
Setelah melakukan penerbangan selama 26 jam 42 menit,ahirnya Wilona atau Amel mendarat di bandara SCHIPHOL.Wilona yang tidak pernah pergi keluar negri,dia sedikit takut dengan hal-hal yang baru.
Saat hendak turun dari pesawat yang di tumpanginya,Dia merasakan udara yang sangat dingin,Udara yang bertolak belakang dengan negaranya.Dengan segera dia menggunakan mantel tebal yang di beri oleh Dion.
Wilona tampak takjub dengan apa yang terlihat di matanya,sejauh mata memandang tampak salju menutupi dedaunan dan atap.Dulu melihat salju secara langsung hanyalah mimpi,tapi sekarang jadi kenyataan.
Dion yang mengetahui di belanda sedang musim salju,Dia meyiapkan baju-baju dingun dindalam koper Wilona.
Keperluan Wilona sudah di sikapkan oleh Dion di negara ini.Mulai dari penjemputan di bandara,kerja,tempat tinggal hingga kampus untuk kulihnya.
Dion memang tidak tanggung-tanggung dalam membantu Wilona.Sejak bertemu Wilona Dion mempunyai perasaan khusus untuk gadis itu.Wajah wilona yang begitu mirip dengan Amel membuat David bimbang dengan apa yang di rasanya.
Dia sendiri juga tidak tau,antara cinta sebagai laki-laki dan perempuan atau cinta sebagai adik dan kakak.
Tapi untuk saat ini Dion hanya berniat untuk membantu Wilona.Tentang perasaanya biar waktu yang akan menjawabnya.
"Nona Amel sanjaya?"Seorang laki laki paruh baya menyapa wilona saat dia sedang berjalan menuju pintu keluar bandara itu.
"Iya,Saya."Jawab Wilona singkat.
"Saya di tugaskan Tn Dion untuk menjemput nona,Nama saya Anton,Salah satu pekerja di keluarga Sanjaya"Anton menjelaskan siapa dirinya karna melihat muka Wilona yang bingung.
__ADS_1
"Tuan Dion ingin berbicara dengan Nona."Sambil menyodorkan telfon genggan yang di bawanya.
"Hay Wilon,Bagaimana penerbanganmu?kamu baik-baik saja kan?Ikutlah dengan pak anton,Dia adalah pekerja keluarga Sanjaya.Ingat namamu sekarang Amel dan kamu adalah adik dari Dion Sanjaya.Jangan kamu membuka identitas lamamu di sana."Dion mengingatkan pada wilona tentang identitas barunya.
Kematian Amel memang di rahasiakn,karna adanya Konspirasi dengan saingan bisnis keluarga Sanjaya.Bahkan Dalam keluarga Sanjaya sendiri banyak yang bermuka dua kepada mereka.
Jadi keluarga Sanjaya sangat menutup akses keluarga mereka dari pablik.Hanya orang kepercayaan keluarga sanjaya yang tau tentang kematiann Amel,salah satunya adalah pak anton.
Wilona segera memberikan telfon genggamnya kepada pak anton ketika selesai ngobrol dengan Dion.
Pak anton dan Wilona segera berjalan menuju pintu keluar bandara.
Selama dalam perjalann menuju kediaman Sanjaya,Wilona merasa takjub dengan keadaan sekitar.Salju yang begitu putih dan indah membuat Wilona tak berhenti memandangnya.
"Pak anton,ini rumah siapa?"Tanya wilona sebelum dia turun dari mobil yang di naikinya.
"Ini rumah utama keluarga sanjaya,Nanti Tn Dion akan menjelaskan menceritakan semua kepada nona."Jawab p.anton singkat karna dia tidak mau lancang dengan masalah keluarga majikanya.
Saat Wilona turun dari mobil,Ada empat wanita paruh baya menghampirinya.Mereka melihat wilona tampa berkedip.ada yang ber expresi takut,ada yang hanya diam karna terheran ada yang takjub.
"Jangan hanya diam,bawakan barang-barang nona amel ke dalam kamarnya."Seketika para wanita paruh baya itu tersadar dari rasa lamunanya.
__ADS_1
Saat wilona melangkahkan kakinya menuju pintu,seorang wanita dan pria berusia kira-kira 60 puluhan keluar dari dalam.
Mereka terus memandang Wilona dengan matabyang berkaca-kaca.Wanita tua yersebut terus melangkahkan kakinya berjalan ke pada Wilona.
"Amel...!Apakau kembali sayang,apa kamu telah keluar dari surga untuk menemani momy?"Wanita itu menyentuh pipi Wilona,Airmatanya keluar membasahi pipinya yang mulai kendur karna telah di makan oleh usia.
Wilona tampak diam,karna dia tidak mengerti dengan kondisinya.Dion tidak pernah berbicara tentang keluarganya kepada Wilona.
"Selamat sore nyonya,Saya Di kirim Tn Dion ke negara ini,saya tidak tau apa yang harus saya kerjakan karna Tn Dion belum memberi saya perintah apa-apa nyonya.
Dengan cepat wanita tua itu memeluk Wilona dengan erat,Wanita itu memeluk Wilona seolah takut kehilangan sesuatu yang sangat berarti.
"Anakku,Kamu adalah anakku yang kembali dari surga,kamu adalah anak dari sanjaya."Wanita tua terus mengucapkan itu saat memeluk Wilona.
Saat wanita itu sudah tenang,Dia melepas pelukanya dan memandang wajak Wilona lagi,Laki laki tua igu menghampiri Wilona dan istrinya dan kemudian mengajaknya ke Dalam.
Arah mata Wiloma memandang beberapa foto yang sangat mirip dirinya,Dia merasa terheran dengan semua itu.
Melihat expresi muka Wilona papy Daniel mulai membuka suaranya.
"Dia adalah anak kami,Amel sanjaya,Dia telah pergi meninggalkan kami 1 tahun yang lalu karna di bunuh oleh seseorang.Amel pergi dengan cara yang tragis.mobil yang di kendarai telah di sabotase oleh sesorang sehingga dia tertabrak oleh kereta,Dan jasadnya hancur tampa di kenali orang-orang,kecuali kami sebagai orang tuanya."Papy Daniel pun menahan air matanya saat menceritakan kepada Wilona.
__ADS_1
"Hampir 1 tahun istriku depresi dengan kepergian putri nya,Dia selalu menyalahkan dirinya atas kepergian putrinya,Saat melihat foto yang di kirim oleh Dion,Dia mulai kembali seperti semula,Sedikit demi sedikit dia mulai menerima keadaan ini.Nona Wilona aku mohon padamu,Jadilah Amel untuk istriku,untuk kami,untuk keluarga sanjaya.Kami merasa anak kami telah kembali setelah melihatmu."