KESALAHANKU

KESALAHANKU
garis 2


__ADS_3

"apa kalian sudah melakukanya?" dokter menayakan sesuatu yang intim to the poin ke pada david.


"ya,kurang lebih 2 bulan lalu"


jawab david santai, karna menurutnya pertanyaan itu tidaklah aneh dan sudah sama-sama dewasa.


wilona yang mendengar itu mukanya langsung merah.


dia sehera membuka matanya dan menatap tajam ke arah david.


dia merasa di permalukan, karna hubungan sebelum.peenikahan itu adalah dosa dan memalukan.


"slamat malam nona, aku dokter danis, yang akan memeriksamu malam ini"


dokter itu segera memeriksa apa yang harus dia periksa.


dokter itu tidak menumukan ke anehan dalam tanda-tanda vital gadis itu.


"nona kapan trahir kali anda haid?"


sebagai gadis, wilona malu saat di tanya masa priode oleh seorang laki-laki. wilona hanya diam dan menundukkan kepalanya.


"nona tolong jawab pertnyaanku"


ucap dokter itu meminta jawaban wilona.


"aku sudah terlambat datang bulan 2 minggu ini."


ucap wilona dengan tertunduk karna malu.


wilona tidak tau dan tidak paham arti pertanyaan dokter itu mengarah ke mana.


"apa kau sudah tes kehamilan nona"

__ADS_1


ucap dokter dengan santai.


"deg..."


jantung wilona seperti berhenti berdetak.


dia tak mampu berpikir apapu saat doker itu menanyakan tes kehamilan.


melihat expresi gadis itu, david mengerti apa yang harus di lakukanya.


"resepkan saja, nanti aku akan membelinya."


"baik tuan, saya juga akan menuliskan beberapa resep untuk menghilangkan mual muntah nona wilona."


setelah selesai semuanya, dokter itu segera keluar dari unit apartemen itu dengan di antar david sampai pintu.


"trimaksih dok"


ucap david pada dokter itu.dokter itu cuma menganggukkan kepala dan berpesan pada david.


setelah mengantar dokter itu, dia menyuruh seeorang membeli resep yang dokter berikan.


david segerq kembali ke kamar yang wilona tempati.melihat wilona terdiam dan mengeluarkan airmata, david segera mendekatinya.


"apa yang tuan lakukan padaku?"


"dosa apakah aku padamu tuan?"


"sekarang puaskah tuan melihat kehancuranku?"


wilona mengatakan itu semua dengan suara yang bergetar karna dia menahan sakit di hati dan pikiranya.


david tampak diam dan tetap memandang wajah gadis yang terpaut umur 12 tahun itu.

__ADS_1


"tetaplah bersamaku, kita akan memeliharanya berdua,jika kamu hamil."


"aku kan mengurus pernikahan kita secepatnya, tapi hanya kita berdua yang tau."


david mengucapkan kata-kata itu tampa


mendengar perkataan david, wilona serasa tertampar. begitu rendahkah dirinya di hadapan laki-laki di depanya. gadis itu hanya diam dan menundukkan kepala.


malam harinya mereka tidur 1 tempat tidur.


david malam ini bisa mengontrol keinginanya untuk menyentuh tubuh manis gadis di dekatnya.


saat menjelang subuh, wilona terbangun sperti biasanya.gadis itu menjalankan kewajiban subuhnya.wilona berdoa meminta pada tuhanya untuk kuat menerima ujian yang tuhan berikan.


dengan berlinang air mata dalam posisi sukud.


david mendengar semua apa yang wilona ucapkan, tapi david masih pura-pura memejamkan matanya.


selepas solat subuh, gadis itu menggunakan alat yang telah di berikan dokter semalam.


dan hasilnya garis 2 dengan jelas.


wilona tampak terduduk lemas di dalam kamar mandi dengan tetap memegang alat itu.dan kemudian mual muntah melandanya kembali


wilona terus mngeluarkan isinperutnya hingga dia tidak mampu berjalan.


mendengar suara dr kamar mandi, david segera bangun dan berlari ke arah sumber suara itu. dia melihat wilona sudah tidak berdaya di atas lantai.


david segera mengangkatnya dan meletakkan kembali pada tempat tidur.david melihat apa yang di pegang oleh wilona.


"aku akan bertanggung jawab"


ucap david pada wilona.

__ADS_1


semua makanan sudah di siapkan oleh david, tapi gadis itu tidak menyentuhnya sama sekali.


david memanggil salah satu pegawai perempuan kepercayaanya untuk menemani dan melayani gadis itu. dan tak lupa memberikan penjagaan yang ketat pada wilona.


__ADS_2