
Laksamana kumbang terlihat sangat marah dengan serangan tiba - tiba yang dilancarkan Sinto . Ia menggereng dan mengeluarkan suara auman yang seakan memekakkan telinga . Sinto yang baru saja berganti kostum tampak bersiaga menunggu tindakan makhluk mengerikan itu . Disudut lapangan tampak pak tigor mengeluh kesakitan karena kaki kanannya tergores cakar laksamana kumbang . Pinggiran luka itu tampak membiru pertanda cakaran itu mengandung racun jahat .
" Aduhhhh betapa sialnya diriku " keluh Pak Tigor sambil mengipas - ngipas luka dikakinya .
Pak tigor yang memang baru satu bulan dilantik menjadi anggota keamanan itu sesungguhnya belum begitu lihai dalam ilmu bela diri . Namun tabiatnya yang suka membesar - besarkan diri itu akhirnya membuat dia diberikan tugas yang sangat berbahaya karena komandan regunya mengira ia adalah seorang pendekar yang benar - benar hebat . Karena sifat yang suka membual itu hampir saja nyawanya melayang dibantai Laksamana kumbang . Untung saja Sinto bertindak cepat . Sambil meringis kesakitan Pak Tigor terus memperhatikan pendekar muda yang baru saja menyelamatkan nyawanya .
" Kenapa kalian makhluk - makhluk jelek selalu saja mencoba mengganggu manusia ? " Sinto bertanya sambil meledek laksamana kumbang
Laksamana kumbang hanya menggereng mendengar pertanyaan Sinto namun saat itu juga kaki kanannya tampak bergeser satu langkah kebelakang pertanda ia tengah mempersiapkan sebuah serangan . Dengan satu hentakan ia langsung melesat mengirimkan cakar kanannya menyabit kearah telinga kiri Sinto . Sinto yang dari tadi sudah bersiap - siap langsung saja menggeser kaki kiri satu langkah kebelakang dan menangkis cakar itu tepat dipergelangan tangan laksamana kumbang dengan tangan kirinya sementara tangan kanannya dihantamkan ke dada laksamana kumbang . Laksamana kumbang tampak kaget dengan gerakan silat sinto yang sangat aneh dan berbahaya itu . Sangat jarang ia ditemukan gerakan bela diri yang Bisa melakukan gerakan menangkis sekaligus mengirimkan serangan seperti yang dilakukan sinto barusan . Laksamana kumbang mau tak mau harus menarik cakarnya kebelakang jika tidak ingin dadanya ambruk dihantam pukulan sinto . Ia mundur beberapa langkah kebelakang dan segera bersiap - siap untuk mengirimkan serangan berikutnya . Kali ini tendangan lurus yang mengarah tepat ke kepala Sinto . Tendangan kaki kanan itu disertakan dengan tenaga dalam tinggi siap menghancurkan batok kepala Sinto . Namun sinto dengan mudah bergeser satu langkah menyerong kedepan sehingga tendangan itu hanya menghantam udara kosong . Saat kaki laksamana kumbang masih mengambang Sinto melakukan tendangan memutar dengan cepat menghantam perut laksamana kumbang dan kali ini laksamana tidak punya waktu untuk menghindar lagi .
" Bukkkk " " Akhhh " laksamana kumbang terlempar tiga meter kebelakang dengan tangan memegang perut . Nafasnya terasa sedikit sesak akibat tendangan keras itu . Untung saja sinto tidak menggunakan tenaga dalam saat melakukan tendangan karena jika ia menggunakan tenaga dalam bisa berakibat fatal bagi laksamana kumbang .
" Bocah Sial !! Siapa kau sebenarnya? " hardik laksamana kumbang sambil menatap tajam kearah sinto
" Aku adalah orang yang akan membasmi tuntas segala bentuk kejahatan yang dilakukan oleh bangsamu " jawab sinto keren
Sinto bicara seperti itu karena saat itu ia mengetahui Hamidah sedang memperhatikan pertarungannya dengan serius . Ia ingin terlihat keren dihadapan gadis cantik yang secara perlahan telah menyentuh hatinya itu .
