
Hawa panas yang tadi menyelimuti Lapangan Kubu gadang saat ini seperti tertindih dengan hawa dingin yang sangat sejuk . semua orang yang tadi merasa sangat gerah sekarang seakan menjadi segar bugar kembali . Dari bangku penonton Hamidah dan kak ayu tampak menatap tak berkesip kearah pendekar muda yang bergelar kesatria dua dimensi itu . Aksinya menyelamatkan nurdin sambil membalas serangan garang tadi seakan mengobati kekecewaan mereka akibat kekalahan Nurdin . Mungkin seluruh rombongan dusun taratak bungo juga merasakan hal yang sama . Namun baik Hamidah maupun kak ayu sangat penasaran dengan identitas asli pendekar muda itu . mereka tidak kefikiran sedikitpun kalau itu adalah sinto karena mereka tau persis kepandaian silat Sinto jauh dibawah Nurdin dan Reza .
" Za , ngomong - ngomong Kesatria dua dimensi itu siapa sih ? "
Kak ayu bertanya pada Reza
Reza yang sudah tau bahwasanya sinto ingin identitasnya dirahasiakan mencoba untuk sedikit berbohong . Dan ternyata itu memang keahliannya
" Dia itu adalah murid seniornya Pandeka Sahar , dia memang hanya akan muncul di situasi - situasi genting seperti saat ini , jangankan kakak , kami saja sampai saat ini belum pernah sekalipun bertemu secara langsung dengannya " reza langsung menemukan jawaban yang tepat .
Kak ayu terlihat mangut - mangut sementara Hamidah hanya diam sambil terus memperhatikan kedua petarung yang sudah mulai bersiap - siap .
" O iya , si Sinto tadi kemana " Tanya kak ayu lagi . Hamidah kali ini tampak ikut menoleh kearah reza seakan juga ingin mendengar jawaban Reza .
" Ohhh , anu ,, oh iya tadi dia diminta pandeka sahar untuk membantu menjaga dan merawat Nurdin " Reza sangat lega akhirnya bisa menemukan lagi jawaban yang sangat tepat .
Akhirnya merekapun fokus menatap proses dimulainya pertandingan .
Sebelum pertandingan dimulai pandeka sahar terlihat meminta sedikit waktu untuk berbicara dengan sinto sepertinya ia ingin memberikan sedikit pengarahan .
" Sinto , aku akan menggantikan posisimu menjaga rombongan penduduk desa , mulai saat ini seluruh urusan di panggung ini kuserahkan padamu " ujar pandeka sahar
" Baik , guru " Sinto bicara sambil menjura hormat
" Ingat kau harus memberikan bocah sombong itu pelajaran karena saat ini para penduduk desa dan juga teman - temanmu menggantungkan harapan kepadamu " pandeka sahar menambahkan
Setelah menjura hormat sekali lagi sinto segera kembali ke arena pertandingan dan disana Garang terlihat sudah menunggu .
***
Jane dan Rimbun terlihat Fokus menjaga situasi di sekitar tenda sang Raja . meskipun sudah ada dua orang pengawal dikiri dan kanan Raja tetapi mereka berdua harus tetap waspada . Jane kembali mengingat gambaran yang terlihat saat ia mencoba menerawang tadi malam . Ia mencoba membayangkan kembali darimana datang nya tombak yang menusuk Raja sesuai dengan terawangannya tadi malam dan akhirnya ia ingat pasti bahwa Tombak itu datang dari arah depan sang raja . Ia kemudian mencoba melihat lurus didepan raja dan yang terlihat hanyalah panggung utama sementara yang berdiri tepat berhadapan dengan sang Raja hanyalah MC atau si pembawa acara .
" Rimbun , kau harus awasi terus si pembawa acara itu karena aku curiga dia adalah salah satu anggota dari kelompok Persekutuan Raja api dan jika kita teliti saat ini hanya posisinya yang sangat tepat dan bebas untuk mencelakai Raja " ucap Jane
" Baik Jane , aku akan selalu awasi gerak - gerik orang itu . " balas Rimbun
__ADS_1
Sebelum jane melanjutkan obrolan Tiba - Tiba gelang giok hijau di tangannya seperti bersinar berkedip - kedip . gelang itu adalah gelang canggih pendeteksi energi dari alam gaib . Raut wajah gadis itu tampak agak tegang seolah sedang memikirkan sesuatu dan kemudian ia langsung mengambil handphone dan mengetik .
