Kesatria Dua Dimensi Episode 1 " PRAHARA Di RANAH MINANG

Kesatria Dua Dimensi Episode 1 " PRAHARA Di RANAH MINANG
Chapter 33 " TEROR di SEKOLAH


__ADS_3

Pagi itu lapangan upacara SMA N 1 TARANDAM dipenuhi oleh murid - murid yang telah berbaris rapi . Seperti biasanya setiap pagi senin selalu dilaksanakan upacara pengibaran bendera . Para guru juga telah mengambil barisan disamping barisan murid kelas tiga namun ada beberapa guru yang memang ditugaskan berkeliling untuk memastikan para siswa tertib saat mengikuti upacara . Pak tigor adalah salah satu guru yang ditugaskan berkeliling lapangan . Ia tampak sangat bersemangat sekali mengatur barisan sambil sesekali tampak berteriak marah kepada kelas yang terlihat tidak teratur barisannya .


Kelas 1 - 3 mendapat barisan ditengah tepat berhadapan dengan tiang bendera . Ihsan selaku ketua kelas telah menyusun barisan dengan sangat rapi . Pak tigor yang lewat didepan barisan mereka tampak mengangguk - angguk melihat kerapian kelas 1 - 3 .


" Nah .. kalau begini kan tidak percuma aku yang mantan paskibraka nasional ini menjadi guru olahraga kalian " Sapa pak Tigor membual lagi .


Murid - murid hanya senyum - senyum mendengar bualan guru olahraga itu .


Sinto berdiri dibarisan paling belakang karena ia bertubuh paling tinggi dikelas sementara dibarisan paling depan tampak hamidah yang sangat cantik dengan topi abu - abu yang bertengger diatas jilbab putih bersihnya .


Upacarapun dimulai dan para siswa tampak mengikuti dengan khidmat . Tidak ada hal aneh terjadi hingga pada saat kepala sekolah memberikan amanat pembina upacara .


" Murid - Murid yang bapak banggakan , akhir - akhir ini situasi negeri ini semakin tidak karuan namun apapun yang terjadi pendidikan tetaplah hal yang nomor satu "


Baru saja kepala sekolah memulai pidatonya satu teriakan keras terdengar dari barisan wanita murid kelas tiga .


" Pergi kalian semua , Pergi !!!!! "


Semua mata tentu saja tertuju ke sumber suara itu dan ternyata murid yang sedang berteriak adalah Riska sahabat kak ayu yang kemaren pingsan di ruangan perpustakan . Setelah berteriak memaki dia tampak tumbang dan menggigil seperti orang kesurupan . Para guru langsung bergerak mengejar kearah Riska namun dibarisan lain ada lagi siswa yang kesurupan dan jumlahnya semakin bertambah banyak hingga hampir separoh murid wanita mengalami kesurupan dan kejang - kejang . Mereka yang kesurupan itu nampak berteriak marah dan mencakar - cakar siapapun yang berada didekatnya . Suasana khidmat langsung saja menjadi situasi yang penuh kepanikan . Para pengurus Osis termasuk Hamidah tampak bekerja bahu membahu membantu para siswa yang bergeletakan dilapangan upacara . beberapa orang murid dan guru tampak terluka akibat cakaran dan gigitan para siswa yang kesurupan . Pak ujang selaku penjaga sekolah langsung saja memanggil seorang dukun yang tinggalnya tidak jauh dari gedung sekolah . Sinto yang juga ikutan panik mencoba mendeteksi sumber energi yang membuat para siswa itu kejang - kejang . Ia memusatkan tenaga dalam pada kedua matanya dan menatap seluruh area sekolah . Dan ia sangat kaget ketika melihat sepasang bola mata merah angker menatap tajam kearahnya dari balik kaca ruangan perpustakaan .


Tidak berapa lama kemudian dukun yang dipanggil pak ujang datang dan ia langsung mengambil microphone dan merapalkan mantra - mantra berbahasa jawa kuno . Dukun itu bernama Mbah Slamet seorang perantau yang berasal dari jawa timur . Setelah beberapa saat merapalkan mantra Mbah Slamet tampak mengibaskan tangan kekiri dan menyemburkan air liurnya ketanah . mendadak seluruh siswa yang kesurupan tadi menjadi diam dan lemas tak bertenaga . Setelah itu Mbah slamet langsung menemui kepala sekolah dan menyampaikan beberapa pesan .


" Pengobatan yang saya lakukan tadi hanyalah bersifat sementara , sebaiknya para murid yang terkena sihir itu langsung dibawa pulang dan diliburkan dulu sampai kondisi disini benar - benar aman " ujar Mbah Slamet


" Perlu waktu berapa lama kira - kira agar bisa normal kembali Mbah ? " tanya kepala sekolah


" Teror ini akan terus terjadi selama makhluk jahat itu masih tinggal disini " ujar mbah slamet .


Sinto kali ini memusatkan tenaga dalam ketelinganya agar ia bisa mendengar percakapan mbah slamet dengan kepala sekolah "


" Tapi kalau sekolah ini terlalu lama libur reputasinya bisa menurun Mbah " ujar kepala sekolah tampak panik


" itu terserah bapak , saya hanya menyarankan , Bapak pilih reputasi sekolah atau keselamatan para murid disini ? " sambung mbah slamet sambil tersenyum sopan


" Terus bagaimana caranya mbah ? Mohon carika Solusinya " lanjut kepala sekolah


" Aku tidak begitu yakin akan bisa mengalahkan makhluk tersebut , tapi mungkin kita bisa saja menawarkan perjanjian dengannya " ujar mbah slamet

__ADS_1


" Peejanjian bagaimana mbah ? " tanya kepala sekolah semakin cemas


" kita akan coba panggil makhluk itu dan kita tanya apa syarat - syarat yang harus kita penuhi agar dia tidak mengganggu para siswa lagi " ujar mbah slamet .


