Kesatria Dua Dimensi Episode 1 " PRAHARA Di RANAH MINANG

Kesatria Dua Dimensi Episode 1 " PRAHARA Di RANAH MINANG
Chapter 32 " IBLIS di PERPUSTAKAAN "


__ADS_3

Pagi itu di SMA N 1 Tarandam tampak sekelompok murid kelas tiga yang tengah bercengkerama disebuah bangku panjang yang terletak di sebuah taman bunga milik sekolah . Mereka tampak asyik bercanda sambil membicarakan sebuah tugas prakarya kelompok yang diberikan oleh guru mata pelajaran seni . Mereka diharuskan membuat sebuah naskah drama yang nanti diakhir tahun pelajaran akan ditampilkan diacara perpisahan mereka . Ternyata salah seorang diantara mereka adalah ayu kakak nya reza sahabat sinto .


" Aku bosan banget , masak hari minggu begini kita harus datang juga kesekolah , mana pekerjaan dirumah lagi menumpuk " kata seorang gadis yang bernama Ririn


Kak ayu nampak santai dan hanya membalas gerutuan temannya dengan tersenyum .


" Iya juga sih , tapi kan kita juga harus menampilkan yang terbaik agar drama kita kelak bisa ditampilkan di acara perpisahan tahun ini " jawab kak ayu


" benar juga tu , tapi rencananya hari ini kita mau ngapain sih ? " tanya seorang gadis bernama karina


" Rencananya kita mau ke ruang Pustaka untuk mencari referensi yang bagus untuk dijadikan naskah drama kita nanti " Jawab Riska yang merupakan ketua kelompok mereka


" Ihhhh , aku takut , apa kalian belum tahu kisah menyeramkan dibalik perpustakaan itu ? " sahut Ririn


" Emang ada apa disana ? " tanya kak ayu


" Konon ceritanya dilokasi tempat berdiri nya pustaka itu dulunya adalah sebuah tempat keramat yang dihuni oleh makhluk jahat bernama si Jundai " balas Ririn


" Ihhhh kamu ini apa - apa an sih Rin ? " sahut karina yang memang terkenal paling penakut


" Ahhh , jangan terlalu percaya dengan hal - hal yang berbau begituan " jawab Riska


Ayu merasakan bulu kuduknya agak sedikit merinding setelah mendengar cerita dari Ririn namun ia tidak begitu menanggapi .


Tidak berapa lama kemudian Pak ujang penjaga sekolah datang dan memberikan kunci Ruangan Pustaka kepada mereka .


" Ayok kita segera kesana dan semoga saja yang kita cari bisa kita temukan dengan secepatnya " ajak Riska


Para gadis itu hanya bisa patuh dan menuruti perintah Riska selaku ketua kelompok meskipun nyali mereka mulai menciut setelah mendengar cerita dari Ririn .


Tidak berapa lama mereka akhirnya sampai disebuah bangunan bertingkat yang letaknya terpisah dari bangunan sekolah . Bangunan itu tampak agak kurang terawat karena akhir - akhir ini minat para siswa untuk datang membaca menjadi sangat rendah atau mungkin memang dikarenakan ada hal yang lain .


Setelah pintu dibuka mereka berempat masuk dan mulai mencari buku - buku yang berhubungan dengan drama . Namun Mereka tidak menyadari jika sepasang mata jahat sejak tadi telah mengintai gerak - gerik mereka .


karena asyiknya mencari buku akhirnya mereka berempat menjadi berpencar dan terpisahkan oleh Rak - Rak buku yang disusun Rapi . Didalam pustaka tersebut terdapat juga kamar - kamar yang memang dikhususkan untuk membaca . semua pintu kamar tampak terkunci kecuali sebuah kamar bernomor 013 . Pintu kamar itu tampak sedikit terbuka dan didalamnya terlihat sangat gelap karena lampunya dimatikan .


Saat mereka sedang asyik mencari - cari buku sayup - sayup terdengar suara wanita tua yang mendendangkan lagu langgam kuno yang terdengar sangat aneh dan cukup membuat bulu kuduk berdiri dan suara itu sepertinya terdengar dari kamar 013 .


" Riska , apa kau mendengar suara itu ? " ternyata yang bicara adalah Ririn dan saat ia menoleh kebelakang ternyata tiga orang sahabatnya telah berdiri dengan muka pucat sambil memberi isyarat untuk diam . akhirnya dengan cara mengendap - endap mereka berempat mencoba mencari pintu keluar namun pada saat mereka hampir sampai tiba - tiba saja pintu itu tertutup dengan keras dan semua lampu di ruangan mendadak mati dan kini dihadapan mereka terlihat sesosok wanita tua dengan wajah yang sangat angker dan menyeramkan menatap mereka dengan senyuman yang sinis dan kejam .


