Kesatria Dua Dimensi Episode 1 " PRAHARA Di RANAH MINANG

Kesatria Dua Dimensi Episode 1 " PRAHARA Di RANAH MINANG
Chapter 34 " Sang Iblis Tua "


__ADS_3

Malam itu dilapangan upacara SMA N 1 Tarandam tampak tiga orang pria tengah berbincang - bincang . Seorang diantaranya tampak memakai baju hitam dan celana batik lengkap dengan blangkon hitam dikepalanya . Pria tua itu adalah Mbah Slamet yaitu seorang paranormal yang dimintai bantuannya oleh pihak sekolah untuk mengatasi teror yang terjadi disekolah itu . Dua orang lainnya adalah Pak Tigor dan Pak Ujang yang ditugaskan untuk membantu Mbah Slamet saat melakukan Ritual . Sebuah Bejana yang berisi bunga - bunga dan berbagai macam sesajen tampak sudah disiapkan . Sepertinya mereka tengah bersiap - siap untuk melakukan Ritual pemanggilan makhluk yang telah mengganggu para siswa .


" Ingat , Ritual ini sangat berbahaya dan saya berharap kita semua bisa bisa bertingkah laku sewajarnya agar tidak membuat makhluk itu marah " ujar mbah slamet .


" Bab .. bab .. bbaik Mbah , " jawab Pak Ujang dengan muka sedikit pucat .


Sementara Pak tigor hanya diam dan mukanya terlihat sangat jengkel karena dia kesal karena disuruh ikut membantu Mbah Slamet . Ia hanya duduk jongkok sambil menghisap sebatang Rokok kretek dan sesekali tampak menepuk - nepuk tangannya yang digigit nyamuk .


" Aduhhhh , mana banyak nyamuk lagi " ujarnya kesal


Mbah slamet hanya tersenyum - senyum memperhatikan tingkah pak tigor yang menurutnya sangat kekanak kanakan .


" Udah bisa dimulai Mbah ?" Tanya pak Tigor dengan gaya acuh


" Sebentar lagi Pak , kita harus menunggu Embun turun untuk bisa memulai Ritual ini " Jawab Mbah Slamet


" Ohhh , Begitu ya ? " jawabnya sambil menggosok gosok tangan mungkin karena kedinginan .


ia terlihat cuek karena tadi siang ia sudah mengirimkan laporan kepada ketua regunya bahwasanya malam ini akan ada Ritual penangkapan makhluk Halus karena sebenarnya ia merasa takut kalau hanya mereka bertiga yang hadir dan barusan ia sudah mendapat konfirmasi kalau tim keamanan akan didatangkan untuk mengamankan situasi jika nanti terjadi apa - apa .


\*\*\*


" Makhluk bernama Sijundai itu adalah makhluk yang sangat berbahaya karena kekuatan sihirnya langsung menyerang bagian otak lawan . kau harus sangat berhati - hati jika ingin melawannya " Laksamana Kumbang bicara sambil meminum kopi panas yang baru saja dibuatnya


" Makhluk itu telah hidup sejak ribuan tahun yang lalu dan sudah sangat mengetahui seluk beluk dunia manusia , dan dikalangan bangsa Jin ia termasuk golongan Jin tingkat tinggi " lanjutnya


" Apakah dia memiliki kelemahan ? " Tanya Sinto


" Ya , kelemahannya adalah sebuah lonceng kecil yang biasanya tergantung dilehernya , ia tidak akan bisa dilumpuhkan jika lonceng itu tidak dihancurkan " Jawab Laksamana


" Kalau begitu kita tinggal menyerang lonceng itu " Sambung Jane


" Kedengarannya mudah , namun untuk menghancurkan lonceng itu dibutuhkan benda pusaka tingkat tinggi karena lonceng tersebut berasal langsung dari alam tingkat ketiga " Balas Laksamana kumbang


