Kesatria Dua Dimensi Episode 1 " PRAHARA Di RANAH MINANG

Kesatria Dua Dimensi Episode 1 " PRAHARA Di RANAH MINANG
Chapter 29 " Prahara di Tanjung Meranti


__ADS_3

Malam hari setelah pertarungan melawan laksamana kumbang .


Sinto berkunjung ke markas baru mereka yaitu sebuah gedung berbentuk bola yang dilengkapi dengan satelite pemancar dan sistem teknologi modern yang dirakit oleh Jane si bocah jenius . Bangunan itu mereka bangun dengan uang hadiah juara festival silek nagari yang dilipatgandakan oleh yang dipertuan Sutan permata putih .


" Sepertinya aktivitas gaib mulai menguat dan menampakkan diri di wilayah ini " Jane membuka percakapan sambil meminum minuman soda yang baru ia ambil dari kulkas .


" aku juga merasakan hal tersebut " jawab sinto


" sepertinya tugas kita semakin hari akan semakin besar " lanjut Sinto


Sinto kemudian menceritakan secara detail pengalamannya setelah bertarung tadi siang melawan laksamana kumbang .


" Ternyata diluar sana masih terdapat makhluk - makhluk baik yang sangat ingin membantu kita menumpas kejahatan Tuanku Rajo Nan Hitam " lanjut Sinto


" Ya , dan sepertinya kita harus segera menjalin hubungan dengan mereka untuk menghadapi perang besar yang direncanakan iblis jahat itu " Jane menanggapi


" Aku pernah mendengar kabar jika di suatu tempat tepatnya disebuah gua yang terletak di gunung kelabu terdapat sekekompok makhluk gaib beraliran putih yang hidup dalam persembunyian karena menghindari kejaran Tuanku Rajo nan hitam , mereka adalah satu klan jin putih yang dijuluki Seratus Arwah penyanyi , aku rasa ada baiknya jika suatu saat kita berkunjung kesana " Potong Rimbun


Jane nampak berdecak kagum saat mendengar cerita Rimbun . Bocah yang memang sangat menggilai dunia mistis itu sepertinya tidak sabar untuk segera berpetualang kesana . Namun sebelum Jane bicara menanggapi ponsel Sinto tampak berdering dan ternyata sipengirim pesan adalah Puti Cahyo kumalo dari istana Tanjung meranti .


Puti cahyo kumalo : Pendekar , aku harap kau menenuhi janjimu untuk datang ke istana tanjung meranti karena bulan purnama akan muncul di Sabtu depan . Kami sangat membutuhkan bantuanmu


Sinto tampak sedikit kaget menerima pesan itu dan kemudian ia kembali teringat janjinya kepada sang puteri pada saat malam penyerahan hadiah festival silek . Sinto kemudian memperlihatkan pesan tersebut kepada Jane dan Rimbun . Setelah berdiskusi sesaat kemudian mereka sepakat bahwa Jane dan Sinto akan pergi Sabtu depan setelah pulang sekolah . Dan rimbun yang akan bertugas menjaga markas .


***


Negeri Tanjung meranti ...


Didalam sebuah istana yang cukup megah tampak aktivitas harian berjalan seperti sebagaimana mestinya . Namun yang menjadi tanda tanya adalah raut wajah para punggawa dan pelayan istana yang tampak begitu murung . Sepertinya sesuatu yang buruk sedang terjadi . Bagaimana tidak , Semenjak tiga bulan terakhir Sang Raja yang biasanya begitu Ramah dan baik hati itu sekarang hanya terkapar disebuah dipan mewah . Para tabib dan dukun istana Tidak ada yang mengetahui penyakit apa yang diderita sang raja . Saat ini seluruh urusan terkait kerajaan hanya diatur oleh puteri semata wayang baginda yang bernama Puti cahyo kumalo dan seorang pejabat istana yang sudah sangat sepuh bernama Tok Geleng . Ia digelari Tok Geleng karena kebiasaannya yang suka menggeleng - gelengkan kepala saat hendak berbicara .


Saat ini Tok geleng tampaknya sedang membicarakan sesuatu yang sangat penting dengan seorang gadis cantik berpakaian merah muda dengan mahkota perak mirip tanduk dikepalanya . Gadis cantik itu adalah Puti Cahyo Kumalo sang puteri kerajaan Tanjung meranti .