\*\*\*


Ruang istana Tanjung meranti


Baginda Raja Sultan Raja berdaulat tampak duduk santai disebuah kursi antik sambil menikmati buah - buahan segar yang terletak diatas meja panjang . Para pejabat tinggi kerajaan pagi itu tampak sengaja dikumpulkan sepertinya untuk membahas sesuatu yang sangat penting . Sinto dan Jane juga tampak bergabung dalam rapat tertutup yang hanya dihadiri orang - orang terdekat Baginda .


" Sinto , Jane . Aku atas nama segenap rakyat Tanjung meranti mengucapkan terima kasih banyak atas pertolongan kalian menyelamatkan negeri ini " Ujar Baginda


Sinto tampak menjura hormat menerima titah sang raja


" Hamba hanya menjalankan tugas yang mulia , ini semua berkat usaha gigih dari yang mulia Puti Cahyo kumalo ? " Sinto menjawab sambil tersenyum kearah sang Puteri


Puti cahyo kumalo tampak membalas senyuman sinto


" Jika bukan karena pertolongan kalian , bencana ini tentu saja belum berakhir " balas Puti cahyo kumalo


Saat itu sang puteri memakai gaun indah berwarna biru muda lengkap dengan mahkota perak dikepalanya yang membuat kecantikan gadis berusia dua puluh satu tahun itu semakin terpancar . sinto untuk kesekian kali merasa sangat takjub dengan kecantikan puteri itu .


" Yang mulia tidak perlu sungkan , Bukankan saling membantu dalam kebaikan adalah suatu kewajiban ? " kali ini Jane ikut bicara


Yang mulia Sutan Raja Berdaulat tampak menarik nafas lega mendengar jawaban kedua pendekar muda itu .


" Alam minangkabau saat ini tentu sangat membutuhkan Kesatria - kesatria tangguh seperti kalian , mengingat begitu banyak kejadian - kejadian aneh yang terjadi akhir - akhir ini , aku berniat akan mengirimkan surat kepada yang mulia Raja Alam di pagaruyung terkait situasi ini " Sambung sang Raja


Sinto dan Jane hanya menggangguk angguk menyimak penuturan sang raja .


" Katanya hari ini kalian akan kembali ke Taratak bungo ? " Tanya sang raja


" Betul baginda , karena besok saya harus sekolah " jawab sinto seadanya


Tampak ada sedikit raut kesedihan diwajah Puti Cahyo kumalo mendengar Sinto dan Jane akan segera meninggalkan istana . Pertemuan yang begitu singkat itu ternyata sangat membekas dihati sang puteri yang memang tidak memiliki teman kecuali andam suri karena semenjak kecil sebagai puteri raja ia hidup sebagai Gadis pingitan .


" Dengar Sinto dan Jane , Pintu istana Tanjung meranti ini mulai saat ini akan selalu terbuka untuk kalian , kapanpun kalian mau kalian bebas berkunjung kesini , dan aku sangat berharap kalian sering - sering berkunjung kesini " lanjut Sang Raja


" Baik yang mulia , jika ada kesempatan kami Pasti datang berkunjung untuk menjenguk yang mulia dan Tuan puteri serta sahabat baru saya andam suri " jawab Jane .

__ADS_1


Baginda Raja tampak tersenyum mendengar jawaban Jane dan sesaat kemudian ia memberikan perintah kepada kepala keamanan kerajaan


" Panglimo , segera kumpulkan pasukan dan tangkap si pengkhianat Sutan Rajo di Langik itu " Perintah Sang Raja tegas


" Laksanakan Yang mulia " Orang yang dipanggil Panglima langsung menjura hormat dan bergerak meninggalkan ruangan .


Dan setelah itu setelah selesai pertemuan mereka tampak berbincang - bincang sesaat sambil meminta izin untuk pamit pulang ke nagari Taratak Bungo .


Puteri cahyo kumalo tampak memeluk Jane dengan erat . Dan setelah itu mengulurkan salam kepada Sinto yang sudah siap dengan ransel bawaan mereka . Rencananya mereka akan diantar dengan mobil kerajaan namun Sinto dan Jane menolak dan memilih pulang naik Bus saja untuk menjaga rahasia . Puteri Cahyo kumalo dan pembantunya andam suri tampak ikut menemani mereka menunggu Bus .


" Kami akan selalu merindukan kalian " kata andam suri sambil melirik kearah Sinto .


" Jangan lupa berkunjung ya bila ada waktu " sang puteri menambahkan


" Tentu saja , dan kami juga sangat mengharapkan kedatangan Tuan puteri ke markas jelek kami di Taratak bungo " balas sinto


" Tentu saja suatu saat aku akan berkunjung " jawab Puti Cahyo kumalo


Akhirnya Bus yang ditunggu datang dan Merekapun segera naik . Setelah bus berjalan tampak sang puteri dan andam suri melambaikan tangan seolah tak ingin melepas kepergian mereka .