" Dan sayangnya kita tidak memiliki benda pusaka tersebut " sambungnya


" Hmhhhh , bisa berabe nih urusan " tanggap sinto


" Kau bisa memanggil Datuk Harimau Salju karena dia juga adalah makhluk dari alam tingkat ketiga " ujar laksamana kumbang


" Sayangnya aku tidak boleh bertemu dengan sang Datuk sampai tiga belas purnama kedepan , karena menurut beliau jika kami bertemu sebelum itu maka tubuh kami akan bersatu dan salah satu diantara kami akan menjadi korban " jawab sinto


" Hmmhh , mungkin saja ada cara lain tetapi aku tidak begitu yakin " ujar laksamana

__ADS_1


" Apa itu ? " Tanya Jane


" kita serang dia bersama - sama " ucap Laksamana kumbang


" Setuju , mari kita lakukan " Sambut Jane dan Sinto bersemangat .


" Baiklah , dan semoga saja kita berhasil , tapi sebelumnya kita biarkan dukun bernama mbah slamet itu melakukan tugasnya " lanjut laksamana kumbang .


Sementara pada saat itu juga seisi negeri dibuat gempar karena seluruh siswa perempuan yang tadi pagi terkena gangguan makhluk sijundai itu tiba - tiba menghilang . Para warga tampak sibuk mencari beramai -ramai dan tentu saja tujuan mereka hanya satu yaitu SMA N 1 Tarandam .


\*\*\*


Mbah Slamet tampak mulai membakar dupa dan membacakan mantra untuk memanggil Makhluk bernama siJundai itu . Mulutnya tampak terus saja berkomat - kamit sambil memutar - mutarkan asap dupa ke bejana yang sudah diisi sesajen . Setelah beberapa menit merapal mantra Mbah slamet tampak terdiam sejenak karena ia sudah merasakan hawa kehadiran makhluk itu .


" Wahai Makhluk yang terhormat , harap berkenan menerima persembahanku " teriak Mbah Slamet


Pak tigor dan Pak ujang hanya bisa memperhatikan dengan muka tegang dan bulu kuduk merinding .


Sesaat tidak terjadi hal apa - apa . Namun pada saat mbah slamet memegang bejana tersebut dengan dua tangan maka angin kencangpun seketika berhembus . Bejana ditangan mbah slamet tampak bergetar hebat hingga isi bejana tersebut berhamburan keluar . Mbah Slamet tampak mengeluarkan keringat dingin seperti sedang terserang demam yang begitu hebat . Dan secara tidak tak terduga sesosok makhluk perempuan yang berbadan tinggi besar sudah duduk bersila dihadapan mbah Slamet sambil menatap dengan mata tajam dan angker . Kedua bola mata itu tampak merah menyala bagaikan bara api .


Makhluk mengerikan itu hanya memakai pakaian kumuh yang terbuat dari akar - akar pohon yang dijalin . Di kedua lengannya juga terdapat gelang yang terbuat dari akar pohon . Rambut putih panjang awut - awutan serta gigi taring yang panjang membuat makhluk ini sangat menjadi menyeramkan untuk dipandang . Mbah slamet tampak membungkukkan - bungkukkan badan seakan memberi penghormatan kepada makhluk itu .


" Persembahanmu sudah aku terima , sebagai syarat aku menginginkan tiga belas orang gadis perawan untuk dijadikan hewan peliharaanku " Suara makhluk itu terdengar sangat berat dan menyeramkan


" Maafkan kami makhluk terhormat , apakah tidak bisa syarat itu diganti dengan yang lain ? " jawab mbah slamet dengan suara bergetar .


" Siapa kalian berani tawar - menawar denganku ? Jika syarat tak bisa dipenuhi silahkan pergi dari sini atau nyawa kalian berakhir disini " Makhluk itu tampak sangat marah


Mbah slamet yang merasa perjanjian tidak mungkin lagi dilanjutkan langsung menjura hormat kepada makhluk mengerikan itu


" Jika memang demikian aku berlepas diri dari urusan ini dan izinkan kami pergi wahai makhluk terhormat " ujar mbah Slamet dengan sangat berhati - hati .


