
Puti Cahyo kumalo tampak tengah duduk di sebuah taman bunga di depan istana sambil memandang bulan yang hampir bulat penuh . Dua malam lagi bulan purnama akan muncul dilangit Tanjung meranti Namun belum ada tanda - tanda bahwa wabah yang menyerang negeri itu akan berakhir . Malam itu sang Puteri duduk bersama seorang gadis cantik bernama andam suri yaitu pembantu peribadinya yang setia .
" Andam , apakah Rangkiang di Rumah gadang kita masih berisi makanan ? apakah makanan yang tadi disiapkan sudah dibagi - bagikan kepada rakyat yang kelaparan ? " Tanya Puti Cahyo kumalo
" Persediaan makanan kita masih cukup Yang mulia dan makanan yang tadi disiapkan sudah dibagi - bagikan kepada Rakyat kita yang kelaparan " Andam Suri bicara seolah menghibur tuannya yang terlihat sangat murung Padahal ia mengetahui dengan pasti kalau persediaan makanan mereka di Rumah gadang sudah mulai menipis dan paling kuat hanya bisa bertahan satu minggu lagi .
Sambil menghela nafas panjang sang Puteri menatap kearah pembantu setianya itu .
" Syukurlah kalau begitu tapi aku yakin kita tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi jika wabah ini tidak segera berakhir atau apakah sebaiknya aku terima saja lamaran Sutan Rajo langik itu ?? "
" Jangan yang Mulia , Sutan Rajo langik adalah Raja tua yang mata keranjang dan aku tidak rela jika yang mulia mengorbankan diri untuk dijadikan isteri ke tujuh oleh orang tua genit itu " jawab Andam Suri
" Tapi bagaimana jika kelak negeri ini jatuh dan kerajaan ini runtuh andam ? Aku yakin tak bisa mempertanggungjawabkannya dihadapan para leluhurku kelak " Puti Cahyo kumalo tampak semakin sedih
Sutan Rajo langik sebenarnya adalah seorang Raja bawahan yang masih bernaung dibawah kerajaan tanjung meranti . Ia terkenal sebagai Raja yang kaya raya tetapi mata keranjang . Setelah mendengar isu kalau Baginda Raja jatuh sakit dan sebuah wabah penyakit aneh menyerang penduduk tanjung meranti ia langsung saja menawarkan bantuan namun dengan syarat puti cahyo kumalo bersedia menjadi isterinya . Puti cahyo kumalo sebenarnya sangat kesal dengan kelakuan tak senonoh orang tua itu namun ia tak bisa berbuat apa - apa karena untuk bertidakpun tidak bisa karena prajurit kerajaanpun sekarang sudah tidak ada karena mereka semua terkena wabah penyakit aneh itu .
" Tidak usah terlalu gundah yang mulia , Tuan adalah orang baik , pasti Tuhan akan mengirimkan seorang penolong untuk negeri ini , sebaiknya kita berdoa saja " hibur andam suri
Tidak begitu lama setelah andam suri bicara demikian handphone sang puteri tampak berdering pertanda sebuah pesan masuk dan ternyata itu adalah pesan dari Sinto .
Sinto : Maafkan hamba terlambat membalas pesan dari yang mulia . Rencananya besok hamba dan satu orang sahabat akan langsung bertolak kesana , kemungkinan sore hari kami sudah sampai dan kami akan langsung menuju ke istana yang mulia tetapi Mohon yang mulia rahasiakan tentang kedatangan kami , salam hormat , Sinto
Secercah harapan seakan muncul kembali didalam hati Puti cahyo kumalo setelah membaca pesan dari sinto . Dengan perasaan sangat gembira ia langsung membalas pesan tersebut .
Puti cahyo kumalo : Terimakasih banyak pendekar mau menerima permintaan kami atas nama rakyat negeri tanjung meranti , pintu istana kami terbuka lebar menunggu kedatangan pendekar dan terkait tentang permintaan pendekar untuk kerahasiaan identitas pendekar tidak usah khawatir , kami akan melindungi identitas pendekar .
