
Diatas sebuah batu picak yang cukup luas dewi kipas perak tampak duduk bersila sambil mengatur aliran nafasnya dan Dibelakangnya tampak seorang kakek berjubah biru menempelkan kedua tangan ke punggung perempuan cantik itu . Sepertinya ia tengah mengalirkan tenaga dalam ketubuh perempuan itu . Dewi kipas perak saat itu merasakan tubuhnya menjadi ringan dan segar kembali . Dan juga tenaga dalamnya juga seakan bangkit dan meningkat . Setelah selesai sikakek langsung berdiri dan berpindah duduk sehingga saat ini mereka duduk berhadapan .
" Tuan gadis , kenapa kau bisa tersesat begitu jauh sampai kehutan ini ? " tanya sikakek
" Sebenarnya aku tidak tersesat kek , aku memang sengaja datang ketempat ini karena menurut ramalan guruku ki ageng mangun rekso bahwa pada saat bulan purnama nanti malam gerbang kedunia lain akan terbuka dan siapa yang berhasil masuk kesana akan menjadi tokoh - tokoh sakti dirimba persilatan "
Sikakek hanya mengangguk - angguk mendengar cerita perempuan itu .
" Teruskan ceritamu " ujar kakek berjubah biru
Sigadis menatap kakek itu sejenak dan entah kenapa ia sangat yakin jika kakek itu adalah orang yang sangat baik dan dapat dipercaya . Ia tidak merasa takut untuk menceritakan kisah sedih yang dialaminya .
" Tiga tahun yang lalu tepat satu malam sebelum malam pernikahanku , Pangeran Ramendra calon suamiku menghilang .
Tidak tanggung - tanggung saat itu malu yang didapat keluarga besarku . Sehingga ayahku adipati jepara menjadi sangat marah dan memaksa menikahkanku dengan orang lain pada malam itu juga " Ujar dewi kipas dengan mata mulai berkaca - kaca
" Malam itu juga Setelah pernikahan yang dipaksakan itu aku melarikan diri dari rumah dan pada akhirnya diselamatkan oleh ki ageng mangun rekso , sejak saat itu aku menaruh dendam yang sangat besar kepada pangeran Ramendra calon suamiku . namun menurut keterangan guruku pangeran Ramendra sesungguhnya pergi bukan karena kehendak hatinya sendiri dan saat ini sang pangeran tengah tersesat di dimensi lain " lanjut Sang Dewi
" Aku tidak mengerti apa sebabnya ia menghilang namun menurut guruku Ki Mangun rekso kelak akan ada kesatria muda dari Ranah Minang yang akan membantuku untuk menuntaskan permasalahan ini " sambung dewi kipas perak sambil menahan tangis
Kakek tua berjubah biru itu hanya tersenyum untuk menenangkan perempuan cantik itu .
" Apakah calon suamimu itu memegang sebuah senjata mustika ? " tanya sang kakek
Sang dewi tampak berfikir seperti mengingat ingat sesuatu dan tidak lama kemudian ia langsung setengah berteriak.
" Ya betul kek , ia memiliki sebuah keris sakti bernama keris kiyai cakra buana peninggalan leluhurnya dari kerajaan singosari " jawab dewi kipas perak
" Agaknya keris itulah yang membawanya pergi ke alam lain . dengarkan baik - baik , di rimba persilatan ini sangat banyak senjata - senjata sakti dan pamungkas . seluruh senjata itu memiliki beberapa tingkatan . tingkatan tertinggi berasal dari alam lain atau dimensi tingkat tinggi yang disebut juga Alam tingkat ketiga " ujar sikakek
Dewi kipas perak nampak terpana mendengar cerita si kakek .