" IHSAN MOHON CEK SEGERA KEADAAN SEKITAR , SEPERTINYA MEREKA SUDAH DATANG "
Reza membaca pesan di Handphone itu dan ia tampak sedikit cemas karena saat itu ia hanya tinggal sendiri . Namun tidak lama kemudian kecemasannya akhirnya berkurang karena dibelakang ia melihat pandeka sahar ternyata sudah berdiri diantara para penonton sambil menganggukkan kepala kepadanya .
***
Lonceng tanda pertandingan dimulaipun berbunyi . Sinto langsung mengambil kuda - kuda menyerang karena sesuai instruksi gurunya ia tidak boleh memberi peluang atau kesempatan Garang untuk mempermalukan perguruan mereka lagi dan untuk saat ini menyerang adalah pilihan terbaik bagi sinto .
Sementara Disudut lain garang tampak santai menunggu serangan sinto . mungkin untuk mengukur kekuatan serangan Sinto seperti yang ia praktekkan pada Nurdin tadi . Kedua tinjunya dikepalkan dan bola api kembali menyelimuti pergelangan tangannya .
Sinto tersenyum meski senyumannya tidak terlihat karena saat itu mukanya tertutup oleh topeng putih dan tanpa berlama - lama ia melesat cepat kedepan dan melayangkan tinju bertenaga dalam kearah garang .Terdengar bunyi bergedebuk saat delapan pukulan beruntun dengan kecepatan tinggi menghantam pergelangan tangan garang yang sengaja dijadikan tameng untuk menangkis pukulan sinto . Sepasang kaki garang tampak terdorong keras kebelakang hingga menimbulkan bunga api bergemericikan dilantai arena utama.
Sebelum tubuhnya terdorong jatuh kebawah arena garang tampak berguling dilantai sambil menghindari pukulan lawan yang tiada hentinya menghantam . Ia berguling kedepan sejauh lima meter sehingga posisinya kini berada di belakang sinto dan dengan cepat garang mengirim tendangan keras kearah punggung Sinto namun sebelum tendangan itu menghantam punggungnya sinto membuat gerakan berputar sambil merunduk menyisir ke lantai arena sehingga tendangan Garang lewat diatas kepala sinto namun sapuan kaki kanan sinto tepat menghantam pergelangan kaki kiri garang .
" PPHAKH !!! " Garang tampak terjungkal kebelakang namun sebelum ia jatuh terhempas ia langsung bersalto dan mendarat tepat dilantai arena dengan membentuk kuda - kuda seperti harimau .
Seperti tak ingin memberi kesempatan lawan sinto langsung menerjang kembali dengan tendangan kaki kiri dan kanan yang menghantam secara bergantian kearah tulang rusuk Garang .
Gerakan sinto barusan membuat ia seperti sedang berlari kencang di udara sementara didepan Garang tampak kaget dan mencoba menangkis serangan sinto dengan dua tangannya secara bergantian sambil melangkahkan kaki terus mundur kebelakang .
Penonton bertepuk tangan dan bersorak riuh melihat aksi Sinto terlebih warga dari dusun taratak bungo karena mereka merasa sakit hati mereka kepada garang tadi terbalaskan . tindakan sombong garang tadi memang sangat melukai hati warga dusun taratak bungo .
" Yessss , begitu , mantap " Reza seperti orang kesurupan ikut memukul - mukul tangan pertanda ia sangat menikmati pertarungan itu .
Dibarisan penonton pandeka Sahar tampak tersenyum bangga melihat aksi sinto dan saat ini Ia merasa penghinaan yang tadi ia rasakan mulai terobati .
Garang yang jatuh tergolek tampak tak percaya lawannya bisa memiliki kecepatan secepat itu sementara Perutnya yang tadi terkena tendangan terasa keram bagaikan baru disengat aliran listrIk .
Ia langsung mengatur nafas dan perlahan luka nya mulai sembuh kembali .
Garang bangkit berdiri dan langsung melipatgandakan tenaga dalamnya .
Kali ini tidak hanya pergelangannya tapi kedua tangannya tampak diselimuti kobaran api menyala . Ia tampak sangat marah setelah dipecundangi sinto barusan sementara sinto yang berdiri tidak jauh dihadapannya terlihat sangat santai seolah sengaja ingin mencemooh garang .
__ADS_1
Garang langsung saja melesat kedepan mengirimkan tinju beruntun kearah sinto . Sinto tampak menghindar dengan melangkah cepat kebelakang berbeda dengan garang tadi ia memilih tidak menangkis pukulan itu karena hanya dengan gerakan mundurnya membuat tinju garang hanya menghantam tempat kosong . Sinto mundur semakin cepat sehingga Membuat garang pun terpancing untuk maju semakin cepat . Tetapi Ternyata gerakan mundur Sinto hanyalah sebuah pancingan belaka karena saat serangan garang semakin cepat sinto menggeser langkah kesamping sambil merunduk dan maju selangkah sambil menghantamkan tinju kanan keperut garang . Garang yang sudah terpancing untuk terus kedeoan kedepan tidak punya kesempatan lagi untuk mundur maupun untuk menangkis .