Andam suri tampak sedikit heran melihat perubahan raut wajah junjungannya itu tetapi untuk bertanya ia sangat segan .
Puti cahyo kumalo yang seakan tau isi fikiran gadis itu langsung berucap .
" Sepertinya Doamu terkabul andam dan besok sore akan ada seorang kesatria muda yang berkunjung ke istana dan aku punya keyakinan bahwasanya dia adalah orang yang akan menyelamatkan negeri ini , lebih baik kita segera beristirahat " ujar sang puteri
" Baik yang mulia " jawab andam suri
\*\*\*
Pagi itu kelas 1 - 3 tampak sangat heboh karena guru mata pelajaran kimia tidak bisa hadir karena berhalangan sakit hingga akhirnya kekosongan jam itu dimanfaatkan para murid untuk meribut ria . ada - ada saja yang mereka kerjakan sehingga suara gaduh itu mengganggu lokal - lokal lain yang sedang belajar . namun suara gaduh itu mendadak terhenti saat mendengar suara pintu dipukul keras.
" APA YANG KALIAN HEBOHKAN HAAAAA ?? UDAH MACAM DIPASAR KALIAN . WOOOI KETUA KELAS !!! KAU PULA YANG LEBIH RIBUT KAYAKNYA .. MAU KUGAMPAR KAU HAAAA???? " ternyata pak tigor yang datang .
Seisi kelas langsung diam tak bersuara kemudian pak tigor tampak masuk dengan kaki masih agak terpincang - pincang akibat luka cakar laksamana kumbang tempo hari .
Ia langsung duduk dimeja guru dan tampak agak meringis sedikit menahan sakit dan Setelah sakitnya agak reda ia tampak mulai mengabsen para siswa satu persatu namun saat giliran sinto yang diabsen Pak tigor tampak agak sedikit menahan tawa
" kau yang lari tunggang langgang kemaren kan ? " tanyanya penuh cemooh
Seisi kelas langsung tertawa riuh .
Sinto tampak agak sedikit malu namun sesaat kemudian ia jadi ikutan tertawa .
" iya betul pak , itu saya " jawab sinto sambil nyengir - nyengir
__ADS_1
Pak tigor tertawa senang cemoohnya berhasil dan sesaat kemudian ekspresi wajahnya berubah menjadi seperti mengejek .
" Saat berlari mendaki ke puncak lambat kali kau kutengok macam mau lepas jantungmu , tapi pas diserang makhluk itu cepat kali kau lari udah kayak kereta api saja , kau punya kekuatan terpendam kah ? " ledek pak tigor disambut tawa riuh para murid .
Sinto hanya bisa senyam - senyum saat dibully seisi kelas .
" Ya sudah duduk kau sana tapi ingat kalau besok - besok ada lomba lari cepat kau akan kudaftarkan ya " tambah pak tigor sambil tersenyum mengejek dan tentunya membuat seisi kelas akhirnya jadi terpingkal - pingkal dan sepertinya Lebih heboh lagi dari sebelumnya
" Sudah - sudah diam kalian !!!!! " teriak pak tigor
Seisi kelas jadi hening kembali dan Pak tigor memulai pembicaraan
" Berhubung guru kalian tidak datang maka aku sebagai tim khusus keamanan kerajaan yang terbaik dan terpilih yang ditugaskan untuk menjaga keamanan disekolah ini akan memberikan sedikit pengetahuan kepada kalian anak - anak bawang ini tentang situasi yang akhir - akhir ini terjadi didaerah kita " ujar pak tigor
" Akhir - akhir ini telah muncul berbagai kejahatan yang disebabkan oleh makhluk - makhluk yang berasal dari dimensi lain yaitu dimensi yang berbeda dengan dunia kita yang kita kenal juga dengan dimensi jin atau alam tingkat ketiga " ucap Pak tigor
Pak tigor kemudian menjelaskan dengan sangat rinci tentang keadaan yang terjadi akhir - akhir ini dan meminta agar seluruh siswa untuk selalu berhati - hati dan menjaga diri .