" Setiap tiga tahun gerbang kedunia lain akan terbuka dan seluruh kesatria yang memegang senjata sakti dari alam tingkat ketiga akan tersedot masuk ke dimensi itu , di alam sana mereka akan diberikan sebuah tugas dan apabila tugas itu berhasil maka orang itu akan dinobatkan menjadi kesatria yang sangat tangguh namun jika gagal ia akan terus tersesat disana hingga tugas itu berhasil diselesaikan " sambung si kakek
Dewi kipas perak akhirnya paham kenapa hingga saat ini Pangeran Ramendra calon suaminya tidak pernah kembali lagi . Berarti saat ini ia tengah berjuang untuk menyelesaikan misinya di alam lain yang bernama alam tingkat ketiga .
" kalau begitu aku harus pergi kesana kek , tolonglah aku bagaimanapun caranya , aku harus membantu pangeran Ramendra dan membawanya kembali ke tanah jawa kek " rengek perempuan itu .
Kakek berjubah biru hanya tersenyum dan mengusap kepala perempuan yang sudah dianggap seperti cucunya itu .
" Kau tak usah khawatir cucuku , kau akan sampai kesana karena kipas perak yang kau pegang juga berasal dari alam tingkat ketiga " ujar kakek itu sambil memandang kipas perak yang dipegang perempuan itu
" Dan juga tentang Pendekar muda dari Ranah Minang yang akan membantumu itu aku yakin itu adalah muridku yang bernama Sinto , dan aku yakin dia pasti bersedia membantumu " ujar si kakek
Wajah dewi kipas perak tampak sangat senang . Ia langsung menjura hormat dan bersujud kearah si kakek .
" Terimakasih banyak kek " ujar dewi kipas perak berulang ulang
Setelah itu ia menatap kearah kakek tua itu dan bertanya .
" Kalau aku boleh tahu siapakah dirimu gerangan kek ? " tanya sang dewi
Kakek tua itu hanya tersenyum kearah perempuan itu .
" Tentang siapa diriku sepertinya tidak begitu penting , namun saat ini kita harus bersyukur kau sudah mendapatkan titik terang tentang keberadaan calon suamimu itu " lanjut si kakek
" Sepertinya hari sudah hampir magrib , sebaiknya kita berangsur menuju ke dekat Batu tanduk kerbau " ujar si kakek .
" kenapa harus kesana kek ? " Tanya dewi
" karena gerbang itu ada di sana " ujar kakek berjubah biru
***
Serikat empat iblis tampak duduk santai diatas batu picak besar sambil bersenda gurau dengan Datuk Tiang Panjang . Sepertinya rencana mereka berhasil . Datuk Tua itu sekarang sedang terpincut hatinya kepada Ratu mesum yang telah berubah menjadi perempuan cantik bergaun merah . ia tidak sadar jika sesungguhnya perempuan jahat itu hanya ingin memanfaatkannya saja . Karena Datuk tiang panjang mengenali wajah pemuda pemegang pedang sakti itu . Sedang asyik bergurau telinga mereka mendengar langkah kaki dari arah utara . Mereka semua kemudian bersembunyi dan melihat siapa yang datang . Ternyata itu adalah Sinto dan Jane .
" Benarkah ini tempatnya ? " Tanya Jane
__ADS_1
Jane saat itu memakai celana loreng panjang dan berkaos oblong hitam lengan panjang lengkap dengan topi gunungnya . Rambutnya yang pirang di bagian ujung membuat gadis itu terlihat begitu cantik . Sementara Sinto juga memakai celana gunung loreng dan juga baju hitam lengan panjang namun ia tidak mengenakan topi .
" Ya , Aku yakin dia adalah bocah pemilik Pedang Naga Salju " ujar Datuk Tiang panjang .
" Kalau begitu mari langsung saja kita cegat bocah itu " Jawab si Raja Racun sambil melesat kearah Sinto dan Jane yang sedang berdiri kebingungan .
Sinto dan Jane tampak sangat kaget karena tiba - tiba saja empat orang tua aneh dan seorang perempuan cantik telah berdiri dihadapan mereka dan jelas sekali mereka memiliki maksud yang tidak baik .