" Menurut hematku jika teror yang mengancam negeri ini tidak segera dihentikan akan membuat kestabilan kerajaan kita ini menjadi sangat terganggu dan bukan mustahil jika kerajaan ini akan segera runtuh " Tok geleng tampak sangat murung dan berbicara sambil menggeleng - gelengkan kepala .


" Entah apa dosa yang telah kita perbuat sehingga kita diberi cobaan sedahsyat ini " lanjut orang tua itu tetap sambil geleng - gelengkan kepala


Sang puteri yang masih berumur sangat muda itu juga tampak sangat murung karena beban berat yang harus ia pikul .


Betapa tidak , Semenjak ayahnya mengalami penyakit aneh itu para rakyat pun mulai terjangkit penyakit serupa . Dan anehnya Penyakit itu hanya menyerang pria dewasa yang berusia diatas tiga puluh sampai tujuh puluh tahun . Hal ini membuat para lelaki yang biasanya bekerja mencari nafkah keluarganya tidak bisa lagi bekerja sehingga perekonomian menjadi merosot dan kelaparan terjadi dimana - mana . Uang kas kerajaan telah terkuras untuk membantu rakyat yang kelaparan .


Seorang peramal kerajaan yang bernama Inyiak Datuak Pangintai mengatakan jika wabah ini tidak terangkat sampai saat purnama di bulan ini maka para pria dewasa yang terjangkitpenyakit ini kemungkinan besar tidak akan pernah bisa tersadar kembali atau berarti mereka akan segera menemui kematian . Hal inilah yang membuat Puti Cahyo kumalo menjadi sangat gusar dan gundah . Namun entah kenapa saat dia melihat pemuda yang bergelar kesatria dua dimensi itu bertarung diarena festival ia seakan memiliki keyakinan kalau pemuda itu adalah orang yang mampu dan akan menyelamatkan negerinya .


" Saat ini kita hanya bisa berdoa dan berharap tuhan akan mengirimkan seorang penolong bagi negeri ini karena aku yakin penduduk negeri ini adalah orang - orang baik " Puti cahyo kumalo bicara dengan mata berkaca - kaca dan dalam hati ia berharap Sinto akan datang membantu .


Puteri cantik itu sudah mengetahui identitas asli sinto melakui pandeka sahar karena pada saat pertemuan terakhir mereka di istana yang dipertuan Sutan permata putih ia menceritakan semua permasalahan yang dialami negerinya dan pandeka sahar yakin sinto akan bersedia membantunya .


***


Pagi itu Sinto datang agak terlambat kesekolah . Saat ia masuk ruangan kelas para murid sudah duduk dibangku masing - masing . Namun guru mata pelajaran sepertinya belum masuk ke kelas itu . Sinto langsung tersenyum menyapa teman - teman sekelasnya . Namun Boni salah seorang murid usil langsung bicara


" Celanamu sepertinya baru , Nto ? Yang kemaren kotor ya ? Kena be'ol " katanya sambil tertawa cekikikan .

__ADS_1


Semua murid langsung tertawa terbahak - bahak mendengar guyonan Boni . Sinto yang terheran - heran langsung melirik ke arah Hamidah namun gadis itu hanya kelihatan senyum menahan geli dan memberi isyarat sinto untuk diam saja . Sinto yang makin bengong tampak nyengir - nyengir dan langsung berjalan menuju bangkunya disebelah ihsan .


" San , ada apa sih ? Kok semua orang kayak meledek aku ? " Tanya sinto setengah berbisik


Ihsan yang merupakan ketua kelas itu tampak ikutan tertawa dan setelah itu menepuk bahu sinto .


" Alah biasa aja kok , kemaren pas kamu lari karena diserang makhluk itu anak - anak jadi ngomongin kamu , kata mereka kamu lari tunggang langgang sampai beol dicelana , udah jangan diambil hati " kata ihsan sambil menutup mulut karena menahan tawa .


Sintopun akhirnya pun jadi ikut - ikutan tertawa karena tak menyangka akan jadi bulan - bulanan seperti itu . Tapi dalam hati ia sangat senang ternyata tidak ada yang tahu tentang penyamarannya kemaren .


" Dasar anak - anak konyol " gerutunya dalam hati .


Tidak lama kemudian guru mata pelajaran pun datang dan merekapun mulai belajar .


