
Murid - murid kelas 1 - 3 tampak sudah berkumpul disebuah ruangan yang terletak di gedung olahraga . Mereka semua terlihat sudah siap dengan seragam olahraga yang berwarna hitam dan kuning . Murid pria memakai celana pendek dan baju lengan pendek sedangkan murid perempuan memakai baju lengan panjang dan celana panjang lengkap dengan jilbab hitam . mereka terlihat berbaris rapi sambil menunggu Guru olahraga datang . tak lama kemudian Tampak Pak Husein wali kelas mereka datang dengan seorang pria bertubuh tinggi tegap berkulit hitam legam . Sinto langsung saja kaget melihat orang besar yang datang bersama pak Husein . Dia akhirnya pura - pura cuek saja seakan tidak melihat namun ia sadar kalau pria besar itu sesekali melirik tajam kearahnya .
" Anak - Anak , berhubung Pak Burhan guru olahraga kalian sedang sakit keras , maka untuk beberapa waktu kedepan kalian akan belajar dengan Pak .... " Pak Husein bicara sambil melihat kepada pria berbadan besar itu . Pria itu balas melihat dan tersenyum kearah pak husein .
" Tigor , Nama saya Tigor " jawab pria tinggi besar itu agak gugup .
" Baiklah , untuk beberapa waktu kedepan kalian akan belajar bersama pak Tigor , harap kalian semua belajar dengan rajin dan ikuti semua arahan dari pak tigor , mengerti ?? " lanjut pak Husein
" Mengerti " semua murid menjawab serentak .
" Baiklah , Silahkan pak " ucap pak husein sambil mengulurkan salam kearah Pak Tigor dan segera berlalu dari ruangan tersebut .
" Baiklah anak - anak , kali ini kita akan melatih kekuatan fisik kalian " orang bernama Tigor membuka percakapan
" kalian lihat bukit dibelakang sekolah itu ? Kita akan berlatih disana , ayo semua lekas bersiap - siap dan kalian boleh membawa tas dan air minum " ujar pak tigor .
Semua murid pun tampak bersiap - siap begitupun Sinto . Namun karena ia merasa sedikit curiga terhadap guru baru itu ia sengaja memasukkan topeng putih dan pakaian Silatnya kedalam tas .
\*\*\*
Jane terus menatap kearah layar TV didepannya . Dilayar itu tampak sekumpulan murid yang tengah bersiap - siap melakukan olahraga lari . saat ini mereka tampak berada disebuah jalan yang terletak dikaki bukit . Jane tampak mengarahkan Fokus kearah guru baru itu . Saat ini Jane belum bisa menemukan hal yang mencurigakan . Namun ia tetap fokus mengawal pergerakan guru baru itu .
" Nah , kalian lihat bendera yang terpasang dipuncak bukit sana ? " ujar Pak Tigor
" ya pak " jawab para murid
" Kalian harus berlari kepuncak bukit sana hingga kalian sampai dan menyentuh bendera tersebut , siapa yang sampai dengan waktu tercepat akan mendapat nilai terbaik " sambung pak tigor
" Uuuuuuuu " Teriak para murid yang merasa tidak senang dengan perintah itu
" APAAAAA ??? KALIAN BERANI MEMBANGKANG ???? " Teriak pak Tigor marah . Mukanya tampak merah padam namun sesaat kemudian dia tampak normal kembali .
Semua murid akhirnya diam . Pak tigor langsung meniup pluit dan tampak mulai mengisi absen .
" Bagi namanya yang terpanggil silahkan mulai berlari " lanjut pak tigor
" Andi , Arman , Boni , Hamidah , Ihsan , ratmi , Syukri , Sinto " Pak tigor tampak menghitung jumlah Siswa yang ikut berlari
Jarak dari titik star ke titik finish yang berada dipuncak bukit itu kira - kira lebih kurang 500 meter namun tingginya tanjakan yang dilalui sangat menguras stamina . seluruh murid tampak sangat kewalahan hingga setelah setengah perjalanan banyak yang memutuskan untuk berjalan . Sinto terlihat santai saja berlari . Sebenarnya ia bisa saja sampai dipuncak dengan mudah tapi dia memilih santai agar tidak terlalu mencolok . Didepan Ia melihat Hamidah yang terlihat sangat kelelahan . Sinto merasa sangat kasihan dan dia segera berlari mendekat dan menghampiri gadis cantik itu . Sinto alirkan tenaga dalam keujung jari dan dia menjentik lengan hamidah sambil berpura - pura menyapa gadis itu . Sambil menjentik Sinto sengaja mentransfer sedikit energi ketubuh Hamidah . Gadis itu merasa tubuhnya saat ininmenjadi Ringan dan segala capek yang tadi ia rasakan tadi seolah menghilang . Hamidah sepertinya sadar kalau Sinto sudah membantunya melirik kearah sinto yang sedang berlari santai disampingnya .
