Kesatria Dua Dimensi Episode 1 " PRAHARA Di RANAH MINANG

Kesatria Dua Dimensi Episode 1 " PRAHARA Di RANAH MINANG
Chapter 45 " Sang Kaisar Api "


__ADS_3

Para penduduk desa tampak sangat senang mendengar pengumuman yang disampaikan melalui menara tertinggi didekat kerajaan itu . Mereka tampak berlarian keluar rumah dan segera berkumpul didepan gerbang istana solah sedang menunggu sesuatu . Mereka semua berteriak kompak mengelu elukan kedatangan Sang Kaisar Api yang baru kembali dari menyelesaikan tugas nya .


" Panjang umur Kaisar !!!! "


" Panjang umur kaisar " teriak mereka


Tidak terkecuali para anak - anak yang tempak sengaja dibariskan dibagian depan untuk menyambut langsung kedatangan Sang Pahlawan terkuat dari negeri api yaitu sang kaisar api sendiri .


Garang dan Seruni hanya melihat suasana penuh kegembiraan itu dari kejauhan . Ditengah barisan juga tampak Siampa gadang tengah mengibarkan bendera merah nyala sebagai bentuk penghormatan untuk sang Kaisar Api . Tubuh nya yang bongsor tak bertulang dari kejauhan tampak seperti sedang bergoyang - goyang Mengiringi musik gendang dan terompet yang dimainkan para prajurit kerajaan . Seruni tampak tertawa cekikikan melihat ulah Siampa gadang dan kemudian ia menatap kearah garang dan mengajak garang untuk ikut bergabung kedalam barisan .


Didepan sana tepatnya di sebuah gerbang yang terletak dibelakang air terjun api terlihat sebuah rombongan yang terdiri dari Pria dewasa bertubuh tinggi besar lengkap dengan baju zirah besi .Mereka tampak berbaris rapi dan ditengah - tengah barisan terlihat seorang kakek berbadan tinggi besar memakai sebuah mahkota menyerupai tanduk kerbau dan terbuat dari besi .


Orang tua itu adalah yang paling tinggi jika dibandingkan dengan para pengawal yang berbaris mendampinginya, mungkin jika diukur tinggi orang tua itu pastinya tidak kurang dari Enam atau tujuh meter . Wajah orang tua itu tampak sangat bersahabat dan mudah tersenyum .


Dari kejauhan ia tampak melambai - lambaikan tangan seolah membalas teriakan para penduduk yang bersorak menyambut kedatangannya .


Garang terlihat sangat heran melihat kondisi tersebut . Bagaimana mungkin seorang tokoh yang paling ditakuti didunia persilatan golongan hitam ternyata memiliki sifat yang sangat bersahaja sedemikian rupa . Hampir tidak tampak sedikitpun aura kebengisan dari wajahnya dan tentu saja ia mersa hal itu sangat berbeda dengan gurunya Datuk sesat yang berjuluk Tuanku Rajo Nan Hitam .


Setelah para penduduk desa melakukan Semacam tarian adat untuk penyambutan Rombongan Kaisar dipersilahkan untuk masuk kearea istana dan disambut oleh anak - anak kecil yang berlari - lari kegirangan menyongsong kedatangannya. kaisar tua itu merundukkan badan sambil tertawa dan ia langsung menggendong beberapa orang anak sambil berjalan masuk kedalam istana diikuti seluruh rombongan .


Setelah seluruh Rombongan itu masuk ke dalam istana para penduduk desa serentak membubarkan diri dan kembali menuju ke rumah mereka masing - masing .


Garang tampak begitu takjub dengan suasana desa itu karena seumur - umur belum pernah ia melihat ada seorang raja yang begitu dicintai oleh rakyatnya sebagaimana dengan Sang Kaisar api .


Seruni yang sedari tadi memperhatikan tingkah laku garang tampak tersenyum dan kemudian berkata .

__ADS_1


" kenapa kamu heran ? apa yang barusan kau lihat tidak sesuai dengan apa yang selama ini kau ketahui ? " tanya si gadis menebak


Garang hanya terdiam namun dalam hati ia membenarkan apa yang diucapkan si gadis barusan .


" Mari kita masuk saja ke dalam istana karena masih banyak hal yang harus dan perlu kau ketahui " ajak si gadis


Garang tampak mengangguk pelan dan Kemudian mereka berjalan beriringan menuju ke dalam Istana besar Negeri Api .


***


Jalan menuju Desa Padang berdarah tampak sepi dan sunyi . Di pinggir jalan tampak tumbuh semak - semak dan pohon - pohon berduri serta padang ilalang yang begitu luas . Mungkin tanah kuning dan tandus itulah yang menjadi penyebab tidak adanya pohon - pohon besar yang tumbuh . Sinar matahari yang sangat terik membuat rombongan itu mulai merasa kelelahan . Sinto dan Dewi kipas perak tampak berjalan pelan mengikuti delapan penyamun dari Padang berdarah . Dalam hati mereka berdua tetap meningkatkan kewaspadaan karena mereka tidak mengenal daerah yang tengah mereka masuki itu .