" Bocah tampan , akhirnya kau datang juga " yang berbicara adalah Ratu mesum yang memang sangat suka melihat pemuda - pemuda tampan .
" Siapa kalian ? " tanya Sinto
" Jangan takut , aku akan melindungi mu yang penting kau mau menuruti kemauan kami " jawab Ratu mesum dengan wajah semakin merah
Keempat pria tua jadi kesal melihat tingkah Ratu mesum yang tentu saja sudah tergoda oleh ketampanan Sinto .
" Jangan banyak bicara , cepat serahkan Pedang Naga Salju atau kau akan segera menjadi mayat " Hardik si Raja Racun
Mendengar hardikan itu sinto raut wajah Sinto tampak sedikit berubah karena sepertinya orang - orang ini sudah sejak tadi menunggu kedatangannya . Dan kabar tentang Pedang Naga Salju ternyata sudah tersebar luas . Ia teringat pesan kakek berjubah biru saat ia masih berada di lembah timbunan kabut agar ia berhati - hati mengeluarkan pedang Sakti itu .
" Pedang apa yang kalian maksud , aku tidak mengerti ? " Jawab sinto mencoba berbohong
" Muka lugu mu terlalu bodoh untuk berbohong anak muda , sebaiknya segera kau serahkan pedang itu atau kau tidak akan selamat " Kali ini Biksu sesat yang bicara
Jane merasa sangat marah melihat ketidaksopanan orang - orang tak dikenal itu dan langsung saja berteriak
" Siapa kalian dan apa urusan kalian dengan kami ? Kami benar - benar tidak tahu tentang pedang yang kalian sebutkan , lebih baik segera tinggalkan kami dan jangan coba lagi menghadang kami " ujarnya
Mendengar teriakan gadis cantik itu Datuk Tiang Panjang dan kawan - kawan nya menjadi sangat marah dan bersiap - siap melakukan serangan . Namun sebelum mereka menyerang terdengar suara perempuan dari samping kiri mencemooh
" Dasar para tua bangka tidak tahu malu , beraninya main keroyokan "
Semua mata tertuju kearah sumber suara dan ternyata yang datang adalah Dewi kipas perak . Setelah dekat perempuan berjubah putih itu mengambil posisi disebelah Sinto dan Jane . Dan setelah dekat ia bicara setengah berbisik
" Tenang saja , aku dipihak kalian " ujarnya
" Aduhhh akhirnya kita bertemu lagi gadis manis , terus terang aku masih belum bisa melupakan pemandangan indah ditepi sungai tadi pagi " ujar si kakek sambil tersenyum dan menjilat bibir
" Dasar tua bangka mesum , akan ku robek mulut busuk mu itu " teriak Dewi kipas perak sambil memasang kuda - kuda
Dewi kipas langsung saja mengibaskan kipas perak nya kearah lima orang tersebut . Serangkum angin besar pun menyapu seluruh dataran itu dan membuat pohon - pohon disekitar seakan bergoyang - goyang dan hampir tumbang . Kelima orang yang diserang langsung saja mengerahkan tenaga dalam karena tidak ingin terpental diamuk angin yang sangat kuat itu . Setelah sapuan angin berakhir tampak kelima orang itu masih tegak berdiri dengan wajah sangat marah . Mereka langsung saja menyiapkan kuda - kuda menyerang . Jane langsung saja mengambil senjata andalannya yang mirip seperti senter namun ketika dipencet tombolnya selarik sinar laser biru mencuat dan senjata itu menjadi mirip sebuah pedang berwarna biru . Pedang itu memang sengaja didesain khusus untuk bisa melukai dan menghancurkan energi - energi yang bersifat gaib . Sementara Sinto tampak masih berdiri santai namun sebagian tenaga dalamnya telah mulai ia kerahkan ke telapak tangan .