__ADS_1
" Terimakasih " hamidah bicara sambil tersenyum kearah sinto .
" Untuk apa ? " jawab sinto pura - pura bodoh
" Saat ini aku merasa kuat sekali " jawab Hamidah sambil tertawa kecil
" itu karena kamu memang udah kuat dari sononya " kata sinto sambil balas tertawa
" Midah , aku merasa ada sesuatu yang aneh saat ini , tepatnya di sekitar kita ini " sinto sengaja memberi tahu agar Hamidah bisa lebih waspada .
" Sesuatu yang aneh seperti apa ? " tanya Hamidah heran sambil terus berlari disamping sinto .
Belum sempat Sinto menjawab dari arah belakang seorang pelari memotong mereka dengan kecepatan tinggi .
" Busyet , cepat banget lari tu orang , udah kayak Jet tempur aja " Sinto bicara reflek karena kaget .
Hamidah yang melihat sinto kaget sedemikian rupa jadi tertawa dan akhirnya mereka berduapun tertawa . Entah kenapa Sinto merasa sangat senang melihat hamidah tertawa lepas seperti itu . Dan ingin rasanya ia membuat gadis itu selalu tertawa .
\*\*\*
Setelah lebih kurang seminggu lebih hidup bersembunyi di dalam istana Dewi lembah tengkorak Dubalang Rambut Api akhirnya mendengar kabar dari mata - mata dewi lembah tengkorak bahwasanya saat ini bukit mendinding alam dipimpin oleh muridnya Garang karena Tuanku Rajo Nan Hitam tengah bersemedi dan tidak akan muncul dalam tiga tahun kedepan . Ia merasa sangat senang dan ingin segera kembali keranah minang . pada suatu malam ia pun mengutarakan niatnya kepada dewi lembah tengkorak .
Disinggasana mewah itu Sang ratu cantik itu tampak tertawa lepas sehingga membuat lehernya yang berjenjang tampak bergoyang - goyang . Tawa itu tampak sangat menggairahkan Dubalang Rambut api sehingga Dia tampak menelan air liur . Orang tua licik dan keji itu sepertinya tak peduli jika ratu cantik itu adalah kerabatnya sendiri . Selama satu minggu berlindung diistana itu ia selalu tak puas - puas memperhatikan tubuh molek Ratu jahat itu .
" Hahaha , Baiklah Taringgi , laksanakan tugasmu dan silahkan kau bawa pasukanku berapapun kau butuhkan , tapi ingat jangan sampai kau mencoba menipu dan mengecewakanku , kau akan menyesal seumur hidupmu Taringgi " Ratu kejam itu kemudian kembali tertawa lepas
" Baik Yang mulia Ratu , hamba tidak akan berani !! " Dubalang Rambut api menjawab sambil sesekali memperhatikan pinggul besar Ratu jahat itu .
Ratu itu sepertinya mengetahui kalau mata dubalang rambut api selalu menjalari lekuk tubuhnya . Namun ia sengaja membiarkan orang tua mesum itu karena ia tahu orang tua kurang ajar itu tidak akan berani berbuat lebih dari itu .
\*\*\*
Setelah semua murid sampai didekat bendera yang telah ditancapkan Pak Tigor tampak menyuruh mereka semua berbaris
" Baiklah murid - murid , saat ini kalian semua akhirnya bisa sampai kepuncak bukit ini , dan diantara sekian banyak murid hanya ada satu murid yang mendapatkan nilai tertinggi , dan murid itu adalah ..... "
Jane yang saat ini sedang menatap terus keblayar cctv masih belum melihat ada keanehan pada diri pak tigor . Ia tampak sedikit pusing memikirkan yang terjadi kemudian Jane melihat kearah barisan para murid dan ia melihat Sinto yang tampak agak tegang. Jane terus memperhatikan dengan teliti
" Kalian tahu kenapa kalian bapak suruh berlari kepuncak bukit ini ? " Tanya pak tigor
__ADS_1
" Untuk melatih Fisik , pak " jawab para murid
" Melatih fisik bapak kalian ??? Kalian fikir adakah manusia yang bisa berlari cepat sampai kepuncak bukit ini ? " pak tigor tampak marah lagi dan sesaat kemudian ia tampak Normal kembali . Semua murid tampak pucat dan berdiri mematung . Sinto tampak semakin berhati - hati .