***


Jane tampak duduk santai diruang tengah markas mereka sambil memutar musik Punk Rock yang sangat ia gemari . Rimbun tampak sedang asyik bekerja membersihkan halaman depan yang sudah mulai ditumbuhi rumput . Tiba - tiba pintu belakang markas terdengar ada yang mengetuk . Jane langsung saja berlari membuka pintu . Ia mengira itu adalah Rimbun yang telah selesai bekerja . Tapi Jane sangat terkejut melihat seorang berpakaian ala pejabat tinggi istana yang memakai topi hitam sehingga wajahnya tertutup . Setelah topi hitam itu diangkat baru Jane tahu kalau itu orang itu adalah Pandeka Sahar . Jane langsung berteriak senang namun pandeka sahar tampak memberinya isyarat untuk diam . Setelah masuk keruangan tengah Jane langsung mengambilkan sebotol minuman dingin dari kulkas dan memberikan kepada Pandeka Sahar yang sedang duduk dikursi ruang makan mereka .


" Tumben guru datang kesini setelah sekian lama " Sapa jane sambil mematikan musik yang tadi diputarnya .


Jane menjadi ikut - ikutan memanggil guru kepada pandeka sahar karena semua teman - temannya memanggil guru .


" Ia Jane , Tadi sehabis Rapat khusus dengan para perwira tinggi kerajaan aku minta izin sebentar untuk menjenguk keluarga dirumah dan setelah itu aku menyempatkan diri untuk mampir kesini " ujar pandeka sahar .


Jane hanya termangut - mangut saat mendengar penuturan pandeka sahar . Jika dengan waktu sedemikian sedikit ia menyempatkan diri datang ke markas berarti ada hal penting yang akan dia sampaikan .


" Begini Jane , aku tahu tadi malam kalian mendapatkan pesan dari Puteri kerajaan Tanjung meranti , bagaimana kira - kira tanggapanmu dan Juga Sinto ? " Tanya pandeka sahar .


Pandeka sahar tampak mengangguk puas mendengar jawaban Jane .


" apakah kau sudah mengetahui kejadian yang menimpa negeri itu Jane ? " tanya pandeka sahar


Jane tampak duduk


" Menurut hasil penerawanganku tadi malam aku melihat semacam wabah penyakit yang hanya menyerang pria berusia dewasa dan sepertinya wabah itu bersumber dari satu titik dan berasal dari kutukan makhluk gaib , guru " jawab Jane


Pandeka sahar tampak sangat takjub dengan kemampuan khusus yang dimiliki Jane .


" Tepat sekali Jane , apa lagi yang kau ketahui ? " Tanya Pandeka Sahar


" Selanjutnya aku hanya bisa menerka - nerka karena mungkin disebabkan jarak yang cukup jauh sehingga pandangan batinku menjadi terhalang guru , tetapi Aku sekilas bisa melihat sebuah telaga indah yang menjadi sumber air minum para penduduk , aku berprasangka kalau kutukan itu berasal dari tempat itu " Jawab Jane


" Bagus , dengarkan Jane , waktuku tidak banyak karena aku harus segera kembali ke istana . Telaga indah yang kau lihat itu bernama Telaga Sangkar Bulan yang sejak dahulu kala menjadi sumber air minum Orang - orang di negeri tanjung meranti , beberapa hari yang lalu aku telah mengirim beberapa mata - mata istana kesana dan mereka melihat ada aktivitas jahat yang berasal disekitar telaga itu , aku ingin saat kalian sampai di negeri itu mulailah penyelidikan dari tempat itu sepertinya makhluk jahat itu bersembunyi disana " ujar pandeka sahar


" jika demikian adanya aku juga berfikir begitu guru , Baiklah Guru kami berjanji akan melaksanakan tugas ini dengan baik " jawab Jane


" Baiklah Jane , aku percaya kepada kalian namun kalian harus tetap berhati - hati karena bukan mustahil makhluk itu adalah makhluk jahat tingkat tinggi yang sangat berbahaya " Jawab pandeka sahar sambil mengusap kepala Jane .


" Baik , guru " Jawab Jane


" Baiklah kalau begitu aku segera pergi dan ingat jangan pernah beritahu tentang kedatanganku ini pada teman - temanmu yang lain termasuk kepada Sinto " Pandeka Sahar tampak berdiri dan melangkah pergi lewat pintu belakang .

