Kesatria Dua Dimensi Episode 1 " PRAHARA Di RANAH MINANG

Kesatria Dua Dimensi Episode 1 " PRAHARA Di RANAH MINANG
Chapter 31 " Purnama di Telaga Sangkar Bulan "


__ADS_3

Di Ruangan tengah Istana Tanjung Meranti ..


" Silahkan kedua pendekar mencicipi hidangan yang telah disediakan "


Puti Cahyo Kumalo mempersilahkan Sinto dan Jane untuk mencicipi hidangan yang telah disediakan untuk mereka . Sinto dan Jane yang memang sudah lapar tampak makan dengan lahap . Setelah selesai makan mereka tampak memulai sebuah diskusi ringan . Jane tampak lebih aktif menjelaskan tentang situasi yang terjadi . Puti cahyo kumalo beserta Para pejabat tinggi istana termasuk Tok Geleng dan si peramal Inyiak Datuak Pangintai tampak mendengarkan dengan teliti .


" Menurut analisa saya ini adalah sejenis Sihir yang racun atau bibit penyakit nya dikirimkan melakui air , apakah negeri ini memiliki satu sumber mata air ? " Tanya Jane


" Ya , Sumber mata air kami bernama Telaga sangkar bulan , dan itu terletak dipuncak bukit dibelakang istana ini " jawab Puti cahyo kumalo


Inyiak Datuak pangintai tampak sangat tertarik dengan penjelasan Jane


" Pernyataan ananda itu mungkin ada benarnya karena setiap saya mencoba menerawang tempat tersebut selalu saja ada semacam kekuatan jahat yang menghalangi " ujar sang datuk


" Bagus , ada baiknya penyelidikan kita mulai dari tempat itu " tambah sinto


" Siapa yang kira - kira mau dan bisa mengantarkan kami kesana ? " lanjut Jane


" Aku saja , aku sangat hafal jalan pintas menuju ke telaga itu " ternyata yang menjawab adalah Andam suri


" Baiklah , mari kita segera berangkat " Puti cahyo kumalo tampak sangat bersemangat .


Kemudian mereka berempat langsung saja bersiap - siap untuk menuju lokasi telaga tersebut .


Tok geleng yang dari tadi hanya diam mendengarkan obrolan mereka tampak menggeleng - gelengkan kepala pertanda ada yang ingin dia sampaikan .


" Bukankah sebaiknya yang mulia puteri menunggu di istana saja , biarkan saja para pendekar ini yang bekerja " katanya sambil geleng - geleng kepala


" Tidak datuk , aku harus ikut dan bagaimanapun ceritanya ini adalah tanggung jawabku dan tidak mungkin kuserahkan hanya kepada mereka " jawab sang puteri tegas sehingga tidak ada lagi diantara hadirin yang dapat membantah .


" Selama kepergian kami urusan istana saya serahkan kepada Tok geleng dan Inyiak Datuak pangintai " ujar Sang Puteri


Kedua orang tua itu nampak mengangguk dan menjura hormat .


Setelah semua kebutuhan disiapkan mereka tampak memulai perjalanan . Mereka tampak menyusun strategi yaitu Puti cahyo kumalo , Jane dan juga Andam suri berjalan beriringan didepan sedang sinto mengikuti mereka di belakang dengan cara sembunyi - sembunyi .


***


Telaga sangkar bulan tampak sunyi seolah tidak ada kehidupan makhluk padahal tempat itu adalah sebuah hutan yang cukup lebat . Namun anehnya tidak ada satupun suara burung ataupun bunyi hewan lain yang terdengar . Seolah tempat itu telah ditinggalkan para penghuninya . Ditepi sebuah aliran sungai yang bersumber dari sebuah telaga yang cukup luas tampak banyak sekali bangkai binatang yang sudah mengeluarkan bau busuk .


