
Seminggu setelah berakhirnya Festival Silek .
Pagi itu Sinto tampak tengah membantu orang tuanya mempersiapkan barang - barang . Setelah satu bulan lebih menetap dikampung halaman hari ini keluarga sinto memutuskan untuk kembali ke jakarta . namun kondisi di jakarta yang belum stabil membuat ayah sinto mengambil keputusan kalau sinto harus tinggal dan melanjutkan sekolah dikampung . Sekaligus untuk menjaga rumah beserta peninggalan neneknya dikampung . segala bentuk keperluan sinto akan dikirimkan orang tuanya dari jakarta .
" Sinto , saat ini kau sudah tumbuh dewasa , kau harus lebih bisa menjaga diri " ujar ayahnya sambil membantu mengangkat barang - barang kemobil yang suaah dipesan .
" Baik ayah , Sinto akan baik - baik saja " jawab sinto
" Segala urusan pindah sekolahmu sudah diurus oleh mak datuk mu , minggu depan kau sudah bisa masuk sekolah dan melanjutkan pendidikanmu , setelah kau tamat SMA kau akan kembali ke jakarta untuk meneruskan ke perguruan tinggi " sambung ibunya .
Sinto hanya diam dan terus membantu mengangkat barang - barang . kakaknya gadih ranti dan adiknya Randi tampak juga sudah bersiap - siap . Sinto merasa sedih karena harus berpisah dengan keluarganya namun kondisi dijakarta yang belum stabil harus membuat mereka semua terpisah . Sintopun sepertinya harus berani menerima kenyataan ini .Lain pula para sahabatnya yaitu Nurdin , reza , ihsan dan Rimbun , mereka sangat senang sinto akhirnya tinggal dan menetap dikampung . artinya mereka akan selalu bisa bersama - sama melanjutkan petualangan yang baru saja dimulai . Mereka juga tampak ikut membantu mengemas barang - barang dan menyusun ke dalam mobil . Setelah semuanya beres dan seluruh anggota keluarganya sudah naik ke mobil atuk sinto tampak memberikan sebuah benda berbentuk kotak berbungkus kain berwarna merah kuning dan hitam kepada sinto .
" Sinto , ingat baik - baik pesan atuk jangan pernah kau mendekat lagi ke Bilik dalam itu , dan rawat baik - baik benda ini karena ini adalah peninggalan berharga dari mendiang nenekmu " Atuk nya bicara sambil mengusap usap kepala Sinto .
" Baik Tuk , Sinto akan selalu mengingat pesan atuk " jawab sinto sambil menyimpan benda itu dibalik pakaiannya . Setelah beberapa saat bersalam - salaman akhirnya rombongan keluarga sinto berangkat ke jakarta dan saat ini tinggal Sinto sendirian untuk meneruskan semua petualangan aneh yang telah ia mulai . Setelah mobil itu menjauh dan menghilang sinto dan kawan - kawan langsung masuk ke rumah .
" Waduh , kamu nggak takut tinggal sendirian dirumah sebesar ini ? " Tanya Reza
" Takut apaan ? O iya Mbun , bagaimana kalau kamu tinggal disini aja denganku ? Kan bosan tinggal sendirian dirumah sebesar ini " Tanya Sinto
Rimbun yang memang tidak memiliki tempat tinggal itupun akhirnya setuju tinggal dirumah sinto .
" kayaknya rumah ini bakal jadi markas baru kita nih " sambung reza dan disetujui oleh Nurdin dan ihsan .
" Boleh aja , asal jaga kebersihan " jawab sinto .
Merekapun lanjut mengobrol hingga malam datang .
" Besok malam kita semua diundang ke istana Sutan permata putih , sepertinya akan ada pembicaraan yang sangat penting " yang berbicara adalah Ihsan
" Betul , semenjak hilangnya keris pusaka kerajaan itu keamanan negeri ini sangat terancam , apalagi Iblis jahat Tuanku Rajo nan hitam itu pasti saat ini sedang merencanakan sesuatu yang buruk " sambung Nurdin
Sinto hanya mangut - mangut mendengar pembicaraan teman - temannya karena saat ini dia justru sedang memikirkan Hamidah yang sudah satu minggu ini tidak ada kabarnya . Semenjak malam pertarungannya dengan garang ia belum sempat berkomunikasi meski lewat Chat denga gadis cantik itu . entah kenapa Sinto merasa sangat rindu dengan sosok Hamidah sikembang desa itu .
