
wilona sedikit berlari mengarah toilet wanita."brug."tubuh wilona sedikit terpental karna menabrak tubuh kekar seorang pria di depanya.
pria itu segera menangap tubuh wilona dengan sempurna, sehingga wilona tidak jatuh ke lantai."apa kau baik-baik saja nona?" tanya pria itu dengan sopan."aku baik-baik saja tuan,maaf, saya tidak sengaja.ucap wilona sambil melepaskan pelukan pria itu dari tubuhnya.
"hai,kita bertemu lagi."pria itu berusaha mengingatkan wilona dengan pertemuanya yang pertama."wilona tampak mengingat-ingat wajah pria yang ada di depanya.
"kita pernah bertemu nona,saat kamu terpleset di depan cafe dekat kampus xx, dan saat itu kakimu luka dan aku balut dengan saputanganku."
"oh tuan, iya saya ingat, trimakasih atas bantuanya pada saat itu dan sekarang, dan maaf juga selalu merepotkan tuan."
"perkenalkan namaku dion mahendra."pria itu menyodorkan tanganya untuk berjabat tangan."aku wilona tuan."sambil berjabat tangan."jangan pangil aku tuan, panggil saja dion."dia berusaha mengakrapkan diri pada gadis di depanya ini.
memang sejak pertemuanya yang pertama dion tertarik pada wanita di depanya ini.dia selalu berharap bisa bertemu lagi dengan wilona,dan ahirnya di pertemukan juga.
__ADS_1
"wilona mau ke mana, sendiri?"dion berusaha lagi mendekati wilona."
gadis itu hanya diam,lalu memandang dion,"aku mau ke tempat toko perlengkapan sekolah itu,adik ku ada di sana."jawab wilona sambil menatap wajah dion."boleh aku temani."dion tersenyum manis pada wanita di depanya,wilona megaggukkan kepalanya tanda setuju.
selama di toko buku itu, wilona dan dion banyak ngobrol hal-halyang lucu.dion yang sifatnya humoris dan ceria membuat wilona lupa dengan apa yang di lakukan david padanya.
"kak,aku sudah mendapatkan apa yang aku cari,tinggal bayar saja."wilona yang mendengar suara inez langsung menghentikan tawanya.
dion tampak tersenyum.dia semakin penasaran dengan wilona,"gadis yang manis." ucap dion pada dirinya sendiri.
wilona segera pamit pada dion untuk pergi dari tempatnya dan menemui david.
setelah sampai di restoran tempat david dan nayna berglayut mesra itu.wilona menundukkan kepalanya saat melihat nayna dan david mekan dan ngobrol bersama,sekarang posisi mereka tidak se intim sebelumnya.
__ADS_1
"maaf tuan, mengganggu anda,inez dan temnya sudah selesai, dan waktunya membayar."david yang mendengar suara wilona segera meangalihkan pandananya dan mengambil kartu warna hitam dari kantongnya."segera bayar,dan cepat kembali ke sini bersama inez."
wilona segera ke toko buku dan segera membayar.setelah itu dia kembali ke tempat david berada.pemandangan masih sama,david tampak mengobrol dengan wanita yang di katakan sekertarisnya itu.inez melihaat david dan nayna dengan pandangan aneh.
"siapa wanita itu kak?"tanya inez sambil memdudukkan pentatnya pada kursi."sekertaris kakak david nez,dia lagi sibuk,jadi kita jangang gagagu dia dulu."
"mukanya seperti tidak asing."inez berusaha mengingat-ingat sesuatu yang pernah dia lihat tapi tetap tidak mengingatnya.
setelah makan selesai, mereka meninggalkan restoran itu.nayna pun juga ikut pulang,mereka berpisah di tempat parkiran mall."emuch."nayna mencium bibir david,dan davidpun meladeninya tanpa memperdulikan keberadaan wilona.pandangan wilona segera beralih mencari keberadaan inez ya belum datang juga darintoilet.
wilona
__ADS_1