Telaga itu kira - kira berukuran tiga puluh meter persegi dan ditepi telaga tampak berdiri sebuah pohon beringin tua yang konon usianya sudah ribuan tahun . Dipangkal batang beringin besar itu tampak sebuah batu picak berukuran besar yang dasarnya tenggelam didasar telaga . Batu yang seolah mengapung dipermukaan telaga itu sesekali tampak sesekali disapu oleh air yang bersumber dari telaga itu sendiri . Dan yang membuat bulu kuduk berdiri adalah diatas batu tersebut tampak sesosok makhluk gemuk besar sedang duduk bersila seperti sedang bersemedi . Makhluk gemuk itu memiliki wajah seram mirip seperti babi hutan lengkap dengan dua taring yang runcing . Diatas kepala makhluk gemuk besar itu tampak bertengger sebuah kopiah hitam yang kekecilan dan dipasang sedikit miring . Makhluk itu sekilas hanya tampak duduk dan berdiam diri namun jika dilihat dengan teliti sepertinya saat itu makhluk besar sedang menahan rasa sakit yang sangat luar biasa . Sepertinya rasa sakit itu datang dari dua potong bambu hitam yang menusuk tembus kedua telapak tangan dan kedua paha nya sehingga darah yang berwarna hijau berminyak itu menetes dan bercampur dengan air telaga sangkar bulan .


" Bawana !! Lepaskan aku " makhluk itu berteriak sambil mengerang seolah tidak bisa lagi menahan rasa sakit yang kini dideritanya .


Ia teringat kejadian beberapa bulan yang lalu saat seorang penyihir jahat bernama Bawana menangkap dan menyegel tubuhnya di tempat tersebut . Saat itu ia tengah bersantap ria dengan keluarganya setelah menemukan seekor rusa hutan yang berukuran cukup besar . Namun tiba - tiba seorang datang seorang tamu yang ternyata adalah sahabat lamanya yang bernama bawana si penyihir hitam . Setelah bersama - sama menyantap daging rusa itu penyihir hitam bawana pun membawanya kesebuah tempat yang menurutnya banyak terdapat makanan . Dan setelah sampai ditempat itu ia ditikam dengan bambu hitam yang merupakan kelemahannya dan dibawa ketempat bernama Telaga sangkar bulan . Siluman babi yang bernama Taraga itu tidak tahu sama sekali apa yang diinginkan penyihir hitam jahat itu .


" Bawana , apa yang kau lakukan ? Cepat lepaskan aku , jika kau memang kesatria mari bertarung sampai mati " Taraga terus berteriak


" jika ada cara yang lebih mudah , buat apa bertarung menghabiskan tenaga " sesosok makhluk berjubah hitam tampak keluar dari dalam pohon beringin besar


" Saat ini salah seorang pelangganku sangat membutuhkan bantuanmu Taraga , harap kau bersabar sampai saat bulan purnama muncul malam ini " orang yang bicara adalah sosok penyihir hitam yang bernama Bawana


Bawana adalah seorang penyihir sesat yang suka berkelana keluar masuk dimensi untuk melakukan segala macam tidakan buruk demi mendapatkan kekuatan dan uang . Ia dikenal dengan manusia sesat yang tidak memiliki kawan karena hanya mau bekerja demi uang dan tidak peduli dengan apapun resikonya.


" Aku tidak punya urusan dengan pelangganmu , cepat lepaskan aku " teriak taraga


" Sepertinya kau terlalu banyak bicara " Jawab buana tenang .


kemudian ia mengibaskan tangan dan sepotong bambu hitam berukuran kecil melesat menembus lidah Taraga dan tentu saja membuat siluman babi itu terpekik dan meringis kesakitan namun untuk beberapa saat kedepan ia tidak bisa lagi bicara karena dilidahnya saat ini tertancap bambu hitam yang merupakan kelemahannya . Darah hijau tampak menetes keluar dari lidahnya dan terus bercampur dengan air telaga .


Penyihir hitam jahat bernama bawana itu memang sengaja menggunakan darah makhluk itu untuk jadi media pengantar sihirnya yang untuk menebar wabah penyakit aneh yang menyerang negeri tanjung meranti .


" Prajurit , tetap kalian awasi tempat ini karena tamu kita sesaat lagi akan datang " ujar si penyihir hitam


Delapan orang prajurit yang berseragam kerajaan tampak keluar dari balik semak semak dan berbaris rapi mengelilingi telaga . Dan anehnya di kening mereka nampak tertulis semacam simbol aneh yang terbuat dari darah . Sipenyihir hitam tampak terbang mengambang dan masuk lagi kedalam pohon beringin besar .


***


Puti cahyo kumalo tampak lelah berjalan mengiringi arus sungai yang menuju ke telaga sangkar bulan . Dibelakangnya pembantu setianya andam suri tampak mengiringi dengan tenang . Jane yang berjalan paling depan tampak sangat berhati - hati dan memperhatikan kondisi sekeliling . Sejenak Jane berhenti dan menyelupkan tangannya ke air sungai yang cukup deras . Setelah memeriksa dan mencium bau air itu ia menjadi bertambah yakin kalau air sungai itu telah terkena semacam mantra sihir yang kuat .


