
Di dalam sebuah goa yang diterangi oleh cahaya obor yang menempel didinding terdapat sebuah meja panjang yang terbuat dari batu picak persegi panjang . Disekeliling meja tersebut tampak duduk beberapa orang sambil menikmati hidangan yang telah disediakan oleh beberapa pelayan wanita . Disebuah kursi yang terletak disudut kiri meja tampak orang tua licik dubalang rambut api tengah berbicara sambil meneguk minuman berwarna merah yang dituang kedalam cangkir kaca antik .
" Silahkan bersantai sejenak karena Sebentar lagi Dewi lembah tengkorak akan datang untuk memimpin pertemuan kita ini " ujar orang tua itu santai
Seorang biksu berpakaian kuning dan berkepala botak dilengkapi alis dan jenggot hitam panjang tampak menatap tajam kearah Dubalang Rambut api . Orang itu adalah seorang tokoh jahat yang bernama Biksu Sesat dari Selatan yang terkenal sangat kejam dan ganas .
" Katakan saja terlebih dahulu maksudmu mengundang kami semua datang kesini " ujarnya
" Sesaat lagi kalian semua akan mengetahui , harap bersabar sejenak " jawab Dubalang Rambut Api santai namun dalam hati ia sangat jengkel dengan gaya biksu yang sombong itu
" Apakah kalian semua telah mendengar kabar bahwa Beberapa waktu yang lalu Senjata mustika Pedang Naga Salju telah muncul dan saat ini dipegang oleh seorang bocah yang bergelar Kesatria dua dimensi ? " yang bicara adalah orang tua berbaju merah muda dan di rimba persilatan ia dijuluki Raja Racun dari Timur .
Raja racun dari timur adalah sahabat dekat biksu sesat dari selatan . Bersama dua orang sahabat lagi yang bernama Pemakan jenazah dari barat dan Ratu mesum dari utara mereka sepakat mendirikan persekutuan yang bernama serikat Empat iblis .
" jika benar itu terjadi kita harus segera menemukan bocah itu dan mendapatkan senjata sakti itu " ujar Lelaki tua yang bernama pemakan jenazah dari barat .
Lelaki tua itu memakai pakaian dari kulit harimau dan setiap ia berbicara bau busuk menyengat keluar dari mulutnya . Nama yang disandangnya memang bukan sekedar nama karena orang tua ini memang dikenal suka memakan daging manusia yang telah dibunuhnya .
" Sebaiknya kita tidak usah ikut campur terlebih dahulu karena saat ini para tokoh rimba persilatan pasti tengah berlomba - lomba berebut senjata itu , biarkan saja mereka dahulu yang saling bunuh baru kita beraksi " sambung Ratu mesum dari utara .
Perempuan tua berwajah seram itu memakai jubah bewarna abu - abu tua dan memegang senjata sebuah cambuk . Perempuan tua ini konon bisa merubah wujud menjadi seorang gadis cantik untuk mengelabuhi para lelaki mata keranjang dan setelah hasrat mesumnya terpenuhi biasanya ia dengan sangat kejam akan membunuh mangsanya dan mayatnya akan diberikan kepada sipemakan jenazah .
Dubalang Rambut api hanya diam dan menyimak pembicaraan keempat tokoh sesat itu dan sesekali meminum minuman yang disediakan untuknya. Tidak berapa lama kemudian terdengar suara pengawal bersorak dari luar .
" Yang mulia dewi lembah tengkorak telah datang !! " ujar prajurit itu
Tidak berapa lama kemudian tampak seorang perempuan cantik berusia sekitar empat puluh tahunan masuk diiringi beberapa pengawal setianya . Seluruh orang didalam ruangan termasuk Serikat empat iblis tampak berdiri menyambut kedatangan dewi lembah tengkorak karena bagaimanapun mereka sudah mendengar nama besar Dewi lembah tengkorak yang termasyhur itu .
" Silahkan duduk " ujar sang dewi tenang dan kemudian ia duduk dikursi paling tengah yang memang sudah disediakan untuknya . para hadirin duduk kembali dan sejenak suasana tampak sepi .
\*\*\*
Pagi itu suasana di sekolah sinto tampak kembali tenang setelah makhluk jahat Sijundai itu dapat dikalahkan . Proses belajar kembali berjalan normal dan para siswa tampak sudah mulai melupakan kejadian seram yang terjadi kemaren .
Saat itu adalah jam istirahat , Sinto dan teman - temannya tampak tengah duduk santai disebuah taman sambil minum es campur yang tadi mereka pesan dikantin sekolah . Saat mereka tengah duduk santai terdengar suara memanggil sinto dan ternyata itu adalah pak tigor .
" iya ada apa pak ? " jawab sinto
Pak tigor tampak memperhatikan sinto dengan pandangan tajam dan menyelidik . Sinto tampak canggung diperhatikan seperti itu .
__ADS_1
" kemana kau tadi malam ? " tanya pak tigor menyelidik
" Dirumah pak , belajar " jawab sinto berbohong
Sinto mulai merasakan kecurigaan pada dirinpak tigor .
