
Sesampai nya di pertengahan bukit Gunung tak jadi Sinto dan Dewi kipas perak tampak beristirahat sejenak . sambil meneguk air dari tabung minum yang dibawanya sinto memandang kearah Dewi kipas perak .
" Dewi , aku merasa heran dengan tingkah lagu penunggang kuda yang kita temui saat di warung nasi kemaren " ujar sinto membuka percakapan
" Ya , aku juga heran sinto , sepertinya ia sengaja melakukan itu seolah ingin memberikan peringatan kepada kita " Balas dewi kipas perak.
" Apakah ini ada kaitannya dengan tunangan mu yang menghilang itu dewi ? " tanya sinto
" Aku juga tidak begitu yakin Sinto , tapi semakin cepat kita sampai di negeri kincir angin semakin jelas lah duduk perkara yang telah menjadi tanda tanya selama ini " ujar Dewi kipas perak
" Kalau demikian lekas kita lanjutkan perjalanan " ujar Sinto
mereka berdua pun melanjutkan perjalanan menuju negeri kincir angin . dan tanpa mereka sadari empat pasang mata menatap tajam kearah mereka dari balik pepohonan .
***
Malam itu para warga kembali berjaga - jaga . kejadian penculikan bayi dan anak gadis di desa membuat mereka harus tetap waspada . Garang dan juga seruni yang tengah menjalankan misi untuk memulihkan nama baik negeri api tentu saja tidak menyia - nyiakan kesempatan itu . malam itu setelah mengatur sebuah strategi bersama dengan penduduk desa ia tampak tenang menunggu didalam kegelapan.
Malam itu tepat pukul setengah sepuluh malam disebuah rumah kayu dimana didalam nya terdapat seorang bayi berumur lebih kurang dua tahun . ibu si bayi tampak tengah asyik mengayun bayinya di sebuah ayunan rotan. di ruang tengah tidak jauh dari ayunan itu tampak tergolek tidur seorang gadis manis berkerudung merah . sang ibu terus saja asyik mengayun ayunan itu tampak sedang bernyanyi nyanyi kecil . sementara suasana desa sepertinya sudah sangat sepi . saat tengah asyik bersenandung kecil sang ibu terkejut saat mendengar suara serak tepat dibelakang nya . ibu muda itu menoleh ke belakang dan ia sangat kaget karena seorang kakek berjubah merah telah tersenyum angker ke arah nya . ia melihat sekeliling rumah tidak ada satupun pintu atau jendela yang terbuka. tapi entah bagaimana si kakek bisa masuk kedalam rumah.
__ADS_1
" Si..a..pa kau ? " tanya ibu muda itu
" Serahkan bayi didalam ayunan itu atau nyawamu yang jadi taruhannya " jawab si kakek sambil melihat gadis cantik yang tengah asyik tertidur.
" Ja .. ngan ambil anakku " wanita itu berteriak dan menangis
Orang tua jahat yang tidak lain adalah Dubalang Rambut api tampak menyeringai angker . sesaat kemudian ia jentik kan jari telunjuk dan setitik sinar merah terpancar dan tepat mengenai leher ibu muda itu sehingga ia tergolek lemah tak berdaya. dan orang tua jahat itu segera mengambil bayi itu dan saat ia mengangkat bayi itu ia merasa ada sedikit keanehan. ia kemudian melihat dengan jelas kewajah bayi itu dan sesaat kemudian ia berteriak marah karena yang ia gendong itu ternyata hanyalah boneka. ia menatap tajam pada tubuh ibu muda yang tergolek lemah itu sambil menggerutu.
" Dasar perempuan gila !!! " ujarnya dengan kesal
kemudian matanya tertuju kepada gadis muda yang tengah tertidur pulas itu . sejenak kemudian senyum tipis pun kembali timbul dari wajah nya yang tadi masam . sambil menjilat bibir ia kemudian melangkah kearah gadis muda itu .
Setelah cukup dekat iapun mencoba membuka selimut tebal yang menutupi tubuh gadis muda yang cantik itu . setelah selimut itu terbuka alangkah girang nya hati orang tua jahat itu melihat pemandangan indah di depannya. perlahan tangan nya diulurkan untuk meraba paha gadis muda yang memakai gaun merah itu . sedikit lagi tangan orang tua itu menyentuh paha gadis itu . mendadak mata gadis itu terbuka dan dua larik sinar api memancar dari mata gadis itu dan telak menghantam tubuh dan wajah Dubalang Rambut api. orang tua jahat itu terpental sejauh empat tombak kebelakang dan menggereng kesakitan bercampur marah. saat ia menatap ke depan didepan nya telah berdiri seorang perempuan muda cantik berambut merah yang tidak lain adalah seruni cucu sang kaisar api. gadis cantik itu sepertinya siap melancarkan serangan berikutnya. melihat lawan bukanlah orang sembarangan Dubalang Rambut api sepertinya berniat untuk kabur meninggalkan tempat itu . ia pun segera melesat keatas menembus atap rumah. namun malang yang didapat begitu saja tubuhnya melesat keluar dari atap satu tendangan keras tepat mengenai perutnya sehingga ia jatuh terjerembab ditanah . sesaat setelah tubuh tua itu tergolek roboh di tanah dari balik semak - semak dipinggir jalan keluar puluhan laki - laki bersenjata menyergap dan menyerang orang tua itu habis - habisan . Dubalang Rambut api yang sudah sangat terpojok itupun akhirnya hanya bisa membalas serangan dengan membabi buta . karena saat itu mata kanannya telah terluka parah akibat diserang seruni tadi . sementara itu perut dan dadanya juga terluka parah karena terkena tendangan keras dari garang . dalam kondisi yang sudah terdesak itu tampak sepuluh kuku tangan orang tua itu menjadi merah menyala laksana api . Garang yang sangat tahu dengan keganasan ilmu andalan orang tua itu langsung menyuruh para penduduk mundur .