\*\*\*


Reza sedang asyik mengerjakan PR dirumah saat pak ujang penjaga sekolah menelpon kalau ia menemukan kak ayu dan tiga orang temannya tergeletak pingsan didalam ruangan perpustakaan . Reza yang sempat panik langsung saja menelpon Ihsan , Nurdin dan juga Rimbun untuk membantu menjemput kak ayu le sekolah . Saat mereka sampai di sekolah tenyata mereka berempat sudah sadar dari pingsannya namun ada beberapa keanehan yang terjadi yaitu ekspresi wajah mereka tampak begitu aneh . Tatapan mata mereka seolah kosong san mereka seolah tidak senang saat ditanya tentang apa yang menyebabkan mereka pingsan .


" Mungkin mereka sedang kelelahan . Sebaiknya kak ayu segera dibawa pulang " ujar ihsan


Namun Rimbun merasakan ada sesuatu yang ganjil pada diri mereka namun dia memilih untuk merahasiakan karena belum bisa menyimpulkan apapun .


Akhirnya mereka pulang dan sesampai dirumah tidak ada reaksi apapun dari kak ayu . Ia hanya menjadi pendiam dan mudah sekali marah - marah . Reza tentu saja menjadi heran dengan perubahan sifat kakaknya itu .


Setelah para gadis itu pulang dengan dijemput keluarganya masing - masing Pak Ujang langsung kembali keruangan perpustakaan untuk mengunci pintu namun saat ia mendekat ia mendengar suara nyanyian aneh yang membuat bulu kuduknya berdiri . Ia bergegas mengunci pintu dan segera pergi meninggalkan tempat itu .


\*\*\*


Tepat pukul lima sore mobil yang ditumpangi Sinto dan Jane sampai di terminal nagari taratak bungo . Mereka memilih berjalan kaki menuju markas karena jaraknya tidak terlalu jauh . Diperjalanan mereka kembali bercerita tentang petualangan mereka di negeri Tanjung meranti .


" Puteri Cahyo kumalo itu cantik banget ya ? " Ujar Jane


" Ya pastilah , dia itu kan keturunan istana dan juga orang yang kaya raya " jawab sinto


" Ahhh , apa - apaan sih kamu " balas sinto jengkel


Jane tertawa lepas melihat muka sinto yang bersemu merah ,


" Alahh itu normal kok , pria mana yang nggak tertarik melihat wanita seanggun itu , aku aja yang cewek jadi berdecak kagum saat melihatnya " sambung Jane


" Jangan bilang kalau kamu itu penyuka sesama jenis Jane " Balas Sinto


" Gila kamu , begini - begini aku masih normal tau " jawab jane sambil memukul lengan Sinto


Sinto jadi tertawa melihat muka Jane yang cemberut marah .


" Iya aku hanya becanda , tapi kamu tu sebenarnya cantik juga lho Jane " Goda Sinto


" Alahhh , muke lu Pe'ak " Balas Jane


Sinto jadi tambah senang karena ia sudah berhasil membalas ledekan Jane tadi . Tapi dalam hati ia mengakui kalau Jane sebenarnya memang seorang gadis yang cantik hanya saja gayanya yang tomboy dan cuek membuatnya kurang menjadi pusat perhatian dari kaum lelaki .


Setelah beberapa menit berjalan akhirnya mereka sampai di markas dan saat mereka masuk Jane melihat seekor kucing hitam yang sedang tidur pulas disofa .


" Rimbun !!!!! Siapa yang mengizinkan membawa kucing kerumah ini ? " teriak Jane Marah


" Iyaaaaa .. anuuuuu "


Rimbun tampak bergegas keluar dari kamar dan sebelum ia bisa berkata apapun Jane sudah mengangkat anak kucing hitam itu dan menaruhnya dilantai . Namun sesaat kemudian Baik Jane maupun Sinto tampak melongo kaget melihat anak kucing itu berubah menjadi sosok tinggi besar .


" Laksamana Kumbang ? " Teriak sinto kaget


Jane yang sudah terlanjur menaruhnya dilantai tampak agak malu dan kikuk .


" Ehhh , maaf - maaf aku nggak sengaja " ujar Jane sambil melotot kearah Rimbun


" Kamu sihhh , main taruh dilantai aja . kan aku belum sempat jelasin " Rimbun balas melotot .


" Sudah sudah aku tidak apa - apa kok " Laksamana kumbang mencoba menengahi

__ADS_1


Kemudian mereka semua duduk diruangan tengah sambil menyeruput kopi hit buatan Rimbun .


