
melihat gelagat david yang aneh, wilona berusaha lari dari tempatnya.tapi semua terlambat. david mengetahi usaha wanita di depanya untuk menghindar.
david segera menarik pinggang gadis itu.
sekrang posisi wilona terjepit antara dinding dang david.
tatapan david makin dalam pada wanita di depanya.
"jangan pernah lagi menghindar dariku, atau aku akan memberimu hukuman yang tak pernah kamu lupakan seumur hidupmu"
david membisikkan kata kata itu tepat di telinga wilona.
david sendiri juga tidak mengerti dengan dirinya.
dia merasa tertantang membuat wanita di depanya ini seperti yang dia mau.
karna hanya wanita di depanya ini yang mempunyai rasa tubuh yang beda di antara wanita-wanita yang telah menemani malamnya.
david segera menarik tengkuk wanita di depanya.
dan menyatukan bibir mereka.
david merasakan bibir manis itu dengan rakus.
dia seakan tidak pernah merasakan bibir seperti yang ia rasakan sekarang.
david menggigit bibir bawah wilona dengan lembut, berharap bibir itu terbuka.
"ah"
apa yang di harapkan kan david terjadi. wilona membuka bibirnya dengan lembut dengan mata terpejam.
david segera memasukkan lidahnya ke dalam bibir wanita itu. lidah david mengapsen setiap inci apa yang ada dalam bibir wilona.
david sangat menikmatinya dan memejamkan matanya.
__ADS_1
kini david telah hanyut dalam permainanya.
yang di pikiranya sekarang hanya mendapatkan lebih dan lebih.
saat david dalan mode tinggi-tinghinya,
wilona mendorong dada david dan segera berlari ke arah kamar mandi.
"hoek, hoek, hoek"
david hanya diam di posisinya. dia masih berusaha meredam gejolak yang ada di dirinya.
setelah dia mulai turun, david menghampiri wilona yang tampak terduduk lemas di kamar mandi dengan kepala bersandar di dinding kamar mandi.
kini wajah waniya di depanya tampak pucat.
"apa masih pusing?"
tanya david sambil berjalan ke arah wilona.
dia selalu mual mutah jika melihat makanan.
"jangan tuan, maafkan aku kalau punya salah pada tuan, biarkan aku pergi tuan."
dengan kepala tersandar di dinding wilona memohon pada david untuk di lepaskan.
david tidak menghiraukan perkataan gadis di depanya. dia segera mengangkat tubuh kecil dan kurus yang tak berdaya itu dalam dekapanya.
"diamlah"
david menaruh tubuh kecil itu di atas tempat tidurnya.
"diamlah di sini, janag berusaha kabur dariku"
ucap david dengan lembut.
__ADS_1
david segera menuju ke arah dapur untuk membuatka teh madu hangat dan mengambil hpnya untuk memesan makanan online.
"minumlah" perintah david pada wilona.
david duduk di tepi ranjang. dia menelfon sesorang.
dalam telfonya, pria itu menyuruh sesorang datang ke apartemnya, untuk memeriksa wilona.
david duduk di tepi tempat tidur, wilona hanya memejamkan matanya karna kepalanya sangat pusing.
"ting tong"
suara bel apartemenya berbunyi,david segera berjalan ke arah pintu untuk membukanya.
"selamat malam tuan muda david"
ucap laki-laki yang baru masuja masuk ke unit apartemnya.
"di mana pasienya?"
david mengajak dokter itu ke kamar yang di tempati wilona.
"apa yang terjadi pada gadis ini?"
tanya dokter itu pada david.
"sudah 1 minggu dia muala muntah dan nagsu makan menurun, dia mengeluh pusing."
david mengetahui itu dari sahabat nya wilona saat pingsan tadi siang.
"apa kalian sudah melkunya?" dokter menayakan sesuatu yang intim to the poin ke pada david.
"ya,kurang lebih 2 bulan lalu"
jawab david santai, karna menurutnya pertanyaan itu tidaklah aneh dan sudah sama-sama dewasa.
__ADS_1