
Chapter 43 " Gadis Berambut merah "
Pagi itu disebuah pendopo yang terletak dihalaman belakang istana Sinto tampak terlibat sebuah percakapan yang serius dengan Orang tua berbaju biru . Orang tua itu sepertinya tengah memberikan informasi tentang keberadaan Pangeran Ramendra yaitu calon suami Dewi kipas perak . Baik Sinto Jane maupun Dewi kipas perak nampak mendengarkan dengan serius .
" Terakhir kali yakni tepatnya satu bulan yang lalu salah seorang pegawai kerajaan melihat seorang pemuda tampan yang memiliki bola mata hitam dan biru di sebuah negeri yang bernama negeri kincir angin " ujar kakek tua itu
Dewi kipas perak tampak sangat senang mendengar kabar gembira itu .
" Kalau begitu kita harus segera pergi ketempat itu kek " sambung Jane bersemangat
Kakek berjubah biru hanya tersenyum melihat semangat Jane dan sekaligus bangga dengan sifat Jane yang rela menolong tanpa pamrih .
" Jane , apakah kau ingat saat terakhir kau bertarung melawan perempuan bernama Ratu mesum itu ? " tanya si kakek
" iya kek , saat itu aku merasakan energi besar yang meluap - luap serta hasrat membunuh yang begitu besar " jawab Jane
Sinto tampak sangat serius mendengar cerita Jane karena ia memang melihat perubahan yang besar pada diri Jane semenjak ia menyimpan lonceng sakti bernama lonceng Penghisap sukma itu .
" Kekuatan yang kau rasakan adalah kekuatan jahat yang berasal dari Kekuatan makhluk sijundai yang terperangkap dalam lonceng sakti itu " ujar si kakek
" Dan aku takut kekuatan yang sangat besar itu akan memberikan pengaruh yang sangat buruk untukmu " sambung si kakek
Jane tampak agak pucat mendengar cerita si kakek .
" Apa yang harus aku lakukan kek ? " tanya Jane cemas
Si Kakek kemudian tersenyum tenang .
" Sepertinya Kau harus berlatih untuk mengendalikan kekuatan itu dan merubahnya menjadi kekuatan yang bermanfaat untuk melindungi orang - orang " jawab si kakek
" Sinto , pergilah ke negeri kincir angin bersama dengan dewi kipas perak dan bantulah dia menemukan pangeran ramendra , sementara Jane akan tinggal bersamaku disini untuk memulai latihannya " sambung si kakek
" Baiklah Datuk " jawab sinto
Namun si kakek melihat masih ada sesuatu yang mengganjal didalam pikiran bocah itu .
" Apalagi yang kau pikirkan , Sinto ? " tanya si kakek
Sinto tampak tertegun sejenak dan kemudian berkata
" Sebenarnya aku juga punya tugas yang diberikan oleh Harimau Salju , yaitu aku diminta untuk mencari seorang pendeta bernama Malaikat agung tak bernama , apa Datuk mengetahui tentang orang yang harus kucari itu ? " Tanya Sinto
__ADS_1
Si Kakek berjubah biru tampak tertawa kecil mendengar pertanyaan Sinto dan ia kemudian mengusap kepala bocah yang sudah seperti cucunya itu .
" Tentang perkara itu kau tidak perlu khawatir Sinto , karena orang yang kau cari sesungguhnya saat ini tengah berbicara denganmu " jawab si kakek
" Datuk ?????? Jadi kau adalah Malaikat agung tak bernama ? " tanya Sinto
Si Kakek langsung memberi isyarat agar sinto diam .
" Aku berharap kalian bertiga tidak menceritakan identitas asliku kepada siapapun " jawab si kakek
" Sinto , sebaiknya kau segera pergi menyelesaikan tugasmu menemukan pangeran Ramendra dan setelah itu segera kembali kesini untuk memulai latihanmu " lanjut Malaikat agung tak bernama
" Baik Datuk , hari ini aku kami akan berangkat " ujar sinto sambil menjura hormat
" Kalau begitu aku akan segera bersiap - siap " ujar dewi kipas perak sambil berjalan kedalam istana
" Sinto , harap selalu berhati - hati karena para tokoh jahat itu saat ini pasti tengah mencari mu untuk mendapatkan Pedang Naga Salju " Lanjut si Kakek
" Siap Datuk " jawab Sinto
***
Hari itu garang terbangun sangat pagi karena ia merasakan perutnya sangat lapar setelah semalaman tidak makan .
" Hai orang jahat , apa kau merasa lapar ?
Ternyata yang bicara adalah gadis cantik berambut merah yang mengaku cucu sang Kaisar Api . Garang yang dipanggil hanya diam dan tak menoleh sedikitpun pada gadis itu . gadis itu tersenyum melihat tingkah garang yang seolah kekanak - kanakan itu . Perlahan gadis itu memperhatikan wajah garang yang sangat tampan itu . Entah kenapa gadis itu merasakan sesuatu yang berdebar didalam hatinya saat ia menatap wajah garang .
