
Siang itu sepulang sekolah sinto langsung mampir di markas mereka karena sudah dua hari ia tidak berkunjung kesana . Ia ingin menceritakan mimpi aneh yang dialaminya tadi malam dan sekaligus ingin melihat kondisi laksamana kumbang yang terluka parah akibat pertarungan terakhir melawan iblis Sijundai . Saat ia sampai dimarkas terlihat Jane dan rimbun sedang asyik menyantap makan siang . Sinto yang juga sudah lapar langsung bergabung untuk makan bersama mereka . Laksamana kumbang tampak duduk santai dengan kepala dibaluti perban akibat luka yang dialaminya . Kondisinya pun tampak sudah agak membaik . Sambil makan merekapun terlibat percakapan yang serius .
" Kemaren aku mendapat pesan dari pandeka sahar , beliau meminta kita untuk lebih berhati - hati karena aktivitas gaib di negeri ini sudah semakin meninggi " ujar Jane
" Begitu juga radar kita mendeteksi kedatangan para makhluk dan sepertinya beberapa diantara mereka ada yang datang dari tempat yang jauh " sambung jane
" kenapa bisa begitu ya ? " tanya sinto
" Entahlah , sepertinya ada sesuatu hal penting yang mengundang mereka datang ke tempat ini " lanjut Jane
Sinto tampak berfikir namun mulutnya masih tetap mengunyah makanan . Setelah selesai makan ia pun mencuci tangan dan minum segelas air putih .
" Tadi malam aku juga bermimpi sangat aneh " ujar sinto
" Mimpi apa ? " tanya Jane
Sementara Rimbun tampak asyik membersihkan meja makan dan menaruh piring dan gelas kedapur .
" aku bermimpi bertemu dengan Harimau salju dan dia berpesan agar aku segera mencari seseorang yang bernama Malaikat agung tak bernama " ujar sinto
Rimbun yang sedang asyik mencuci piring tampak sedikit kaget dan langsung berjalan ke ruang tengah tempat sinto dan Jane sedang berbicara .
" Sinto , kau tadi bilang siapa ? " tanya Rimbun
" aku diminta mencari seseorang pendeta berjuluk malaikat agung tanpa nama " ulang sinto
Laksamana kumbang tampak hanya diam menyimak pembicaraan para bocah itu .
" setahuku belum pernah ada seorangpun yang bertemu dengan malaikat agung tak bernama karena menurut legenda beliau telah menghilang jauh sebelum perang kuno terjadi " ujar Rimbun
" apa kau juga mengetahui tentangnya ? " tanya sinto sementara Jane hanya termangut - mangut mendengar
" aku tidak begitu mengetahui dengan pasti namun suatu ketika kakekku pernah bercerita tentang seorang tokoh nomor satu di Rimba persilatan yang konon kesaktiannya lebih kuat daripada Datuk Si Raja dewa sang Raja jin putih " jelas Rimbun
" Namun legenda juga mengabarkan bahwa beliau telah memilih mengasingkan diri dan tidak ingin ikut campur lagi dengan urusan duniawi dan memilih hidup menyendiri " sambung Rimbun
Sinto dan Jane hanya termangu takjub mendengar cerita Rimbun sementara laksamana kumbang tampak termangut - mangut sendiri .
" apakah sejak saat itu belum ada orang yang menemui malaikat agung itu ? " tanya Jane
" Aku tidak begitu yakin " geleng rimbun
Laksamana kumbang yang dari tadi hanya terdiam kini tampak mulai ikut berbicara .
__ADS_1
" jika benar Harimau Salju menemukan malaikat agung agaknya akan ada peristiwa besar yang akan terjadi terkait dengan dirimu Sinto " ujar Laksamana
" Sepertinya begitu laksamana , hingga saat ini aku belum diperkenankan untuk bertatap muka dengan harimau Salju tetapi didalam mimpi harimau itu meminta aku untuk mencari tokoh sakti itu agar ia membantu membuka segel kekuatanku yang terpendam karena bahaya besar akan segera terjadi " balas Sinto
" Tapi kemana kita harus mencari orang itu ? " tanya Jane
Sinto terdiam sejenak lalu kembali berkata
" Harimau Salju meminta aku untuk pergi ke alam tingkat ketiga tepat dipuncak bukit batu patah di lima belas hari purnama bulan ini " sambung sinto
" istana besar Pagaruyung ? " tanya Jane
Sinto mengangguk
" Betul , tempat itu berada puncak dibukit batu terjal dibelakang istana besar Raja Alam minangkabau " sambung Laksamana kumbang .