Anjungan yang dipanggil tanpa banyak tanya langsung saja mengajak para penduduk desa mundur . seruni yang sudah keluar dari rumah langsung saja mengambil posisi disamping garang . didepan sana Dubalang Rambut api tampak menatap tajam penuh dendam kepada Garang.
" Dasar Murid Murtad !!! " teriaknya membuat seruni kaget dan sesaat menatap kearah garang .
Garang hanya terdiam dan menatap tajam kearah Dubalang Rambut api. sesaat kemudian ia tampak mengerahkan tenaga dalam ke telapak Tangan . agaknya bocah itu siap mengadu ilmu dengan mantan gurunya itu .
__ADS_1
" Siapa sudi menjadi muridmu orang tua bejat dan pengecut !!! " Teriak garang
Dubalang Rambut api yang sudah terlihat sangat marah itu mengerahkan seluruh kekuatan yang ia miliki . agaknya orang tua itu sudah siap mengadu jiwa dengan bocah bernama garang itu . sepuluh jari tangannya tampak mengobarkan lidah api yang sangat panas. Begitu juga dengan garang yang juga telah mengerahkan seluruh kekuatan nya ketelapak Tangan nya sehingga tangan itu memancarkan kobaran api hitam yang juga sangat panas . disamping kanan seruni tampak juga telah menyiapkan pukulan sakti untuk membantu garang namun garang segera memberi kode seolah melarang.
" Jangan ikut campur, ini urusanku dengan bajingan tua itu !!! " teriak garang.
Dubalang Rambut api berteriak keras sambil melepaskan pukulan andalan nya " ilmu jari api " sementara garang juga telah melepaskan pukulan sakti nya yang yang bernama " Dewa api menebar bala " . Ledakan keras menggelegar seolah tengah terjadi badai petir yang dahsyat . Beberapa orang penduduk yang berdiri tidak jauh dari tempat itu tampak terpental . Seruni pun saat ini merasakan tubuhnya seperti tersengat aliran listrik bertegangan tinggi sehingga ia terpaksa mengerahkan tenaga dalam untuk menstabilkan tubuhnya . Garang tampak terpental kebelakang sejauh lima tombak dan setelah memuntahkan darah segar ia tampak tergolek sambil mengurut - urut dada . Dan didepan sana tampak Dubalang Rambut api tergeletak dengan kondisi badan yang sangat mengenaskan . Dua tangan nya hancur sampai keperbatasan lengannya . Separuh badan nya hancur dan hangus mengeluarkan asap hitam berbau menyengat . agaknya itulah akhir dari petualangan sesat orang tua jahat itu . takdir menentukan ia akhirnya mati ditangan murid yang telah ia latih sendiri. Seruni yang melihat garang terluka dalam langsung saja melesat dan menggotong tubuh pemuda itu menjauh dari tempat itu . sambil melesat pergi ia berteriak pada Anjungan.
" Anjungan, aku serahkan mayat penjahat itu padamu dan para penduduk desa , aku harus segera pergi mengobati garang " teriaknya sambil melesat pergi meninggalkan tempat itu .
Anjungan dan para penduduk desa kemudian secara bersama - sama menguburkan jasad Dubalang Rambut api . dan kemudian mereka segera melaporkan kejadian itu kepada kepala desa . Setelah mendengarkan keterangan dari anjungan kepala desa tampak mengangguk - angguk seolah tengah memikirkan sesuatu . setelah beberapa kali menggumam ia kemudian tersadar dan berkata.
" Ternyata negeri api juga memiliki orang - orang yang berhati mulia dan gemar membela kebenaran " ujarnya
Ucapan kepala desa pun serentak dibenarkan oleh Anjungan dan para penduduk desa .
***
Saat senja datang Sinto dan Dewi kipas perak sampai disebuah desa yang terletak tepat dibelakang gunung bukit tak jadi . Desa tersebut tampak sunyi dan tidak banyak penduduk yang keluar berkeliaran. setelah beristirahat sejenak mereka pun mencari sebuah penginapan dan memesan dua buah kamar . setelah selesai mandi dan berganti pakaian Sinto dan dewi kipas perak pun sepakat untuk berjalan jalan keluar pada malam harinya untuk mulai mengumpulkan informasi. Di ujung jalan tepatnya menuju ke pasar desa tampak sebuah gapura besar yang diterangi cahaya lampu hias dengan bertuliskan " NEGERI KINCIR ANGIN " . Sinto dan Dewi kipas perak sejenak saling pandang dan kemudian dewi kipas perak berbisik ke arah Sinto dengan dada berdebar.
__ADS_1
" Sinto , kita sudah sampai ," ujarnya
"