
" dret, dret, dret"
terdengar suara telfon berbunyi bebetapakali di slah satu hp mereka.
wilona dan david tidak mendengar pagipan itu.
setelah kejadian di kamar mandi tadi,mereka kembali tertidur untuk mengembalikan stamina mereka yang terkuras .
suara telfob berbunyi lagi. ahirnya suara itu lama lama berhasil membangunkan wilona.
"seeeèt"
gadis itu merinntih, dia merasakan badanya di peluk oleh tangan kekar lelaki, dan kakinya juga.
wilona segera memindahkan tangan dan kakinya dengan pelan.
"awww,sakit"
rintih wilona saat beusaha menarik badanya untuk beesandar di sandaran tempat tidur.
"siapa yang menyuruhmu bangun?"
ucap david dengan suara khas bangun tidur.
dia segera menarik badan gadis iyu kembali ke dalam selimut,muka david dengan segera bersembunyi di dalam curuk wilona.
gadis itu cuma pasrah atas perlakuan tuanya.
karna selain tidak punya tenaga, dia takut kalau melawan pasti david akan mengeksekusinya lagi.
hp lagi lagi berbunyi.
david yang sadar ada hp berbunyi segera mencari asal suara itu.
" halo papi?" jawab david masi dalam mode malas.
"david, siapkan dirimu, sore ini penerbanganmu pergi ke singapor" ucap papai losi memberi tahu anaknya.
__ADS_1
" ok pi" david segera menutup panggilan itu.
sekarang pikiranya beralih pada gadis yang sekarang bersamanya.
" kita harus siap siap pulang ke rumah mami,aku da perlu sore nanti"
ahirnya david bangun dari tempatnya dan menuju ke kamar mandi.saat melintas di depan kaca, dia melihat penampakan punggung dan perutnya. tampak ada beberapa luka cakaran yang bertengger di sana.
david tampak senyum tipis melihatnya.
sedangkan wilona tampak diam di atas tempat tidur.
dia meliahat baju yang terongok di lantai yang sudah tidak berbentuk lagi, dia bingung bagaimana nanti dia bisa keluar dari kamar ini jika dia tidak punya baju.
"seeeeeeet, uh aww" rintih wilona saat berusaha menggerakkan tubuhnya.
" sakit sekali"
ucap wilona sambil memejamkan mata.
dia mensugesti dirinya sendiri supaya sakitnya berkurang.
melihat keadaan gadisnya yang duduk dia atas tempat tidur dengan posisi slimut menutupi tubuhnya sampai dada .
" kenapa kau tidak beranjak dari tempat tidur?"
ucap david dengan nada dingin.
wilona tampak ragu mau menjawab pertanyaan david.
" bajuku?"
david segera melihat sekeliling kamar, untuk melihat kain yang teronggom di lantai.
" kenapa aku lupa tentang itu?
ucap david dalam hati.
__ADS_1
" mandilah dulu, soal baju percayakan padaku"
" aku akan menyuruh orang untuk memebelikan untukmu".
ucap david sambil mengambil hp yang ada di nakes.
dia segera meminta tolong anak buahnya untuk megirim baju ke apartemenya.
setelah mendengar perkataan david, wilona bergerak berusaha gurun.
dia meringis menahan nyeri pada intinya .
" ayo wilona, kamu bisa, cepat wilona biar kamu segera bisa keluar dari tempat ini"
ucap wilona dalam hati untuk menyemangati dirinya sendiri.
melihat keadaan wilona yang menahan kesakitan, david segera berjalan ke arah gadis itu.
" suadah tuan, jangan lagi, aku sudah tidak kuat lagi"
ucap wilona dengan wajah memohon.
"apa yang kamu fikirkan wilona?"
david tetap beejalan ke arah wilona kemudian dia mengakat gadis itu ke kamar mandi.
tepat di depan kamar mandi,
david menarik selimut yang menutupi tunuh wilona.
mata savid melihat ke gubuh mungil itu, nampaklah tanda merah yang rata di tubuh gadisnya.
gadis itu nampak kaget dengan yang di lakukan david.
wilona segera menyilangkan tangan dan kakinya untuk menutupi daerah sensitifnya.
didudukkanya wilona atas kloset.
__ADS_1
" apa aku harus memandikanmu juga?"