" Passs .. Iyaa , iyaaa betul seperti itu .. Aduhhh !!! " Pak tigor karena saking semangatnya menyaksikan pertarungan Sinto secara tidak sengaja menepuk dan mengenai kakinya yang terluka .
Para murid langsung saja tertawa serentak melihat kelakuan Pak tigor yang menurut mereka sangat lucu itu .
" Ketawa Kalian Haaa ? Senang Hati kalian haaaa ??? " Pak tigor memaki para murid sambil membelalakkan mata . Namun sepertinya para murid itu sudah tidak takut lagi dan mereka malah lebih tertawa lebih keras .
" Murid Durhaka kalian ini , aduhhhhh " Pak tigor terus memaki - maki sambil kemudian meringis kesakitan .
Didepan sana laksamana kumbang tampak telah berdiri kembali . Ia kemudian mengangkat kedua tangan keatas dan menempelkan kedua telapak tangannya sambil menggosok gosokkan kedua telapak tangan itu . Kedua telapak tangan itu tampak mengeluarkan cahaya aneh berwarna hijau tua . Itu adalah pertanda bahwa Laksamana kumbang dari Gunung kelabu itu sedang bersiap - siap untuk mengeluarkan jurus pamungkasnya yang bernama " Amukan harimau kumbang" . Pukulan ini sangat berbahaya karena semua orang yang terkena sabetan cahaya hijau itu tubuhnya akan kaku menghijau dan membusuk perlahan akibat ganasnya racun pukulan itu .
Sinto tampak agak pucat karena dia merasakan hawa yang sangat jahat dari pukulan itu . Ia merasa hawa ini jauh lebih berbahaya dari pukulan tenaga dalam garang yang pernah menghantam tubuhnya saat dipertarungan final festival silek .
" Semuanya lekas menyingkir !!! " teriak sinto
Semua murid langsung saja berlarian mendengar perintah sinto yang mereka kenal dengan kesatria dua dimensi itu . Ihsan dan beberapa murid pria langsung mengangkat dan menggotong pak tigor untul menjauh dari tempat tersebut . Pak Tigor tampak mengikut dan pasrah saat digotong .
" Aduhh kenapa pula kalian membawa aku , pertarunganku belum selesai , aku hanya ingin memberikan kesempatan kepada pendekar muda itu untuk bertarung lebih dulu " ujar pak tigor .
Ihsan dan teman - temannya hanya tersenyum - senyum mendengar pak tigor yang masih sempat membual . Setelah merasa agak jauh merekapun berhenti untuk menyaksikan kembali pertarungan antara kesatria dua dimensi melawan makhluk berkepala harimau itu . Ihsan yang sudah mengetahui kalau yang sedang bertarung itu adalah sinto langsung saja mencoba melindungi identitas sinto .
" Semoga saja Sinto baik - baik saja dan berhasil melarikan diri ya kawan - kawan ? " ujar ihsan
__ADS_1
" iya , aku tadi melihat dia lari tunggang langgang saat diserang makhluk itu " kata salah seorang murid .
Murid - murid lain pun tertawa mengingat kejadian saat sinto diserang laksamana kumbang yang saat itu masih berwujud murid SMA .
" Hahahaha , kasihan sekali anak itu " ujar pak tigor ikut ketawa tapi sesekali tampak meringis kesakitan .
" Saat ini dia pasti sudah sampai dirumah dan mudah - mudahan saja dia tidak berak dicelana " seorang murid lain ikut - ikutan menimpal dan mereka kembali tertawa cekikikan .
Ihsan yang awalnya memancing obrolan akhirnya jadi ikut - ikutan tertawa karena mendengar ulah teman - temannya yang lucu sementara si cantik Hamidah yang juga bergabung diantara mereka hanya nampak diam mendengar ocehan kocak mereka .
" Maaf Pak , apa tidak sebaiknya kita langsung saja kembali ke sekolah ? " Hamidah kemudian bertanya kepada pak tigor .