__ADS_1


Setelah pandeka sahar kembali tampak Rimbun masuk kerumah lewat pintu depan dan ia tampak heran melihat dua botol minuman diatas meja .


" Jane , ini minuman siapa ?? apa tadi ada tamu , ???? " teriaknya


Jane yang sedang berada dikamar balas berteriak .


" Nggak kok , tadi minuman itu aku ambilkan untukmu tapi karena kau kerjanya lama banget minumannya aku habiskan sendiri " teriak Jane


Rimbun nampak sedikit heran tapi ia memilih untuk diam saja dan langsung menuju kamarnya untuk beristirahat .


***


Lonceng tanda istirahat berbunyi


Para murid tampak bergegas untuk membereskan buku dan alat tulis mereka dan kemudian segera keluar kelas menuju kantin sekolah untuk belanja . Sinto dan ihsan juga tampak bergegas keluar karena Nurdin dan Reza sudah menunggu mereka dikantin belakang .


Kantin yang terletak belakang sekolah itu adalah sebuah ruangan yang luasnya hampir seukuran lapangan basket . Pada saat jam istirahat semua murid akan berkumpul disana untuk memesan berbagai macam makanan yang telah disediakan dan tentunya dengan harga yang bersahabat untuk sekelas Murid SMA .


Sinto langsung saja memesan sepiring Nasi goreng dan kemudian langsung duduk bergabung dengan sahabat - sahabatnya yang sudah terlebih dahulu memesan makanan dan minuman .


" Gimana nto suasana dikelas , seru ? " Tanya Nurdin


Sinto tidak menjawab tapi ia malah melirik sinis kepada ihsan yang tampak mulai senyam - senyum menahan ketawa .


" Nohhh ,, tanya aja langsung sama bapak ketua kelasnya " gerutu sinto sambil pencongkan mulutnya kearah ihsan dan kemudian dia tampak cuek lagi mengunyah nasi gorengnya .


Ihsan langsung saja menjadi tertawa cekikikan melihat ekspresi sinto dan sinto pun akhirnya jadi ikutan tertawa sambil mendorong kepala ihsan . Kemudian ihsan menceritakan kepada Nurdin dan Reza tentang sinto yang dibully satu kelas dan mereka semuapun tertawa terbahak - bahak.


Setelah puas tertawa sinto menceritakan tentang pembicaraan terakhirnya dengan Laksamana kumbang .


" Sepertinya semakin hari musuh menjadi semakin bertambah berani menampakkan diri ya ? " Ujar Nurdin disela pembicaraan mereka


" Iya dan sepertinya mulai saat ini kamu harus lebih berhati - hati Nto " kali ini Reza yang bicara


" Betul itu Nto apalagi karena lawanmu kebanyakan bukan dari golongan manusia biasa maka kami sebagai teman - teman dekatmu rasanya tidak bisa terlalu banyak membantumu " sambung Nurdin


" Kalian semua tenang saja , aku akan baik - baik saja karena di markas ada Jane dan juga Rimbun yang selalu setia membantuku , aku hanya berharap kalian semua tetap merahasiakan identitasku karena aku takut jika identitas asliku terbongkar maka orang - orang dan teman - teman terdekatku yang kelak akan menjadi sasaran musuh " jawab Sinto


Mereka tampak mangut - mangut mendengar penjelasan Sinto


" Iya betull sekali tapi jangan terlalu khawatir karena tuan guru kita Pandeka sahar pasti selalu meningkatkan sistem keamanan negeri ini " kali ini ihsan yang bicara


" Iya San tetapi kadang - kadang aku merasa sangat rindu sekali dengan beliau karena semenjak bekerja di istana beliau sangat susah sekali ditemui karena sibuknya pekerjaan " sambung Nurdin


" O iya bagaimana kabar Galanggang silek taratak bungo , Din ? " Tanya sinto


" Latihan sih masih jalan tetapi sepertinya murid - murid perguruan sudah mulai berkurang karena pengaruh kekacauan di malam final festival silek nagari banyak orang tua murid yang melarang anaknya belajar silek " Jawab Nurdin


" Hmhhh sepertinya keadaan memang sudah sangat jauh berubah " jawab Sinto


Sesaat kemudian lonceng tanda masuk berbunyi merekapun bergegas masuk kekelas untuk melanjutkan pelajaran .

__ADS_1


Bersambung ke chapter berikutnya


__ADS_2