" Terserah mbah saja bagaimana bagusnya yang penting keselamatan siswa disini bisa terjaga " jawab kepala sekolah pasrah


" Baiklah , Nanti malam saya akan coba melakukan Ritual pemanggilan tapi saya butuh beberapa orang untuk membantu " lanjut mbah slamet


" Baiklah nanti malam pak ujang dan pak tigor akan membantu bapak " lanjut kepala sekolah


" Monggo bapak , saya akan berusaha " jawab mbah slamet


Dan setelah itu mbah slamet pun minta izin pamit pulang . Kepala sekolah lanjut mengumumkan bahwasanya hari itu semua siswa dipulangkan . Sinto kemudian menatap lagi kearah jendela perpustakaan dan ternyata makhluk itu sudah tidak berada disana lagi dan Sinto langsung saja menuju ke kelas untuk mengambil tas nya .


Didalam kelas tampak teman - temannya sedang asyik mengobrol tentu saja menceritakan kejadian aneh yang baru saja terjadi . Sinto lamgsung saja mengambil tas dan berjalan keluar gedung sekolah . Dihalaman sekolah tampak Hamidah yang sedang sibuk mengurus para siswa perempuan untuk diantarkan ke rumahnya masing - masing dengan menggunakan angkutan sekolah .


" Midah , kamu nggak apa - apa ? " Sapa sinto


Hamidah langsung saja menoleh dan tersenyum ke arah Sinto .


" Alhamdulilllah aku baik - baik saja " Jawab hamidah sopan


" Ia , setelah mobil ini berangkat aku juga akan langsung pulang " jawab Hamidah tampak agak kelelahan .


Sinto sangat senang melihat Hamidah yang memiliki rasa empati tinggi . Gadis itu tampak begitu tegar meski sinto tahu dalam hatinya hamidah pasti juga merasakan takut .


" Kamu pulang sama siapa ? Apa perlu aku antar ? " ujar sinto


" Nggak usah , aku sudah janji sama teman - teman " jawab Hamidah


" Baiklah , tapi kamu harus tetap hati - hati ya dan kalau terjadi apa ..... "


" Hubungi kamu kan ? " Hamidah langsung memotong ucapan sinto


Sinto jadi keki dan langsung senyum senyum


" Ia kamu tenang aja aku pasti bisa menjaga diri kok , lebih baik kamu fokus membantu agar sekolah ini bisa aman kembali " lanjut Hamidah

__ADS_1


Sinto sangat senang mendengar kata - kata Hamidah ingin rasanya ia memeluk gadis manis dihadapannya itu namun hasrat itu hanya ia pendam dihati


" Pasti aku akan berusaha semampuku " jawab sinto


" Baiklah aku pamit pulang dulu ya , jaga diri baik - baik " lanjut sinto sambil lambaikan tangan dan kemudian bergerak menuju markas


Hamidah hanya tersenyum melihat kepergian Sinto dan perlahan dalam hatinya ia pun mulai merasa tertarik dengan kepribadian sinto .


\*\*\*


Saat sampai dimarkas Sinto langsung saja menceritakan kejadian yang baru saja terjadi disekolah. Jane tampak sibuk membuka - buka buku untuk mencari informasi yang perlukan . Setelah lelah membolak - balik halaman buku tebal tersebut Jane tampak menemukan sesuatu .


" SiJundai adalah sesosok makhluk jahat yang suka mengganggu para wanita dan dahulu kala sering dibayar oleh para dukun ilmu hitam untuk membuat seorang wanita menjadi kerasukan bahkan pada beberapa kasus wanita tersebut bisa menjadi gila dan bunuh diri " ujar Jane sambil membaca buku


Sinto tampak membelalakkan mata karena kaget setelah mendengar informasi yang baru didapatkan Jane .


" Adakah disana tertulis cara untuk membasmi makhluk itu Jane ? " Tanya sinto


" Maaf , sepertinya tidak ada dan informasi mengenai makhluk ini pun sepertinya hanya sedikit "


" Makhluk itu adalah penyihirnya bangsa Siluman , dia biasanya hanya menyerang mangsanya dari jarak jauh hanya dengan merapal mantra dan sangat jarang mau memperlihatkan diri " ternyata yang bicara adalah laksamana kumbang yang masih dalam wujud kucing hitam .


" Apakah laksamana tahu cara mengatasi makhluk itu ? "


" Hmhhh , Tentu saja " jawab laksamana kumbang dan kemudian sosoknya langsung berubah ke wujud aslinya .


" Jane , boleh minta kopi " ujarnya malu - malu


Jane tampak agak cemberut dan sesaat kemudian mengambilkan sebotol kopi siap saji dari dalam kulkas .


" Ni , pakai acara malu - malu kucing segala , lain kali ambil aja sendiri " ujar Jane


Bersambung


Note : Jangan lupa menekan tombol like dan tinggalkan komentar ya setelah membaca untuk membantu karya ini tetap berlanjut


Salam hormat

__ADS_1


Roland Mangkuto Sutan


__ADS_2