" disana terdapat pintu menuju alam tingkat ketiga " balas sinto
" Sepertinya kau harus bertualang ke dimensi lain , Sinto !! " ujar Rimbun
" Ya , tapi aku tidak tahu caranya " ujar sinto
" Diperlukan energi yang sangat besar untuk menembus dimensi tingkat ketiga , dan aku rasa kekuatan kita saat ini tidak cukup " ujar Laksamana kumbang .
" Mesin peretas dimensi milik papaku ternyata tidak bisa meretas dimensi alam tingkat ketiga " kata Jane
" tapi kita tetap harus pergi kesana " sambung Jane
" Aku ikut " ujar Rimbun
" Jaga markas " balas Jane sambil melototkan mata
Rimbun tampak menyungut kecewa , laksamana kumbang tampak menengahi
" Sudahlah Rimbun , sebaiknya kita disini saja membantu menjaga keamanan tempat ini dan negeri ini " ujar laksamana dan akhirnya Rimbun setuju .
Jane kembali menatap layar komputernya dan ia tampak agak sedikit kaget .
" Coba kalian perhatikan seluruh aktivitas gaib yang aktif ini , semuanya mengarah kesatu titik yaitu ke puncak Bukit Batu patah " ujar jane sambil menunjuk layar
" Sepertinya akan ada peristiwa besar yang akan terjadi disana " ujar Laksamana
\*\*\*
__ADS_1
Puncak bukit batu patah malam itu tampak diguyuri hujan deras . Disebuah gundukan batu berbentuk kubah tampak sesosok tubuh yang tengah duduk bersila seperti orang yang tengah bersemedi . Derasnya air hujan tidak sedikitpun mengganggu konsentrasi orang yang ternyata adalah seorang tua berwajah kurus kering bagaikan tengkorak . Jubah hitam merah yang ia kenakan tampak basah kuyup diguyur hujan lebat . Orang tua berwajah kurus itu didalam rimba persilatan digelari dengan julukan Datuk Tiang panjang karena tubuhnya yang kurus tinggi bagaikan sebuah tiang . Orang tua ini adalah orang yang tempo hari mengamati pertarungan Sinto melawan iblis Sijundai dari menara sekolah . Setelah sekian lama bersemedi sepasang mata cekung sikakek tampak terbuka dan ia mulai menggumam .
" Besok malam gerbang alam tingkat ketiga akan terbuka , aku tidak boleh kehilangan kesempatan mendapatkan pedang sakti Naga salju yang berada ditangan bocah itu " Gumamnya
Matanya memandang kepada dua buah batu runcing menyerupai sepasang tanduk kerbau yang jika diperhatikan juga mirip seperti sebuah pintu gerbang . oleh masyarakat setempat batu tersebut disebut sebagai Batu Tanduak karena bentuknya yang sangat mirip dengan tanduk kerbau .
Saat tengah asyik memandang batu itu telinga tajam sikakek mendengar suara langkah kaki dan ia yakin suara itu adalah milik dua atau tiga orang dan langkah itu jelas menuju ketempat dimana ia duduk bersila . Dalam satu lesatan Datuk Tiang panjang telah sampai didahan sebuah pohon kayu besar dan bersembunyi untuk mengetahui siapa yang datang .
Dari arah timur tepatnya disebuah jalan setapak terlihat empat orang yang tengah berjalan beriringan . Mereka tampak berhenti dan duduk tepat dibatu bekas Datuk tiang panjang tadi bersemedi .
" Biksu sesat , sepertinya kita telah sampai dilokasi yang disebut oleh Dewi lembah tengkorak " ternyata yang datang adalah Serikat emoat iblis dan barusan bicara adalah si Raja racun dari timur .