" Jadi setelah aku bertemu dengan Datuk Harimau Salju di Puncak Gunung Es ia menyuruhku untuk kembali kesini agar bisa bergabung dengan kalian sembari mencari informasi tentang keberadaan para ksatria harimau yang lain "


" Emang Datuk harimau salju mengetahui tempat ini ? " Tanya Sinto curiga


Laksamana kumbang tampak agak kikuk dengan pertanyaan Sinto


" Ehh sebenarnya begini , saat dipuncak gunung es Datuk harimau salju menyuruh aku untuk menyelidiki keberadaan para kesatria harimau namun karena saat ini aku tidak punya tempat tinggal aku memutuskan untuk datang kesini " jawabnya agak malu - malu .


" Huuuuu .. bilang aja mau numpang gratis " jawab jane ketus namun sesaat kemudian dia tertawa


" Ya sudah , mulai sekarang laksamana kumbang boleh tinggal disini sampai kapanpun tetapi dengan syarat harus dengan wujud kucing hitam tadi " Sambung Jane


" Terima kasih " Jawab laksamana penuh haru dan kemudian ia berubah wujud kembali menjadi seekor kucing hitam .


" O iya , tadi Aku kesekolah dengan Reza Ihsan dan Nurdin " ujar Rimbun


" Ngapain ?? " tanya Sinto


" Kak ayu dan tiga orang temannya pingsan diperpustakaan , Pak ujang penjaga sekolah menelpon Reza dan reza mengajak kami untuk ikut kesana " balas rimbun


" kok pingsan bisa barengan gitu ya ? " ujar sinto heran .


" Aku juga merasa ada sesuatu yang tidak wajar tetapi tidak jelas itu apa " jawab rimbun


" Bagaimana kalau malam ini kita kerumah Reza ? " Jane ikut menimpal


" Oke , lagian aku udah agak lumayan lama nggak mampir kerumah Reza " kata Sinto


" Aku ikut " Sambung Rimbun


" Kau jaga markas " jawab Jane ketus


Rimbun hanya bisa diam dan menggerutu dalam hati .


\*\*\*


Malam itu Jane dan Sinto berkunjung kerumah Reza . Reza tampak senang dengan kedatangan mereka. kebetulan ibu mereka sudah seminggu ini tidak dirumah karena ada acara kenduri dirumah keluarga mereka . Saat mereka datang Kak ayu hanya berdiam diri dikamar dan saat dipanggil ia hanya diam tak menyahut . Sinto pun agak heran melihat perubahan kak ayu yang biasanya sangat ramah itu namun ia maupun Jane tidak merasakan adanya aura negatif dirumah itu .


" Gimana sih ceritanya kak ayu bisa pingsan begitu , Ja " tanya Sinto


" Tadi pagi dia dan teman - temannya pergi ke perpustakaan sekolah mencari bahan untuk pementasan drama , ehh tau - tau nya mereka malah ditemukan tergeletak pingsan dilantai " jawab reza


" Aneh ya , selama ini ada nggak cerita - cerita mistis mengenai perpustakaan itu ? " Tanya Jane


" Ada sih tapi aku nggak begitu percaya , konon kata orang - orang lokasi tempat berdirinya Pustaka itu dulunya adalah tempat bersarangnya sejenis iblis jahat yang bernama siJundai " jawab Reza


Baru saja reza menyebut nama itu mendadak dari kamar kak ayu terdengar suara teriakan - teriakan dan benda benda yang sengaja dibanting .


" Pergi kalian .. pergi !!!! " jelas suara itu adalah suara kak ayu


Mereka langsung saja berlari menuju kamar kak ayu namun sesampai didepan kamar tidak ada lagi suara .


" Kak .. kak ayu !! Ada apa kak ? " Panggil Sinto lembut Namun tak ada jawaban


Jane mencoba menerawang kearah kamar kak ayu namun kepalanya mendadak pusing seolah ada yang menghalangi kekuatannya .


Mendadak disekeliling rumah terdengar suara nyanyian aneh yang sangat menyeramkan .


" SAGALO BULIAH DATANG JO PAI , AKU LAH NAN TATAP ADO JO BAKUASO ( segala sesuatu bisa saja datang dan pergi tetapi aku akan tetap ada dan berkuasa ) . "


Suara nyanyian itu sungguh membuat bulu kuduk berdiri mereka semua hanya terdiam berdiri sambil mendengar suara nyanyian itu didendangkan berulang - ulang .


" Kak ayu .. kak " Panggil Reza pelan


" Lekas suruh dua orang itu pergi dari sini " Terdengar suara sahutan kak ayu dari dalam kamar


" Sebaiknya kami pulang dulu Za , jika nanti terjadi apa - apa segera hubungi kami " Ujar Sinto


" Baik Nto " jawab reza yang tampak agak sedih melihat kondisi kakaknya


" Kamu nggak perlu khawatir za , semua pasti ada jalan keluarnya " sambung Jane sambil menepuk pundak Reza


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2