" Jika kalian bertemu dengan salah satu dari makhluk itu hal apa yang akan kalian lakukan ? " Pak tigor memberi pertanyaan
Salah seorang murid mengangkat tangan dan menjawab
" Siap , Lapor ke petugas keamanan pak " jawab murid pria itu
" Bapak kau !!! , kau kira makhluk itu takut sama petugas keamanan haaaa ? " Balas Pak tigor marah
" Yang harus kalian lakukan adalah Lari , lari secepat mungkin dan kalau bisa larinya lebih cepat dari anak itu " lanjut pak tigor dengan mulut mencong kearah Sinto
Seisi kelas ketawa lagi dan sinto hanya bisa senyum - senyum monyet menahan malu .
" Hamidah , lagi ngapain ? " sapa sinto
" Ehhh Sinto iya ini aku lupa mengerjakan tugas bahasa indonesia bentar lagi kan harus dikumpulkan , tapi tinggal sedikit lagi sih " Jawab hamidah agak gugup
Sinto hanya terdiam dan melongo
" Kamu kenapa ? " Tanya hamidah
" Aku juga belum bikin tugasnya " jawab Sinto panik .
Ia teringat kalau tadi malam ia nongkrong bersama teman - temannya dimarkas dan pulangsudah larut malam hingga ia lupa mengerjakan tugas .
Hamidah tersenyum dan tampak geleng - gelengkan kepala . Senyum itu seakan membuat sinto melayang - layang .
" Ya sudah , ini cepat kamu salin tugasku " ucap Hamidah lembut
Sinto bergegas mengambil buku dan alat tulis dan kemudian langsung duduk didekat Hamidah . Ia nampak sangat tergesa - gesa menyalin sehingga banyak huruf yang ketinggalan dan tulisannya menjadi sangat tidak rapi .
" Ngapain nulis kayak orang kesetanan " tanya Hamidah sambil tersenyum .
" Ia nih soalnya aku panik banget , aku nggak bisa membayangkan amarah buk mira yang sangat Killer itu " jawab sinto
__ADS_1
Hamidah tertawa mendengar ocehan sinto tersebut karena memang Buk mira guru bahasa indonesia itu memang terkenal sangat ganas dan paling ditakuti para murid .
" Makanya jangan begadang terus " kata Hamidah mengingatkan .
Sinto merasa sangat senang mendengar kata - kata Hamidah barusan .
" Nggak kok midah , tapi kamu kan tahu sendiri kehidupanku " jawab Sinto seolah ingin dimengerti
" Ya sudah , besok besok kalau kamu lagi sibuk kamu kabari aja aku , biar aku bantu kerjakan tugasnya " Balas Hamidah
" Beneran Nih ? " Tanya Sinto agak menggoda
" Emang Kamu nggak butuh bantuan ? " jawabnya tenang namun pipinya tampak sedikit merona .
" Butuh donk , makasih ya midah kamu udah baik sama aku " jawab sinto
" Santai saja , Toh kamu juga sudah beberapa kali menyelamatkan aku bahkan menyelamatkan negeri ini " balas hamidah sambil tersenyum manis .
" Midah , kondisi akhir - akhir ini memang sangat berbahaya dan kita memang harus pandai - pandai menjaga diri , jika tidak ada keperluan yang penting sekali , kapan perlu tidak usah keluar rumah dan jika kamu membutuhkan pertolongan jangan segan - segan menghubungi aku " lanjut sinto
Hamidah tampak agak sedikit tertegun mendengar kata - kata sinto . Ia menatap sinto sejenak dan kemudian tersenyum sambil mengganggukkan kepala . Ingin rasanya Sinto memeluk gadis itu namun ia tahu kalau Hamidah tidak akan suka . Sinto lebih memilih diam mematung sambil membalas senyuman hamidah .