Pak tigor sesaat menatap hamidah dan kemudian berbicara dengan gaya datar
" Sebenarnya bapak masih sangat ingin melanjutkan pertarungan tadi , namun mengingat keselamatan kalian semua ada juga baiknya kita saat ini langsung kembali kesekolah " jawabnya kepedean
" Alahh masih aja belagu " terdengar suara salah satu murid mencemooh
" BANGSAAAAT , SIAPA YANG BICARA BARUSAN ??? " Maki PakTigor dengan muka merah namun sesaat kemudian dia tampak kembali tenang lagi
" Ayok kita kembali ke sekolah , Ketua kelas , Bantu bapak " Ujarnya seolah tak pernah ada kejadian .
Merekapun segera beranjak pergi untuk meninggalkan bukit yang terletak di belakang belakang sekolah . Hamidah memimpin rombongan siswa perempuan . Ia memang sengaja ingin membawa semua orang pergi dari tempat itu agar tidak mengganggu konsentrasi Sinto yang sedang bertarung melawan makhluk jahat berkepala harimau itu namun didalam hati ia merasa sangat cemas dan mendoakan semoga sinto berhasil
***
Orang itu tidak lain adalah Dubalang Rambut api yang sepertinya sedang mendirikan cabang kerajaan dewi lembah tengkorak . Setelah berfikir keras dan mencari beberapa lokasi akhirnya ia memilih menjadikan tempat itu sebagai lokasi . Ia berangkat dari istana dewi lembah tengkorak membawa seratus orang pasukan yang akan membantunya menyusun pemerintahan dan mendirikan kerajaan baru . Namun Dubalang Rambut api lebih memilih untuk tinggal di dalam sebuah Gua untuk mnyembunyikan identitasnya . Sementara satu orang prajurit akan disuruh bergantian mengawasi keadaaan sekitar dari atas menara. Yang mereka buat. .
" kita harus bergerak secara diam - diam agar tidak memancing perhatian para saingan kita , setelah kekuatan kita kelak cukup baru kita akan meresmikan dan mengumumkan berdirinya Partai lembah tengkorak dan sang dewi sebagai penguasa baru pulau sumatera ini " ujar sang kakek licik itu mencoba menyemangati para pasukannya .
Seluruh pasukan yang memang telah diperintah untuk patuh kepada Dubalang Rambut api hanya tampak diam dan mengangguk setuju . mereka berencana akan mulai merekrut anggota baru untuk memperkuat kedudukan mereka sambil menyebarkan kekacauan di tengah - tengah penduduk .
***
Cahaya hijau yang memancar dari kedua telapak tangan Laksamana Kumbang tampak semakin membesar hingga akhirnya membentuk sebuah bola besar dan siap untuk dihantamkan kearah sinto. Hawa panas menyengat terpancar kuat diseantero lapangan tersebut .
Sinto yang sudah merasakan hawa sangat jahat dari pukulan " Amukan harimau kumbang " tampak tidak mau berlaku ayal . Seluruh tenaga dalam ia kerahkan dan perlahan ia nampak menyiapkan pukulan sakti dikedua telapak tangannya . Hawa dingin sedingin es langsung menyerang dan menusuk hingga kesumsum tulang . Sesosok bayangan Harimau Putih besar tampak berdiri gagah dibelakang Sinto .
Laksamana kumbang langsung membuka matanya yang sedari tadi terpejam karena hawa dingin yang dipancarkan tenaga dalam Sinto seakan mengganggu konsentrasi dan jalan nafasnya . Di depan sana ia melihat Bocah itu sudah bersiap untuk melepaskan pukulan saktinya . Namun ada hal lain yang membuat tubuhnya bergetar kecut yaitu saat melihat sosok bayangan harimau putih yang berada dibelakang Sinto alias kesatria dua dimensi . Makhluk angker bernama Laksamana kumbang itu tampak langsung mengendorkan tenaga dalam dan sesaat kemudian cahaya hijau pukulannya yang tadi sudah siap diluncurkan tampak mengecil dan kemudian menghilang .
__ADS_1
" Tunggu , Tunggu anak muda !!! " teriak Laksamana kumbang
Sinto yang melihat ekspresi kaget dari laksamana kumbang mendadak langsung menghentikan serangannya . Ia dari tadi memang berniat untuk mengirimkan pukulan sakti nya terlebih dahulu karena tidak ingin mati konyol terkena pukulan mematikan dari laksamana kumbang tadi.