" Ini aku bawakan makanan " ucap si gadis
Garang tetap diam dan tak menoleh sedikitpun . Gadis itu tampak jadi jengkel dan menaruh makanan itu tidak jauh dari garang dan ia langsung pergi sambil bicara .
" Terserah kalau kau tak mau makan , bukan urusanku , aku hanya takut kena marah sama kakek jika kau harus mati kelaparan di tempat ini " lanjut si gadis sambil pergi meninggalkan garang
Tidak beberapa jauh dari tempat itu gadis berambut merah itu langsung bersembunyi dibalik sebuah batu dan mengintip kearah garang . Tampak di sana Pria tampan itu menengok ke kanan kiri dan setelah memastikan tidak ada orang ia dengan cepat menyambar makanan itu dan langsung menyantapnya dengan sangat lahap .
Gadis cantik itu tertawa cekikikan melihat tingkah garang namun ia membiarkan garang menghabiskan makanannya . Dan setelah melihat makanan itu habis ia keluar dari persembunyian dan kembali mendekat kearah garang . Garang yang melihat gadis itu kembali tampak sangat malu dan sesekali melihat kearah bungkusan makanan yang sudah kosong itu .
" Aduhhhhh , yang katanya tidak lapar ternyata bisa makan seperti orang kesurupan " Gadis itu terus menggoda garang .
Garang hanya terdiam dan saat ini ia merasa sangat malu karena baru kali ini ia diperlakukan seperti pria yang tidak punya harga diri . Gadis cantik itu akhirnya merasa kasihan dan mengulurkan salam kepada garang sambil menyebutkan namanya .
__ADS_1
" Perkenalkan namaku seruni , dan aku dijuluki sebagai Puteri api , maafkan atas sambutan kurang baik , mulai saat ini kau boleh tinggal dan menetap di istana " ucap Gadis bernama Seruni itu
Garang kemudian menoleh kearah si gadis yang sedang mengulurkan tangan kearahnya . Sejenak ia tertegun menatap kecantikan gadis bernama seruni itu . Kemudian ia mengangkat tangan menjawab salam gadis itu dan berkata
" Namaku Garang , aku adalah orang baru disini " ucapnya datar dan dingin
Gadis cantik itu tampak tersenyum mendengar kata - kata garang dan kemudian mulut usilnya kembali berkata
" Aduhhh , tubuhmu sangat bau sekali ayo kita pergi ke istana , kau harus segera membersihkan diri , aku mendapat kabar kalau kakek nanti malam akan pulang " ujar si gadis
Garang langsung mencium bau badannya sendiri dan ia teringat kalau ia sudah tiga hari tidak mandi . Pakaiannya juga tampak sudah kotor dan robek di sana sini . Bocah tampan itu kemudian berdiri dan mengikuti gadis berambut merah itu terbang melesat ke balik air terjun api .
***
Sinto dan Dewi kipas perak tampak tengah berjalan sebuah jalan setapak yang terletak ditengah - tengah padang Rumput yang sangat luas . Jalan itu adalah jalan menuju negeri kincir angin . Menurut Ranum negeri itu akan butuh waktu dua hari perjalanan untuk sampai ke negeri itu karena jarak yang cukup jauh itu hanya bisa dicapai dengan berjalan kaki . Diperjalanan kedua pendekar muda itu tampak terlibat percakapan yang seru .
" Apakah kau sudah punya kekasih , Sinto ? " tanya Dewi kipas perak
Sinto agak kikuk mendapatkan pertanyaan seperti itu . Sambil tersenyum dan garuk - garuk kepala sinto menjawab .
" Belum " jawabnya singkat
Dewi kipas perak tampak tertawa mendengar jawaban sinto yang seadanya . Melihat sinto yang sangat lugu itu dewi kipas perak terus mencoba menggoda .
" Ahhh Masak sih ? Kamu adalah anak yang ganteng dan baik , aku yakin diluar sana banyak gadis - gadis yang menginginkanmu " pancing Dewi kipas perak
" Ahh , Mbak bisa aja " balas sinto makin kikuk
Dewi kipas terlihat makin ingin menggoda sinto .
" Atau jangan - jangan kamu nya yang nggak berani mengungkapkan perasaan , kamu pasti punya gadis yang kau sukai kan ? " Tanya dewi kipas perak
Entah kenapa khayalan sinto langsung saja Mengembara dan saat ini ia membayangkan sosok Hamidah gadis yang diam - diam telah mencuri perhatiannya . Melihat Sinto tertegun dewi kipas perak tersenyum dan mengagetkan Sinto .
" Ayoo.. lagi mikirin siapa ? " ujar gadis itu sambil tertawa cekikikan
Sinto sangat kaget dan mulai jengkel dengan ulah dewi kipas perak . Namun sebelum ia bicara delapan sosok bayangan hitam melesat dan mengurung mereka dari segala sisi .
" Berhenti Kalian !!!! "
Sinto dan dewi kipas perak tampak sama - sama terkejut dengan kedatangan orang - orang berpakaian mirip ninja yang tiba - tiba sudah ada dan mengepung mereka .
__ADS_1
Bersambung