'


"permisi pak buk." ucap seorang warga membangun sepasang suami istri yang tengah tertidur dengan pulasnya.


sudah hampir satu jam mereka membangunkan sepasang suami istri tersebut, namun tak kunjung juga mereka bangun.  para warga memerlukan pos jaga tersebut untuk berjaga jaga. namun mereka malah dihadapkan oleh sepasang suami istri yang tidurnya sudah seperti kebo.


"pak,buk." panggill orang itu lagi


"eungh! siapa sih ganggu orang tidur aja," ucap livina dengan mata yang masih terpejam


sementara orang yang memanggil barusan justru geleng geleng melihat tingkah orang yang berada dihadapan nya ini..

__ADS_1


"coba aja bangunin sekali lagi, kalo nggak bangun bangun bangun juga.  coba siram pake air ini."ucap teman yang satu


pria tersebut pun mengangguk dan langsung saja mengambil air botol tersebut dan


byuuurrrr!


"hujan hujan." ucap livina dan wahyu langsung terbangun


"kalian apa apaansi. ngaak tau orang lagi tidur apa, malah seenaknya main siram aja."ucap llivina geram dengan beberapa orang yang ada dihadapannya


"kalian yang apa apaan. ini itu bukan hotel yang bisa kallian pake untuk tidur seenaknya,  kalo mau tidur itu sana dirumah atau sewa hotel" ucap pria satu


wahyu dan livina pun baru tersadar, bahwa mereka saat ini masih berada dipos jaga. karna kelelahan. mereka berdua pun akhirnya tertidur dipos untuk mengistirahatkan diri


"y-yaa kalian kan bisa bangunkan dengan cara yang baik. nggak harus nyiram pake air juga."ucap wahyu


"kita udah coba bangunin kalian dengan cara yang baik baik. tapi kalian sama sekali nggak bangun, makanya kami semua pake cara ini biar kalian bangun." jawab pria dua


"sana sana pergi, ganggu orang mau ngeronda aja" usir pria tiga dengan kasar


"iya iya, jangan pegang saya dengan tangan kotor mu."ucap livina merasa jijik


"kita akan pergi dari sini,"ucap wahyu dan langsung pergi dari sana tal lupa ia juga membawa barang barangnya.


"huuu....huuuu...huuu..." sorak beberapa warga yang berada disana


"kau mau kemana?" tanya willy saat melihat ririn dengan penampilannya yang begitu rapih


"bukankah sudah aku bilang, aku akan pergi bersenang senang denngan teman temanku."ucap ririn memasang antingnya didepan cermin


"lagi? apa kau sadar akhir akhir ini, kau terlalu sering keluar rumah. bahkan uang bulanan yang aku kasih tiap bulannya semakin membesar. apa saja yang sudah kau beli mah,"tanya willy yang membuat aktifitas ririn terhenti. ia pun langsung saja membalikan badannya dan menatap willy yang juga tengah menantapnya.


proookkkk!


proookkkk!


proookkk!


"apa sekarang kau sudah mulai perhitungan pada istrimu sendiri ha! hanya uang segitu kau malah hitung hitungan. apa kau sekarang sudah jatuh miskin." ucap ririn dengan nada yang sedikit tinggi


"bukan itu maksudku. kau beberapa terakhir ini sering keluar rumah, bahkan kau jarang sekali berada dirumah."jawab willy


"itu bukan urusanmu, mau aku dirumah atau nggak itu terserah dengan ku."ucap ririn dan langsung pergi dari sana tanpa memperdulikan willy yang memanggilnya

__ADS_1


"mah! mamah tunggu. huft! kenapa sekarang riana malah berubah. dulu sikap nya tidak seperti ini. tapi sekarang lihatlah, ada apa dengan nya" ucap willy berpikir keras


__ADS_2