
Semenjak pertemuanya dengan Nayna,Akio selalu mencari tau tentang Nayna,Dia ingin memastikan kebahagian orang yang di cintainya,walupun cintanya telah ditolak dari awal.
1 minggu sudah akio mengikuti aktifitas Nayna,Dan kebohongan Nayna tentang pernikahnya di ketahui oleh Akio.
"Aku pulang dulu ya,terimakasih atas bantuanya."pamit Nayna saat hendak pulang.Nayna biasanya pulang menggunakan angkutan umum jika tidak terlalu malam,jika dia mabil lemburan dan pulang terlalu malam,Nayna menggunakan ojek online yang di pesanya lewat aplikasi di hpnya.
Malam ini keadaan grimis, dan jalan tampak lengah dan sepi,Nayna hanya sendiri menunggu angkutan umum di halte teraebut.
"Aw."Tangan Nayna di tarik oleh seseorang dari sampinga,dan secara reflek Nayna berontak dan berusaha melarikan diri,Tapi tubuhnya terhimpit antara didnding dan orang itu
"Kenapa kau bohong padaku?"
"Akio?"Nayna sangat terkejut dengan orang di depanya.Yang dia tau Akio sidah tidak perduli denganya setelah pertemuanya yang terahir.
"Apa maksudmu?"
"Tentang pernikahanmu dan hidupmu,kau bohong padaku soal pernikahanmu,kau menolak pemberianku sedangkan kau harus berjuang sendiri untuk menghidupi keluargamu."
Nayna hanya diam dan berusaha menahan air matanya saat melihat sorot mata Akio yang nampak marah dan kecewa.
"Cup."Akio menekan tengkuk Nayna dan ******* bibirnya secara membabi buta.Akio menumpahkan semua kekecewaanya serta emosinya pada ciumanya tersebut.
"Ehmmmm."Nayna mendorong dada Akio karna hampir kehabisan Nafas.
"Akio,Lepaskan aku,aku tidak pantas untukmu,aku tidak ingin menyakiti hati wanita lain."
"Tidak akan lagi aku melepasmu,Setelah malam itu,aku pergi berusaha melupakanmu,tapi aku tak bisa,aku seperti orang gila."Akio terus menelusuri wajah Nayna dengan jarinya.
"Ikut denganku."Akio menarik tangan Nayna untuk masuk ke mobilnya.Dan segera memacu kendaranya di atas rata-rata.
__ADS_1
"Akio,tolong pelankan kendaraan ini,aku takut."Nayna memegangi perutnya yang mulai sakit karena tegang, Nayna menahannya karna tidak ingin akio tau.
Mendengar permintaan Nayna,Akio.menepikan kendaraanya.
"Apa yang terjadi dengan hidupmu?Maafkan aku,aku telah menutup akses untukmu beberapa bulan ini."Akio merasa bersalah dengan keadaan Nayna.
Nayna menceritakan apa yang terjadi pada hidupnya,Tapi nayna tidak menceritakan tentang ayah janin yang ada di dalam kandunganya.Nayna tidak ingin penolakan ke 2 kalinya sepertinkejadainya dengan David dulu.
"Akio,aku ingin pulang,Alisia sakit,dia sangat membutuhkanku."
"Alisia?Anakku?"Akio ingin memastikan.
Nayna hanya mengagukkan kepalanya.Akio memejamkan matanya sebentar untuk coba menenangkan hatinya,dan setelah itu kembali memacu kendaraanya kembali.
Saat sampai di dedepan gang sempit,mobil Akio berhenti.Nayna segera turun dari mobil itu dan menuju suatu rumah yang kecil di dalam gang.
"Masuklah."Akio segera masuk dan duduk dan kemudian Nayna berjalan memasuki suatu ruangan.
Mendengar tangisan Nayna,Akio segera masuk ke ruangan tersebut dan melihat keadaan anaknya.
Akio segera menggendong Alisia dan mengajak Nayna ke Rumah Sakit untuk menyelamatkan Anak mereka.
sepanjang perjalanan Nayna terus menagis dan meminta maaf pada anaknya karna Nayna merasa menjadi ibu yang gagal.
20 menit kemudian Akio dan Nayna sampai di Rs yang telah di tuju,Para dokter dan tenaga medis lainya segera memeriksa keadaan Alisia.
Setelah 20 menit melakukan pertolongan,Dokter menjelaskan keadaan Alisia yang mengalami dehidrasi karna panas yang tidak kunjung turun,untuk itu Alisia harus rawat inap untuh rehidrasi cairan.
setelah mendengar itu,Nayna di arahkan ke ruang pendaftaran rawat inap.Nayna tidak perduli dapat uanga dari mana untuk membayar,yang penting anaknya terselamatkan dulu.
__ADS_1
Melihat Nayna yang tampak kebingungan,Akio segera mendekat dan mengambil kertas yang dinpegangnya.Di dalam kertas itu Nayna mengambil kelas terendah untuknperawatan anaknya,dan dia harus DP uang 10 juta dari harga perawatan dan IGD.
Akio menuntun Nayna untuk duduk,dan Akio menggantikan Nayna mengurus pedaftaran anaknya ke ruangan VVIP.
Saat sudah terselesaikan Akio mengajak Nayna kembali ke ruangan anaknya.Nayna tampak terheran saat memasuki ruang rawat anaknya.
"Akio,aku tidak mampu membayar ruangan ini,Kembalikan ruangan Alisia ke ruang awal." Nayna nampak pucat karna menahan sakit pada perutnya.
"Awwww."Rintih Nayna saat dia tidak dapat menahan sakit di perutnya.
Melihat itu Akio langsung memapah Nayna dan menidurkan tempat tidur penunggu.
Akio segera memanggil dokter jaga untuk memeriksa Nayanaa.Dokter menyarankan Nayna tidak boleh terlalu capek,karna kandunganya lemah.Untuknitu Nayna harus di rawat juga di Rumah Sakit ini.
Pada Awalnya Nayna Menolak,Tapi Akio memaksa sehingga Nayna menyetujuinya.
Malam menjelang,Alisia harus harus pindah ruangan ke ruang ICU keadaanya semakin ngedrop.
Sedangkan Nayna tetap di rawat di ruangan tersebut.
"Nay...Apa dia baik-baik saja?"Akio mengkawatirkan janin dalam kandungan Nayna.
Nayna menoleh pada Akio lalu menggukkan kepalanya.
"Berapa usianya?"Akio mulai memncing tentang kehamilan Nayana.Dia tidak mau gegabah kepada Nayana karna Akio tau jika Nayna akan mengelak jika Akio terlalu menekanya.
"15-16 minggu."ucap Nayana singakat.Setelah mendengar jawaban Nayna,Akio mengingat-ingat kembali kejadian di tempat hiburan malam tersebut.
"Oh tuhan."Akio memejamkan matanya mulai meyakini bahwa itu adalah anaknya.
__ADS_1
Secara tiba-tiba Akio mencium kening Nayna.
"Trimakasih,Trimakasih,trimakasih sayang,Kau mempertahankan Dia,Maafkan kebodohanku."Akio meneteska airmatanya dan memohon maaf pada Nayana .Karna terlalu lelah Nayna tertidur dalam pelukan Akio.