Orang tua itu sangat sadar jika sedikit saja ia salah bicara bisa - bisa nyawanya melayang akibat amarah makhluk tersebut .


Makhluk Sijundai itu tampak diam sejenak dan dengan mata terpejam ia nampak menghendus - henduskan hidung seperti mencium bau sesuatu . Kemudian dengan sorot mata tajam ia memandang kearah Mbah slamet .


" Kurang ajar , kalian sengaja menjebakku dengan membawa orang - orang kerajaan untuk menangkapku !!! " Makhluk jahat itu berteriak sambil mengibaskan tangan .


Serangkum angin dahsyat berhembus . Bejana sesajen tepental dan hancur berantakan . Mbah slamet tampak pucat dan kembali menjura hormat .


" Ampun makhluk terhormat , kami tidak membawa siapa - siapa " ujarnya karena ia tidak mengetahui jika pak tigor mengundang pasukan kerajaan untuk datang .


" Serahkan nyawa kalian manusia jahanam !!! " Sahut makhluk itu semakin marah

__ADS_1


Makhluk itu berdiri dan kembali sambil mengibaskan kedua tangan . Serangkum angin dahsyat mendorong tubuh Mbah slamet dan kedua orang lainya hingga terpental sejauh sepuluh meter kebelakang . Mereka bertiga tergolek lemah ditanah dengan tubuh kaku dan tak berdaya


" Hentikan kejahatanmu makhluk keji !!! " terdengar suara keras membentak


Sepuluh sosok berpakain lengkap khas tentara kerajaan terbang melesat dan langsung mengurung makhluk sijundai tersebut . Makhluk itu hanya tampak diam sambil melotot tajam ke sekitar .


" Kalian pikir akan bisa mengalahkanku ? , HIHihihihihihihi !!!! " makhluk itu bicara dan kemudian tertawa melengking


Pemimpin pasukan yang ternyata adalah Pandeka Sahar langsung saja berteriak memberi perintah


" Tebarkan Jala arwah "


Sepuluh prajurit yang terdiri dari orang - orang pilihan itu tampak membuat gerakan seperti tengah melemparkan jaring dan mendadak dari ujung jari tangan mereka keluar selarik sinar putih sebesar tali yang langsung menyatu bagaikan sebuah jaring dan langsung membungkus tubuh sijundai . Jaring yang melekat ke tubuh makhluk itu tampak meletup - letup serta memercikkan bunga api dan mengeluarkan asap hitam dengan bau menyengat . makhluk yang tengah terbungkus jaring itu nampak kesakitan dan menggereng marah . Pandeka sahar langsung mengerahkan tenaga dalam dan menghantamkan kedua tangan kearah makhluk tersebut . Selarik cahaya putih keperakan tampak melesat menghantam telak tubuh makluk itu . Terdengar suara ledakan dahsyat saat pukulan pandeka sahar mengenai tubuh makhluk itu . Namun pandeka sahar tampak kaget sekaligus pucat saat mengetahui pukulan saktinya tidak memberi pengaruh apa - apa terhadap makhluk itu . Makhluk jahat itu masih tetap berdiri kokoh didalam jala arwah yang membungkus tubuhnya . Makhluk itu kemudian menatap tajam kearah pandeka sahar dan kemudian dia tertawa terbahak - bahak sehingga lapangan itu menjadi bergetar .


" Kau pikir dengan kekuatan sebiji jagung itu bisa mengalahkanku yang sudah ribuan tahun hidup dibumi ini ? Jangan bodoh anak manusia " Setelah bicara makhluk itu kembali keluarkan tawa melengking .