" Serang !!! " teriak Biksu sesat
Keempat orang tersebut menyerang secara bersamaan dan aneh nya kelima orang itu justru mengarahkan serangan kearah Sinto . Sinto yang melihat lima serangan datang secara sekaligus langsung bergerak beberapa langkah kesamping untuk membatasi pergerakan lawan dan di sana ia berhadapan dengan si Raja Racun yang sedang dalam posisi memukul . Sinto langsung saja merunduk dan mengirimkan satu jotosan ke rusuk kanan Si Raja Racun dan ia terus memutar ke kanan sehingga saat ini posisinya menjadi dibelakang para penyerang . Diposisi paling belakang ada si pemakan jenazah yang hendak berbalik menyerang sinto namun sinto lebih dulu mengirimkan tendangan keras ke dada orang tua itu sehingga ia terpental jauh hingga beberapa meter kebelakang dan sebelum ia jatuh ke tanah Jane mengirimkan satu tebasan pedang tepat menghantam punggungnya hingga robek menganga . dan Akhirnya si pemakan jenazah jatuh terkapar dengan cedera yang cukup parah . Pinggiran lukanya tampak mengeluarkan asap dan bau menyengat seperti daging terbakar dan mulutnya memuntahkan darah hitam akibat tendangan sinto tadi .
Melihat lawan tidak bisa dipandang remeh Biksu sesat dari utara Langsung saja berteriak kearah Ratu mesum .
" Ratu , lekas bawa si pemakan jenazah ketempat yang aman " perintah Biksu sesat
Tidak menunggu lama Ratu mesum langsung saja melesat pergi untuk membawa tubuh si pemakan jenazah namun sebelum ia berhasil menyentuh tubuh kakek jahat yang sedang terluka itu satu sabetan pedang lagi hampir menyambar tangannya . Ia langsung menarik kembali tangan nya dan sebelum ia bisa menoleh kearah si penyerang satu tebasan keras datang dan kali ini mengarah tepat ke dadanya . Ratu mesum langsung kelabakan dan melompat satu langkah kebelakang namun serangan pedang biru itu terus saja datang secara beruntun hingga akhirnya menebas bahu kiri Ratu mesum hingga Robek sampai kebagian dada . Ratu mesum meringis menahan sakit namun si penyerang seolah tidak mau memberi ampun . Kali ini tebasan pedang Jane membabat putus kepala Ratu mesum sehingga Putus dan kepala cantik itu tergolek di tanah dan langsung berubah menjadi kepala nenek - nenek jelek . Sinto tampak sangat kaget dan langsung melihat kearah Jane . ia merasakan ada perubahan pada diri Jane . Gadis cantik itu seolah menjadi berbeda dari yang sebelumnya . Mata gadis blasteran itu kini tampak merah menyala seperti bara api dan amarahnya tampak meluap - luap . Kali ini ia menatap marah kepada biksu sesat dan Datuk Tiang Panjang yang masih sangat terpukul dengan kematian Ratu mesum .
" Ratuuuuuuu !!!! " teriak Biksu sesat sangat marah
kemudian ia mengambil sebatang kembang api dari balik jubahnya dan langsung menarik pengaitnya hingga terbang dan meledak di udara membentuk Lambang sebuah tengkorak besar .
Sinto terus saja memandang kearah Jane yang seperti dinaungi oleh kekuatan gelap . Matanya yang merah bagaikan kobaran api mengingatkan Sinto pada makhluk Sijundai yang beberapa waktu yang lalu berhasil mereka kalahkan . Setelah berfikir keras kemudian sinto menemukan sesuatu .
" Apakah karena ia memegang Lonceng itu ? " Gumam Sinto
" Jane !!!! Apa kau baik - baik saja ?? " teriak Sinto
Jane tidak menjawab namun matanya terus saja menatap liar kearah biksu sesat dari selatan sehingga biksu itu mulai kecut nyalinya melihat keganasan serangan Jane barusan . Jane kemudian memutar pedang siap untuk menyerang Biksu itu Namun tiba - tiba tempat itu seolah digoncang gempa dahsyat sehingga membuat semua orang terpana . Setelah gempa itu berhenti tampak tiga bayangan melesat pelan dan kemudian berdiri ditengah - tengah lapangan .