" Anak muda , katakan apa sangkut pautmu dengan Datuk Harimau Salju ? " Laksamana kumbang kembali bertanya tapi kali ini dengan nada bicara yang datar
Sinto cukup heran dengan perubahan makhluk buas itu tetapi baginya itu jauh lebih baik daripada harus bertarung bersabung nyawa .
" Jika makhluk ini mengenal Datuk Harimau Salju bisa saja sebenarnya makhluk ini bukanlah makhluk yang jahat " Fikir sinto .
" Datuk harimau salju adalah sahabat sekaligus guruku " Jawab sinto mulai tenang .
Mendengar jawaban Sinto Laksamana kumbang tampak terkejut dan langsung menjatuhkan diri mengacungkan hormat kepada Sinto . Sinto menjadi lebih heran melihat kelakuan makhluk berkepala harimau yang tampak berubah tiga ratus enam puluh derajat .
" Maafkan hamba angku muda " ucap laksamana kumbang
" Jika benar kau adalah murid Datuk harimau salju maka hamba telah salah besar berani menyerangmu , perkenalkan hamba adalah Laksamana kumbang salah seorang anak buah Datuk harimau salju , setelah perang kuno delapan ratus tahun yang lalu hamba terpaksa bergabung menjadi kaki tangan Tuanku Rajo Nan hitam karena pemimpin kami yaitu Datuk harimau Salju menghilang setelah mendengar kabar meninggalnya Datuk Panduko Alam. Semenjak itu kami para kesatria harimau hidup berpencar untuk berusaha menyelamatkan diri masing - masing " sambung laksamana kumbang
Sinto menjadi agak lega mendengar jawaban dan keterangan laksamana kumbang itu karena Jika benar demikian berarti masih banyak tokoh - tokoh baik diluar sana yang bisa ia kumpulkan untuk menghadapi perang besar yang direncanakan Tuanku Rajo Nan Hitam .
" Jika memang begitu aku juga meminta maaf telah lancang menyerang datuk " jawab sinto sambil menjura hormat
" Tidak mengapa angku muda , itu adalah kewajibanmu sebagai seorang pendekar pembela kebenaran tetapi jika aku boleh tahu dimanakah saat ini Keberadaan Datuk Harimau salju saat ini ? " tanya laksamana
Sinto yang tidak lagi menaruh curiga kepada laksamana kumbang kemudian memberitahu bahwasanya Datuk Harimau Salju saat ini berada dipuncak gunung Es .
" kalau begitu izinkan hamba segera pergi untuk menemui Sang Datuk dipuncak gunung es karena kita harus segera mengumpulkan kembali semua tokoh - tokoh aliran putih karena kehadiranmu diranah minang saat ini telah menjadi sebuah pertanda bahwa perang besar akan segera dimulai " ujar laksamana kumbang
" Baiklah datuk jika demikian , betul sekali apa yang datuk ucapkan barusan , kita memang harus segera menyusun barisan untuk menghadapi iblis jahat tuanku rajo nan hitam itu " balas Sinto
" Baiklah angku muda namun tetaplah berhati - hati karena aku yakin didepan sana masih banyak persoalan dan tantangan yang akan kau hadapi tapi aku yakin kau pasti bisa menghadapi semuanya " Lanjut laksamana kumbang
" Terimakasih laksamana " jawab sinto sambil menjura hormat
Kemudian laksamana kumbang tampak melesat pergi dan menghilang dari hadapan Sinto . Sinto tampak menarik nafas panjang dan menggeleng geleng sambil bergumam dalam hati .
" Semakin lama sepertinya semakin banyak keanehan yang terjadi " gumamnya sambil melangkah menjauhi tempat itu .
Namun tanpa ia sadari sepasang mata memperhatikan gerak - geriknya dari balik pepohonan dipinggir lapangan itu .
__ADS_1
Saksikan kelanjutannya karena petualangan baru saja dimulai !!!!!!!
Bersambung