\*\*\*
Jane tampak sedang asyik mengetik didepan Laptop . Saat itu ia sedang mendeteksi titik keberadaan istana Bukit mendinding alam yaitu istana Tuanku Rajo Nan Hitam untuk menemukan ibu kandungnya yang telah lima belas tahun disekap oleh Orang tua jahat itu . Setelah beberapa saat mencari namun alat pendeteksi itu tidak mampu menemukan sinyal . Sepertinya ada suatu energi aneh yang menghalangi alat pendeteksinya . Jane tampak menjadi sangat gusar karena ia sudah mencoba segala cara namun tidak juga berhasil . Namun saat ia tengah berfikir keras tiba - tiba Handphone nya berdering . Dan ternyata itu dari Sinto
Sinto : Jane , apa kabar ?
Jane : aku baik , bagaimana denganmu ?
Sinto : aku baik - baik saja , besok malam kita semua diundang ke istana Sutan permata putih , kau bisa ikut kan Jane ?
__ADS_1
Jane : ada acara apa ? Pentingkah ??
Sinto : aku juga tidak tahu , tapi sebaiknya kita datang
Jane : Baiklah , aku akan datang
Jane saat ini tinggal disebuah rumah yang ia sewa dan juga terletak didusun taratak bungo tidak jauh dari rumah sinto . ia memilih menyewa sebuah rumah karena tidak ingin merepotkan Pak Lukman dan keluarganya . Lagi pula ia memang berencana akan membuat sebuah stasiun penangkap seluruh aktivitas gaib untuk melacak keberadaan ibunya karena Jane memang merupakan seorang anak jenius yang langsung mendapat pendidikan dari ayahnya profesor Duke .
\*\*\*
Ruangan yang terletak di lantai dua bangunan mirip kastil itu ternyata cukup luas . bendera hitam berlambang kepala tengkorak tampak tersusun rapi dipinggir ruangan . Karpet kulit bewarna hitam tampak menenuhi lantai ruangan . Diujung Ruangan tampak sebuah singgasana besar yang dihiasi gading gajah di kiri dan kanannya . Diatas singgasana itu tampak seorang perempuan cantik berumur kira - kira empat puluh tahun memakai gaun berwarna biru tua yang berhiaskan batu permata berwarna hitam . Diatas kepalanya terdapat mahkota perak yang diukir gambar tengkorak . Perempuan cantik berkulit hitam manis itu memiliki mata indah yang sangat tajam . alis matanya seakan sengaja dibentuk melengkung keatas sehingga menambah tajamnya pandangan mata itu . Hidungnya yang mancung dan bibir tebalnya yang dihiasi lipstik berwarna merah tua menambah kecantikan Ratu itu semakin terpancar . Perempuan itu adalah Ratu iblis jahat yang bernama dewi lembah tengkorak .
Setelah menjura hormat beberapa kali sipengawal yang tadi mengiringi Dubalang Rambut api memohon izin untuk membawa tamunya masuk . Setelah diberi izin sesaat kemudian Dubalang Rambut Api tampak memasuki Ruangan .
" Hal Apa yang membuatmu datang kepulau ini tengah malam begini , taringgi ? " ujar Sang Ratu dengan ekspresi seolah ia tengah mengantuk
Taringgi adalah nama asli dari Dubalang Rambut Api dan tidak begitu banyak orang yang mengetahui nama asli si kakek . Namun karena mereka masih memiliki hubungan kekerabatan maka sang Ratu sudah terbiasa memanggil Dubalang Rambut Api dengan Nama aslinya . Dari segi umur pun Ratu ini ternyata lebih tua beberapa tahun dari sikakek namun karena ilmu kesaktiannya yang sangat tinggi membuat perempuan itu seolah terlihat seperti masih berumur empat puluh tahun .