Orang yang berdiri ditengah adalah perempuan cantik bergaun hitam dihiasi dengan berlian - berlian putih . Diatas kepalanya terdapat sebuah mahkota perak berlambang tengkorak . Dia adalah Pemimpin Partai lembah tengkorak yang dijuluki dewi lembah tengkorak . Seorang perempuan jahat yang sangat sakti dan menguasai kerajaan Jin di kepulauan mentawai dan Nias . Ia dan Saudara sepupunya yang bernama Dubalang Rambut api saat ini tengah berjuang mengembangkan Partai mereka di Ranah minang untuk mengimbangi kekuasaan Tuanku Rajo Nan hitam sebagai penguasa Jin hitam di Minangkabau . disebelah kanannya berdiri orang tua licik Dubalang Rambut Api . Dan disebelah kirinya berdiri seorang pengawal pribadinya yang bernama Ono Nadaoya seorang kesatria yang sangat kuat yang berasal dari pulau Nias . Semua mata kali ini fokus memandang kearah Mereka yang baru saja datang .
Biksu sesat dan Raja Racun langsung menjura Hormat pada Dewi Lembah tengkorak dan Datuk Tiang panjang melihat tiga sahabat barunya menjura akhirnya ikut - ikutan menjura hormat kepada Sang Ratu . Baik Sinto maupun Jane dan juga Dewi kipas perak nampak berdiri mematung karena mereka merasakan aura kegelapan yang sangat kuat memancar dari tubuh Dewi lembah tengkorak . Bahkan menurut Sinto aura itu hampir mirip dengan aura jahat Tuanku Rajo Nan Hitam . Dewi kipas perak langsung mengambil posisi berdiri disamping Sinto . Jane Tampak menatap tajam dan menggereng - gereng marah seakan hendak menyerang sang dewi namun sang dewi hanya tersenyum menatap Jane .
__ADS_1
" Gadis Cantik , seharusnya kau bergabung bersama kami disini karena melihat ilmu yang kau gunakan kau lebih cocok berteman dengan kami " Ujar Sang dewi sambil tersenyum manis kearah Jane
Jane hanya diam dan tubuhnya tampak sedikit menggigil seolah sedang menahan sesuatu . matanya masih tetap memandang tajam pada sang dewi .
Sinto mulai mengerahkan seluruh tenaga dalam nya ke telapak tangan dan kaki untuk berjaga - jaga sementara Dewi kipas perak terlihat masih tampak sangat tenang .
Dewi lembah tengkorak tersenyum kearah mereka bergantian . Dan kemudian dewi menatap Sinto dengan pandangan dingin dan tajam .
" Tenang Saja , sebentar lagi kita semua akan menuju ke alam tingkat ketiga , dan aku sangat berharap sesampai di sana nanti Pedang Naga Salju itu kau berikan kepadaku karena bocah tengik sepertimu sangat tidak pantas memakai senjatanya para dewa " ujarnya sinis
Sinto hanya diam mendengar ucapan sang Ratu namun tiba - tiba terdengar suara orang tua memanggil nama Sinto
" Sinto cucuku , tega sekali kau tidak mengundang kakekmu yang tua ini ? Sepertinya kau sedang banyak kedatangan tamu ? "
Semua orang menoleh kearah sumber suara dan ternyata yang datang adalah seorang kakek gagah berjubah biru .