" Kamu nggak mau ke kantin ? bentar lagi lonceng masuk berbunyi " tanya Sinto untuk mencairkan suasana
" Iya , kamu udah selesai nulisnya ? " tanya hamidah
" Iya , udah nih , makasih banyak ya " jawab sinto sambil menyerahkan buku catatan Hamidah .
" Baiklah , aku duluan ya " balas hamidah sambil berjalan keluar menuju kantin
" Oke , hati - hati " jawab sinto sambil menaruh bukunya kembali kedalam tas
Setelah Hamidah berlalu sinto tampak terdiam dan setengah berbisik
" Memang gadis yang menakjubkan " ujarnya dan kemudian berjalan menyusul ke kantin
***
Puti cahyo kumalo dari tadi selalu saja memperhatikan kearah jalan lintas seolah sedang menunggu kedatangan seseorang karena hari ini adalah sabtu sore yaitu hari dimana Kesatria Dua dimensi akan datang berkunjung ke istana Tanjung meranti . Saat Itu hari telah menunjukkan pukul tiga sore . Baik sang puteri maupun andam suri sudah tidak sabar menunggu kedatangan pendekar muda itu .
Tak selang berapa lama tampak sebuah Bus berhenti dipinggir jalan diluar gerbang istana Karena posisi istana itu cukup tinggi maka aktivitas dijalan raya pun masih bisa terpantau dari sana . Dari dalam bus tampak dua orang pemuda yang turun dan ternyata mereka adalah Sinto dan Jane . Setelah menempuh tiga jam perjalanan akhirnya mereka sampai diistana Tanjung meranti .
Sinto tampak mengenakan celana jeans berbahan karet berwarna biru serta memakai baju kaos putih lengkap dengan jaket levis dan sepatu hitam model basketnya . Sedangkan Jane terlihat cantik dengan celana gunung hijau botol dan baju kaos hitam serta sepatu boot berbahan kulit . Dikepala jane tampak sebuah topi bewarna hitam mirip topi perang tentara vietnam . Dan anehnya Jane tetap tampak cantik meskipun gayanya terkesan tomboy begitu . Mereka nampak berjalan santai kearah istana yang memiliki halaman cukup luas itu . Saat sampai digerbang istana mereka langsung dipersilahkan untuk masuk . Dan saat mereka sampai ditangga depan istana sudah tampak seorang perempuan cantik berpakaian biru muda lengkap dengan mahkota perak berbentuk tanduk dikepalanya . Wanita cantik itu adalah Puti Cahyo kumalo dan pembantu setianya andam suri
" Kami ucapkan selamat datang kepada pendekar berdua , silahkan masuk dan beristirahat " Sambut sang puteri dengan sangat ramah
Sinto tampak berdiri melongo melihat keanggunan dan kecantikan dari puti cahyo kumalo maklum saat di festival silek nagari ia hanya melihat sekilas kecantikan tersebut karena saat itu malam hari . Saking terpelongonya Sinto lupa untuk membalas sambutan sang puteri . jane langsung melirik dan mencubit lengan Sinto sehingga sinto tersadar dari takjub sang puteri hanya tersenyum melihat kelakuan dua orang sahabat itu .
" Terima kasih atas sambutannya yang mulia , maaf jika kami agak lancang karena tidak mengerti segala macam peradatan di istana " balas Jane sambil menjura Hormat .
" Tidak apa - apa Jane , mari silahkan masuk " Sang puteri ternyata telah tahu kalau gadis blasteran itu bernama Jane
__ADS_1
" Baik yang mulia " Jane langsung melangkah sambil menarik lengan sinto yang masih agak malu
Bersambung