
SMA N 1 TARANDAM adalah sekolah baru Sinto . Hari ini adalah hari pertama Sinto bersekolah . Pagi tadi Reza , Ihsan dan Nurdin menjemput Sinto agar bisa berangkat barengan. Sesampai mereka disekolah terlihat murid - murid sudah banyak yang berdatangan . Maklum ini adalah hari pertama sekolah semenjak dua bulan lebih libur . Sesampai disekolah mereka langsung menuju kantin yang terletak dipinggir ruangan OSIS . Setelah memesan empat piring nasi goreng mereka langsung mengambil posisi disudut kantin . Beberapa siswa lainnya juga tampak mengobrol sambil melahap sarapan pagi .
" Gimana , Nto ? Suasananya ? " Reza menyapa Sinto sambil mengunyah nasi goreng yang barusan disiramnya dengan cabe bakwan .
" Asyik juga " jawab Sinto
Bangunan SMA N 1 TARANDAM tampak cukup besar dan memikiki sarana dan prasarana yang cukup lengkap . Mulai dari kolam renang hingga lapangan basket dan juga gedung olahraga pun ada . Kebersihanpun tampaknya sangat terjaga . Namun yang membuat Sinto agak heran ternyata seluruh murid perempuan wajib mengenakan jilbab . Tidak lama setelah mereka selesai makan lonceng tanda masuk pun berbunyi . Sinto langsung melapor ke ruang guru untuk diantarkan ke kelas yang telah ditentukan untuknya . Total jumlah lokal kelas satu adalah lima lokal yakni 1 - 1 sampai dengan 1 - 5 dan ternyata Sinto ditempatkan di Lokal 1 - 3 . Setelah wali kelas sinto yang bernama Pak husein mempersilahkan masuk dan setelah itu sinto dipersilahkan untuk berbicara sambil memperkenalkan diri dihadapan teman - temannya .
" Perkenalkan Nama Saya Sinto , saya adalah murid baru pindahan dari jakarta , saya berharap kerja sama dari teman - teman semua " ucap sinto Ramah
Sebagai seorang pemuda yang sangat tampan sinto langsung saja menjadi pusat perhatian . Apalagi sebagai anak yang terbiasa hidup di kota tentu saja dari segi penampilan sinto lebih keren ketimbang anak - anak desa . sinto tampak santai seolah tidak memperhatikan puluhan pasang mata yang menatapnya . Ia justru tengah mencari para sahabatnya mana tahu ada yang satu lokal dengannya dan ternyata hanya ihsan yang satu kelas dengannya . Ihsan tampak melambaikan untuk mengajak sahabatnya sinto duduk disampingnya karena kebetulan tepat disampingnya ada sebuah bangku kosong . Setelah selesai berkenalan Sinto pun segera menuju bangku disamping ihsan dan ternyata tepat tiga bangku didepan Ihsan tampak si cantik Hamidah yang tersenyum manis kearah Sinto . Jantung sinto langsung berdebar kencang dan hatinya menjadi sangat senang karena ia bisa sekelas dengan Hamidah . Karena semenjak pertarungan sengit dilapangan kubu gadang mereka berdua belum sempat berkomunikasi . Setelah sampai di bangku sebelah ihsan sinto langsung duduk dan menyapa ihsan
" Waduhh , syukurlah ada kau disini , San aku jadi nggak canggung lagi " ucap Sinto
" Tenang saja nto , aku adalah ketua kelasnya disini , murid kelas ini baik - baik kok " balas Ihsan .
" Ciehhhhh , ketua kelas ni ye " canda sinto
Sesaat kemudian pelajaranpun dimulai .
__ADS_1
\*\*\*
Disebuah Gua yang tak jauh dari Bukit mendinding alam tampak seorang pemuda tampan tengah bersemedi diatas sebuah batu picak selebar meja . Pemuda yang bertelanjang dada dan memakai celana panjang hitam itu tampak tengah fokus bersemedi . didadanya tampak bekas goresan kuku binatang buas menyilang menyerupai huruf X . Pemuda itu ternyata adalah garang . Semenjak pertarungan terakhirnya melawan Sinto di lapangan Kubu Gadang ia langsung dibawa dan digembleng langsung oleh Tuanku Rajo Nan Hitam . Saat ini berbagai ilmu kesaktian telah ia dapatkan dari Raja jin jahat tersebut . Dan tentu saja kekuatannya sudah menjadi semakin berlipat ganda . ia memang sengaja dipersiapkan oleh Tuanku Rajo Nan hitam untuk menjadi wakilnya dialam manusia dan untuk memicu terjadinya perang besar seperti yang terjadi delapan ratus tahun yang lalu . Tuanku Rajo Nan hitam saat ini juga tengah bersemedi selama tiga tahun kedepan untuk mencoba menyempurnakan kekuatannya . Dan sampai saat ia selesai bersemedi ia ingin Garang selalu menaburkan benih kekacauan dan huru - hara sehingga keamanan rakyat menjadi terganggu . Ia juga sudah memberikan Garang kendali penuh pada semua pasukan Jin hitam yang selama ini dipimpinnya . Garang saat ini bisa dengan mudah memerintah mereka untuk menebar kekacauan sekaligus menghancurkan musuh bebuyutannya yang bernama Sinto alias Kesatria Dua Dimensi . Sementara ia harus terus memimpin dari istana bukit mendinding alam sampai perintah Tuanku Rajo Nan Hitam datang . Sebelum perintah itu datang ia dilarang keluar dan pergi dan bertarung . Agaknya Tuanku Rajo Nan Hitam tengah mempersiapkan sesuatu yang maha dahsyat . Setelah selesai bersemedi garang tampak membuka mata dan berteriak memanggil seseorang .