Sinto dan dewi kipas perak tampak sangat senang dengan kedatangan orang tua gagah itu dan mereka sama - sama berseru
" Datuk !!!! " ujar sinto Sangat senang
" Kakek !!!!! "
Dewi lembah tengkorak tampak agak terkejut melihat kedatangan orang tua berjubah biru yang tiba - tiba sudah berada ditempat itu . Energi kekuatannya seolah tidak dapat dideteksi sedikitpun dan Saat kakek tua itu sudah berada didekat Sinto dan Jane Dewi lembah tengkorak langsung saja memberi pertanyaan seperti setengah menghardik .
" Orang tua , cepat katakan siapa dirimu dan apa keperluan mu di tempat ini ? "
Kakek tua itu hanya tersenyum santai mendengar gertakan sang Ratu dan kemudian bicara tenang .
" Tentang siapa diriku sepertinya tidaklah begitu penting , yang pasti aku tidak akan tinggal diam jika kalian berbuat kasar kepada cucu - cucuku ini " ujar si kakek
Sinto tersenyum mendengar jawaban si kakek yang terus saja menjawab demikian apabila ditanya mengenai namanya . Tapi sesaat kemudian satu pikiran muncul dibenak bocah berjuluk kesatria dua dimensi itu .
" Kenapa Datuk selalu menjawab begitu saat ditanya siapa diri dan namanya , apakah jangan - jangan ia adalah .... "
Namun belum sempat sinto bertanya langsung kepada kakek tua itu terdengar lagi satu suara berseru .
" Semua orang ternyata sudah datang dan berkumpul Siampa , sepertinya kita agak sedikit terlambat "
Semua orang pun menoleh kearah sumber suara dan betapa kagetnya Sinto saat melihat siapa yang datang . Ia adalah musuh bebuyutannya yaitu Garang . Sementara dubalang Rambut api sebagai mantan gurunya tampak salah tingkah dengan kedatangan Garang sementara pemuda tampan itu hanya tersenyum sinis kearah orang tua itu .
" Kenapa kau begitu pucat orang tua ? Tuanku Rajo Nan Hitam titip salam untukmu " ujar Garang dingin
Dubalang Rambut api hanya diam dan dalam hati ia menggerutu .
" Dasar bocah Sombong , tunggu saja saatnya !! " gumamnya
Kemudian Garang menatap tajam kearah Sinto dan tersenyum dingin .
" Apa kabarmu Bocah kota ??? " ujarnya sambil tertawa mengejek
Sinto tampak kesal dengan ejekan itu dan kemudian membalas
" Lama tak berjumpa Preman kampung " ujar Sinto balas mengejek
Muka garang tampak memerah mendengar balasan sinto namun belum sempat ia membalas terdengar suara berdesir seperti suara sengatan listrik . Semua mata tertuju kearah batu runcing mirip Tanduk kerbau yang terletak tidak begitu jauh dari tempat itu . Batu itupun tampak bersinar terang dan semakin lama semakin terang .
" Gerbang terbuka " seru Dewi lembah tengkorak .
Biksu sesat dan Raja Racun dari Barat langsung memegang tangan Dewi lembah tengkorak karena mereka tidak memiliki mustika dari alam tingkat ketiga .
Sementara Datuk Tiang panjang memiliki sebuah batu cincin yang konon berasal dari alam tingkat ketiga . Batu cincin itu bernama " Badar Api " yaitu Batu sakti yang bisa dipergunakan untuk menotok lemas urat syaraf lawan seperti yang dilakukannya pada dewi kipas perak .
Batu Tanduak semakin mengeluarkan cahaya terang seolah menyedot habis cahaya bulan purnama dan tidak beberapa lama kemudian cahaya itu meledak dan menyedot semua orang yang ada ditempat itu masuk ke dalam celah diantara dua tanduk kerbau itu . Sesaat kemudian cahaya itu lenyap dan tempat itu menjadi kosong dan yang tersisa hanyalah mayat Ratu mesum dan tubuh si Pemakan jenazah yang sedang terluka parah .
Suasana pun sontak menjadi hening dan tenang .
Bersambung
__ADS_1