" Melihat dua batu yang menyerupai tanduk itu sepertinya ucapanmu benar Raja Racun " Jawab si biksu sesat
Sementara dua orang lainnya yakni si pemakan jenazah dan Ratu mesum tampak tengah berpelukan mesra diatas batu . sesekali terdengar tawa cekikikan ratu mesum saat sipemakan jenazah menciumnya .
Datuk tiang panjang yang mengintai dari atas pohon tampak menggeram dalam hati .
" Brengsek .. untuk apa empat orang sesat itu datang kesini dan mengapa mereka menyebut nama dewi lembah tengkorak , apakah jangan - jangan ?? "
Datuk tiang panjang menghentikan gumamannya saat telinganya mendengar lagi suara orang yang berlari cepat dari arah barat dan dari suara langkahnya jelas ia juga tengah menuju ketempat itu .
" Sepertinya ada lagi orang yang datang " ujar si kakek
Biksu sesat langsung memberi isyarat para sahabatnya untuk diam saat ia mendengar suara langkah kaki orang yang berlari . ia segera memberi isyarat agar mereka semua bersembunyi dibalik semak - semak tidak jauh dari tempat itu sementara Datuk Tiang panjang terus memperhatikan gerak - gerik mereka .
Tidak lama kemudian dari arah barat tampak seorang perempuan muda berwajah cantik memakai pakaian putih berbentuk gaun dan celana panjang yang juga berwarna putih . Diatas kepalanya terdapat sebuah mahkota berwarna perak berbentuk kipas . Ternyata ditangan perempuan cantik itu juga terdapat sebuah senjata berbentuk kipas berwarna perak . Orang itu adalah dewi kipas perak yang berasal dari rimba persilatan tanah jawa . Entah apa yang membuat ia bisa sampai juga ketempat itu .
" Siapa gadis cantik itu ? Sepertinya dia bukan berasal dari sini " ujar Datuk Tiang panjang dalam hati namun dalam hati ia sangat terpesona dengan kecantikan perempuan itu . Apalagi baju putih yang tersiram hujan itu seolah memperlihatkan dengan jelas lekuk tubuh wanita itu .
Sementara serikat empat iblis tampak juga memperhatikan gerak - gerik wanita muda berparas cantik itu .
" Hmmmhhh dingin - dingin begini betapa enaknya jika ditemani gadis secantik itu " gumam Datuk Tiang panjang dalam hati seraya berfikir bagaimana cara untuk mendapatkan perempuan itu tanpa diketahui oleh serikat empat iblis yang juga bersembunyi tidak jauh dari tempat itu .
Gadis cantik bernama dewi kipas perak itu tampak berdiri dan memperhatikan keadaan sekitar . Ia tidak menyadari jika beberapa pasang mata terus saja memperhatikan setiap gerak - geriknya . Ia kemudian duduk diatas batu besar dan terus memandang batu berbentuk tanduk kerbau itu . Dan perlahan didalam hati ia memanjatkan sebuah doa
" Sang Hyang utama , semoga saja hamba bisa bertemu dengan kesatria muda itu "
Raut wajahnya tampak mencerminkan kesedihan seolah ia tengah mengalami sebuah masalah yang sangat berat .
Hari telah menunjukkan pukul setengah tiga pagi dan perempuan itu memutuskan untuk tidur diatas gundukan batu besar tersebut . Sementara dari atas pohon Datuk Tiang panjang tampak menelan air ludah melihat tubuh molek itu tergelatak diatas batu . Namun untuk turun kebawah ia takut ketahuan oleh empat orang sesat yang juga bersembunyi tidak jauh dari sana . Akhirnya ia memilih untuk tetap memandang tubuh itu dari atas pohon . Ia juga tidak menyadari jika dirinya juga tengah diawasi oleh seseorang yang tengah duduk bertengger santai dipuncak pohon yang ia duduki .
Apa yang menyebabkan para tokoh sakti itu berkumpul ditempat itu ???
__ADS_1
Bersambung !!!!!