Nama padang berdarah itu konon diambil dari kisah yang terjadi ratusan tahun yang lalu dimana kala itu terjadi perang besar antara negeri api melawan gabungan seluruh kerajaan yang ada yang seluruh negeri yang menyebabkan Ribuan orang tewas sehingga Rumput padang atau ilalang yang tumbuh ditempat itu menjadi merah karena darah . Semenjak perang besar itu orang - orang dari negeri api dilarang keras untuk keluar dan berkomunikasi dengan para penduduk lainnya sehingga mereka terpaksa hidup di pengasingan yakni dibalik air terjun yang terdapat Goa Lembah neraka . jika ada orang - orang dari negeri api yang kedapatan keluar maka mereka akan ditangkap dan dibunuh karena mereka telah di cap sebagai musuh bersama . Untung saja Kaisar api yang sekarang memiliki hubungan persahabatan dengan seorang Raja Jahat yang bernama Gajah hitam dari negeri Tanjung alam sehingga kebutuhan masyarakat negeri api dapat dipenuhi dengan cara berdagang dan saling tukar menukar hasil alam .


Setelah lebih kurang empat setengah jam menempuh perjalanan akhirnya Sinto dan rombongan sampai digerbang desa Padang berdarah . Baru saja sampai digerbang perasaan mereka sudah dibikin trenyuh melihat bocah - bocah kurus yang merengek kelaparan serta orang - orang tua berbadan kurus kering seolah tinggal kulit pembalut tulang . Rasa kemanusiaan Sinto pun mendadak tersentuh dan sepertinya ia tidak bisa melihat kenyataan itu .


" Mohon tunjukkan padaku dimana kediaman Dukun bernama Batara Karsa itu " tanya sinto Geram .


Pemimpin penyamun yang bernama Paderi itu tampak agak takut menjawab pertanyaan Sinto .


" Sinto , apa yang sedang kau pikirkan ? " Tanyanya


" Aku akan membuat perhitungan dengan makhluk keji itu !!! " ujar sinto geram


Paderi nampak menghela nafas dan menggelengkan kepala sambil mengajak Sinto duduk disebuah pelataran bambu .

__ADS_1


" Sinto , agaknya kau belum paham tentang makhluk yang bernama Batara Karsa itu " ujar Paderi mencoba menenangkan Sinto


Kemudian ia melanjutkan kisahnya .


" Awalnya ia datang kesini mengaku sebagai seorang paranormal yang baik hati sinto , ia mengajukan beberapa syarat kepada raja untuk menjadikan negeri ini menjadi subur dan makmur namun setelah beberapa kali syarat dipenuhi barulah kami semua tahu kalau dia sebenarnya adalah sesosok Raksasa Jahat yang tengah menyamar , jika syarat yang diminta tidak terpenuhi maka ia akan memakan orang - orang desa tidak peduli tua ataupun muda " jelas Paderi sedih


" Sang Raja yang sudah terlanjur mengikat perjanjian tidak diperbolehkan lagi menolak dan dengan terpaksa kami harus memenuhi keinginan Batara karsa untuk menyediakan syarat keji yang dimintanya setiap minggu " lanjut paderi


Sinto tampak tidak merasa gentar sedikitpun dengan cerita paderi dan kemudian balik bertanya


" Kapan terakhir kali ia datang kesini ? " tanya Sinto


" Terakhir ia datang yaitu Malam jumat yang lalu dan besok malam dia akan datang kembali datang dan aku sangat berharap harap kalian berdua sudah pergi dari tempat ini besok pagi karena raksasa itu pasti tidak akan senang dengan kedatangan orang - orang baru ditempat ini " jelas paderi


" Aku akan menunggunya disini " ujar Sinto


Paderi tampak mulai kesal karena sinto tetap bersikukuh untuk tinggal .


" Tidak Sinto , kalian harus pergi dari sini besok pagi dan tidak ada tawar menawar karena aku tidak ingin para penduduk menjadi korban akibat keegoisanmu meskipun kami tau kau orang baik " ujar Paderi tegas .


Sinto melirik kepada Dewi kipas perak dan ternyata perempuan itu mengangguk tanda setuju dengan keputusan Paderi . Akhirnya Sinto pun pasrah dan akhirnya menjawab .


" Baiklah , besok pagi kami akan segera meninggalkan tempat ini " jawabnya


Paderi dan para penyamun tampak lega namun dalam hati mereka merasa sangat sedih mengingat nasib apa yang akan mereka dapatkan besok malam karena syarat yang diminta Batara Karsa belum terpenuhi .

__ADS_1


Sinto perlahan melihat raut wajah mereka dan perlahan satu ide terlintas dibenak bocah itu .


Bersambung


__ADS_2