" BBHOUUKK !!!! " Satu pukulan keras tepat menghantam dipertengahan pusar garang sehingga Bocah sombong itu langsung Jatuh terjerembab dilantai dan sesaat kemudian ia tampak berdiri perlahan dengan muka pucat .
Sinto sengaja menghantam pertengahan pusar karena menurut kakek tua berjubah biru yang ia temui di lembah timbunan kabut ( baca " Wasiat datuk panduko alam " ) yang mengajarkannya ilmu bela diri serta tenaga dalam bahwasanya tempat berkumpul semua energi dalam tubuh itu adalah disekeliling pusar dan ternyata akibat pukulan keras Sinto barusan aliran energi tenaga dalam Garang yang baru mulai terbentuk menjadi rusak dan kacau balau sehingga Saat ini Garang merasakan energi didalam tubuhnya menjadi liar dan tak terkendali .
Sebenarnya saat ini masih banyak ilmu kanuragan yang belum ia keluarkan untuk menghabisi sinto bahkan dia belum menggunakan satupun dari sembilan jurus dewa api yang ia pelajari dari kitab kuno pemberian gurunya si Dubalang rambut api namun sialnya kecerdikan sinto barusan membuat Garang untuk sementara waktu tidak bisa mengaktifkan ilmu tenaga dalamnya dan akhirnya dengan sisa tenaga dalamnya yang ada dia berencana mengirimkan sebuah serangan yang bernama " Raja Api menebar wabah " .
Jurus " Raja api menebar wabah " adalah salah satu jurus andalan garang namun karena tenaga dalamnya saat ini sedang tidak maksimal membuat efek serangan itu tidak sehebat biasanya dan setelah jurus dipasang langsung saja dari kedua tangan garang tampak keluar pusaran api yang berputar bagaikan angin ****** beliung menyambar ganas kearah lawan .
Sinto tampak sedikit kaget melihat serangan lawan namun ia segera membuat gerakan berdiri tegak sambil menyilangkan tangan didepan dada dan tepat saat gelombang api itu akan melahap tubuhnya ia tampak mengibaskan tangan hingga terbuka seperti kepakan sayap burung
" Sssssshhhhhttttttt "
Mendadak terdengar suara seperti api yang tersiram air dan lapangan kubu gadang saat ini bagai diselimuti hawa dingin sedingin Es . gelombang api yang dikirimkan garang Mendadak Padam dan didepan sana garang tampak berdiri kaku dan kemudian jatuh tergeletak tak sadarkan diri .
Seluruh Penonton berdiri bersorak dan bertepuk tangan merayakan kemunculan kesatria baru pemenang Festival Silek Nagari . Pendekar muda yang bergelar kesatria dua dimensi menjadi idola baru dihati para pecinta bela diri dan orang - orang desa .
Hamidah dan kak ayu pun tampak berdiri dan bertepuk tangan sambil bersorak - sorak kegirangan sementara Reza tampak langsung berjingkrak - jingkrak saking girangnya seolah tak peduli dengan orang - orang sekelilingnya .
Jane dan Rimbun melompat - lompat seakan ikut juga merasakan kebahagiaan warga dusun taratak bungo sementara Pandeka sahar tampak langsung bersujud tanda bersyukur kepada Tuhan .
Didalam ruang perawatan Nurdin yang dengan jelas dapat mendengarkan jalannya pertandingan kembali meneteskan air mata namun kali ini yang ia teteskan adalah air mata bahagia .
***
" Sebenarnya muridmu itu jauh lebih kuat tetapi bocah wadah datuk si Rajo dewa itu jauh lebih pintar darinya " yang berbicara adalah Tuanku Rajo nan hitam .
" Seandainya ia sedikit saja pandai mengendalikan emosi pasti dengan mudahnya ia dapat mengalahkan bocah keparat itu " jawab dubalang rambut api .
" Tapi yang pasti tugasnya telah ia laksanakan dengan baik dan aku pasti akan memenuhi janjiku untuknya "
Tuanku Rajo nan hitam tampak mengusap mukanya yang hitam legam .
" Dubalang , sekarang waktu kita berpesta " Tuanku Rajo Nan hitam layangkan senyum Angker .
__ADS_1
" Duli Tuanku "
Bersambung ke chapter berikutnya