
di dalam bus, wilona tampak terduduk lemas,
dia memikirkan apa yang harus dia lakukan nanti.
"tot, tot, tot"
klakson bus sudah berbunyi, waktunya bus yang di tumpangi wilon berangkat ke arah tujuan.
saat bus yang di tumpangi gadis itu hendak keluar terminal, naiklah 2 laku-laki berbadan kekar dan berbaju serba hitam. 2 laki-laki itu membisikkan sesuatu di telinga sopir tersebut.
kemudian mereka duduk di sebelah wilona. wilona melihat 2 lelaki di sampingnya, dadanya berdegup kencang, dia tau laki-laki itu suruhan david untuk mengkapnya.
saat wilona tampak ketakutan, salah satu lelaki itu memberinya minum dan membisikkan
"ikutlah kami nona, makan adik anda akan aman"
"deg" hati gadis itu serasa berhenti berdetak tiba-tiba.wilona memandang laki laki di sebelahnya itu dengan tatapan tajam.
"tuan, jangan sakiti adik saya, aku akan ikut dengan tuan."
ucap wilona dsngan suara yang sesikit betgetar.
"turunlah di ujung jalan, kita kan mengikutimu"
tampa berbicara apa-apa, wilona menganggukkan kepalanya lemah sebagai tanda setuju.
dengan cepat gadis itu bersiap-siap hendak turun dari bus yang di tumpanginya,dan di ikuti ke 2 laki- laki tegap dan berbaju hitam tadi.
kini wilona da ke 2 laki-laki tersebut sudah turun dari bus dan berdiri di pinggir jalan, tak.lama datanglah mobil hitam berhenti di hadapan mereka
"masuklan."perintah salah seorang laki-laki sambil membukakan pintu.
__ADS_1
gadis itu pasrah dengan apa yang akan terjadi dengan hidupnya,walaupun dirinya sangat takut.
di tempat lain, david tampak tersenyum puas dengan kerja anak buahnya.
dia memerintah anakbuahnya untuk memebawa wilona ke apartemen yang telah di sebutkan alamatnya oleh david.
"ahirnya ku tangkap juga kau gadis nakal"
gumam david pada dirinya sendiri.
melihat sikap david yang lebih tenang,riko tahu, jika sahabatnya itu telah mendapatkan apa yang dia inginkan.
"oke bro.aku cabut dulu, kelihatanya kau sudah mendapat yang kamu inginkan."
ucap riko sambil berjalan ke arah pintu.
kini wilona sampai di sebuah tempat yang asing, baginya. walau ke 2 laki-laki itu memper lakukanya dengan baik, tapi wilona tetap takut dengannya.
" masuklah nona, jangan takut."
tak lama david pun masuk ke dalam ruangan itu dengan gaya yang dingin dan tegas.
"pergi dari sini"
perintah david pada anak buahnya.
david melangkahkan kaki ke arah wilona,
dengan pelan dan pasti.
dan gadis itu melihat david dengan muka ketakuta.
__ADS_1
"apa kabar gadis nakal, pintar sekali kau sembunyi."
wilona berdiri sambil melangkah ke belakang saat melihat david terus melangkah ke arahnya.
"sudah ku bilang, jangan berusaha lari dari ku, atau aku akan menghukummu, atau memang kau menantikan hukuman yang ku berikan."
ucap david dengan nada yang lembut dan penuh penekanan.
gadis itu tampak menahan airmatanya.
" maaf tuan, ibuku meninggal dunia 2 bulan yang lalu, aku harus pulang untuk mengurus semua."
jawab wilona dengan suara yang bergetar.
kini wilona sudah tidak dapat bergerak,karna di blakangnya ada tembok.
tapi david tetap maju ke arah wilona.
"tidak ada alasan, kenapa kau tidak mengabariku? dan kenapa hari ini kamu kabur dariku?"
david tampak semakin dekat dengan gadis itu, mukanya tampak merah menahan amarahnya.
jarak mereka sekarang sudah sangat dekat,
david tetap memandang mata yang membuatnya selalu teringat dengan gadis itu.
"tuan"
wilona sudah tak berani berkata apa-apa.
dia terasa terancam dengan posisinya sekrang.
__ADS_1
pandangan david kini sekarang mengarah ke bibir merah wilona, dia mengingat malam panasnya saat bersama gadis itu,
dia mengingat betapa manisnya bibir dan tubuh gadis di depanya.