" Apakah telaga itu masih jauh ? " tanya jane sambil meminum air dari dalam tabung yang tergantung dipinggang celana gunungnya .


" Tidak , hanya tinggal satu pendakian lagi kita akan sampai di telaga " jawab andam suri

__ADS_1


Mereka kemudian kembali melanjutkan perjalanan .


***


Rimbun tampak sedang duduk santai sambil menyantap mie instan . Matanya terus menatap layar tv untuk mengawasi seluruh aktivitas gaib yang ada di negeri Taratak bungo . Akhir - akhir ini energi yang terbaca tampak semakin membesar bahkan ada yang terdeteksi datang dari luar pulau sumatera . Saat Rimbun sedang asyik menatap layar tiba - tiba dari pintu depan markas terdengar suara ketukan . Rimbun langsung berdiri dan berjalan kearah pintu dan saat pintu dibuka Rimbun tampak terkejut karena yang datang ternyata adalah makhluk berkepala harimau hitam yang tidak lain adalah Laksamana kumbang .


" Apakah angku muda sinto ada didalam " sapanya dengan tenang .


Rimbun yang agak sedikit takut akhirnya mempersilahkan makhluk buas itu untuk masuk karena sepertinya ia membawa sebuah pesan penting .


***


Dari balik semak belukar tampak tiga sosok perempuan cantik yang sedang mengawasi situasi disekitar telaga . Mereka melihat delapan orang prajurit berpakaian kerajaan sedang berjaga - jaga disekeliling telaga .


" keparat , ternyata orang tua genit itu yang menjadi biang kerok kekacauan ini " gerutu Puti Cahyo kumalo setelah melihat pakaian yang dikenakan para prajurit .


" Tidak disangka sutan rajo dilangik begitu tega " balas andam suri


Jane hanya terheran mendengar makian kedua perempuan cantik itu .


" Siapa itu Sutan Rajo dilangik ? " tanya Jane berbisik


" Dia adalah seorang raja bawahan yang masih memiliki hubungan kerabat dengan Baginda Raja Tanjung meranti , meskipun negerinya sangat kaya namun statusnya sebagai raja bawahan tetap tidak bisa dihapus karena itu sudah ketentuan dari yang mulia sri perkasa alam Raja Pagaruyung " Jawab andam suri juga berbisik


Tiba - tiba terdengar suara erangan dari arah telaga dan ternyata itu suara siluman babi Taraga . Ketiga perempuan cantik itu nampak memperhatikan dengan seksama .


" Hraaaaakkhhh "


Taraga tampak meronta - ronta diatas batu picak didalam telaga namun selarik asap hitam seolah datang dan perlahan menyelimuti tubuhnya dan seketika saja makhluk itu tampak terdiam lemah tak berdaya .


" Sepertinya makhluk gemuk besar itu terperangkap disana dan tidak mampu membebaskan diri " ujar Jane


" Ya , Dan sepertinya ada seseorang yang sengaja menyegel makhluk itu disana dan aku yakin sekali itu ada kaitannya dengan wabah yang menyerang negeri " tambah Puti Cahyo kumalo .


Jane kemudian memperhatikan dengan lebih seksama lagi dan ia melihat tetesan darah berwarna yang seolah disengaja dicampur dengan air telaga . Jane teringat dengan sebuah buku sihir kuno yang pernah ia baca bahwasanya darah raja siluman babi bisa digunakan untuk menciptakan semacam sihir berupa wabah penyakit tidur menahun .


" Yesss , aku menemukan rahasia sihir itu , kita harus segera membebaskan siluman babi itu untuk mencegah aliran sihir itu " ungkap Jane


" Aku akan keluar dan memancing para prajurit itu dan bila ada kesempatan kalian cobalah membebaskan makhluk itu " ujar Jane


Jane langsung mengambil jalan memutar dan keluar dari sudut lain telaga . Ia sengaja pura - pura berlari dan terjatuh ditengah - tengah lapangan


" Tolonngggg , ada harimau!! ada harimau !! teriaknya sambil berlari menjauhi lapangan "