Dengan satu kali gerakan menyentak jala arwah pun putus dan sepuluh prajurit yang tadi mengurungnya langsung terpental dan jatuh bergulingan ditanah namun sekejap kemudian para prajurit itu berdiri kembali dan langsung mengambil barisan dibelakang pandeka sahar dan Makhluk itu tampak mulai mengambil ancang - ancang untuk menyerang .


Pandeka sahar tampak sangat terkejut dan segera mencabut pedang pusakanya yaitu pedang Al mulk . Pedang ditangan diputarnya dan ia kembali memberi perintah .


" Formasi Bintang Raja !!!! " serunya


Formasi bintang raja adalah sebuah gerakan untuk bertahan yang diciptakan oleh pandeka sahar sendiri . Sepuluh orang prajurit tampak bersalto dan langsung menyusun posisi mereka mengelilingi pandeka sahar dengan barisan berbentuk bintang segilima . pandeka sahar berdiri paling depan dengan pedang terhunus .


Dua orang prajurit yang berada dikiri kanan pandeka sahar tampak menembakkan selarik sinar berbentuk tali yang mengarah ke kaki makhluk sinjundai hingga kedua kaki makhluk itu terikat . Dua orang prajurit yang dibelakang juga mengirimkan selarik sinar untuk mengikat dua tangan makhluk itu sehingga saat itu makhluk sijundai itu berdiri dalam keadaan terikat . kemudian enam prajurit yang lain mengirimkan pukulan jarak jauh bertenaga dalam tinggi untuk menghantam makhluk itu sekaligus . enam larik sinar putih tampak menyerang dahsyat menghantam tubuh makhluk mengerikan itu dan mengeluarkan suara berdentum . Setelah pukulan itu telak menghantam makhluk itu pandeka sahar yang berdiri paling depan tampak melesat kedepan sambil mengayunkan pedang Al mulk tepat kebatok kepala makhluk sijundai itu .


Serangan yang bernama Bintang raja itu memanglah sebuah serangan yang sangat mematikan . Namun yang mereka hadapi saat ini bukanlah makhluk jahat tingkat biasa melainkan makhluk yang telah hidup sejak ribuan tahun yang lalu . Saat pedang pusaka itu nyaris menghantam kepalanya mendadak lonceng kecil yang menggantung dileher makhluk itu bergoyang dan sebuah keanehanpun terjadi . Saat lonceng kecil itu bergetar pandeka sahar dan sepuluh prajurit lainya merasakan tenaga dalam yang tadi mereka lepaskan menjadi berbalik menyerang mereka sendiri . Sontak saja pandeka sahar dan sepuluh orang prajurit utama kerajaan terpental berhamburan sejauh sepuluh meter kebelakang . Sepuluh prajurit Pandeka sahar tampak tergeletak lemah ditanah dengan mulut memuntahkan darah segar .


Sekarang hanya tinggal pandeka sahar yang tersisa . Dengan sisa tenaga yang berhasil dikumpulkan ia kembali berdiri dan siap untuk bersabung nyawa dengan makhluk jahat itu . Seluruh tenaga dalam kini ia kerahkan dan tampak disekeliling tubuhnya angin berhembus kencang seolah ia saat ini berdiri didalam putaran angin ****** beliung .


" Hikhikhikhikhik , ternyata kau lumayan kuat juga bocah " Makhluk itu tertawa seolah mengejek pandeka sahar .


Pandeka sahar tampak bersiap - siap memulai serangan . Pedang ditangannya tampak mengeluarkan cahaya putih keperakan . Namun sebelum ia mulai bergerak terdengar suara memanggilnya


" Guruuuu , tunggu dulu !!! "


Pandeka sahar mendadak melihat kesamping dan ternyata disamping kanannya telah berdiri seorang Pendekar Muda yang memakai pakaian hitam ala pesilat dan diwajahnya terpasang sebuah topeng putih .


" Sintooo , " panggil pandeka sahar senang


Pak tigor yang baru saja sadar dari pingsannya agak kaget mendengar nama yang barusan disebut pandeka sahar .


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2