" Tadi malam kami belajar kelompok di rumah sinto , pak " sambung Ihsan membela sinto
Pak tigor tampak mengangguk angguk namun dalam hati ia masih menyimpan kecurigaan pada sinto . Ia sangat yakin kalau bocah itu adalah kesatria dua dimensi namun ia belum bisa memastikan kebenarannya karena belum menemukan bukti yang kuat .
" Ya sudah , aku hanya ingin memastikan kau tidak keluyuran malam - malam " jawab pak tigor seenaknya dan kemudian melangkah pergi dari tempat itu
" apaan sih tu orang ? Ada ada saja tingkahnya " ledek reza saat pak tigor pergi dan mereka semua tertawa dengan tingkah pongah pak tigor yang terkadang sangat lucu itu .
" Sinto , sepertinya dia curiga dengan identitas aslimu " ujar Nurdin
" iya , din sepertinya aku harus lebih berhati - hati " jawab sinto
" bagaimana kalau kamu bikin kostum ala super hero aja Nto ? " usul reza
" Ahh .. kamu ada - ada saja " rutuk sinto
" Nggak ahh ,, aku akan baik - baik saja kok asalkan kalian tetap membantu menjaga rahasiaku " sambung sinto
Mendadak handphone sinto berdering dan ternyata yang mengirim pesan adalah Hamidah .
Hamidah : Sinto , kamu dimana ? Kamu sudah bikin tugas bahasa indonesia ??
Sinto sangat kaget karena ternyata ia memang belum mengerjakan PR .
Sinto : Aduhhh !!! Aku lupa Midah !!
Hamidah : Hmhhh , betul kan dugaanku .. kamu jemput aja ke kelas , ini tugasnya sudah aku buatkan !!
Sinto merasa sangat senang hingga ia tampak senyum - senyum sendiri . Reza dan yang lain tampak heran dengan kelakuan sinto .
Sinto : Aduhhh maaf ya merepotkan . Ia bentar lagi aku ke kelas , thanks ya hamidah !!!
Sinto kembali menyimpan handphone kedalam saku dan terus saja senyum - senyum kegirangan .
__ADS_1
" Wooiiiiiii " ihsan menepuk bahu sinto
Sinto langsung kaget dan balas menepuk bahu ihsan .
" Apaan sih ? " ujar Sinto
" Ngapain lhu senyam senyum sendiri ? Jatuh cinta ya ? Sama siapa ? Hamidah ? " balas ihsan sambil cekikikan
Wajah Sinto langsung memerah dan ia langsung menatap ke Reza . Tapi reza hanya diam dan pura - pura menoleh ke arah lain . sinto menggumam dalam hati
" Sepertinya Reza tidak marah " gumam Sinto dalam hati
Tidak lama kemudian lonceng masuk berbunyi dan mereka langsung bergerak menuju kelas masing - masing .
\*\*\*
Sementara itu didalam Goa tempat pertemuan para iblis Dewi lembah tengkorak tampak sedang berbicara sementara orang - orang yang hadir tampak memperhatikan dengan seksama.
" intinya kami dari Partai lembah tengkorak menawarkan kerjasama dengan para sahabat serikat empat iblis untuk bersama - sama menguasai rimba persilatan dipulau sumatera ini " ujar sang dewi dengan tenang
" Kami berempat tentu saja merasa sangat tersanjung dengan ajakan Dewi untuk bekerjasama " jawab Ratu mesum dan langsung disetujui oleh ketiga temannya
" Aku juga akan mencoba menghubungi para sahabat yang lain dan kita akan bersama - sama menyerang kerajaan Tuanku Rajo Nan hitam di bukit mendinding alam karena cepat atau lembat orang tua jahat itu pasti akan menyerang kita semua " lanjut sang dewi
Dubalang Rambut api tampak tersenyum puas karena strategi yang disusunnya berjalan dengan mulus .
" Apa yang harus kita lakukan selanjutnya dewi ? " Tanya biksu sesat dari selatan
" kita harus segera menemukan pemuda pemilik pedang Naga salju itu dan merebut pedang itu sebelum Tuanku Rajo Nan hitam beserta anak buahnya mendahului !!! " Perintah sang dewi
" Siap dewi , Kami akan segera bergerak " jawab mereka serentak
\*\*\*
Didalam sebuah hutan yang lebat dan rimbun tampak seorang pendeta tua berjubah biru yang tengah duduk santai menjuntai disebuah dahan pohon kayu beringin besar . Orang tua itu tampak sedang melamun memikirkan sesuatu . Beberapa ekor burung kecil tampak terbang berputar - putar disekeliling pendeta tua itu seolah tidak merasa takut bahkan sesekali mereka tampak hinggap dibahu dan tangan kakek tua itu . Si kakek hanya tersenyum sambil mengusap - usap burung kecil yang hinggap di telapak tangannya . Setelah menghela nafas panjang sikakek tampak menggumam sendiri .
" Kabar tentang kemunculan pedang naga salju agaknya sudah tersebar luas dan sinto pasti akan berada di situasi yang sangat sulit . Sepertinya aku sekali lagi harus terjun ke rimba persilatan untuk membantu bocah itu " gumam sikakek
Sesaat setelah menggumam kakek tua itu langsung menghilang dan yang tertinggal disana hanya beberapa ekor burung kecil yang terbang berputar - putar .
__ADS_1
Bersambung