
pertanyaan david membuat wilona serasa lemas,
tiba-tiba pandanganya kabur dan gelap.
melihat wilona yang hampir terjatuh, david dengan sepontan menangkap tubuh wanita yang ada di depanya.
"nona, nona, apa yang terjadi pada anda?"
david menepuk nepuk pipi wilona yang sedang pingsan.
lif yang sudah lantai bawah, kini naik lagi,
david menyuruh riko untuk menekan tombol yang bertuliskan angka 17.
david terus menggendong tubuh lemah wilona.
walau icha dan riko tampak kebingungan dengan sikap david yang tampak panik.
tapi mereka enggan bertanya, dari pada menimbulkan masalah.
"ting"
lif sudah sampai ke lantai 17. david segera menyuruh riko menekan pasword ruangan pribadinya yang ada di lantai ini.
setelah pintu terbuka, david segera masuk dan meletakkan tubuh kecil itu di atas tempat tidur yang tersedia di ruangan itu.
"kamu, pangil dokter perusahaan, suruh dia ke sini sekarang"
ucap david pada icha. icha tampak terheran-heran dan bingung.icha tidak tau siapa yang ada di depanya.
__ADS_1
selama kerja di sini, dia hanya tau perusahaan WB di miliki oleh tua lois wilson, dan sekarang kantor ini di kelola oleh anak pertamanya,
icha juga tau kalau nama anak pertamanya adalah david,tapi dia tidak pernah melihat yang namanya tuan david.
"cepat laksanakan apa yang aku perintahkan"
seketika ucapan david membubarkan lamunan yang ada di pikiran icha.
"baik, baik , baik tuan"
segera dia menekan tombol nomer operator di ruangan itu?"
"tut,tut, tut" icha menghubungi tim kesehatan di kantor itu.
dan dia menjelaskan apa yang terjadi.
salah satu dokter senior yang bekerja di kantor itu tampak panik saat icha me gatakan posisinya sekarang. karna yang di sebutkan icha adalah ruangan yang di khususkan untuk pemilik perusahaan.
para tim kesehatan segera bekerja sesuai jobdis mereka masing masing.
salah satu dokter senior bertanya kejadian sebelum gadis yang di depanya pingsan.
"tuan muda david, perkenalkan nama saya dr antonio, saya dokter utama yang membawahi tim kesehatan di kantor ini, bolehkah saya tau sebelum apa yang terjadi sebelum nona ini pingsan?"
dokter antonio tampak hati-hati dalam mengatur kata-katanya dalam berucap dengan david.
"tanyakan pada gadis itu!"
david mengarahkan pandanganya pada icha.
__ADS_1
mendapat tatapan dari david, icha jqntung icha berdetak kencang. karna dia baru tau kalau laki-laki yang di depanya adalah anak pemilik perusahaan ini.
icha segera menceritakan apa yang di alami temanya selama beberapa hari terahir ini, tanpa ada yang di tambah ataupun kurangi.
"apa teman kamu sudah punya suami?"
icha hanya menjawab dengan menggelengkan kepala.
"belum dok." mendengar dari cerita icha, dokter tersebut mencurigai pasienya hamil.
sebelum dokter itu punya bukti, dokter itu tidak mau ber sepikulasi dulu.
"kita tunggu pasien itu bangun dulu baru kita melakukan pemeriksaan lanjutan!"
david tampak duduk di kursi di dekakat kepala wilona sambil mendengarkan penjelasan dari dokter.
1 jam lebih wilona pingsan,30 menit yang lalu dokter yang memeriksa wilona kembali ke tempatnya karna ada pasien gawat yang harus di tangani.
di kamar tersebut sekarang hanya ada icha dan david, david terus memandangi gadis di depanya, gadis yang membuat moodnya turun saat menghilang.
"dret, dret, dret,
hp david bebunyi, dilihat di layar hpnya tertera nama riko.
"ya"
"dav di tunggu untuk miting dengan kolega sekarang di hotel xx"
" aku segera ke sana"
__ADS_1
ia segera merapikan pakaianya, dan bersiap keluar dari ruangan itu.
sebelumnya dia menugaskan icha menunggu wilona, sampai dia terbangun dan menunggu david kembali.