Ia berharap dengan teriakannya para prajurit itu akan ikut berlari namun yang terjadi sungguh membuat Jane kaget. Para prajurit itu hanya diam dan saat mereka membuka mata tampak mata mereka mengeluarkan sinar merah mengerikan dan empat diantara mereka langsung bergerak mengejar Jane . Jane tampak sangat kaget melihat prajurit yang seolah dalam pengaruh ilmu hitam itu . Namun sebelum keempat prajurit itu mampu mendekati Jane satu bayangan putih tampak berkelebat cepat dan


" Bbuk , Duk , Bbuhk , trakk "


keempat prajurit itu terlempar sejauh Lima meter kebelakang dan satu orang diantaranya patah tulang rusuknya akibat satu tendangan beruntun yang dikirimkan seorang pemuda tampan yang ternyata adalah Sinto . Sinto saat itu tampak berdiri gagah diantara Jane dan para prajurit yang terkapar itu .


" Sinto , kita harus bebaskan siluman babi itu " teriak Jane


Sinto langsung melirik ke siluman babi yang dimaksud oleh Jane


" Busyet , jelek amat " balas sinto


Puti cahyo kumalo dan amdam suri tampak takjub melihat ketangkasan Pendekar muda bergelar kesatria dua dimensi itu . Jane tampak berdiri dan mengambil posisi disebelah sinto sambil mengeluarkan senjata berbentuk senter ditangan kanannya . saat tombol senter itu ditelan sebuah cahaya biru tampak muncul dan senter itu pun berubah menjadi sebilah pedang biru berkekuatan listrik .


Empat orang prajurit yang tadi terkapar tampak kembali berdiri dan menyerang kembali kearah sinto dan Jane . Jane langsung memutar pedang dan menebas salah satu prajurit tepat dibahu kanan sedangkan kaki kanannya menendang keras pinggang seorang prajurit lagi sementara sinto dengan gerakan cepat mengirimkan tendangan beruntun yang menghantam juga dua prajurit . Prajurit yang terkena tebasan pedang Jane tampak jatuh terkapar dengan kepala dan satu tangan putus terkoyak dan satu prajurit lagi yang terkena tendangan tampak terhuyung beberapa tombak kebelakang . sedangkan dua prajurit yang terkena tendangan sinto tampak terjajar sejauh delapan meter kebelakang dan roboh ditanah . namun anehnya semua prajurit itu tampak bangkit kembali seperti tidak merasakan sakit sedikitpun . termasuk prajurit yang badannya dibabat putus oleh Jane kembali berdiri seperti seorang mayat hidup . sinto sekilas dapat simbol aneh yang tertulis dikening para prajurit itu dan langsung berteriak pada Jane


" Jane , sepertinya orang - orang ini dikendalikan oleh kekuatan sihir " Sinto berteriak sambil kembali menyerang keempat prajurit itu dengan pukulan dan tendangan yang sangat keras sehingga mematahkan tulang kaki para prajurit tersebut namun anehnya para prajurit itu sepertinya tetap bergerak menyerang sinto meskipun dalam keadaan merangkak .


Keempat prajurit yang masih berdiri disekitar telaga tampak membuat satu gerakan dan terbang melesat cepat kearah sinto sambil menyerang dari empat jurusan sekaligus yaitu dua orang menyerang kaki dan dua orang lagi menyerang kepala sinto . Sementara empat prajurit yang berjalan merangkak akibat patah kaki itu terus merayap kearah sinto . Jane kembali memutar pedang dan berguling cepat sambil membabat putus kepala empat orang prajurit yang merangkak . Asap hitam tampak mengepul dari kepala mereka yang putus dan sesaat kemudian mereka berempat tampak terkapar mati .


" Sinto , incar kepala mereka " teriak Jane


Sinto yang saat itu tengah berkonsentrasi untuk menghindari serangan dari empat penjuru itu tampak sedikit kaget akibat teriakan Jane dan akhirnya dua serangan ke kepalanya berhasil dihindari sementara satu tendangan yang menyasar pinggang kiri tepat mengenai sinto dan bocah itu terpental sejauh tiga meter dan jatuh bergulingan ditanah dengan muka pucat . Untung saja Sinto segera dapat segera menguasai diri dan kembali berguling saat salah satu prajurit melemparkan tombak perak tepat kearah kepalanya . Tombak itu langsung menancap di sebatang pohon telat dibelakang sinto dan pohon itu seketika hangus terbakar akibat tenaga dalam si pelempar tombak .


Melihat situasi yang semakin berbahaya sinto akhirnya mengerahkan tenaga dalam sehingga kawasan telaga sangkar bulan menjadi dingin seolah diselimuti Es .