" Aku sengaja datang kemari meminta perlindunganmu , Ratu " ujar si kakek
" Masalah apa lagi yang kau perbuat ? " sang Ratu menjawab datar
" Aku berselisih dengan Tuanku Rajo Hitam karena Raja jahat itu saat ini sedang menyusun sebuah rencana jahat " ucap Dubalang Rambut Api
Balas Sang Ratu
" Begini , saat ini Raja jahat itu sedang berencana menyerang kerajaan - Kerajaan Jin terdekat untuk disatukan dibawah kerajaannya di bukit mendinding alam " jawab Sang Dubalang Berbohong .
Saat ini menurutnya jalan satu - satunya untuk menyelamatkan diri dari Tuanku Rajo Nan Hitam adalah mencarikan lawan yang sepadan . Untuk itu Dubalang Rambut Api yang terkenal licik itu berniat mengadu domba antara dua kerajaan itu . Mendengar pernyataan Dubalang Dewi lembah tengkorak yang tadinya sudah mengantuk tampak membesarkan mata . Dubalang rambut api sangat senang melihat pancingannya berhasil .
" Apa katamu ?? Berani sekali Tua bangka kurang ajar itu " jawab dewi lembah tengkorak .
" Begitulah Ratu , dan berita ini tiada yang mengetahui kecuali Tuanku Rajo Nan Hitam beserta beberapa orang kepercayaannya termasuk aku , tentu saja aku sebagai kerabatmu tidak mau mengkhianatimu Ratu " Dubalang kembali berbohong .
" Baiklah , untuk sementara ini kau berada dibawah perlindunganku , kita akan segera mengambil tindakan , kita harus lebih dulu bergerak " jawab Dewi lembah tengkorak .
Dubalang Rambut api sangat puas karena strateginya berhasil . Saat ini ia bisa bersantai sejenak sambil menonton kehancuran Tuanku Rajo Nan Hitam beserta kerajaan Sutan permata putih .
\*\*\*
Saat ini Sinto dan Teman - Teman nya tengah berada didalam istana Yang dipertuan Sutan Permata Putih . Di dalam Ruangan besar yang bernama balerong atau tempat penjamuan itu terdapat sebuah meja panjang dilapisi karpet berwarna merah . Meja kayu yang diukir dengan hiasan yang sangat mewah itu tampak dipenuhi makanan dan minuman yang sangat lezat dan beraneka ragam . Setelah puas menyantap makanan dan buah - buahan Yang dipertuan Sutan Permata Putih tampak memulai perbincangan .
" Tuan - Tuan para pendekar yang terhormat , Saya selaku Yang dipertuan Sutan Permata Putih mengucapkan terima kasih banyak atas perjuangan dan jerih payah para pendekar menyelamatkan negeri ini dari bencana besar " Sutan permata putih memulai bicara
__ADS_1
Sinto dan teman - temannya hanya terdiam mendengar ucapan dari Raja tersebut . Namun Pandeka Sahar tampak mengulurkan sembah dan menjawab .
" Sudah menjadi kewajiban kami Yang mulia " jawab pandeka sahar
Sutan permata putih tampak tersenyum bangga mendengar jawaban Pandeka Sahar . Namun hilangnya keris pusaka kerajaan masih menjadi beban berat yang ia rasakan karena disamping itu adalah tanggung jawabnya hilangnya keris pusaka itu akan membuat kerajaannya sangat rentan untuk diserang .
" Terima kasih atas jawaban yang menyenangkan dari Pandeka Sahar , Namun saat ini masih ada hal yang sangat mengganjal dihati saya , yaitu terkait hilangnya keris pusaka kerajaan dan ancaman terakhir dari Tuanku Rajo Nan Hitam mengenai Perang besar yang tengah ia rencanakan " sambung baginda
" Saat ini saya sudah memecat seluruh pengawal kerajaan yang saya anggap sudah terlalu lalai mengemban tugas hingga keselamatan rakyat di negeri ini menjadi terancam " Lanjut sang Raja
Semua orang yang hadir tampak mendengarkan titah sang raja dengan seksama .