" Ketua kelas !!! berapa jumlah siswa dikelasmu ? " tanya pak tigor
Ihsan yang tampak sudah sangat capek menjawab cepat
" Siap , Empat puluh orang pak " jawab ihsan
" Betulkah ada empat puluh orang ? Lalu kenapa dibuku absen ini ada Empat Puluh Satu orang Pelari , dan perlu kalian ketahui pelari tercepat itu namanya tidak tercatat di buku absen , dengan kata lain ada tamu tak diundang diantara kita "
Sinto tampak kaget mendengar pernyataan Pak tigor namun sebelum ia sempat menoleh Handphone nya tiba - tiba berdering
" SINTO .. MAKHLUK ITU TEPAT DIBELAKANGMU "
Sinto segera menoleh ke belakang dan ternyata dibelakangnya terlihat seorang siswa aneh yang berwajah hitam berbulu . Seluruh siswa yang dari tadi tidak menyadari kehadiran makhluk itu akhirnya menjerit ketakutan setelah melihat sosok menyeramkan yang berada dibelakang sinto . Sosok yang tidak lain adalah Laksamana kumbang dari gunung kelabu langsung saja mengirimkan tendangan keras kearah Sinto . Sinto langsung saja menangkis tendangan itu namun saat tangannya menangkis ia langsung berpura - pura terpental dan langsung berlari cepat menjauh dari tempat itu .
Laksamana Kumbang tampak sangat marah dan mengaum sekuat - kuatnya sehingga tubuhnya membesar dan meninggi sehingga baju olahraga yang dipakainya langsung robek . Saat ini dihadapan para murid sma itu tampak berdiri sesosok pria tinggi besar berkepala harimau hitam . Ia tampak mulai mengamuk dan siap menerkam semua orang yang ada ditempat itu . Namun sebelum sempat makhluk itu menyerang anak - anak .
" Hahaha , ternyata pancinganku berhasil dan kau akhirnya menunjukkan diri " ternyata yang berbicara adalah Pak Tigor .
" Aku adalah anggota tim keamanan kerajaan , kehadiranmu ditempat ini telah terpantau oleh tim kami dan aku sengaja mengikutimu sampai ke tempat ini , sekarang cepatlah pergi atau kau akan ditangkap dan dihukum " sambung pak tigor
Makhluk itu tampak menggereng marah dan langsung melayangkan cakar kearah pak tigor . Pak tigor langsung merunduk dan berguling kesamping dan kemudian mengirimkan tendangan kearah pinggang makhluk itu . Namun makhluk itu tampak menyadari serangan balasan dari pak tigor . Ia segera menggeser tubuh ke kanan dan menyabetkan cakar tajamnya ke betis Pak tigor .
" Brettttt "
" akhhhkk "
Pak Tigor tampak pucat saat cakar makhluk berkepala harimau kumbang itu menyobek betis kanannya . Seluruh tubuhnya bagai disengat aliran listrik yang begitu kuat sehingga ia nyaris pingsan dan tak berdaya .Seluruh siswa langsung menjerit ketakutan melihat peristiwa yang terjadi kepada Pak tigor . Makhluk berkepala harimau itu tampak bersiap - siap untuk menyerang kembali . Kali ini sasaran nya adalah kepala Pak Tigor . Nampaknya makhluk ini memang berniat membunuh mangsanya . Seluruh Siswa serentak menjerit histeris dan pak tigor tampak saat ini hanya bisa pasrah dan menerima kenyataan . Baru sebulan ia diterima menjadi petugas keamanan ternyata ia harus menemui kematian ditangan makhluk berkepala harimau kumbang ini . Namun sebelum ajal memanglah berpantang mati , sesaat cakar harimau itu mendarat di kepala Pak tigor mendadak satu tendangan keras melabrak makhluk buas itu dari arah samping mengenai lengan kanannya sehingga makhluk itu terpental sejauh lima meter dan jatuh bergulingan di tanah . Ia tampak marah besar dan mengaum sekeras - kerasnya dan mencoba berdiri kembali walau agak sedikit terhuyung .
Ditengah lapangan itu tampak seorang pemuda yang memakai topeng putih dan memakai pakaian hitam - hitam layaknya seorang pesilat . Ia tampak berdiri dengan tegap dengan kuda - kuda seperti siap untuk menyerang .
" itu Kesatria dua dimensi " Terdengar suara salah seorang murid yang ternyata mengenali siapa yang datang .
Pertarungan sengit akan segera dimulai ..
Bersambung
__ADS_1