Melihat situasi disekitar telaga sudah aman Puti Cahyo kumalo dan andam suri segera bergerak mengendap - endap untuk membebaskan Siluman Babi Taraga Namun saat mereka hampir mencapai tepian telaga selarik asap hitam tampak keluar dari pohon beringin dibelakang sosok Siluman Babi itu dan langsung mengikat tubuh sang puteri dan pembantunya andam suri .


Setelah diselimuti asap berwarna hitam itu mendadak tubuh mereka berdua menjadi lemah tak berdaya sementara siluman babi itu tampak sangat marah dan menatap tajam kearah pohon beringin dibelakangnya . Jane yang melihat kejadian itu langsung saja menyimpulkan sesuatu

__ADS_1


" Sinto , Penyihir jahat itu sepertinya bersembunyi didalam pohon beringin itu . Lekas hantam pohon beringin besar itu dengan kekuatan penuh " teriak Jane


Sinto yang memang tengah sedang mengalirkan tenaga dalamnya langsung saja mengalirkan kekuatan penuh ketelapak tangan sehingga cahaya biru bening tampak memancar dari telapak tangan nya . Kawasan telaga sangkar bulan saat itu seolah sedang mengalami badai salju yang sangat besar . Dengan berteriak sinto langsung saja bergerak menghantamkan tangannya kearah batang beringin besar itu .


Serangkum angin yang sangat dingin langsung saja menghantam pokok kayu beringin besar itu . Bunyi dentuman yang sangat dahsyat membahana saat angin pukulan Sinto memukul telak pohon yang tampak berderak patah dan kemudian tumbang dengan akar berhamburan keudara .


" Akkhhhhhhkkkk " Satu sosok berjubah hitam tampak mencelat mental sejauh sepuluh meter dan jatuh bergedebukan ditanah dengan mulut memuntahkan darah hitam pekat .


Jane segera berlari cepat menyelamatkan Puti Cahyo kumolo dan Andam suri dan membawa mereka ke tempat yang aman . Asap hitam yang menyelimuti tubuh mereka berdua mendadak sirna dan langsung saja tubuh mereka menjadi normal kembali . Empat orang prajurit yang tadi sudah bersiap menyerang sinto nampak jatuh terkapar ditanah tak sadarkan diri . Sinto langsung melesat kearah sosok berjubah hitam yang terkapar ditanah sambil mengirimkan lagi satu tendangan kearah perut .


" Bbbuukk " sosok berjubah hitam itu terpental dan langsung saja tergeletak pingsan dengan mulut berlumuran darah .


Setelah menyelamatkan Puti cahyo kumalo Jane langsung mendekati sosok gemuk besar yang masih meringis kesakitan diatas batu picak . Setelah mendekat Jane langsung saja mencabut bambu hitam yang menancap di tangan dan kaki makhluk itu dan keanehan pun terjadi . Saat bambu hitam itu tercabut keluar luka yang mengeluarkan darah hijau itupun tampak bertaut kembali seperti tidak pernah ada sebelumnya . Siluman babi itu pun tampak mencabut satu bambu lagi yang menancap dilidahnya dan setelah mengorok keras iapun bangkit berdiri dan ternyata tinggi mekhluk itu tidak kurang dari enam meter .


Setelah puas mengorok layaknya babi hutan makhluk itu kemudian menatap kearah Jane dan yag lainnya . Dan setelah diperhatikan ternyata makhluk itu memakai celana pendek komprang berwarna hitam dan rompi kain yang juga berwarna hitam . Kopiah kecil miring diatas kepalanya membuat kesan angker dari makhluk ini menjadi berkurang .


" Terimakasih kepada para saudara yang telah menyelamatkanku " ujarnya dengan suara bulat mirip suara robot .


Ia tampak merunduk dan mengulurkan salam kepada Jane dan Jane pun menyambut uluran tangan makhluk gemuk besar itu dan mereka berdua bersalaman .


Puti cahyo kumolo dan juga andam suri kemudian berjalan mendekat dan juga mengulurkan salam kepada makhluk gemuk besar bernama Taraga itu . Dan kemudian sinto juga datang sambil membopong tubuh penyihir hitam bawana yang pingsan dan melemparkannya dihadapan mereka .


" ini dia nih si biang keroknya " ujar sinto sambil memaki maki tak karuan kearah tubuh penyihir hitam bawana yang pingsan


Puti cahyo kumolo dan juga andam suri tampak tersenyum mendengar omelan sinto yang seperti kekanak kanakan itu .