" Laksamana kumbang dari gunung kelabu , saat ini adalah giliranmu , segera bunuh bocah bernama Sinto itu "
Sebuah makam tua yang terdapat tidak jauh dari mulut gua tempat Garang bersemedi tampak bergetar hebat dan tidak berapa lama makam itu terbelah dan dari celah itu tampak melesat dan bersalto sesosok makhluk hitam berkepala harimau kumbang . Anehnya Ia dapat berdiri tegak seperti manusia . Kaki dan tubuhnya mirip manusia tetapi kepala dan tangannya mirip dengan harimau hitam atau harimau kumbang .
" Pergilah ke alam manusia dan buatlah kegaduhan " Perintah Garang
" Baik Angku muda , perintah dilaksanakan " Setelah menjura hormat beberapa kali laksamana kumbang dari gunung kelabu nampak langsung melesat pergi .
\*\*\*
" Rimbun , apa kau melihat sinyal ini ? " Tanya Jane sambil menunjuk ke salah satu layar TV .
" Iya Jane , aku melihat sesosok makhluk hitam yang bergerak masuk menembus dimensi kita " jawab Rimbun
" Ya kau benar , dan kalau aku tidak salah ini adalah Desa Tarandam , dekat sekolah Sinto kan ? " Tanya Jane
__ADS_1
" Benar sekali " Jawab Rimbun
" Kita harus segera memberitahu Sinto dan kawan - kawan " Sambung Jane
Sesaat kemudian hp Sinto tampak berdering .
" WASPADA , SATU MAKHLUK GAIB MENUJU KE SEKOLAH "
Sinto yang saat itu sedang belajar tampak kaget setelah membaca pesan dari Jane . Ia segera meminta izin kepada guru mata pelajaran dan pura - pura pergi ke toilet . Namun setelah sampai ditempat yang sepi Sinto langsung melesat terbang dan mendarat di puncak menara besar berbentuk Gonjong dan itu merupakan yang tertinggi disekolah . Dari situ ia bisa melihat sekeliling sekolah dengan leluasa dan anehnya saat itu ia tidak melihat sesuatupun yg mencurigakan . ia memilih untuk tetap mengintai dari atas sana hingga sesaat kemudian bel istirahat pun berbunyi . Sinto masih belum menemukan sesuatu yang mencurigakan . Namun beberapa saat kemudian sebuah mobil sedan pun tampak berhenti didepan gerbang sekolah . Sinto mencoba mengalirkan tenaga dalam ke matanya sehingga ia bisa melihat dengan jelas kearah mobil itu . Dari dalam mobil sedan hitam itu tampak keluar seorang pria hitam berbadan tinggi besar berpakaian seragam seperti seorang guru . Kulitnya yang hitam pekat sangat mirip seperti orang afrika . Kumis dan jenggot hitam tampak melingkar dari bibir hingga ke dagunya . Ia tampak berjalan santai ditengah kerumunan siswa tetapi alangkah kagetnya Sinto ketika pria tinggi besar itu langsung menatap kearahnya sambil tersenyum sinis dan melambaikan tangan . Sinto langsung merundukkan kepala . Sinto sangat kaget karena Mustahil orang biasa bisa menyadari kehadirannya karena jarak mereka saat itu terpaut lebih kurang 800 meter kerena sinto saat itu berada dipuncak menara tertinggi sekolah . Sinto sangat yakin ada yang tidak beres dengan guru baru tersebut . Sinto segera memeriksa keadaan sekitar karena ia takut jika ada orang melihat ia terbang . Setelah dirasa aman Sinto segera melesat turun dan langsung menuju kekantin sekolah untuk belanja . Disana Ihsan dan kawan - kawan yang lain tampak sudah menunggu . sinto segera bergabung dan langsung saja menceritakan kejadian yang dialaminya barusan kepada teman - temannya agar mereka bisa lebih waspada .
" kalau begitu kita harus tetap berhati - hati dan selalu mengawasi tindak - tanduk guru baru itu " ujar Nurdin
" kita juga harus segera memberi kabar kepada Jane dan Rimbun agar mereka ikut mengawasi guru baru tersebut " sambung Ihsan .
Sesaat kemudian bel tanda masuk berbunyi .
" Yuk kita masuk Nto , setelah ini kita ada Pelajaran olah raga , kamu bawa baju ganti kan ? " tanya Ihsan
" Iya , itu ada di dalam tas " jawab Sinto
__ADS_1
Dan mereka pun segera masuk kekelas sementara kejahatan sudah mulai mengintai disekeliling mereka .
Bersambung ke chapter berikutnya