" Saat ini saya sangat berharap kepada angku Pandeka Sahar agar berkenan menjadi panglima tertinggi kerajaan dan melatih para prajurit baru untuk menjaga keselamatan Rakyat kita , sekaligus memimpin pencarian terhadap keris kerajaan yang hilang , berapapun biaya yang dibutuhkan akan saya penuhi " Sutan permata putih kembali menambahkan
Pandeka sahar tampak agak kaget mendengar permintaan langsung dari baginda . Awalnya dia menolak namun setelah diberikan penjelasan dan masukan dari para sahabat - sahabat seperguruannya maka akhirnya dia setuju demi keselamatan rakyat . Sinto dan kawan - kawan pun tampak sangat senang dengan terpilihnya pandeka sahar menjadi Panglima tertinggi kerajaan . Mereka yakin keselamatan rakyat akan terjaga jika guru mereka itu yang menjadi Panglima .
" Dan untuk para pendekar muda yang juga telah berjuang dengan sangat keras , saya juga sangat mengucapkan terima kasih sebesar besarnya terutama kepada ananda Jane yang telah menyelamatkan nyawa saya dari serangan pembokong itu , dan juga Sinto yang telah bertarung dengan gagah berani menghalangi niat buruk para orang - orang jahat itu . Sebagai gantinya hadiah kemenangan akan tetap saya berikan dan akan saya lipat gandakan " Sambung sang Raja
Hadirin tampak bertepuk tangan tak terkecuali sinto dan kawan - kawan . Mereka sangat senang karena sejak awal mereka sudah berandai andai jika berhasil memenangkan festival mereka akan membangun sebuah gedung latihan yang baru di dusun taratak bungo .
" Namun untuk kedepan urusan keamanan negeri biarlah menjadi tanggung jawab para pendekar senior saja , karena kalian harus tetap fokus meneruskan sekolah , jangan sampai pendidikan kalian terganggu hanya karena persoalan keamanan negeri " lanjut Sutan permata putih .
Meski agak kecewa dengan kalimat terakhir sang Raja Sinto dan kawan - kawan akhirnya meyetujui . Namun dalam hati mereka tetap bertekad akan terus ikut berjuang memberantas kejahatan Tuanku Rajo Nan Hitam beserta para anak buahnya . Setelah acara Jamuan berakhir mereka semua berkumpul di rumah pandeka sahar .
" Kalian sudah mendengar permintaan yang mulia tadi bukan ? " ujar pandeka sahar .
" ya guru " jawab sinto dan kawan - kawan
" Mungkin untuk beberapa waktu kedepan aku akan lebih fokus mengerjakan semua tugasku di istana , oleh karena itu aku mengambil kesimpulan semua bentuk kegiatan latihan di sanggar silek taratak bungo aku serahkan kepada Nurdin , mulai hari ini Nurdin yang akan menjadi pelatih baru dan malam ini juga kaputusan silek akan kuberikan kepada nurdin , kalian mengerti ??? " tanya pandeka Sahar
" Mengerti guru " mereka menjawab serentak
" kalian harus ingat , hari - hari ke depan mungkin tidak akan sebagus sebelumnya , untuk itu aku berharap kalian jangan terlalu ikut campur urusan keamanan negeri , sesuai titah baginda Raja tetaplah fokus dengan sekolah kalian , aku akan mencoba merekrut para pendekar sakti untuk membantu menjaga keamanan negeri ini " lanjut pandeka sahar
Mereka tampak asyik menyimak
" Dan khusus untuk Sinto , tetaplah berlatih untuk meningkatkan tenaga dalam dan kemampuan fisikmu karena tidak mustahil kamu juga akan menjadi sasaran serangan dari orang - orang jahat itu , namun tetap jangan tinggalkan pendidikanmu " pandeka sahar menambahkan
" Baik guru , pesanmu akan selalu kuingat " jawab Sinto
" dan satu lagi yang perlu kau ingat , jika terjadi sesuatu kau harus segera menghubungi aku dan kaupun harus bersiap - siap jika suatu saat kau dibutuhkan " lanjut pandeka sahar .
Pandeka Sahar kemudian mengusap bergantian kepala sinto , ihsan , rimbun dan juga Nurdin dan sesaat kemudian mereka semuapun berpelukan . Jane ikut terharu melihat perpisahan antara guru dan murid itu . Perpisahan yang tidak disangka sangka .
__ADS_1
Bersambung ke chapter berikutnya