Siluman babi taraga tampak menggereng marah melihat kepada penyihir hitam tersebut . Setelah itu mereka semua pun tampak berbicara panjang lebar sampai kepada wabah penyakit yang menimpa negeri tanjung meranti dan siluman babi taraga tampak mendengarkan penjelasan Puti cahyo kumalo dengan teliti .


" Beberapa waktu yang lalu aku pernah mendengar seorang raja bernama sutan rajo dilangik datang ke tempat ini dan dia sepertinya membawakan emas begitu banyak untuk diberikan kepada Penyihir jahat itu " jelas Taraga


" Berarti sudah bisa dipastikan kalau orang tua keji itu adalah biang kerok yang sesungguhnya " balas Puti cahyo kumalo geram


" Taraga , apakah kau mengetahui cara mengobati orang - orang yang sudah terkena sihir itu ? " tanya sinto


" Ya , kau tinggal mengambil penawar racun itu dibalik jubah makhluk jahat itu lalu dicampurkan dengan air diminum dan lalu dimandikan kepada orang yang terkena " jawab taraga sambil mengorek jubah Penyihir hitam . Sesaat kemudian ia tampak memegang sebuah botol kaca berukuran sedang berisi bubuk berwarna putih .


" Ini dia bubuk penawarnya , bajingan bengis ini menciptakan obat penawar ini dari tulang belulang bangsaku yang masih bayi yang ia culik selagi masih dalam kandungan " ujar Taraga geram sambil memberikan botol itu kepada Sinto


" Akuakan berikan botol itu kepada kalian kaena kalian telah menyelamatkan nyawaku , tapi tubuh bangsat ini akan kubawa ke negeriku untuk bertanggung jawab atas semua perbuatan kejinya selama ini " sambung Taraga


" Bawa saja , kami juga tidak butuh orang jelek seperti dia " Jawab sinto cuek


Semua orang pun tertawa mendengar celoteh sinto barusan dan perlahan bulan Purnama tampak terbit dilangit tanjung meranti dan tempat itu seolah dikungkung oleh cahaya bulan yang indah


" Sebab inilah telaga ini disebut sangkar bulan , karena saat bulan purnama tempat ini seolah mampu menyerap cahaya bulan dengan sempurna " ucap Puti cahyo kumalo sambil memandang keindahan bulan purnama malam itu .


" Sinto , sepertinya kita akan berpisah saat ini tetapi pesanmu untuk bangsa siluman babi akan aku sampaikan , semoga kelak ketika perang besar itu terjadi kita akan bertarung bersama - sama mengalahkan Raja iblis Tuanku Rajo Nan hitam itu " ucap taraga sambil berdiri


" Baiklah sahabatku , pastinya kami akan sangat membutuhkan bantuan saat perang itu terjadi " jawab sinto


Setelah berpamitan Taraga langsung berjalan sambil menyeret tubuh penyihir hitam yang masih tak sadarkan diri jauh kedalam hutan belantara . Sekarang hanya tinggal sinto yang dikelilingi tiga wanita cantik ditengah temaramnya cahaya bulan purnama .


" Entah kenapa rasanya aku ingin berlama - lama memandang keindahan malam ini " ucap Puti cahyo kumalo sambil terus menatap kearah langit tanjung meranti


" Betul sekali yang mulia , bulan itu sangat indah sekali " balas Jane dengan nafas lega karena malam itu satu tugas berat telah selesai mereka kerjakan


" Mari kita mandi - mandi di telaga " Jane pun langsung menarik tubuh sang puteri dan juga andam suri dan mereka bertiga langsung saja menceburkan diri kedalam telaga .


Sinto menjadi sangat keki dengan suasana itu .


" Sinto ayok sini berenang " Panggil Jane sambil sesekali menyelam kedasar telaga


" Nggak ahh , dasar tidak tau malu " ujar sinto memaki sambil memandang kejurusan lain .


Namun sesekali ia menatap kepada Puteri cahyo kumolo yang tampak sangat cantik anggun mempesona bagaikan bidadari yang turun dari langit bermandikan cahaya bulan .


" Udah donk mandinya , ayok kita pulang " Teriak sinto


Ketiga gadis itu tampak segera keluar dari telaga namun air yang membasahi pakaian mereka seolah menampakkan lekuk tubuh yang makin membuat sinto merinding .


" Busyet , bisa gila nih gue " gumam sinto sambil berjalan mendahului mereka .


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2