
Mata Wilona membulat saat melihat David tersugkur di tanah,Sedangkan tante metta sudah di tangkap oleh anak buah David.
"Kak David."Triak wilona sambil berlari ke arah David.
David tampak memegang perut dengan posisi tengkurap.
"Kak,bangun kak,jangan tinggalkan aku."Wilona menagis sejadi-jadinya karna takut kehilangan David.
Mendengar tangisan istrinya david terbangun dan mengankat salah satu tanganya untuk mengusap wajah Wilona.
"Sayang,Jangan menagis lagi,Aku sudah menepati janjiku untuk menjagamu dengan nyawaku.Maafkan aku jiga setelah ini aku tidak bisa melindungimu lagi.
Dion segera mendekati David yang tampak lemah berada di pelukan Wilona.
"Hai kau,kita masih punya urusan,Kau masih punya hutang cerita padaku tentang anting itu,Jadi bertahanlah untuk membayar hutangmu."
"David tampak tersenyum mendengar perkataan Dion."Aku percaya,Wilona akan aman di bawah lindunganmu."
__ADS_1
"ingat,jika kau tidak kembali,aku akan menjadikan wilona istriku."
Setelah mendengar ucapan Dion,David tak sadarkan diri.Melihat itu wilona semakin meraung-raung menangis dan memeluk tubuh david kemudian tak sadarkan diri di atas tubuh David.
Dengan segera Dion membawa David Dan wilona ke Rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan.
Selama dalam perjalanan David mengalami perdarahan hebat dari perutnya sehingga membuat Dion panik.
Dion menghubungi papi Daniel dan menceritakan sekilas tentang apa yang terjadi.Setelah mendengetahui keadaanya,papy Daniel menelfon Rumah Sakit terbaik untuk menyiapkan tindakan oprasi.papy Daniel menceritakan keadaan David kepada salah satu dokter senior di rumah sakit tersebut.
30 menit perjalanan,ahirnya mereka sampai di Rumah Sakit yang di siapkan oleh papy Daniel.David segera masuk dan mendapatkan penanganan di meja oprasi pada bagian yang terluka ,Sedangkan wilona segera mendapat penaganan pada luka akibat benturan waktu kecelakaan.
Dion menceritakan Detai yang terjadi dan apa yang di lakukan oleh tante meta.
Papy Daniel tampak emosi,Dia meminta tante meta harus mendapatkan hukumannya dulu sebelum di serahkan ke polisi.
Hampir 2 jam David berada di ruang oprasi tak sadarkandiri,Ahirnya pintu terbuka dan keluarlah dokter yang menangani David.
__ADS_1
Dokter itu menjelaskan keadaan David yang sedang membutuhkan banyak darah segera.Dokter itu mengatakan golongan darah David AB resus,Dan secara kebetulan golongan darah papy Daniel Dan David AB resus juga sehingga dapat menyumbangkan 4 kantong darah secara cepat pada David.
"Kak David."Wilona mulai sadarkan diri dari pingsanya,Wilona terus menangis ingin mengetahui keadaan David,Tapi dokter tidak mengizinkanya untuk bangun karna keadaanya yang lemah.
1 jam kemudian,David selesai dengan oprasi tapi dia harus di lakukan Observasi ketat di ruang ICU.Sedangkan Dion yang tampak brantakan setelah memastikan Wilona aman,Dia ijin untuk membereskan masalahnya dengan tante metta bersama papy Daniel.
Setelah di lakukan Observasi selama 1x24 jam David di pindahkan diruang perawatan biasa,tentunya di ruang VVIP.
Mendengar itu,Wilona memaksa para dokter untuk memindah ruang perawatanya 1 kamar denga David.Dan ahirnya Wilinapun di perbolehkan 1 kamar perawatan dengan suaminya.
"Kak David ayo bangun,Kak jangan membuatku takut."Wilona duduk di atas kursi roda dengan suara bergetar di sertai tangisanya.Wilona merasa bersalah dengan melihat keberadaan David,
David memang sudah di nyatakan lewat masa kritisnya,karna David kehilangan banyak darah,Dia masih belum juga sadarkandiri tapi dia bisa mendengarkan apa yang di berbicara orang di sampingnya.
Wulona semakin menangis saat tidak ada respon sama sekali setelah wilona berusaha membangunkanya.
"Kak,bangun,jika tidak bangun hari ini,aku akan mencari kak Alex,aku akan meminta pertanggung jawaban dari keluarga Walson,"Wilona berusa memainkan emosi dan cemburu David untuk bangun.
__ADS_1
Tapi perkataan wilona tiada respon berarti di hadapan David sehingga wilona semakin prustasi.
"klek."pintu terbuka,dan muncullah Dion di kamar perawatan Dion dan Wilona.